Judul : Devil yang menyenangkan
Pengarang: gaplek tralala
Eps - pencuri
Rr - 17+
_______________________________________________
Zaman ,, penulis menganggapnya sebuah waktu
Waktu dimana mahluk menjalani sebuah masa
Khususnya manusia ,,
Di zaman modern ,,, anggap saja zaman sekarang ,, zaman dimana kehidupan itu makin sialan ,,
Orang orang bilang sama rata sama kaya bersama sama
Tapi kenyataanya memang sama rata ,, sama menderita ,,,
Tak semua ,, tapi ini adalah ungkapan hati penulis yang sedang sebal! ,,
Yaa ,, kau tau kan? ,, Kenapa penulis sebal? ,, Ya ,, kau bisa anggap saja begitu ,,
,,
Di sebuah tempat ,, gang yang sepi ,,
Seorang laki laki yang memakai pakaian penuh darah ,,
Di pinggangnya ada sebuah senjata tajam ,, pisau ,, di punggungnya ada sebuah tas ,,
Dia berjalan tersauk sauk menuju ke sebuah pintu
Dia membuka pintu tersebut yang rupanya tak terkunci ,,
"Cklek" pintu pun terbuka dan si laki laki ini masuk dan duduk di sebuah bangku ,, dia tertawa pendek sebentar
"Gratis aku menjadi pencuri handal jika benda pusaka ini tak dapan ku curi" batin si laki laki ini sambil mengeluarkan sebuah benda dari tasnya ,,
Sebuah bingkai ,,
Bingkai ini agak berat juga dan di dalamnya berisi sesuatu ,,
Sebuah koin berwarna biru yang terbuat dari batu, koin ini pun bergambar ,, gambar roda yang di tengahnya ada lambang berupa pisau ,,
Di sana ada tahun pembuatanya serta penjelasanya
"Koin ini di temukan di dalam batu yang sangat keras sekali ,, di perkirakan berumur jutaan tahun ,, di temukan oleh bangsa spanyol di nusantara pada tahun abad tujuh belas ,, di perkirakan koin ini mengandung misteri yang sulit di pecahkan" begitu isinya
Si laki laki tertawa tertahan ,, dan makin lama dia tertawa keras ,, dan tawa jahat terdengar ,,
,,,,,
Sebuah pantai ,, penuh suara ombak mendebur ,, suara angin ,, dan suara orang yang sedang ramai ramai bermain ,,
Yaa ,, kadang tertawa ,, kadang bersorak ,, dan yaaa ,, seperti suara pantai pada umumnya
Semua sedang bergembira di sana ,,
Di sebelah sana ,, di bawah pohon kelapa ,,, ada sebuah ranjang lipat yang biasanya kau temui di pantai atau kolam renang itu ,,
Di sana ada seorang pemuda berumur sekitar empat belas tahun ,, berkulit kuning agak tidak merata ,, hidung tak mancung dan rambut rapi ,, memakai kaca mata hitam ,, sedang tidur di sana dengan santai sambil kadang dia mengisap rokoknya ,,
Pemuda ini memakai kalung sialan yang kadang mengisap sebatang rokok ,,
Kalungnya berbentuk biasa saja ,, dari monel yang sering kau ketahui itu, hanya saja ada tulisan di sana ,, "death defying" atau yaa ,, sebut saja begitu ,, penantang maut ,,
Pemuda ini terlihat biasa saja apalagi dengan wajah tak terlalu cakap ,, tapi tidak ada yang menyangka kalau dia adalah sebangsa bajingan sialan ,, pembunuh bayaran, berandalan ,, maling, rampok dan yaa ,, dll ,,
Umur sekecil ini sudah menjadi pembunuh bayaran? ,, Ya, penulis agak tercengang juga menulisnya ,, tapi memang seperti itulah isi otak penulis ,,
Si sialan ini bernama Fredi aristian ,,
Seorang bocah kejam yang sebenarnya memiliki cerita kehidupan menyedihkan sekali ,, seorang bocah yang bahkan hampir tak pernah menangis seumur hidupnya ,, seorang yang kesepian sekali sebenarnya ,,
Dia sebenarnya masih berkeluarga lengkap ,, tapi dia tak mau bertemu keluarganya ,, mungkin dia berbeda jalur dengan keluarganya ,,
Temanya sedikit ,, tapi bisa di percaya ,,
Fred ,, atau terserah kau memanggilnya ,,
Adalah seorang yang memiliki otak tergolong cerdik ,, tapi kadang kalau dia dogol ya jangan kau tanya lagi ,, dia sering bertindak licik dan membingungkan ,, tapi sebenarnya dia memiliki hati yang baik sekali ,,
Dia menyayangi semua orang ,, dan dia kadang lebih condong mendukung pihak yang "bertahan" bukan "menyerang"
"Kling kling" ada suara ponsel ,,
Fredi mengambil ponselnya dan dia membuka chating dari beberapa kenalanya ,,
"Hari apa sekarang?" Begitu isi pesanya ,, fred mengetik
"Hari sialan" jawab Fredi ,,
"Hari apa sih?" Tanya pesan itu lagi
"Hari perjuangan" jawab fred mengetik ,,
"Ya ,, ternyata benar kau ,, adakah yang menyadap?" Tanya pesan itu lagi
Fredi berpikir
"Ya ,, bisa jadi ada yang menyadap" jawab Fredi sambil mengetik
"Tempat seperti biasanya" begitu lagi isi pesanya ,, fred mengangguk dan menghapus pesanya seperti yang biasa dia lakukan ,,
Dia kembali tiduran lagi sambil kadang mengisap rokoknya ,,
Dia mengangkat tangan kananya ,, di sana ada dua cincin ,, satu adalah cincin yang di letakan di jari manis ,, cincin yang memiliki warna biru walau sudah agak luntur mengeluarkan sebuah warna agak perak ,, tapi dia tak pernah melepasnya ,, bahkan saat tugas sekalipun ,, walau hal ini sangat membahayakanya dan sangat ceroboh ,, tapi dia bisa memainkannya juga ,,
Satu cincinya agak lebar dan di pasang di jempolan ,,
Fred memainkan cincinya itu ,, dia tertawa dalam hati ,,,
Memang tak banyak yang bisa membuatnya tertawa
Dia menyulut rokok lagi
Tapi orang orang pantai pada berlarian pergi ,,
Fred membuka kaca matanya dan baru sadar dia kalau sedang mendung ,,
"Mendung ini ,, membawa perasaan tidak enak" batin fred
Dia bangkit dan berjalan santai ke tempat dia tinggal bersama beberapa orang yang juga tak takut kehujanan ,,
Tempat menginap fred terbilang cukup berkelas ,,
Harganya pasti ehm ,,, mungkin harga sewa per hari bisa penulis gunakan makan sebulan ,,
Fred masuk ke kamarnya dan langsung ke kamar mandi untuk yaa ,, umumnya orang ke kamar mandi itu apa ,, kau pasti mengerti ,,
Setelah mandi, fred mengecek ponselnya lagi sambil merokok ,,
"Tok tok tok" pintu di ketuk ,,
"Masuk" fred pun menyuruh yang mengetuk itu masuk
Pintu di buka dan masuklah beberapa perempuan membawa makanan dan handuk hangat ,,
Yaa ,, seperti biasa ,, servis ,,
Kebetulan fred sedang ingin menikmati liburan ,,
Pintu di tutup dan tinggal seorang perempuan yang cantik dan ber "body" ,,
"Perkenalkan ,, nama saya via" si perempuan memperkenalkan namanya dengan bahasa formal indonesia ,, fred memandangnya sebentar dan dia mengangguk tanpa banyak bicara ,,
Dia langsung menyalakan tv dan berbaring di ranjang ,,
Si perempuan yang tentu saja profesional ini menghampiri dan langsung melakukan pekerjaanya ,,
"Maaf tuan ,, pakaiannya bisa di buka saja" si perempuan bersuara ,,
Fred terfikir sesuatu ,, tapi kemudian dia mengangguk dan melepaskan pakaian atasnya ,,
Si perempuan tertawa cekikikan sambil menunjuk celana fred ,,
Fred melihat yang di tunjuk si perempuan dan dia melepaskanya ,, sekarang tinggal pakaian penutup Y_zone yang ada ,,
Pintu di kunci
Si perempuan naik ke atas ranjang juga sambil melepaskan pakaian luarnya ,,
Dia menyanggul rambutnya dengan tusuk kundai dari kayu yang berbentuk sumpit ,,
Fred tak melirik tusuk kundai tersebut ,, tapi dia tau kalau ujung tusuk kundai tersebut cukup lancip ,,
Si perempuan memijit fred ,, dengan dua tangan ,,
"Siapa namamu tadi?" Tanya fred basa basi
"Panggil saja via ,, umur dua puluh tahun, belum menikah" bertanya satu ,, dapat jawaban tiga ,,
Kurang sial bagaimana coba?
Fred tertawa pendek ,,
"Kau berasal dari mana? ,," Tanya fred
"Saya berasal dari kota sebelah" jawab via ,,
Fred mengangguk dan tertawa pendek
"Aku tak terlalu suka bahasa yang terlalu formal ,, kau pakai bahasa akrap saja" kata fred ,,
Si perempuan tertawa ,, karena dia melihat gelagatnya fred bisa di ajak bicara ,, dia langsung "berkicau" seperti burung ,,
Fred memutar mata saja ,,
"Tv prediksi cuacah ,, di jelaskan bahwa cuaca sekarang cerah ,, padahal di luar sedang hujan" kata via dengan tertawa ,,
Memang sekarang sedang hujan ,,
Fred tertawa ,, dia menikmati pijitan si via ini ,, dia merasa cukup lelah ,, dan dia di pijit dengan begitu nyaman sekarang ,, hal ini membuatnya agak terasa mengantuk ,, matanya terpejam dan dia akan tidur ,, tapi tidak jadi karena yaa, , via sekarang memijit dengan satu tangan ,, fred juga tidak mendengar suara di garuk atau suara orang menguap ,, dan lagi ,, dia merasakan kibasan rambut yang jatuh,
Kibasan rambut yang jatuh? ,, Hal ini tentu saja dapat terjadi jika sebuah pengganjal rambut di lepas ,, dan viia melepas ganjal rambutnya ,, melepaskan tusuk kundainya ,,
Fred merasa satu tangan yang masih berada di punggungnya berhenti dan sedikit menekan serta ada gerakan cepat yang terjadi secara reflek oleh si via ,,
Fred tanpa banyak bacot langsung mengipatkan tubuh dan dia di bantu lenturnya ranjang sampai dia dapat meloncat dengan enteng juga ,,
Dia mendengar ada suara kain sobek dan sprai ranjang tersebut sobek ,,
Fred tanpa menunggu langsung membalikan tubuh dan melesat ke arah via ,, dengan meluruskan dua jarinya ,, dia memukul lengan via dan tentu saja yang terkena pukul tersebut kesakitan dan tanpa terasa tanganya melemas ,, dan via sudah tertodong lehernya oleh fred yang memandangnya dengan dingin, ,
Fred melihat keringat dingin jatuh ,,
Dia memandang mata via dengan tajam ,, merasa tak sanggup dan merasa kalah skil ,, via menundukan muka, tapi dagunya lantar serluka karena fred tak mengendorkan ancamanya sama sekali ,,
"Ada yang ingin kau katakan?" Tanya fred ,,
"Aku mengaku kalah" kata via ,,
"Aku tak peduli" jawab fred ,,
"Apa yang kau mau? ,, Aku masih ingin hidup" kata via
Fred memandang paha si sialan yang masih terlihat lekukan pada rampingan otot ,,
"Masih perawan rupanya" kata fred ,,
Dia melihat via mengerutkan ototnya ,, hal ini hanya terjadi pada orang yang ketakutan ,,
"Masih suci rupanya ,, masalahnya adalah siapa yang menyuruh perempuan sialan ini membunuhku?" batin fred ,,
Dia berpikir lagi
"Tak ada gunanya ku ancam dengan macam macam cara ,, dia tak tau agaknya" batin fred ,,, dia ingin menyudahi urusan
Hanya saja urusan sudah kadung melangkah ,, untuk menarik kembali agaknya susah ,,
Beruntung tuhan membantu fred ,,
"Breaking news ,, museum negara telah kehilangan sebuah properti ,, berupa sebuah koin batu berwarna biru ,,,,,,,"
Tv berbicara ,,
Fred menyipitkan mata ,,
"Koin batu biru? ,, Bukanya ini koin yang bagian tengahnya bergambar pisau itu ya? Jangan jangan ini ada hubunganya dengan panggilanku tadi" Batin fred
Dia melemparkan tusuk kundai yang rupanya adalah besi di cat kayu itu ke arah tembok dan langsung menancap di sana ,, menancap cukup dalam untuk ukuran tembok ,, dan sangat kuat untuk ukuran postur tubuh fred yang biasa biasa saja itu ,,
Fred memakai pakaiannya dan mengambil tasnya ,,
Dia mengambil beberapa lembar uang seratus ribu ,,
"Tolong urus pembayaranya ,, kembalianya untukmu ,, kalau kurang ya anggap saja sebagai hukumanmu" kata fred sambil melemparkan uangnya ke via yang masih belum hilang melengaknya ,,
Fred langsung menuju ke tempat parkir dan dia keluar dengan mengendarai motor ,, ini bukan motornya dan dia ahli dalam mencuri motor ,,, dia sedang ingin perjalanan cepat ,, malas menggunakan transportasi umum ,,
Dia langsung menuju ke sebuah tempat ,, lumayan jauh ,,
4 jam perjalanan ngebut ,,
Fred mengebut ,,
"Wiiiuuuwiiiiuuu" atau terserah bagaimana tulisanya
Mobil polisi juga mengebut dari belakang sana ,, fred melirik spion dan rupanya polisi lalulintas ,,
Dia terus mengebut dan dia menuju ke arah pegunungan terjal
Dia melirik ke sebelah dimana ada kesenjangan ,,
Dia mengangguk ,, tangan kirinya yang tak terlalu bekerja mengambil sebuah senar baja yang tipis ,, lemas dan kuat ,,
Ujung senar ini memiliki kaitan
Beruntung agak jauh di depan sana ada sebuah tiang listrik di kiri jalan ,,
Fredi menancap gas dan dia mengebut ,, speedo meter sampai mencapai 160 lebih ,,
Kebijakan di belakan juga mengebut ,, karena kebetulan jalan ini agak menurun dan tentu saja mobil di belakang itu menang ,,
Sebentar saja Fredi langsung kena kajar ,,
Tapi fredy meloncat ke kanan jalan dan melemparkan talinya ke arah tiang dan senar tersebut mengait tiang listrik tersebut dan tentu saja fred terpontang mengikuti rotasi ,,
Dan tentu saja dia terputarnya tak rencana ,,
Dan dia tangan kananya yang menganggur sekarang memegang pistol semi otomatis ,,
Dan dia menembak ban bagian depan mobil polisi tersebut
"Duarrr" terdengar suara ledakan ban mobil tersebut dan tentu saja mobil tersebut akan tak imbang dan menggeleyang ,,, di karenakan yang terkena peluru adalah ban kiri,
Maka mobil tersebut terbanting ke kiri
Dan langsung saja ,, mobil tersebut mencebur ke dalam jurang
Fredi mendarat dengan mulus dengan berdiri dan dia menggulung senarnya dengan rapi lagi ,,
Dia memandang ke sebuah motor yang menyungsep di antara bebatuan ,, motornya tadi ,, motor ini rusak ,, tapi tak separah apa yang di bayangkan fred ,,
Masih bisa di pakai walau sialan ,,
Sebuah coffe ,, berada di sebuah kota yang tak kecil ,,
Fredi sedang berjalan kesana ,, entah dia memarkir motornya di sebelah mana ,, tidak ada yang peduli ,,
Fredi masuk ke dalam coffe tersebut dan rupanya dia sudah langganan ,, server di sana adalah seorang gadis mungil bernama diana ,, dia sudah kenal fred ,, Fredi juga sudah kenal
Dia di antarkan diana ke ruang khusus
"Beberapa bulan ini aku tak pernah bertemu denganmu ,, kemana saja kau?" tanya diana
fred tertawa
"Aku tak di bayar untuk menjawab" kata fred
"Aku toh bertanya" kata diana
"Dan aku malas menjawab" kata fred
Diana cemberut
"Kau tetap saja menjengkelkan" kata diana
"Kau tetap saja cerewet" kata fred dengan menjulurkan lidah
Dan dia langsung menarik lidahnya karena diana hampir mengigit lidahnya ,,
Dia menunjuk ke sebuah pintu
"Di sana, perlu ku temani?" tanya diana
"Tidak ,," kata fred dengan tertawa hambar ,, dia membuka pintu tersebut dan dia melihat seseorang setengah baya berkacamata dan mencoret coret buku, lagaknya seperti juragan saja
Tapi fred selalu memanggilnya juragan
Dia menutup pintu dan duduk di depan si juragan,
Di sana ada bermacam macam minuman
Fred menyulut rokoknya
Si juragan mengangguk ,,
"Aku tak di sadap" kata fred sambil menghembuskan asapnya
Si juragan mengangguk lagi
"Aku ada misi untukmu" kata si juragan tanpa basa basi
Fredi menghembuskan asap rokoknya
"Misi apa? ,, Aku hanya menangani masalah serius" kata fred
Juragan berdehem ,,
"Ya ,, ini masalah main main saja ,, saking main mainya ,, pemerintah secara rahasia meminta bantuan kita" kata juragan
Fred mengerenyitkan dahi ,,
"Yayaya lanjutkan" kata fred
Si juragan mengeluarkan sebuah amplop tebal
"Seratus juta" kata si juragan
Fred memainkan rokoknya
"Kau belum menjawab pertanyaanku" kata fred ,,
Si juragan menghela nafas
"Baiklah baiklah ,," kata si juragan sambil memandang fred dengan tajam, fred juga memandangnya
"Koin batu biru telah di curi ,,," kata si juragan ,,
Fred berpikir ,,
"Rupanya benar" batin fred
"Misimu adalah menemukan koin itu dan mengembalikan ke museum tanpa ada yang tau ,, seperti biasa" kata juragan
fred berpikir
"Kemana yang lain?" tanya fred
"Yang lain siapa?" Tanya si juragan kurang jelas
Fred angkat pundak
"Si ahli jarak jauh ,, si ninja ninja sialan, ahli perangkap ,, siapa lagi kalau bukan mereka? Dan kenapa bukan mereka saja?" tanya fred
juragan menggeleng
"Mereka bukan kelasmu ,, dan si ahli jarak jauh ,, atau yang di panggil alfan ,, itu sangat tolol dalam misi ini ,, kau memiliki gerakan cepat melebihi ninja ninja ini ,, kau ahli dalam membelokkan jejak ,, dan kau ahli strategi, ,, hal ini kurasa sangat cocok untukmu "kata si juragan ,,,
Fredy berpikir ,, akhirnya dia menggeleng
"Sayangnya aku tak tertarik" kata Fredi dengan bangkit berdiri
Si juragan mengangkat pundak
"Menurut penelitian mata mata yang lain ,, kau akhir akhir inisering terkena teror?" Kata si juragan yang juga merupakan pertanyaan ,,
Fredi yang ingin pergi itu menjadi urung
"Ada apa?" tanya fredy
Si juragan angkat pundak
"Menurut instingku ,, koin batu biru dan terormu masih saling berhubungan" kata si juragan ,,,
Fred memandangnya ,,
"Kau tau kan? Aku yang paling sulit di kendalikan di tempatmu?" Tanya fred dengan memandang tajam ,, si juragan tertawa
"Bahkan tak berlebihan jika kau bilang kalau dirimu yang bahkan lebih kuat dari ninja ninja itu dan bisa membunuhku kapanpun" kata juragan ,, fred mengangguk
"Aku tak mengatakan hal itu ,, tapi aku mengakui kebenaranya" kata fred dengan memandang si juragan dengan tajam ,,
Si juragan tertawa
"Hanya saja ,, kau harus ingat ,, jika semua anggotaku dan aku mulai menggunakan kelicikan ,, kau juga akan dalam bahaya" kata si juragan dengan tertawa ,, fred malah mengupil ,,
"Kelicikan ya?" Tanya fred ,, si juragan tak tertawa dan dia berdehem ,, barusan dia bilang kelicikan ,, dia beru teringat siapa fred ,, kalau fred mau berbuat licik juga dia bisa berabe ,,
"Yayaya ,, kau menang kau menang" kata si juragan dengan berdehem ,, fred nyengir
"Ah kau serius amat" kata fred ,,
Si juragan mau tak mau juga tersenyum masam ,,
Dia mengeluarkan sebuah buah amplop lagi
"Amplop berisi lima ratus juta" kata si juragan ,,
Fred menyulut rokok lagi ,,
"Yayaya ,, dan sebenarnya aku tak semurah itu" kata fred ,,
juragan berdehem
"Pemerintah hanya membayarku tiga milyar" kata si juragan
fred tertawa
"Aku minta satu miliar" kata fred ,, si juragan tersenyum kecut
"Yayaya ,, kau tak kasian kepadaku kah?" Tanya si juragan
fred nyengir
"Tidak ,, dengan harga martabat negara ,, agaknya harga segitu belum cukup mahal ,, beruntunglah kau ku beri diskon" kata fred dengan nyengir ,, juragan tersenyum masam
"Selama malang melintang ,, selama hayat lahr sampai hayat mampus ,, agaknya cuma kau yang bisa tawar menawar" kata si juragan dengan mengeluarkan cek ,,
"Satu M" kata juragan sambil menulisnya ,, dia menulis dengan menghindarkan pandangan Fredi kepada tulisanya ,, fred nyengir
"Hei ,, angka kosong di belakang angka satu masih kurang satu" kata fred ,, si juragan nyengir ,, dia agak heran bagaimana fred mengerti ,,
"Satu M" kata juragan sambil mengangsurkan cek nya ,,
fred nyengir
"Kau ini ,, kalau main licik jangan denganku" kata fred
Si juragan tersenyum masam
"Aku mulai heran denganmu" kata juragan ,, fred menyimpan ceknya ,,
"Memang mengherankan ,, siapapun akan heran kepadaku ,, bahkan malaikat dan iblis pun heran kepadaku" kata fred dengan nyengir ,,
Sebuah kota ,, kota yang besar dan ramai ,,
Kota ini seperti tak pernah tidur ,, yaa ,, seperti tak pernah tidur
Bulan sabit ,, tak terlihat karena ter tutup gedung gedung tinggi
Bintang bintang tak terlihat karena kota yang terang benerang
Perasaan Menyenangkan dengan dunia malam ,, seru seruan dengan teman teman ,, kadang juga ada yang pacaran ,,
Ada yang sibuk dengan pekerjaan, Suara bel motor dan mobil
Seperti sebuah irama senang di malam hari
Semua seperti merasakan hal menyenangkan ,,
Hanya saja ,, ada juga yang merasakan bosan ,, seperti fred misalnya ,,
Dia sedang jalan jalan di alun alun kota ,, alun alun ini cukup besar juga ,, ehm, penulis makdsud ,, lebar ,,
Di sana fred sedang berjalan jalan sambiil kadang memandang kesana kemari ,, entah apa yang sedang di carinya ,, penulis tak tau ,, tapi ketika fred menuju ke arah seorang pedagang asongan penulis baru mengerti ,,
Fred membeli rokok ,, pedagang asongan tersebut adalah seorang bocah ingusan yang agak kotor ,, dia menjelajahi fred dengan hambar hambar saja
"Rokok gaplek ,, seperti biasa" kata fred sambil menambahkan kalimat "seperti biasa" yang membuat penulis tak habis pikir juga Fred mengeluarkan dompetnya dan mengambil lima lembar merah, nominalnya seratus ribu rupiah ,, tinggal kau kalikan saja
Si pedagang asongan itu mengangguk walo dengan ekspresi tolol
"Tiga orang mencurigakan" kata si pedagang asongan sambil mengeluarkan lembaran berisi gambar manusia dengan wajah yang berbeda beda ,, ada tiga gambar wajah ,,
"Orang orang ini melakukan hal hal mencurigakan di akhir akhir ini ,, ku tulis lengkap dengan indormasinya" kata si pedagang asongan ,, fred mengangguk ,, dia menambahkan "uang tips"
Si pedagang asongan pergi untuk berdagang seperti biasa ,,
Fred menggulung kertasnya dan memanggil taksi ,,
Dia tak suka memiliki kendaraan sendiri ,, hal itu menghambat pekerjaanya, dia lebih suka merampok kendaraan dan membuangnya begitu saja dari menggunakan transportasi pribadinya ,,
Perumahan ,, perumahan bambu runcing, merupakan perumahan yang ramai oleh penduduknya ,,
Fred berjalan dengan wajah tertunduk
Tapi tetap saja ada yang mengenalinya ,,
Seorang pemuda berumur sekitar tujuh belas tahun yang berpakaian preman ,,
"Oy broo" si preman ini memanggil ,, Fredi terpaksa dengan nyengir mendongak seolah baru tau ada orang
dia nyengir
"Oh Isal ,, bagaimana kabarmu?" Tanya fred dengan nyengir
Isal mendekatinya dan merogoh saki fred dan menemukan rokok di sana ,, dia nyengir dan langsung ambil empat batang
"Kabarku? ,, Mempesona ,," kata Isal dengan nyengir ,, dia menyulut rokoknya
"Kau sekolah dimana sekarang?" tanya Isal
fred nyengir
"Kau bertanya atau menyelidiki?" Tanya fred ,, tapi kemudian dia berdehem
"Tetap saja, di bintang kejora" kata fred
Isal nyengir
"Yayaya ,, kelas?" Tanya Isal ,, fred nyengir
"Kelas delapan" kata fred sambil menyulut rokoknya
"Beberapa hari ini kau tak pulang ,, agaknya kau bekerja" kata Isal
fred mengangguk
"Yaa ,, kerja bangunan rupanya tak seenak apa yang di katakan orang orang ,, jadi karena tak kerasan ,, terpaksa pulang" kata fred
Isal menepuk pundaknya
"Yayaya ,, kenapa tak menemukan pekerjaan ringan saja? ,, Untuk seumuranmu mencari pekerjaan ringan toh juga bisa" kata Isal
fred nyengir
"Maaf nak ,, kau hidup di negara dimana gelar yang di pentingkan" kata fred ,, Isal nyengir
"Kalau begitu kau kerja di parkiran bersamaku saja" kata Isal
fred nyengir
"Masalahnya ,, besok siang setelah pulang sekolah ,, aku harus bekerja" kata fred ,, Isal memandangnya
"Kerja apa?" tanya Isal
"Cleaning servis ,," kata fred nyengir ,, Isal tertawa ngakak
"Yayaya ,, itu pekerjaan yang ringan ,, ya sudah, aku banyak pekerjaan" kata Isal sambil berlalu ,,
Fred mendehem dan membalikan badan ,,
Dia berjalan lagi menuju ke sebuah rumah yang berada di sudut sudutan tempat ,, rumah yang kelas bawah, kotor karena tak ada yang mengurus ,,
Fred mengangguk dan mengeluarkan kunci rumah dan malam itu juga rumahnya bersih ,,
Sebuah kamar yang cukup lebar, dengan dua lemari di sana
Lemari pertama terbuat dari kayu sialan yang agak rapuh ,, yaa, fred harus menyamar menjadi orang miskin ,, memang sialan ,, hal ini jauh lebih sulit di banding menyamar menjadi orang kaya ,, tapi fred bisa memainkannya juga
Fred mengeluarkan sebuah laptop atau terserah kau menyebutnya,
Dia menggunakan internet sambil mengeluarkan lembaran kertas yang dia dapat dari pedagang asongan tadi ,,
Dia melacak sambil membobol data negara
Orang pertama adalah seorang bernama Warsito berumur 50 tahun
Bekerja menjadi pedagang ,, fred berpikir
"Bukan dia pelakunya" batin fred sambil meremas kertasnya ,,
"Paling paling dia penjual narkotika" batin fred ,,
Yaa, dia tak ada waktu untuk mengurusi kroco kroco seperti itu
Orang kedua seorang yang memiliki pandangan tegas ,,
Namanya aan ,, dia polisi ,, fred berpikir ,,
"Mungkin dia di curigai karena bersama seorang gadis ,, tapi bisa jadi orang ini" batin fred sambil melipatnya ,,
Orang ketiga adalah seorang yang cukup kurus ,,
Dia bernama Adianto ,, bekerja di mebel ,,
Fred berpikir ,,
"Mungkin orang ini melakukan korup pada hasil penjualanya" batin fred sambil angkat pundak ,,
"Agaknya aku harus menyelidiki ke tempat kejadian, tapi ,,,," batin fred sambil memainkan musik
"Besok senin" batin fred sambil nyengir ,,
Dia memandang jam ,,
jam 21.34
"Cukup untuk melihat lihat kondisi dan introgasi" batin fred sambil bangkit dan membuka lemari ,, kemudian dia menggeser lemari tersebut dan munculah sebuah lubang di bawah lemari
Fred masuk ke sana tanpa lupa menutupnya kembali
Ruang bawah tanah ini tak luas ,, tapi cukup untuk menyembunyikan empat tank saja ,,
Di sini gelap ,, dan fred mematahkan sesuatu, lampu patah ,, atau terserah kau menyebutnya
Ruangan ini sekarang cukup terang ,,
Di sana ada satu lemari besar yang lebar
Lemari kaca kaca ,, penuh dengan pilihan senjata
Fred melepas pakaiannya dan dia mendekati sebuah lemari kayu yang tak memiliki kaca ,, dia membukanya ,, di sana ada banyak pakaian ,, tapi dengan satu model dan empat warna ,, hitam putih biru dan merah ,,
Fred mengambil satu baju yang berwarna hitam ,, baju yang sederhana tapi cukup ulet ,, mungkin ini seragam anti bacok ,,
dan dia membuka lemari satunya ,, dan di sana ada banyak celana panjang, seperti biasa ,, model serupa ,, dan warna serupa ,, biru kehitaman ,, levis, tak terlalu ketat karena fred tak suka celana ketat ,, celana ini memiliki desain di bagian pinggang ,, tempat senjata api ,, tapi letaknya megisi lekukan tubuh ,, sampai jika tak di geledah dengan teliti ,, tak akan ada yang tau ,,
Fred mengaca ,, wajah yang biasa biasa saja ,, dia tersenyum dan mengangguk ,, dia mendekati sebuah lemari lagi ,, di sana ada beberapa jaket berwarna hitam ,, jaket yang agak ketat ,,
Bagian luar jaket ini biasa biasa saja ,, tapi bagian dalamnya
Fred mendekati sebuah lemari kaca dimana di sana ada sebuah benda ,, sebuah pedang pendek yang sarung pedangnya juga mirip pedang ,,
Jika di sambung ,, maka pedang ini akan menjadi panjang ,, cukup panjang ,,
Fred mengambilnya dan menyimpanya di balik jaket ,,
Dia mengangguk dan mengambil sebuah senjata yang cukup aneh sekarang ,, sebuah cakar yang di ikat oleh senar baja yang tipis, ujung lain dari senar baja ini adalah sebuah tongkat pendek ,, sejengkal dan sangat pas di tangan ,,
Panjang dari senar ini mencapai dua ratus meter ,, sangat panjang ,, dan penggulung denarnya berada di dalam tongkat ,,
Fred menyimpanya di baju ,,
Dia mengambil dua buah senjata api ,, senjata api semi otomatis dengan kaliber cukup besar ,, dia mengambilnya dan memeriksa isi pelurunya dengan menekan tombol ,, wadah pelurunya keluar dan rupanya merupakan wadah khusus ,, berisi dua belas peluru cukup besar ,, pelurunya berbentuk agak aneh ,, ujung tengahnya terbelah rapi menjadi empat ,, dan ujung runcingnya berlubang ,,
Dia memandang senjata apinya ,, agak berdebu ,, dia tersenyum
"Senjata yang sangat mematikan" batin fred dengan memasukan keduanya ke tempat khusus di celananya ,,
Dan terakhir dia menuju ke arah sebuah kaca ,, di sana ada topeng yang menutupi wajah bagian atas ,, kau tau zorro? , Seperti itulah bentuknya ,,
Fred memakainya ,, dan dia berkaca ,, dia sekarang nampak seperti bukan fred, nampak seperti seorang yang misterius ,, yang tak akan di kenal oleh siapapun ,,
Fred mengangguk ,, dia membawa beberapa wadah peluru lagi
Dan dia berangkat ,, tapi kemudian skeptisnya tertuju kepada sebuah manaquine, seperti patung kayu yang biasanya di gunakan untuk mengabadikan pakaian ,,
Dan di sana ada satu stel pakaian yang di abadikan di sana ,,
Pakaian yang sudah tua di makan usia ,, dan beberapa robekan ada pada celana dan jaketnya ,, dan ada beberapa noda darah di sana
Fred tersenyum ,, itu adalah pakaian membunuh pertamanya ,,
Pakaian yang menemaninya melakukan suka duka ,, pakaian yang sangat berharga untuknya ,,
Dia kembali ke kamarnya dan menyimpan topengnya ,, dia menyiapkan benda benda untuk keperluanya besok
Dia merasa cukup lapar juga ,,
Dia keluar membeli makanan sekalian melakukan pekerjaan ,,
Kembali ke kota ,, hal yang paling menyebalkan di mata fred adalah
Dia tetap kesepian ,, melihat keramaian ,, kesibukan yang di lakukan bersama sama itu ,, dia seperti iri
Tapi dia hanya angkat pundak saja ,,
Museum yang dia maksud berada cukup jauh juga ,, tapi dia mudah karena barusaja dia mencuri motor ,, seperti biasa juga ,, selesai itu dia meninggalkanya
Fred memandang jam nya ,, dia hanya menghabiskan waktu satu jam perjalanan saja ,, saran ,, dia ngebut ,,
Museum nya di tutup ,, tapi ramai di dalam ,,
Fred mengangguk angguk saja ,, dia melihat ada rumah makan ,,
Dia mengisi perut terlebih dahulu ,, dia duduk di sebelah jendela yang menghadap ke musium ,,
Fred membuka ponselnya ,,
Dia melihat ,, seperti biasa ,, tak ada chat ,,
Fred teringat sesuatu ,,
Dia melahap makananya dan lekas membayar
Dia lekas masuk ke dalam museum ,,
Dia lewat pintu depan ,,
Tapi di sana beberapa petugas menghadangnya ,,
"Maaf nak ,, museum di tutup untuk seminggu ,," kata petugas pertama ,, fred memandangnya ,,
"Anda siapa?" Tanya fred dengan hambar ,,
Si petugas menunjuk ke kartu namanya yang dia gantung di baju
"Sersan ya?" Tanya fred mendengus dan dia masuk ,, tapi si petugas tetap menghalanginya ,,
"Agaknya ayah belum bicara apa apa padamu?" Tanya fred dengan mendelik ,,
"Siapa ayahmu?" Tanya petugas petama ini ,, merihat ribut ribut ini ,, yang lain tertarik dan mendekat
Fred memandang petugas pertama
"Kau ingin tau ayahku?" Tanya fred ,,
Semua petugas yang menjaga di sana memandang fred ,,
Fred mengangkat pundak dan ada sebuah kaleng jatuh ,,
Semua orang memandang kaleng tersebut ,, dan sebelum mereka mengetahui apa yang terjadi
"Busshhhh" bom asap yang sangat tebal ,,
Dan keluarlah fred dengan tampilan mata bertopeng dari balik asap ,,
Dan fred masuk ke dalam museum meninggalkan para petugas yang pingsan menghirup asap sialan ,,
Fred di sambut beberapa orang ,, beberapa orang bersenjata lengkap yang menodongkan senjata api ke arah fred ,,
Fred angkat pundak ,,
Dan dia di kurung beberapa orang bersenjata sekarang ,,
Pengurungan yang berbentuk lingkaran sempurna
"Siapa yang datang?" Terdengar suara ,,, berasal dari balik tiang besar
"Penyelidik" kata fred dengan hambar
"Bunuh dia" suara tadi bicara lagi
Fred memutar mata dan dia langsung menutup tubuh dengan tangan terangkat ke belakang ,, fred memutar badan dengan cepat dan sangat kuat dan dia meloncat ke atas dengan sebuah tongkat yang ujungnya ada cakar yang terikat tali dan sekarang ikut berputar sangat cepat mencakar senjata senjata beberapa pengurung, ,, yaa ,, fred tak memiliki kekuatan cukup untuk menghajar keseluruhan orang ini dengan sekali gerak ,,
Hanya tiga buah senjata api saja yang berhasil dia raih dengan cakarnya ,,
Fred jatuh menyentuh tanah dengan berjongkok dan dua senjata api melayang di atasnya ,, satu senjata api berada di tanganya ,,
Dia masih berputar dan dia menembak beberapa kali sampai peluru senjata rampasanya habis ,, dan beberapa orang terkena peluru di bagian lengan ,,
Peluru habis dan beberapa orang yang tersisa menembak ke arah fred ,, fred lebih cepat beberapa langkah ,, sebelum orang orang itu menembak ke bawah ,, dia sudah meloncat dan satu buah senjata api berhasil di raihnya ,, satu lagi terlontar karena kaki fred menendangnya ke atas lebih tinggi ,,,
"Dor dor dor dor ,,,,,,,,,,," dan peluru habis ,, semua tertembak di lengan ,, dan tinggal satu orang yang membidik ke arah fred
Tapi fred menyabetkan cakarnya dan dengan tepat mengganjal bagian belakang pelatuk sampai pelatuk macet tak bisa di tarik ,, dan ini tandanya ,, tak akan ada tembakan ,,,
Fred memandang korban terakhirnya ,, dan dia mengangkat tanganya ,, dan dengan tepat sekali ,, senjata terakhir yang terlontar ke atas jatuh di tangan fred ,,, sungguh kepandaian yang rapi ,,
Fred membidikanya ke arah tiang besar dan menembaknya tiga kali ,,
"Rupanya orang hebat yang datang" terdengar suara dari balik tembok lain ,, fred menghela nafas ,, dia menyentakan tanganya dan otomatis senjata api yang di pegang tim sialan ini meluncur ke arahnya dan fred memegangnya ,, tongkatnya telah dia simpan lagi ,, dia memegang dua senjata api ,, dan dia berjalan ke depan
Dia menuju ke sebuah tempat yang penuh dengan palangan palangan polisi ,, di sana ada sebuah tempat ,, wadah dari sebuah bingkai koin yang terbuat dari kain sutra yang di bentuk padat dan di lapisi dinding kaca anti peluru yang tebal ,,
Fred mendekatinya ,, dan dia merasakan pipinya tergores
Matanya yang tajam bisa melihat sebuah peluru melesat menyerempet pipinya ,,
Terlihat garis tajam di pipi fred ,,
Fred diam saja ,, dia memandang tempat itu dengan seksama ,,
"Sudah di bersihkan semua" terdengar suara seseorang di belakang fred ,, fred mengangguk
"Aku tak buta" kata fred udara dan dia membalikan badan ,,
Yang dia lihat adalah seorang pemuda dengan tiga orang lainya ,,
Pemuda yang pasti menembak fred adalah seorang pemuda ,,
Pemuda yang gagah ,, matanya tajam ,, wajahnya cakap ,, dia adalah alfan ,, entah kenapa yang penulis karang bisa begini kebetulan saling bertemu ,,
Alfan mencekal sebuah senjata api yang terus di bidikan ke arah fred ,, senjata api rakitan yang unik ,,
Fred melirik ke belakangnya ,, kaca dinding sutra padatnya tak berlubang ,, tapi retak melebar ,,
"Rupanya bocah ini memiliki peluru unik ,,, heh ,, agaknya dia belum mengenalku ,, lagipula ,, untuk apa dia kemari?" batin fred
Dia memandang kawan kawan alfan ,,
"Si ninja sialan, nia si gadis yang menyebalkan dan siapa laki laki ini" batin fred sambil memandang seorang laki laki ,, dia adalah dian ,, entah kenapa begini kebetulan
fred berpikir
"Agaknya laki laki ini adalah petugas negara ,, dia punya hak membawa ketiga bocah sialan ini kemari" batin fred ,,
Otaknya memang sangat cerdik dan dia licik ,, dia bisa berpikir kemungkinan apapun walau topik bicaranya hanya setitik ,,
"Agaknya kau telat mencuri" kata alfan dengan udara
Fred memandangnya dengan memiringkan kepala
"Kau si anggota jarak jauh rupanya ,, kau nia ,, tanganmu sedang kurang sehat ,, ku harap saja kau pulang ,, dan kau ,, ninja betina ,, gadis manja tak bermutu, lebih baik kau pulang" kata fred ,, orang orang ini agak terkejut juga mengetahui fred hafal identitas mereka ,,
Fred memandang dian
"Dan kau agaknya adalah petugas negara di bagian intel" kata fred dengan memangdan dian ,, dengan angkat pundak
Dian memandangnya
"Darimana kau tau identitas kami?" Tanya alfan ,,
Dian tak jadi bicara karena alfan menyerobot duluan ,,
Fred melihat si ninja ,, ririn ,, mencabut pedangnya ,,
Nia mengambil sebuah pisau ,, dan dian mengambil senjata api ,,,
fred berpikir
"Dua senjata api ,, dua senjata tajam" batin fred ,,
Fred angkat pundak ,, dia mengambil pedang pendeknya dan menggabungnya menjadi satu ,, setengah pedangnya sekarang hanya sebatas kayu saja sekarang
Fred tertawa pendek ,,,
"Asal kalian tau ,, kalian salah menghitung" kata fred mencoba menghindari pertarungan ,,
"Kau telah menghinaku" kata nia
"Kau telah memanggilku betina" kata ririn ,,
Fred memutar mata ,, dian berdehem
"Apa tujuanmu kemari?" tanya dian
fred memandangnya
"Aku kemari untuk menyelidiki saja" kata fred ,,
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya dian dengan tajam
Fred angkat pundak
"Yang menyuruhku adalah uang" kata fred angkat pundak saja
Dian tertawa pendek
Alfan memandangnya, matanya turun ke arah jari jari fred ,, di sana tak ada warna hitam sama sekali di kuku jari fred ,,
Fred tau apa yang di pikir alfan
"Aku kenal tanda hitam di jarimu ,, kau rupanya anggota" kata fred dengan tertawa pendek ,, alfan mendengus ,,
"Ayolah ,, lagipula, kalian hanya membuang waktu sia sia di sini" kata fred dengan angkat pundak dan tertawa ringan ,,
"Tidak juga ,, kami akan menangkapmu" kata alfan dan fred melihat semuanya mengangguk ,,
Fred tertawa pendek ,, dan dia tiba tiba melesat maju dengan kecepatan yang membuat ririn terpekik ,,
"Srett sreet" lengan alfan terkena goresan pedang yang sangat tajam
Lengan dian juga ,, dan mereka terpaksa kehilangan kepandaian menembak di tangan kanan mereka untuk beberapa waktu ,, tidak berhenti di situ saja ,,
Fred melakukan gerakan yang cepat dan tau tau ,, alfan dan dian saling berbenturan dan mereka sama terlontar ke dua arah ,,
"Whutt" fred lagi lagi tak berhenti ,, dengan tendangan meloncat, dia membuat niat mencelat menghatam tiang dan pingsan
Dan fred jatuh dengan posisi rendah ke tanah dan satu kakinya mencuat mengenai dagu ririn sampai si ririn terlontar ke atas karena mencuatnya kaki fred sangat kuat ,, mungkin saja tulang tersebut remuk ,, tapi fred yakin ,, si ninja sialan ini tak akan terkena apa apa ,, dan yaa ,,
Seperti tadi ,, fred tak diam ,,
"Blekk" ririn jatuh terlentang dengan pandangan masih agak bingung dan kesakitan ,, beberapa saat dia sadar apa yang terjadi dan dia marah dan ingin bangkit ,, tapi di depan hidungnya sudah ada sebuah ujung pedang runcing dan tajam mengancam
"Trangg" tiba tiba terdengar bunyi nyarin ,,
Dan fred terlontar ke arah tembok sampai tembok tebal itu agak retak ,,
Fred jatuh terduduk ,, di mulutnya ada sedikit bercakan darah ,,
Fred tersenyum sedang ,,
"Ya, sang adik kalah ,, sang kakak akhirnya keluar juga" kata fred dengan tertawa hambar ,, dia bangkit dengan perlahan ,, tapi di depan hidungnya sudah ada ujung pedang yang mengancam ,,
Ujung pedang dari seorang pemuda berwajah ramah ,, dia adalah si ninja ramah ,, kakak dari ririn ,,
"Agaknya kau tau banyak tentang kami" kata ninja ramah sambil tetap menodongkan pedang
Fred tertawa terbahak
"Kalian bertanya seperti itu ya?" Tanya fred yang tak butuh jawaban ,, dia mendongak dan dia melihat seorang pemuda berwajah ramah ,,
"Yayaya ,, kau ,, aku ingat kau" kata fred dengan tertawa ringan ,, dia malah santai ,, bahkan dia menyulut rokok ,,
"Kakak ,, hajar saja dia" kata ririn dengan memohon ,,
Fred nyengir sambil menghembuskan asapnya
"Kau dengar? ,, Adikmu masih sangat bergantung padamu ,, dan apakah kau mengira jalanmu selalu mengawasi dari jauh itu berhasil? ,, Gagal total bukan?" Tanya fred dengan tertawa terbahak dan mengandung sinis ,,
Pedang di depan fred agak gemetar ,, tak akan terlihat oleh siapapun ,, bahkan fred ,, tapi si ninja ramah merasakanya ,,
"Kau ,,,,"
"Ya benar ,, aku tau semuanya" kata fred memotong perkataan si ninja ramah
"Bunuh saja dia" teriak ririn
Si ninja ramah mendapat ketenanganya lagi
Dia memandang mata fred dan fred juga sebaliknya ,, dua mata tajam saling pantang ,, dan kalau di kartunkan ,, mungkin akan terlihat aliran listrik besar di antara pandangan kedua orang ini
Tiba tiba si ninja ramah melihat sesuatu mengincar ketiaknya ,,
dia menyabet
"Ctasss" rupanya korek api yang dia sabet ,, dan korek itu meledak dengan sedikit api ,, si ninja kupu terkejut juga ,, dia tau kalau dirinya terjebak dalam kelicikan ,,
Dia tak tau apa lagi yang terjadi selain terlemparnya dia ,, terlempar jauh karena dorongan yang sangat kuat
Fred mengibas ibaskan pakaiannya ,,
Dia menyekah darahnya juga ,,
Fred menyeringai sambil memandang si ninja ramah ,, satu satunya yang bangkit ,,
Penulis juga menyekah ,, menyekah keringat ,, kau hanya butuh beberapa menit membacanya ,, penulis menulisnya sekisar setengah jam ,, tapi kejadian sebenarnya sangat cepat sekali ,,
Si ninja ramah bangkit ,, dia sudah melihat fred bangkit ,,
"Siapa kau?" Tanya ninja ramah dengan mengibaskan pedangnya
Fred memandang pedangnya dengan tak acuh saja ,,
"Kau datang tak permisi ,, menyerang dengan membokong ,, dan kau yang bertanya siapa diriku ,, agaknya kau tak pernah belajar" kata fred dengan memandang pedangnya ,,
Si ninja ramah memandang fred dengan tajam ,,
Dia merendahkan tubuh dan melakukan kuda kuda yang sangat kuat ,, fred memandangnya ,, sejujurnya ,, dia tak tau menau tentang gerakan silat apa apaan itu ,, apa lagi yang "model" seperti ini ,,
Hanya saja instingnya aktif dan dia tau maksud lawan ,,
"Agak aneh juga ,, bisa di pastikan itu serangan yang akan membunuh" batin fred ,, dia mengangkat pundak ,,
"Agaknya aku harus mulai menggunakan jurus" batin fred sambil menggunakan pedangnya menjadi penyangga tubuh ,, tak akan ada yang tau bahwa ini adalah kuda kudanya ,,
"Aku bertanya untuk terakhir kalinya ,, siapa kau?" Tanya si ninja ramah dengan agak tercengang mengetahui fred malah santai santai ,,
Fred memandangnya ,, dia mengoreksi topengnya lebih dulu ,, dan kebetulan dia melihat kamera pengawas ,, dia terfikir sesuatu
"Oh iya ,, tidak kah kau ingin menyelidiki asal mula hal ini?" Tanya fred kepada ninja ramah ,,
"Waktumu habis" kata ninja ramah sambil merendahkan tubuh ,,
"Srett" kesiuran angin ,, berasal dari datangnya serangan ,,
Si ninja ramah ,, dengan kecepatan yang mengerikan ,, menyerang dengan sabetan tajam ,, angin kesiuran yang tajam ,, seperti ingin membelah fred menjadi dua ,,
Dengan kecepatan seperti ini, secara umum ,, manusia tak akan ada yang bisa lolos ,,
Fred memandang serangan ini dengan terkejut juga ,, tapi sekian kejap kemudian ,, dia tenang kembali ,,
Pedang lawan sudah sangat dekat ,, mengarah dari atas ke bawah ,, jika ini tentang ,, fred bisa di pastikan posisif terbelah
Fred memandangnya ,, matanya memandang serangan dengan tajam ,, tapi fikiranya menerawang ke kejauhan ,,
Di malam hari ,, di bawah hujan ,, dingin ,, basah ,, dan seperti itulah ,, fred melihat seorang bocah yang wajahnya cukup tampan lucu ,, masih berusia sekitar lima tahunan ,, dengan pakaian compang camping, dengan sebuah tongkat yang di jadikan penyangga ,, bocah ini berjalan menyusuri hutan ,,
dia memang berada di dalam hutan ,, hutan yang berada di pegunungan ,, tentu saja sangat dingin ,, wajah di bocah pun sangat pucat ,,
Wajah yang pucat dan lesu itu tiba tiba seperti tersenyum ,, matanya bersinar sinar memandang sebuah tanaman ,, jahe ,,
Bocah ini menemukan jahe ,,
Fred memandang bocah ini ,, dan dia tersenyum kecut
Kau tak akan menyangka bahwa bocah itu adalah fred ,,
Ya ,, fred masih memandang bocah itu ,, skeptisnya turun ,, kaki bocah itu ,, di sana fred bisa melihat besi besi tipis pemberat ,, yaa ,, bocah ini rupanya berlatih ,, dan mungkin ini adalah cara fred mencapai kehebatan ini ,,
Kakinya di beri pemberat ,, lengan juga ,, pundak ,, pinggang ,, bahkan setiap jari memiliki pemberat ,,
Dan bocah itu naik turun gunung di udara yang seperti ini ,, tanpa bekal sedikitpun ,,
Bocah itu ,, si fred kecil ,, mencabut jahe yang ada di situ ,, cukup besar ,, dan matang ,, wangi khas jahe yang kental ,,
Tentu saja fred kecil senang ,, tapi fred besar tak senang ,, masih teringat dalam bayanganya ,, sebuah pohon sepelukan bocah ,, kayu yang cukup keras,
Fred besar memandang fred kecil ,, dan fred kecil ,, yang perasaanya sudah terlatih sangat tajam bahkan dari usia sekecil ini ,, fred kecil bangkit tapi dia mau loncat kemana? ,, Loncat ke kanan semak berduri duri runcing ,, ke kiri terhalang pohon ,,
Mungkin ke semak berduri lebih baik ,, tapi bagaimana jika ada hewan berbisa? ,, Menuju ke kiri juga nanti mungkin masih terkena ,,
Dia tak ada pilihan lain selain menyerang juga
Fred kecil memasang kuda kuda dasar ,, dan dia menyilangkan tanganya ,,, "blekkk" ,, kayu tersebut masih mendorong fred ,,
Fred kecil hampir tak kuat tapi kemudian dia mendorongkan kayu tersebut ke samping ,, dan jatuh mengenaii tanah ,,
fred terfikir
"Melawan seperti itu jelas susah ,, langsung mengalirkan ke samping akan banyak sekali tanaman rusak ,," batin fred
Dan dia membuka mata
"Trang trakkkkk brakkkkk" dengan gerakan yang aneh sekali ,, fred membuat si ninja ramah terlontar kebelakang fred dengan terbanting ke arah tempat wadah koin yang terbuat dari sutra yang di padatkan ,, otomatis si ninja ramah harus menabrak pelingdung pelindung awal ,, dan pedang si ninja ramah patah ,,
Fred menghembuskan nafas ,, dia tersenyum memandang ririn yang kaget sekali itu ,,
"Mengalirkan ke arah titik yang pasti ,, dengan memanfaatkan kekuatan lawan dan dengan sedikit trik ,, rupanya berhasil" batin fred sambil memandang pedangnya yang agak gompal ,, dia tersenyum masam ,,
Yang ada di sana ,, hanya ririn dan alfan yang masih sadar ,, tapi mereka tak bergerak ,, yang lainya pingsan ,,
Fred ,, dia kabur dengan membawa beberapa kaset dari sana ,,
,,
Malam itu ,, di sebuah kastil ,, seseorang laki laki setengah baya
Dia sedang duduk bersila memandang sebuah patung ,, wajahnya di tutupi oleh kain ,, suasana hanya di terangi sebatang lilin kecil
Laki laki itu memandangi sebuah koin ,, koin batu biru
Dia memandangi gambar roda yang di tengahnya ada lambang pisau ,, laki laki ini memandang ke depan ,, sebuah patung agak besar yang membawa mobil kuda
"Patung batu biru umurnya kurang lebih sekitar empat ribu tahun ,, benta tua" batin laki laki ini sambil memandang patung itu dari atas ke bawah ,,
Skeptisnya berhenti pada roda mobil
Laki laki ini memandang koinya lagi ,,
Sebuah roda ,, di bagian tengahnya ada lambang pisau
Laki laki ini bangkit dan memeriksa pinggiran roda ,, dia tak menemukan apapun ,, tapi ,, skeptisnya berhenti di bagian tengah roda ,, di sana ada sesuatu yang meruncing,
Laki laki ini mendekatinya dan dia merogoh benda itu dengan perlahan "cringgg" terdengar suara ,, laki laki itu kagum juga ,, dia telah mencabut sebuah besi tipis ,,, mungkin ini adalah pisaunya
Orang ini tersenyum ,, dia mendekati lilin dan dia menemukan tulisan di badang besi tipis itu ,,
Tulisan dengan aksara jawa ,, si laki laki bisa membaca aksara jawa ,, dia tersenyum mengangguk,
"Tikam jantungnya dari belakang" begitu isi tulisanya
Si laki laki tersenyum, tapi ,, siapa yang akan di tikamnya ,,
Beruntung skeptisnya bertemu dengan patung ini ,,
Dia berpikir ,, kemudian dia bangkit dan dia berjalan ke arah belakang patung ,,
Dia melihat bagian punggung patung ini ,, di sana ada garis retak ,, tepat di bagian jantung ,, sangat tipis ,, dan sama tipis dengan besi tipis yang di ambil si laki laki ,, laki laki ini menusukanya ke sana ,, masuk
"Krekk kreekk krtttttt" patung ini retak dan dia tak hancur ,, tapi lebih dari itu ,, patung ini menjadi debu ,, entah kenapa bisa ,, penulis tak mengerti ,,
Ruangan yang semula gelap itu kini menjadi remang karena ada sebuah benda mengeluarkan cahaya dari sebuah benda yang berasal dari dalam patung ,,
Laki laki ini mendekati benda itu ,, benda itu adalah sebuah cerobong yang terbuat dari besi ,, dan entag kenapa bisa menyala ,, laki laki itu mengambilnya ,,
Dan dia melihat sesuatu di dalam cerobong ini ,, lembaran kain
Laki laki ini mengambilnya dan dia membukanya ,, kain ini agak lebar juga ,, dan laki laki itu melihat sebuah gambar ,, gambar peta
Peta ini mengarah pada sungai bengawan solo ,, di lihat terus menerus, ada ujung titik yang mengarah pada sebuah pantai
Pantai yang masih alami ,, belum terjamah nama
Laki laki melihat ujung titik ini berbasis pada pantai ,,
Laki laki ini tertawa pendek ,,
Fredd ,,
Dia membuka pintu rumahnya dan dia masuk tanpa ada seorang manusiapun yg tau ,,
Dia berganti pakaian dan membakar pakaiannya di tunggu api di dapurnya ,, membawa atau menyimpan pakaian yang sama yang sudah terjamah tubuh itu ceroboh sekali untuk seorang pembunuh ,,
Fred memasukan senjata apinya ke dalam kantung plastik dan mengisinya dengan pasir yang lembut dan dia merendamnya di dalam air ,,
Dia hanya membekal tongkat berbandul cakar itu saja ,,
Dia menjadikanya sabuk, tak akan ketahuan ,,
Dia mengeluarkan apa yang dia curi dari museum dan dia menonton videonya ,,
Dia mempercepat rotasi video, jadi ,, dia tentu saja harus menggunakan konsentrasi tinggi ,, terlalu tinggi hingga dia tak sadar kalau ada orang mengintipnya dari atas genting ,,
Orang ini sebenarnya ingin menjebol ,, tapi dia melihat perkembangan ,, dia melihat yang fred lihat ,,
Fred mengecek ,, video demi video, sampai akhirnya dia menemukan sesuatu ,,
Sesuatu yang jatuh dari atap ,, seperti tikus ,, mungkin memang tikus ,, fred melihat lagi ,, tikur itu jatuh dan terlihat letikan letikan api ,, dan lampu tiba tiba menyala kedap kedip berwarna merah ,, tanda bahaya rupanya ,,
Dan fred melihat seseorang jatuh dari atas dengan sebuah kain melebar yang kemudian menutupi tempat di mana koin itu ada
Fred melihat beberapa letikan api tentang manusia itu ,, yaa, letikan api itu berasal dari sinar pemotong yang cukup tajam juga
Dan sinar ini beberapa kali tentang laki laki ini sampai mengeluarkan beberapa percikan darah ,,
Fred melihat kain itu menutupi kaca dan orang itu meloncat ke atas sambil membawa sebuah bingkai dan meninggalkan kain yang terbakar itu ,,,
Fred tak melihat ada tali yang menjadi alat bantu orang ini mencapai atap ,,
Kain telah terbakar habis dan terlihat sesuatu di balik kaca itu telah hilang ,,
Fred membolak balikan beberapa kali ,,
Dia menemukan ,, sebelum tikus jatuh ,, ada beberapa debu yang jatuh ,, setelah jatuhnya si pencuri ,, ada beberapa plastik kecil ,, mungkin kantung plastik ,,
Wajah orang itu tak terlihat karena dia mengikat seluruh tubuhnya dengan tali kecil terutama leher ,, dan bagian tangan ,,
Fred berpikir ,, dia menghembuskan napas panjang dan menutup laptopnya ,, dia menyimpan kaset kaset tersebut ,,
"Maling yang cerdik" batin fred sambil menyulut rokok dan keluar dari kamar ,, dia duduk di ruang tamu sambil merenung
Dia mengeluarkan ponsel ,, ada sesuatu ,, ada invite ,,
Seorang bernama billa ,, fred berpikir ,, dia tak merasa pernah kenal dengan manusia ini ,, dia menekan bagian "tolak" ,,
Tapi rupanya orang ini tak mudah menyerah ,,
Fred mengangkat pundak ,, dia menerima invite nya dan merenung lagi
Dia menyulut rokok ,,
"Untuk apa pasir pasir itu ya?" batin fred
Tapi dia teringat sesuatu ,, bukankah ketika maling itu jatuh ada percikan percikan api?
"Belerang" batin fred dengan berpikir terus
"Lalu ,, bagaimana dia bisa mengambil sesuatu di benda berkaca tersebut ya?" Batin fred dengan berpikir ,,
"Untuk apa pula bubuk belerang belerang itu?" batin fred
Dia termenung ,, dan kemudian dia tersenyum
"Aku mengerti sekarang" batin fred dengan tersenyum licik
"Crakkk" tiba tiba ada sebuah anak panah menancap di sebelah kepala fred persis ,, jaraknya mungkin hanya sejari saja
Tapi fred tetap tenang ,, bergerak pun tidak ,,
"Silahkan masuk" kata fred ,, pintu di situ terbuka dan masuklah seseorang ,, seseorang yang membuat fred tersenyum
Yang datang adalah alfan yang datang dengan membawa busur dan anak panah ,, dan beberapa botol miras mahal
Alfan tanpa permisi langsung menutup pintu dan duduk di kursi di depan fred ,, dia meletakan botolnya di meja di depan fred ,,
"Oh ya ,, busur yang sangat kuat ,,, tenagamu bagus untuk menarik anak panah sepanjang tujuh puluh senti meter pada busur besar yang begitu berat ,,, ujung panah yang terbuat dari besi nikel yang bagus dan lancip dengan bulu cabang tiga tanpa lekukan ,, rupanya persiapan bertarung jarak menengah dan jauh jangkau ya? " Fred bicara panjang lebar sambil menyulut rokok
Alfan juga merokok
"Pandanganmu sangat tajam ,, aku tak malu mengagumi orang sepertimu" kata alfan ,, fred tertawa pendek
"Dengan panah bambu yang di rendam selama tiga bulan lebih kurang dari lima bulan dan di haluskan dengan batu secara manual ,, kepandaian terlatih selama empat atau lima tahunan kurang lebih ,, dengan emosi yang bingung dan malu serta kelaparan, kurang tidur dan dua puluh persen mabuk "kata fred menambahkan dengan panjang lebar ,, alfan berdehem
"Kepandaianmu di luar dugaan ,, apakah masih ada yang kau ketahui lagi?" Tanya alfan ,,
Fred tertawa pendek ,,
"Hidup di jalanan sekitar beberapa tahun dengan bahasa daerah yang tak cukup bagus dan bahasa inggris yang buruk ,, tak memiliki ijazah sekolah ,, masuk menjadi pembunuh selama beberapa bulan terakhir karena kontak lama bernama roni ,," kata fred ,, alfan tertawa
"Rupanya hanya bagian luar dan bagian saat ini yang bisa kau deteksi" kata alfan dengan tertawa pendek ,, tapi diam diam dia terkejut sekali melihat fred tau banyak sekali tentang dirinya
"Ya ,, penjelasan seperti itu sudah sangat cukup untuk perkenalan dan yaa, penempa besi dan kayu ,, kimia dan elektronik seperti mu tak akan mengetahui secara jelas bagaimana aku bisa memainkannya" kata fred dengan tertawa ,, alfan tak tertawa lagi sekarang
"Ini sudah pribadi ,, bahkan para ninja ninja itu tak mengetahui ,, bagaimana caramu mengetahui" kata alfan ,, yang juga merupakan pertanyaan ,, fred tertawa
"Kulit bagian dalam kukumu menguning ,, kau Selas berkecimpung kimiawi ,, di lihat dari pori pori dan postur tubuhmu ,, tak mungkin kau dapatkan kekuatan dari olahraga dan latihan ,, dan menempa besi adalah cara utama memainkannya ,, kau membuat panahmu sendiri secara manual dengan teliti dan halus ,, agaknya kau tau ini mengarah kemana ,, dan yaa ,, bola pelacak yang menempel di bajuku ,, bukanlah buatan militer atau perusahaan manapun ,, dan kau tentu saja membuatnya sendiri "kata fred dengan seenaknya ,, sebenarnya dia hanya mengada ada tentang bola pelacak di bajunya dan listriknya agar alfan mengira dia tak benar seluruhnya dan mengira itu adalah lubang kelemahan tanpa berpikir itu adalah jebakan ,, memang fred licik sekali ,,
Tapi fred jadi nyengir ketika alfan menghela napas dan mengakui semuanya benar ,, yaa ,, semuanya benar
"Kau hebat bisa mengetahui semuanya dengan benar" kata alfa
Fred nyengir ,,
"Ah kau serius amat" kata fred sambil mencabut anak panah yang menancap cukup dalam di temboknya ,, dan tentu saja butuh energi cukup besar untuk mencabutnya ,, tapi fred hanya dengan dua japitan jari bisa mencabut anak panah tersebut ,, dia menggunakan trik "akal "sampai dia tak perlu susah payah menggunakan otot ,,
Dia memandang panah tersebut ,, sama sekali tak melengkung ,, diam diam fred kagum dengan cara alfan membuat senjata ,, dia mengaku kalah dalam hal membuat senjata ,,
"Oh iya ,," alfan bicara ,, dia agak serba susah juga ,, seperti agak ragu ingin bicara ,, fred tersenyum ,,
"Aku tak menerima murid" kata fred ,, alfan terlihat kecewa ,,
"Lagipula ,, dalam jarak di luar lima tombak jelas kau yang menang" kata fred dengan tertawa pendek ,, alfan menghela nafas
"Ya ku tau itu ,, tapi ,, kehebatanmu bertarung sangak ku kagumi ,, dan dengan kepandaianku dalam jarak dekat sekarang ,, jelas sangat kurang ,, dan aku memiliki dendam yang sangat luar biasa dalam" kata alfan dengan menghela nafas
Fred tertawa pendek
"Dendam ya?" Tanya fred dengan menghembuskan asap rokoknya ,, sunyi
"Asal kau tau, dendam membuatmu akan menjadi kuat ,, tapi upaya balas dendam akan membuatmu menjadi sangat lemah dan lamban" kata fred dengan menghisap rokoknya lagi ,,
Alfan tertawa pendek
"Yaa ,, tapi ,, kalau aku tak membalas dendam ,, mungkin negri ini akan tak aman" kata alfan ,, fred memandang alfan dengan tersenyum ,,
"Baiklah ,, hanya saja" kata fred dengan mengeluarkan peta
Dia mengeluarkan jangka ,, dia menancapkan ujung runcing di titik dimana musium negara berada ,,
Dia mencari pegunungan yang sekiranya mengandung belerang
Rupanya hanya satu di daerah terdekat dari museum ,,
"Hanya saja ,, karena aku akan mengajarkanmu sesuatu ,, kau harus menurut apa yang ku ucapkan" kata fred ,,
Alfan memandangnya,
"Pasti pak" kata alfan
,,
Sebuah pantai ,, pantai yang belum terjamah tangan manusia ,,
Di sana ada seseorang yang berjalan sambil menerangi sebuah kain putih ,, kain putih ini adalah sebuah peta ,,,
Dan tanda tandanya berakhir pada sebuah gambar pohon dan tanda silang ,,
Orang ini mencari cari tanda silangnya ,, tapi dia sama sekali tak menemukanya ,, dia membanting petanya ,,, dia duduk bersandar pada sebuah batu ,,
Dia mengeluarkan koinya dan besi tipisnya, dan dia menerangi benda benda itu, tapi dia tak menemukan petunjuk dengan kesal dia menaruh benda benda itu di atas kain petanya ,,
Dia menerangi arlojinya ,, jam 02.58 ,,
"Pagi sudah dekat akan ku cari setelah mata hari terbit" batin laki laki sialan ini ,, sambil mengambil kain petanya ,,
Tapi ,, petanya sudah tak ada di tempat ,,
Tentu saja orang ini terkejut setengah mampus ,,
Dia meloncat berdiri dan menjauhi batu ,,
"Menjauhi batu adalah kesalahan besar ,, dan kau di tangkap karena pencurian benda bersejarah" terdengar suara seseorang
Orang ini memandang ke sebuah pohon ,, di bawah pohon ,, ada seorang pemuda berpakaian serba gelap ,, menggunakan masker mata ,, siapa lagi dia kalau bukan fred si bocah sialan?
Laki laki ini tertawa
"Kau tentu saja tak akan menangkapku ,, kau sendirian" kata laki laki ini ,, fred tertawa hambar ,, dia mengangkat tangan ,,
Dan di segala sudut menyala lah lampu lampu dengan banyak orang bersenjata lengkap ,,
Laki laki ini terperanjat juga ,, dia akan lari ke laut ,, tapi rupanya di sana telah di kurung ,, dia ingin lari kemanapun juga di kurung selain ke arah fred ,,
Dia tanpa banyak bacot langsung menerjang ke arah fred ,, dia mencabut pisau belati sambil berlari ke arah fred ,, tapi dia meloncat ke arah yang tak di jaga fred ,,
Fred diam saja ,, dan laki laki ini tak sempat curiga ,, tau tau ,, dia telah terhajar di mukanya ,, alfan ,, dia yang memainkannya ,,
Si orang ini mundur mundur ,,
"Dukudukudukudukuduk ,,,,," terdengar suara helikopter datang dan turun tepat di tengah tengah kurungan ,,
Seseorang keluar dari dalam kopter ,, dia adalah dian ,,
Dia langsung memborgol orang ini ,, tapi fred memberinya tanda
"Lebih baik, kau ikat manusia ini di antara siku dengan tali hanya menggunakan borgol akan sia sia saja karena dia bisa kabur kapanpun" kata fred
"Di sini tak ada tali" kata dian
"Kau lolosi pakaiannya ,, di sana kau bisa menemukan tali panjang" kata fred dengan tertawa pendek ,,,
Dian memolosi pakaian si laki laki sialan ini ,, dan dia benar benar menemukan tali panjang kecil yang mengikat orang ini dengan rapi ,,
Mungkin ini alasan alfan tak memukul bagian tubuh si orang melainkan langsung memukul mukanya
Si pencuri telah di Ringkus dan dia akan menanggungjawabkan perbuatanya di pengadilan ,,
Dian mendekati fred dan memandang tajam ,,
Agaknya dia masih tak terima karena kekalahan telaknya ,,
Fred nyengir,
"Gitu amat luh mandang gue" kata fred sambil nyengir ,,
Alfan mau tak mau nyengir juga ,,
"Bagaimana caramu menemukan pencuri itu?" Tanya dian sambil memandang tajam ,, fred nyengir ,, dia menepuk pundak alfan
"Tolong kau saja yang menjelaskan" kata fred
Alfan termangu mangu juga akhirnya ,,
Fred kabur dengan sangat cepat sekali ,,
Alfan entah sejak kapan membawa koin batu biru di tanganya ,,
"Tali itu mengandung bubuk belerang ,, dan kami berangkat ke sebuah bukit sialan yang penuh dengan belerang, di sana kami menemukan kuil tua ,," kata alfan
"Lalu?" tanya dian
Alfan angkat pundak
"Dan di sana kami menemukan beberapa tulisan tua ,, mengatakan beberapa tentang koin batu biru" kata alfan
"Lalu?" Tanya dian tak habis pikir
Alfan nyengir
"Di sana kami menemukan beberapa kerusakan properti tua ,, dan ada sebuah kaleng besi sialan yang menunjukan bahwa kami harus ke pantai ini ,, dan yaa ,, begitulah ,, aku terpaksa berlari sepenuh tenaga mengejarnya kemari dan di sini ,, ketika aku baru datang ,, ada seseorang yang menerjang ke arahku dengan menghunus pisau ,, terpaksa aku menyerangnya ,, aku tak tau siapa yang ku serang dan apa yang terjadi ,, tau tau di sini sudah ramai "kata alfan ,,
"Yaa ,, dengan ini ,, kau juga berjasa kepada negara karena telah melumpuhkan si pencuri serta memberi petunjuk kemari" kata dian ,, alfan garuk garuk kepala
"Bukankah sudah ku bilang ,, aku pun tak tau menau tentang apapun yang terjadi di sini ,, tau tau sudah banyak" kata alfan
Dian melengak
"Lah ,, bukankah kau dengan nomor ponselmu mengirim saus dan mengirimkan petunjuk lokasi?" Tanya dian ,, alfan juga melengak ,, dia merogoh saki bajunya ,, tapi dia tak menemukan ponsel sama sekali di sana ,,
Dia ingat dan sangat ingat bahwa ponselnya dia Kantongi di kantong baju ,,
"Pencopet sialan" kata alfan dengan nyengir
Dia menunjuk kantong celana alfan ,, alfan merogoh ke sana dan di sana ada kotak kota sialan ,, dia mengambilnya dan ternyata adalah ponselnya ,, ponselnya masih lengkap tak kurang setitikpun ,,
malahan bertambah catatan tertulis "surprise madafaka"
Dian memandang alfan dengan angkat pundak
"Dia cerdik ,, kuat dan cepat" kata dian
"Juga menyebalkan" kata alfan dengan nyengir
TAMAT ...
Novel Lainnya:
Comments
Post a Comment