Judul : Puti Sialan 3
Pengarang: Gaplek tralala
Eps. : Berburu situs menyebalkan
Sebuah kota ,,
kota ,, dimana banyak sekali polusi ,,
Dan kebijakan ,,,
Berbicara soal kebijakan ,,,
Sekarang di sebuah perempatan jalan besar ,, sedang ada seorang polisi ,, kebijakan ini sedang bermuka masam ,, mukanya masam ,, hal ini di sebabkan oleh debu debu dan kemacetan lalu lintas sialan ini ,,
Pak polisi ini seperti di panggang sinar matahari yang berada di atas kepala itu ,,
Pak polisi ini sendirian ,, tetapi juga bisa di sebut tidak sendiri ,,
Dia mengatur lalu lintas bersama seorang gadis cantik berbody molek: v ,,
Gadis ini cantik ,, walau pakaiannya sederhana dan menutupi tubuhnya dengan rapi ,,
Kalau muka pak polisi itu masam ,, maka wajah gadis ini makin asam ,,
Dia di paksa ikut mengatur lalu lintas ,,
Tiga jam sudah selesai ,, jalanan sudah tidak terlalu banyak lagi ,,
"Paakk sudah dong" si gadis itu berteriak teriak
Pak polisi menengok kesana kemari ,,
Dia melihat sudah tidak terlalu banyak lagi
Dia sekarang mendekati si gadis dengan tangan di gendong ,,
Dengan muka masam dia memandang si gadis
"Nah ,, ini pelajaran untuk kalian yang bolos sekolah ,, awas ,, kalau sampai ku lihat bolos sekolah lagi ,," kata pak polisi sambil menyerahkan tas milik si gadis ,, tidak lupa dia memberika duapuluh ribu ,, yaaa ,, pada waktu itu ,, polisi di beri hak kebebasan total untuk menghukum siswa yang bolos sekolah ,, tentu saja masih dalam moral tata susila ,,
Bisa main pukul tetapi harus bertanggung jawab ,, bisa main bentak asal tidak terlalu ,, tidak bisa pelecehan seksual dan sejenisnya ,,
Dan tentu saja ada tanggung jawab atas perlakuannya ,, seperti pak polisi yang terlihat masam ini ,,
Walau dengan tega dia menjemur seorang gadis cantik ,, tapi toh gadis ini dapat duapuluh ribu sebagai "maaf ,, ini adalah tugas" ,,
Si gadis menerima sambil tertawa haha hihi ,,
Sudah seharian dia di jemur sinar matahari ,, sudah berapa kali dia di terpa debu debu dan polusi keparat itu ,,
Tapi wajah wajahanya tetap segar ,, bahkan kulitnya terlihat lembab lembab saja seolah berada di ruang AC ,, otomatis cordineta ,, bahasa spongbob ,, jangan terlalu di ambil pikir
lanjut ,,
Si gadis dengan tertawa haha hihi berlalu dari sana ,, dia memasuki sebuah gang kecil dan duduk di sebuah cor coran pembatas jalan
Dia duduk dengan menghirup napas panjang dan mengeluarkan sebuah kotak makanan yang agak besaran dari tasnya ,,
Dan ,, yaa dasar sial ,, di balik tumpukan nasi itu ada beberapa benda ,, ada yang hidup ada yang mampus ,, benda mampusnya adalah sebuah pedang panjang dan sebuah piringan bintang
Pedang ini lenturnya tidak olah olah ,, tak heran bisa di gulung di situ pedang ini memiliki dua bentuk diagram ,, pertama adalah bintang ,, kedua adalah tiga angka ,, 212 ,, dua merek di atas itu sialan sekali karena sama sama melegenda ,,
Dan dasar sial ,, siapa lagi pemegang pedang ini selain seseorang yang baru baru ini di kenal oleh masa depan? Puti andini ,, walet 212 ,, adik dari seorang tokoh legendaris masa lalu ,,
piringan bintang itu hanya satu ,, tapi bisa di lempar berkali kali ,, piringan itu bisa menjadi banyak ,, senjata rahasia yang ideal ,,
Kalau ada puti ,, biasanya ada si ular sialan ,,
Dan memang itulah barang hidupnya
Dunia persilatan masa kini berbeda dengan masa lalu ,, dulu orang persilatan itu bebas ,,, kalau sekarang ,, orang dunia persilatan di buru habis habisan ,,,
Puti juga orang persilatan ,, jadi ,, orang seperti dia juga harus bersembunyi dan melakukan sesuatu secara diam diam ,,,
Chacha ,, si ular sialan itu adalah ular sakti yang bisa bicara ,, dan sekarang dia sedang memandang puti ,,
"Kau seperti orang putus asa saja?" Tanya chacha ,, suaranya merdu sekali ,, kadang ada desisnya ,, memang ular ini selalu bikin orang salah paham ,, warna dan garis garis tubuhnya menyeramkan sekali ,, tapi sebenanya dia sangat lincah lelucon ,,
Jika dia buka mulut ,, orang pasti bakal lari terbirit birit ,, dia terlihat begitu menyeramkan ,, padahal dia sedang tertawa kepadamu
Puti mengangkat pundak ,,
"Aku sedang sepi ,, tidak ada pekerjaan yang harus ku lakukan ,, ini membosankan" kata puti dengan menghela napas menyesal
Chacha tertawa ,, dia mengeluarkan koran
Puti memandang tulisan yang di tunjuk oleh ekor si ular ,,
"Situs pemerkosaan anak kecil yang di culik?" Puti membacanya ,,
"Dimana mana ada orang cabul ,, ini seperti teori pasti saja" kata puti dengan menghela nafas
Chacha tertawa ,,
"Ketika membicarakan teori pasti ,, kau mirip sekali dengan kakakmu ,, padahal dia bukan kakak kandungmu" kata chacha
Puti tersenyum masam ,,
"Kau ular cerewet" kata puti yang membuat chacha tertawa saja ,,
Puti sekarang berdiri ,, pakaiannya sudah ganti ,,
Dia sekarang memakai rok panjang ,, di dalamnya dia memakai celana yang aneh ,, celana ini kecil saja ,, sepaha ,, ini buatan kakak puti langsung ,, celana sakti ,, jika puti tidak ingin membukanya ,, maka malaikat pun tak akan sanggup membukanya ,, senjata pusaka macam apapun tak akan sanggup ,,
Puti sih sebenarnya anti racun ,, tetapi untuk berjaga jaga toh jauh lebih baik ,,
Warnet ,, gaplek net ,, warnet ini tidak besar ,, tetapi hanya orang buta saja yang bilang ini warnet kecil ,,
Memiliki seratus komputer ,, ada playstation 1 sampai 7 ,, (5 sampai tujuh tentu saja bakal muncul di masa depan)
Ada warung kopi juga ,,
Yaa ,, asal kau tau saja .. Warnet 24 jam itu biasanya di gunakan sebagai "rumah sementara" bagi para orang orang persilatan yang tidak tajir
Puti juga ada iseng iseng untuk pulang ke "rumah sementara" yang sialan ini ,,
Dia dapat kamar nomer tujuh pulu satu ,, di lantai atas ,, dia juga membawa beberapa jajanan juga
Di sini agak longgar tempatnya ,, koneksi juga faster banget ,, eehh ,, kalau gak ngerti koneksi ya mampus aja kau ,,
"Www.facebook.com" puti mengetik ,, dia belum biasa dengan modernisasi seperti ini ,, jadi belum tau kalau ada mbah google
Puti memasukan email dan kata sandi
Puti mengarahkan panah ke pencarian dan mengetik ,,
"Farisal death-defying (Gaplek tralala) ,," puti memencet tombol enter dan mengirim pertemanan kepada nama di atas ,, kau juga harus add ,, kalau tidak yaa ,,
"Tentu saja ada hadiahnya" kata penulis sambil mengeluarkan sniper ,,: v
Puti melihat ada pesan ,,
Dia klik gambar surat dan ternyata dari seseorang
Dia adalah hadi ,, hadi adalah kawanya dulu ketika dia pernah nyasar ke masa depan waktu kecil (baca serial keluarga besar A_2)
"Hei sob" begitu tulisanya
"Ya ada apa?" Inilah yang di sentuh ,, oleh chacha dan langsung di kirim
Puti sebenarnya tidak ingin membalasnya ,, tapi chacha penuh semangat membalas ,,
Dia mengetik dengan ekor dan kepalanya
Seperti kau mengetik dengan dua jari
"Ada masalah penting sob ,, tolongin dong" begitu balasan dari hadi ,,
Chacha mengetik lagi dan akan menekan enter dengan kepalanya ,, tetapi puti memencet kepalanya ke arah delete ,,
"Hei hei aduh aku pusing" kata chacha
Puti memutar mata dan memasukan ularnya ke lengan baju menjadi gelang
Chacha menghela nafas sedih ,,
Puti mengetik ,,
"Ada masalah apa bicaralah" puti mengetik
"Hamster hilang" begitu tulisanya ,,
Chacha kebetulan melihatnya dan dengan cepat dia menerjang jari jari puti dan menggigitnya ,,
Kalau orang lain pasti bakal mampus ,, tetapi puti memiliki darah kakaknya yang anti racun.
Chacha dengan gelisah mengetik ,,
"Dia hilang dimana? Kau dimana? Kami akan kesana" begitu tilisan chacha yang gelisah
"Kami?" Itu jawaban hadi
"Chacha" jawab chacha dengan gelisah
"Wah berabe juga ,," kata puti dengan angkat pundak ,, tanganya masih di gigit chacha dan puti menyentuh hidung chacha yang terus menggigit itu ,, walau menggigit ,, tetapi dia tidak menyemburkan racun ,, hal ini makin memperganda keamanan puti
Oh iya ,, ular ,, ular apapun ,, sejinak apapun ,, akan marah besar jika hidungnya kau sentuh ,,
Chacha juga marah sekali ,, dan dia membuka mulutnya dan akan menggigit jari puti ,, tetapi puti hanya ingin membuat chacha membuka mulut saja ,, lain dari itu tidak ,, gigitan chacha pun luput ,,
Puti dengan cepat merebut keyboart ,, satu tanganya memencet belakang leher chacha
Yaa ,, mereka tidak pernah rukun ,, tetapi penulis berani bilang bahwa ,, "di dunia ini tidak ada yang sekompak mereka"
"Di rumah sakit ,, babe keracunan" begitu balasan hadi ,,
"Rumah sakit gaplek kencana" sambung hadi
"Ok ,, besok aku kesana" puti mengetik
"Y" hanya itu saja ..
"Menjengkelkan sekali" batin puti dengan memutar mata ,,
Dia membuka balkon dan kebetulan ada iklan
"Menemukan delapan belas remaja putra putri pingsan dengan telanjang bulat (18/6)" begitu isinya ,, lengkap dengan tanggal dan bulan.
Puti mengerutkan kening
Ini terjadi kemarin dan berada di dekat sini
Puti menghela nafas ,,
Dia melihat ada iklan berita lagi
"Di temukan jazad gadis berumur dua belas tahun di belakang pabrik kain ,," ini malah terjadi tadi pagi ,,
Puti mengerutkan kening
Dia melihat ada link berita dan dia klik link tersebut ,, sekarang dia membaca berita demi berita ,, tentu saja ,, internet jauh lebih lengkap dari koran ,,,
Agak kasihan juga penulis melihat koran yang sebenarnya sudah termasuk legendaris itu harus kalah dengan internet
Jam setengah tiga ,, puti masih saja otak atik internet ,, sekarang dia kenal google dan youtube
Jadi agak mudah juga mencari sesuatu atau mencari hiburan ,,
Chacha yang tadi gelisah sekarang tidur nyenyak di pangkuan puti ,, puti tidak tidur ,, dia hanya bersmadhi sebentar ,, dan itu sudah seperti tidur dua hari semalam saja ,, segar sekali
Puti sekarang nonton youtube ,, dia nonton video video tentang soekarno ,, yaa ,, bapak kita yang satu itu memang dulu pernah di rekam ,, dan akhir akhir ini pak presiden kita yang sudah wafat tersebut sering masuk youtube ,,
Puti senang sekali mendengar pidato bapak presiden ini ,,
Tapi ,, baru saja dia klik itu sialan ,, lampu padam .. Mampus listriknya ,, pemadaman di kota itu tidak seburuk pemadaman di desa ,,
Kalau di desa ada pemadaman ,, ya semuanya gelap ,, mungkin ada sedikit cahaya kalau ada orang main senter atau naik lendaraan berlampu
Kalau di koya sih tidak ,, di kota ,, dari pagi sampai malam sampai pagi lagi ,, penuhh dengan mobil mobil sialan keparat yang menimbulkan cahaya dari lampu ,,
Puti menghela nafas ,,
Chacha mendusin dari tidur ,,
Dia menggeliat dulu dan masuk ke baju puti
Ular tentu saja tidak merasa gelap ,, ular buta itupun bisa melihat ,, mereka punya sejenis sensor keparat yang mendeteksi sesuatu yang panas ,,
Puti bersandar dia melepaskan headphone dan memejamkan mata ,,
"Wiuuuwiuuuuwiuuu" terdebgar suara berisik yang menyebalkan ,, ini adalah pemadam kebakaran ,, puti membuka mata ,, dia meninggalkan uang lembaran pada meja operator dan meloncat ke luar ,, dia melocat ke atas genting dan berloncatan kesana sini mengejar pemadam kebakaran yang meluncur cepat sekali itu ,, kadang dia meloncat loncat dari dinding gedung ke dinding gedung ,,
"Settt" dia sekarang meloncat dan dengan ringan dia hinggap di atas mobil pemadam kebakaran tersebut ,, pemadam kebakaran ini menuju ke luar kota ,, ke sebuah pabrik yang terbakar ,,
Puti mengerutkan kening ,,
Rupanya terjadi hubungan pendek antar arus listrik hingga menyebabkan kebakaran ,,
Masalah yang seperti ini sih tidak membuat puti tertarik untuk turun tangan ,,
Tapi dasar sial ,, pandangan matanya melihat seseorang sedang naik skateboart ,, tidak terlihat wajahnya ,, yang terlihat adalah berkelebatan yang sangat cepat sekali ,,
Puti melihat si skateboard itu meloncat ke arah lokasi kebakaran yang ramai ramai ,,
Puti juga meloncat tinggi sekali ke sana jaraknya masih cukup jauh ,, ada sekitar tiga ratus meter ,, tapi toh nyatanya nutut juga ,,
Puti hinggap di atas tembok dan masih melihat pergerakan si skate board ,,
Puti ingin mengejar ,, tapi tiba tiba dia bersembunyi ,, puti melihat ada empat orang yang mengejar dengan kecepatan yang mengagumkan
Puti mengerutkan kening ,,
Dia diam diam mengikuti mereka ,,
Manusia tanpa sifat ,, kakak dari puti adalah mahluk yang bisa mengejar cahaya ,, bahkan melebihi cahaya dalam kecepatan ,, tentu saja ini di sebabkan oleh peringan tubuh yang luar biasa ,, dan tentu saja puti kecipratan bakat dalam peringan tubuh ,,
Lagipula ,, julukan "walet" 212 itu tentu saja bukan omong kosong saja ,,
Puti dengan mudah tak mudah telah mengejar orang orang ini ,, orang orang ini memiliki kecepatan yang bagus ,,, tapi peringan tubuhnya buruk sekali di mata puti ,,
Masih terdengar suara walau tidak terlalu terdengar oleh kuping biasa
Suara menabrak angin pun terdengar jelas
Rupanya si skate board itu tadi menuju ke sebuah jalan sepi agak jauhan dari pabrik terbakar ini.
Dia menunggu pengejarnya di sana ,, pengejarnya pun sampai di sana ,, dan mengurung si skate board yang ternyata adalah seseorang yang memakai kerudung muka dan membopong seorang gadis kecil ,,
Empat orang pengejar juga memakai kerudung muka ,,
"Penghianat ,, kembalikan bocah itu" bentak salah seorang dengan suara bengis ,,
Si pembopong gadis itu mendengus ,, panggil saja dia skate ,,
"Kami di rekrut oleh kalian hanya untuk kepala keamanan ,, tetapi empat dari kami telah tewas kalian bunuh dan Cabuli satu persatu ,, jagipula ,, aku benci dengan kecabulan kalian" kata meluncur dengan mendengus ,,
"Kuurang ajar" bentak salah seorang lagi yang ternyata adalah perempuan dan tidak lupa si perempuan ini memukulkan tanganya ke depan ,,
Terlihat sinar kuning berbau anyir menerjang ke arah meluncur dengan pelan tak rencana ,, yaaa lesatanya terlihat rencana ,, tapi setelah di pukul ,, langsung sampai di depan skate yang terkejut itu
Tapi skate ini tidak kehilangan akal ,, dia meloncat ke samping sambil berputar dan dia terbebas dari si sialan ini
Dia tidak tinggal diam ,, tangan kananya yang menganggur ini memukulkan tangan ke depan.
Semua orang memandang tajam ,, dan ini adalah jenis kesalahan mereka juga ,, suasana tiba tiba seperti ada kedipan cahaya besar yang menyilaukan ,,
Seperti kau ,, yang berada di dalam gelap ,, dan tiba tiba saja kau melihat cahaya yang terang bagai lampu neon ,, tentu saja kau akan merasa kesilauan sekali ,,
Ini juga terjadi pada orang orang ini ,,
"Dess desss whut whutt" dua kali ,, hanya terdengar duakali pukulan ,,
Dua orang lain di antaranya sanggup menghindar.
Yang kena pukul ya mencelat dan pingsan
"Keparat" seorang lagi memaki dan sekarang menerjang sambil melepaskan dua tembakan jarak jauh ,, ini rupanya seorang perempuan juga ,,
Si skate bergerak dengan gerakan aneh ,, dan si perempuan itu sekarang kena hajar jalan darahnya ,, hanya sayang ,, si skate kena bokong seorang lagi ,,
Untung skate mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi ,, kalau tidak kan berabe ,,
Tapi dasar sial ,, musuh terakhir ini menghajar tepat di arah jalan darah ,,
Si skate muntah darah dan hampir jatuh ,,
"Wess" si musuh terakhir ini menerjang dengan meloncat serta menendang dengan ilmu aneh ,,
Di lihat dari kesiuran anginya ,, jelas tendangan tunggal ini cukup merepotkan ,,
Untung disaat yang tepat ada seseorang yang muncul ,, dialah puti ,, dan tanpa banyak rewel dia menyambuti tendangan si sialan itu dengan pukulan ,, tercium bau wangi di sana sini ,, dan si orang terakhir itu mencelat dengan nyawa putus.
Yaa ,, begini mudah saja ,,, sebenarnya sih tak akan begitu mudah ,, hanya. Saja puti yang sialan ,,, dia menggunakan ilmu telawa wangi untuk menghadapi kaum keroco macam tadi
Puti sendiri merasa dirinya tolol juga ,,
Tapi setelah melihat si pembopong gadis kecil itu roboh ,, dia jadi tidak memperdulikan yang lainya lagi
Dia memeriksa si sialan itu ,,
"Luka dalam yang ringan ,, hanya lelah saja" batin puti ,, dia lantas memeriksa si bocah yang di bopong si sialan ini tadi ,, oh ,, rupanya gadis kecil ini pingsan ,, puti memeriksanya dan mengerutkan kening sekarang ,,
"Keji sekali ,, bocah di bawah umur di Cabuli" batin puti dengan kening berkerut ,, dia memandang ke sekitar ,, dia tidak menyadarkan orang orang yang berkerudung itu ,, yaa ,, memang tidak bisa ,, hal ini di karenakan mereka telah bunuh diri
Puti membuka kerudung muka si sialan ini dan dia melihat sebuah wajah yang aneh juga ,,
Si sialan ini masih muda ,, masih sekitar umue dua puluhan ,, puti tau akan hal ini ,,
Tapi yang membuatnya tidak habis pikir itu adalah wajah si sialan ini yang lebih mirip seorang kakek ,,
Puti memegang nadi si sialan ini untuk memeriksa ,, dia sekarang mengerti penyebabnya
"Dunia memang luas ,, kepandaian juga tidak sedikit ,, orang ini menguasai kepandaian yang aneh ,, mungkin ini adalah tumbal wajah? Ah sudahlah" batin puti sambil bangkit berdiri ,, dia menulis di sebuah lembaran yang di sumpalkan di mulut si sialan ini dan berlalu ,,
"Banyak makan buah alami bervitamin A dan C ,, hancurkan bijinya dan jadikan sebagai sabun" begitu tulisanya ,, di pojok kertas itu ada gambar bintang yang tengahnya ada tiga diagram
Dua satu dua yang berada dalam gambar bintang
Matahari terbit ,,
Terbitnya matahari di kota itu berbeda dengan di desa ,, kalau di desa ,, matahari terbit di Sambut oleh pulanya beberapa petani ,, bahkan sebagian besar ,, biasa ,, petani yang kau anggap tolol itu.
sebenarnya cerdas ,, mereka menggunakan waktu subuh atau jam berapalah itu sebelum matahari muncul untuk mencari kerja sampingan ,, yaa ,, nyari belut ,, kodok ,, ular ,, kul (sebangsa siput) dan apalah untuk di jual ,, kadang di sambi mengais juga ,, kalau siangnya ,, mereka santai ,, tinggal mengawasi sambil kadang mengusir burung burung sialan itu ,,
Kalau di kota ,, matahari terbit di sambut oleh berangkatnya penyakit ,, yaa ,, kau tau kan?
Polusi yang di hasilkan oleh kesibukan ,, seperti kendaraan bermotor ,, seperti adanya konstruksi bangunan atau apa itu sebutanya ,,
Puti berjalan dengan santai di antara kesibukan orang orang ini ,, dia tidak memakai seragam sekolah lagi .. Melainkan sebuah pakaian dengan rok panjang dan jaket ,, dia terlihat seperti orang kaya ,, kaya anj *** mungkin ,,
Dia mengeluarkan ponsel ,, ponsel canggih ,, entah dapat dari mana dia ,,
Setelah dia menemukan apa yang dia ingin ,, dia langsung memasukan ponsel tersebut ke tong sampah ,,
Dia sekarang mencegat bis ,,
Bis ini cukup banyak juga ,,
Puti melihat beberapa orang menarik ,,
Ada orang berlencana ,, dia adalah sejenis kemanan negara ,, entah polisi entah tentara ,,
Orang kedua membawa sebuah tas kotak agak besar bertulisan "P, O, T, S" wah ,, alat musik berkelas ,, shine ,, rupanya dia musisi ,,
Orang ketiga yang membuat puti tertarik adalah seorang perempuan ,, masih gadis ,, umur likuran saja ,, bodynya sudah matang dan sip sekali.
Puti mengenal orang ini ,, dia adalah artis ,, sedang menyamar dengan rambut palsu dan kacamata agak lebar sampai terlihat imut.
Dia menggunakan kontak lens atau apa itu namanya yang berwarna coklat coklat bagus dia berdiri ,,
Puti mendapat tempat duduk di depan si musisi ,, rupanya ada orang kasihan juga melihat ada gadis seperti puti berdiri
Agak jauh juga bis berjalan ,, dan tiba tiba si musisi itu berdiri sambil mengambil tasnya yang berada di tampat penyimpanan barang ,,
Berbareng dengan itu ,, tiba tiba supir menginjak rem ,, tentu saja hal ini menyebabkan musisi tersebut terlempar ,, ke depan ,, menabrak beberapa orang sampai ikut jatuh ,,
Dan tiba tiba dari luar terdengar suara tembakan dan kaca pecah ,, di susul jatuhnya si artis yang tadi berpegangan erat pada sesuatu.
Semua orang kaget ,, beberapa juga menjerit
"Tiarap" teriak si keamanan
Tanpa di perintah semua orang juga tiarap
Sekarang semuanya turun ,, semua masih panik.
Si kemanan memanggil polisi untuk melakukan pengejaran ,, tapi dianya sendiri tidak ikut mengejar karena ada seseorang militer ber pangkat tinggi ,, dan sekarang sedang memandang si perdamaian ini dengan bengis
",,, Sudah lama ku curigai Anda ,,, di beri hak membawa senjata api ,, tapi ,, dimanapun Anda berada ,, di sana ada penembakan" kata si orang berpangkat ,,
Yang di marahi diam saja ,, memang dia yang mencurigakan ,,
Si pangkat masih menatapnya dengan sinis dia mengeluarkan lencana kecil
"Dengan ini ,, aku punya hak untuk menangkapmu dan mengambil lencana kecil di Sakumu" kata si sialan ini sambil mengangsurkan tangan .. Maksudnya sudah sangat jelas sekali.
Si keamanan memejamkan mata ,, toh dia juga manusia ,, masih punya sakit hati juga ,, sakit hati karena perlakuan seperti itu
Tak urung toh dia mengeluarkan sebuah lencana kecil yang berbentuk koin yang di tengahnya ada gambar bambu runcing ,,
Heh ,, mana kau mengerti bahwa lencana seperti ini di berikan kepada para veteran dan bisa di wariskan ,, setiap yang membawa lencana seperti ini ,, maka si orang ini bisa memukul kantor jahat ,, bahkan dapat memukul presiden ,, hanya saja ,, di jaman soeharto kebanyakan.
.
pemilik lencana ini di ambil paksa dan di bunuh untuk menghilangkan saksi dan apalah itu ,, hal ini terjadi karena di khawatirkan veteran tersebut melakukan keadilan pada penguasa korup ,, tentu ,, inilah indonesia ,, tentu juga penulis mengetahui hal ini karena yaa ,, mendiang kakek adalah veteran murni ,, bahkan sempat cerita ini itu tentang jaman perang ,, gapapalah ,, penulis pamer sedikit ,,
Biasa ,, sebagian nyuri dari catatan tentangga sebelah ,,
Just kiding menn ,, jangan di pikir
Si pangkat mengambil lencana tersebut ,, tetapi ,, sebelum lencana tersebut pindah tangan ,, ada sebuah tangan yang mengampel tangan si pangkat ,,
Agak kaget juga orang orang ini ,,
"Gadis cilik ,, lancang benar kau" bentak pangkat
Puti berdehem ,,
"Sebaiknya Anda borgol dulu musisi itu" kata puti sambil menunjuk ke belakangnya ,, entah bagaimana dan sejak kapan di sana ada si musisi tadi ,,
Si pangkat mengerutkan kening
"Kau gadis cilik tau apa?" Si pangkat ini mengatakan dengan sinis
Puti menunjuk bis
"Sebenarnya kasus ini simpel juga menjelaskanya ,, jika saja dia yang membunuh ,, maka kaca itu tak akan berlubang karena peluru ,, lagipula dia kan ada di dalam ,, dan peluru datang dari luar" kata puti sambil menunjuk si keamanan
Si pangkat mendengus
"Sok pintar ,, bukan mustahil dia menggunakan tangan orang lain" kata si pangkat.
"Jika Anda bilang seperti itu ,, maka Anda juga menuduh diri Anda sendiri" kata puti
Si pangkat mengerutkan kening
"Maksudmu?" Tanya si pangkat
Puti menunjuk lambang profinsi di lengan baju si pangkat ,,
"Ini jawa timur ,, kau berasal dari jawa barat ,, apakah ada yang begini kebetulan? Bukankan bisa saja kau ku tuduh mentah mentah telah mengikuti turunan veteran ,,? Lalu kau menyuruh orang untuk menembak dan memfitnahnya? Lalu kau bisa ambil lencana turunan tersebut dan mengangkanginya? " Tanya puti dengan acuh
Si pangkat menjadi beringas
"Tentu saja tidak mungkin ,, aku adalah petugas negara" kata si pangkat dengan mau menampar puti ,, tetapi puti tersenyum mengejek sambil mengangkat tangan kananya yang memegang sebuah lempengan berbentuk bintang yang di tengahnya ada ukiran garuda ,, mana kau tau lagi kalau ini hanya di miliki soekarno belaka?
Gapapalah penulis pamer lagi ,, just kiding
Tangan yang mau menampar itu berganti halauan jadi "hormat grak" puti mendengus
"Dia toh juga petugas negara? Lalu kenapa kau begitu menyalahkanya?" Tanya puti sambil memakai masker karena ada banyak orang termasuk beberapa petugas negara berpangkat.
Dia tidak ingin dirinya di kenal orang
Si pangkat menjadi kikuk
"Tak bisa menjawab ya?" Puti bertanya sinis
Memang ,, si pangkat ini tidak bisa jawab
"Lalu bagaimana pembunuhan ini?" Tanya si supir bis tiba tiba
Puti berdehem
"Kalian lihat ,, tas itu tertulis POTS ,, jika kau membacanya di kaca ,, maka akan terbaca STOP ,, dan tentu saja yang sering lihat ke situ adalah supinya ,, jadi ,, musisi ini bekerja sama dengan supir ,," kata puti
Ada orang yang mau bicara ,, tapi puti menyelanya dengan cepat.
"Ceritanya adalah ,, musisi ini meletakan tasnya di tempat penyimpan di atas kepalanya dan ketika mau turun bis tentu saja dia harus berdiri untuk mengambil tas tersebut ,, kebetulan ku lihat sekejap dia menghadapkan tulisan ke arah kaca pantul di depan supir ,, dan ketika supir menginjak rem secara cepat ,, maka si sialan ini bakal terlontar jatuh ke depan untuk menghindari salah sasaran yang menuju dirinya ,, dan ada seorang penembak yang entah dimana sekarang ,, jadi ,, dua orang ini adalah dua dari sekian pelaku "kata puti ,, beberapa orang yang tadi di bis sama menceritakan cerita yang sama ,, dan semua setuju dengan analisa puti yang kebetulan jadi encer ini ,,
Puti diam diam melirik ke arah seseorang yang berada tidak jauh darinya ,, seorang pemuda yang terlihat seperti om om ,, umurnya ada sekitar dua puluh satu ,,
Gara gara lencana saja puti sudah bisa menangkap dua orang tersangka ini ,, malahan sekarang di tambah dengan penjelasan yang tepat
Tanpa banyak rewel lagi dua orang ini kena Ringkus ,,
"Terimakasih" kata si perdamaian dengan membungkuk ,,
Puti memandangnya ,,
"Boleh aku tau nama Anda?" tanya puti
"Aku anjali ,, subuh tadi kau menolongku" kata si perdamaian.
Puti tercengang besar ,, dia berkedip kedip dan menggunakan ilmu "mata langit" ilmu yang dia kuasai dari kakaknya ,,, ilmu ini bisa melihat penyamaran seseorang ,, bisa melihat balik baju seseorang juga ,, puti makin tercengang lagi
"Rupanya kesaktian ubah ujud ,, oh tololnya aku" batin puti sambil menepuk jidat ,,
"Kau ini sebenarnya apa sih?" tanya puti
Anjali tertawa pendek ,, dengan lirih dia bilang
"Mata mata ,, orang persilatan mengenalku sebagai muka dua" kata anjali ,,
Puti berdehem ,, muka dua ,, ini artinya penipu ,, dan tentu saja tidak hanya dua saja penyamaranya ,, dan dia tau ini
Puti mau buka suara tapi tidak jadi ,, dia melihat si pemuda om om tadi berlalu dari situ ,,
Puti mengejarnya ,, yang di kejar berjalan santai saja ,, akhirnya dia sampai di sebuah rumah pinggir rel kereta api ,,
Puti berhenti ,, si sialan itu juga berhenti
"Ayo ikut" kata si pemuda itu ke puti
Puti mengerutkan kening ,, dia mengambil tempat duduk di teras yang tidak terlalu lebar tapi nyaman itu
Si sialan itu tadi masuk ke dalam rumah dan keluar lagi setelah berganti pakaian ,,
Puti memiringkan kepala ,,
"Seperti pernah melihatmu?" Tanya puti ,,
Si sialan itu menyuguhkan sebuah minuman penuh racun di depan puti ,,
Puti mengerutkan kening saja ,, si sialan itu duduk
Dan puti melihat chacha merayap ke leher si sialan itu ,,
"Masa kau lupa denganku?" Tanya pemuda om om ini dengan menghela nafas
"Aku pangling saja" kata puti dengan meminum minuman tersebut ,, mukanya seperti habis makan kecut ,, lucu sekali ekspresinya ,,
Hal ini bukan disebabkan oleh rasa racun tersebut ,, tetapi puti agak merasa di luar dugaan saja ,, minuman tadi sudah jelas jelas racun ,,
Tapi ketika puti meminumnya ,, dia tidak merasakan bahaya racun sama sekali ,,
Bahkan kau pun tak akan kenapa napa setelah minum racun ini ,, malahan kau yang mengantuk akan merasa segar ,, puti juga merasakanya ,,
Padahal ,, selain tidak mempan racun ,, dia juga tidak mempan obat ,,
Kali ini puti memandang si pemuda om om itu
Dia memandang pemuda yang sedang tersenyum simpul itu dengan teliti ,, dan otaknya bekerja keras untuk mengingat
"Aaah ,, aku ingat" kata puti dengan teriak ,,
Pemuda itu hanya tertawa pendek saja
"Ya syukur kalau kau ingat" kata si sialan ini dengan menghela nafas ,,
Puti tertawa
"Setiap bicara setiap apapun selalu menghela nafas ,, mungkin di dunia ini hanya ada seorang saja yang seperti ini ,, dan kau adalah roy" kata puti dengan tertawa ,,
"Tak heran aku kalah jauh dalam kecerdasan dan pengobatan ,, rupanya adalah kau orang yang diam diam membantuku membuat analisa tadi" sambung puti dengan nyengir
Yaa ,, roy adalah orang yang mau tak mau harus puti hormati ,, orang ini walau lemah dan tidak berkepandaian silat ,, tapi kakak puti yang sejajar dengan dewa murni itu pun menganggapnya setingkat lebih tinggi ,, dan semua murid dari kakaknya di wanti wanti sekali untuk menghormat si sialan ini ,,
Lagipula si sialan ini adalah ipar dari kakaknya
Pemuda ini menghela napas pendek
"Sudahlah ,, tak perlu kau memaki diriku sedemikian rupa ,, bagaimana kondisi kakakmu ,, sudah lama tidak bertemu"
Puti mau menjawab tetapi chacha menyela
"Dia sedang asik di ruma ,, dan dia akan punya keponakan di tahun depan" kata chacha sambil menunjuk puti dengan ekornya
Puti mau berkata tetapi chacha menyela lagi
"Lalu kami di suruh berkelana ,, dan di kirim ke sini" kata chacha ,, puti geregetan ,, dia langsung menarik chacha yang meronta ronta itu
"Lepas lepas" teriak chacha ,,
Roy tertawa melihat kelakuan gadis gadis ini
"Oh iya ,, dulu kakakmu meninggalkan barang ini di sini dan sekarang akan ku titipkan kepadamu ,," kata roy sambil menyerahkan sesuatu ,, sebuah kubik ,, jika biasanya kubik itu punya sembilan kotak ,, maka ini sialan sekali ,,
Umumnya juga ,, kubik itu berbentuk persegi ,,
Tapi yang ini berbeda ,, ini bentuknya lingkaran bukan lingkaran ,, dan memilikiratusan kotak berwarna warni yang njlimet tidak beraturan ,,
Puti termangu mangu ,, bukan lebay ,, tapi dia beranggapan bahwa hanya dewa yang bisa mengumpulkan warna warna ini dengan sempurna ,,
"Kau ingat sandinya ,, kotak merah di dalam lingkaran ungu yang di dalamnya ada sarang tawon warna pink" kata roy ,,
Puti makin termangu mangu ,,
Dia menerima rubik tersebut ,,
Setelah mendapat beberapa pesanan mengandung nasehat dia pergi dari sana ,,
Sebuah keluarga yang lumayan ,, lumayan kaya ,, lumayan cerdas ,, lumayan sukses ,, lumayan cakap ,, dan lumayan lihay ,,
Dan yang menyebalkan adalah kepala keluarga ini sekarang sakit lumayan parah ,,
Keluarga ini memang terkenal lumayan royal kalau membagi bagikan zakat ,, jadi orang pon banyak yang lumayan kenal ,, bukan lumayan banyak ,, tapi lumayan kenal ,,
Yang kenal sih banyak sekali ,, rata rata memandang keluarga ini sebagai orang baik ,,
Jadi berita sakitnya orang ini sampai tersiar kemana mana ,,
Di rumahnya sekarang berjubal banyak orang yang datang menjenguk sambil ,, yaaa "nggowo beras sekilo ,, mi kriting separoh ,, klopo sak igar" yaa ,, kau tau kan? Orang jawa ,, dimanapun orangnya ,, dimanapun daerahnya ,, identik dengan ini ,, kalau ada acara apalah itu ,, yaa menikah ya kelahiran ,, ya sakit ya meninggal ,, atau sejenisnya pasti ada orang yang datang yaa dengan tujuan sama ,, menjenguk dan mengasih oleh oleh ,, ada yang oleh oleh sederhana ,, ada yang oleh oleh mahal dan sebagainya ,,
Puti membawa kemasan keranjang yang di dalamnya berisi macam macam bahan pokok ,,
Di tutupi oleh kain berwarna hijau bersulam bunga ,,
Dia melihat gerbang dari rumah yang lumayan besar ini terbuka dan di dalamnya ada banyak banyak sialan ,,
Di depanya ada beberapa orang yang menyambut tamu dengan beberapa basa basi apalah itu
Entah kau berada dimana ,, bahkan di neraka sekalipun ,, pasti ada yang namanya basa basi
Biasalah ,, orang menganggap ini sebagai bumbu dasar yang membuat selera suasana lebih enak
Puti menjadi sorotan bagi orang orang ,, wajahnya yang cantik itu membuat orang jadi kesemsem ,, puti di sambut oleh seorang berpakaian perlente ,,, dia seorang pria bermuka tegas ,, dia memandang puti dengan senyum
Rupanya dia sudah pernah kenal puti
Puti tau ,, dia adala pak dede ,, supir pribadi keluarga lumayan ini ,, dia juga bisa silat ,, cabang Cimande dia ,, salah satu silat tertua di nusantara ,, dia juga menguasai aji gelap shewu
Aji aji sialan yang membuat orang menjadi kuat tiba tiba dan hanya sementara ,,
Puti di persilahkan masuk dan dia sekarang menyerobot orang orang yang datang dan pergi itu langsung ke tempat si sakit
Beberapa kerabat yang melihat ada gadis mendekat langsung melarang ,, tapi tiba tiba seorang pemuda dari samping pembaringan mengundang ,, dia adalah pemuda berkulit kuning langsap ,, rambutnya kriting ,, dia adalah hadi yang memakai jass warna hitam ,,
Puti berdehem melihatnya ,, dia langsung mengangsurkan keranjangnya
Si sialan itu menerimanya ,,
"Bagaimana kabarmu?" tanya hadi
Puti tersenyum simpul ,, wajahnya terlihat makin cantik kalau begitu ,, hadi tertawa
"Pasti baik sekali" kata hadi
"Y" hanya itu jawab puti dengan merengut
Hadi nyengir ,, dia adalah play boy ,, tetapi belum nutut dia kalau mau apa apa ke puti
Jadi dia kulang level untuk menghilangkan wajah yang merengut itu menjadi senang
Puti melihat si sakit ini ,, dia adalah babenya hadi
Namanya pak Kusno seorang duda kaya
Puti melihat pak Kusno ini sudah berpenyakit lama ,, dan ini sih sakit sakit normal saja ,, sakitnya orang usia ,, puti hanya mangut mangut ,,, dia tidak terlalu membikin ribut soal ini karena kakaknya pernah berpesan
"Penyakit yang langsung datang dari tuhan itu pasti baik ,, maka dari itu jangan menghilangkan kebaikan dari tuhan"
Puti hanya menulis sebuah resep saja untuk peringan si sakit
"Bagaimana kondisinya?" tanya hadi
Puti angkat pundak ,,
"Hanya sakit demam dan renta usia saja" jawab puti
Hadi menghembuskan nafas lega ,,, dia tau kalau puti itu membawa kepandaian pengobatan ,, jadi ,, dia percaya penuh
Puti berbicara cakap
Si hamster ,, ya ,, ini adalah sejenis tikus berbulu tebal yang lucu
Dan yang di miliki hadi adalah hewan sejenis chacha ,, tentu saja bukan ular ,, ya hamster ,, tetapi hamster sakti ,,
Hamster ini bisa bicara ,, bisa membuat listrik ,, lincah sekali
Sekarang dia hilang secara mendadak ,,
Puti mau tak mau juga harus merasa serba sial
"Bagaimana hewan sialan ini bisa hilang?" tanya puti
Hadi menghela nafas ,,
"Entahlah ,, dia hilang di rumah dan entah kenama aku sendiri juga tidak tau" kata hadi dengan gegetun ,,
Puti berpikir ,, tapi semakin di pikir dia semakin pusing
"Apakah tidak ada petunjuk?" tanya puti
Hadi berpikir
"Agaknya ada" kata hadi
Sebuah kertas yang di sobek sobek ,, caranya menyobek rapi sekali ,, puti memeriksanya
"Apakah ini kau kelompok secara teliti?" tanya puti
Hadi mengangguk pasti ,,
"Aku menemukan ini di kamarnya ,," kata hadi
Puti berpikir sebentar
"Sobek ,, jumlahnya tigapuluh dua sobekan ,," puti berpikir
Tapi lagi lagi dia tidak menemukan apapun yang bisa dipikir
"Baru ku sadari ,, betapa pentingnya sebuah otak itu" kata puti
Hadi tidak menjawab ,,
"Angka tiga puluh dua ,, berapa jumlah anggota keluarga kalian?" Tanya puti ,, hadi berpikir
"Yang masih hidup ada sembilan ,, keluarga kami sedikit soalnya" kata hadi ,,,
"Bukan keluarga ,, mungkin tempat" kata puti dengan mata bersinar sinar ,,
Hadi tertegun
"Tigapuluh dua dari rumah kita?" tanya hadi
"Ada kemungkinan seperti itu" jawab puti dengan mengangguk
Hadi berpikir sebentar
"Di bilang sejujurnya ,, rumahku ini berada di tengah kampung yang begini luas ,, dan tiga puluh dua rumah yang mana?" Tanya hadi ,,
"Aku punya ujar ujar yang cukup istimewa ,," kata puti dengan tertawa ,, "tidak ada otak ,, dengkul pun jadi" sambung puti
Hadi menjungkatkan alis kirinya ,,
Tidak ada otak dengkul pun jadi ,, ini merupakan ujar ujar dari penulis yang cukup istimewa ,,
Mungkin orang akan mencemooh ujar ujar ini ,, tetapi tanpa sadar mereka jauh lebih sering menggunakan ujar ujar ini dari ujar ujar rotan ,,
Hadi mengeluarkan gps dan menandai di rumah yang identik dengan tiga puluh dua ,, dan akhirnya mereka menemukan sambil kadang mengintip ,, hanya saja ,, sampai dua hari pekerjaan ini di mulai ,, tetap saja tidak ada hasil ,,
Puti berjalan dengan lesu ,, hadi berada di sampingnya dengan makin lesu ,,
"Heran ,, semua yang terkait dengan tiga puluh dua yang kita temuka sama sekali tidak menghasilkan apapun ,,," kata hadi
Puti berhenti ,,
"Mungkin yang satu ini benar" kata puti
"Memang benar ,, benar benar sialan" kata hadi
Puti tertawa ,, di samping mereka ada mobil van yang lewat ,,
Hadi tertegun ,, kemudian dia dan puti saling pandang
"Kebun binatang tiga puluh dua" kata mereka berbareng dengan tertawa ,,
Kebun binatang tiga puluh dua ,, ini adalah kebun binatang yang termashur di dunia ,, kebn binatang ini luas dan hewan hewanya termasuk lengkap ,, dari binatang utara sampai selatan ,, timur sampai barat ,,
Disana juga selalu ramai dengan pengunjung ,, dan tentu saja tidak ada kebun binatang yang buka dua puluh empat jam ,,
Hewan hewanya harus istirahat ,,
Puti dan hadi arah jalan sambil kadang memotret seolah mereka pengunjung yang biasa saja ,,
Puti berhenti sebentar ,,
Dia melihat lihat ,,
"Ngaumhhh" terdengar suara singa mengaum dan di sambut oleh tepuk tangan orang orang ,, puti juga ikut tepuk tangan
"Kita harus cepat" bisik hadi ,, puti menggeleng
"Semakin cepat kau bergerak ,,, semakin lama nantinya" kata puti
Puti melihat ada panda di sana ,,,
Puti juga melihat kalau panda ini sedikit tidak beres ,, tetapi dia memandang dengan kagum ,, panda tersebut memandang puti
"Graaa" panda itu berteriak atau apalah sebutan untuk panda dan dia lari dari sana ,,
Puti arah jalan ,,, dia dan hadi berpencar
Kebetulan puti kebelet pipis jadi dia cari toilet dan dia menemukanya ,,
Skip saja ,, puti merasa lega habis pipis ,, tapi dia belum keluar dari kamar toiletnya ,,,
Dia sedang mendongak memandang kipas angin ,,
Kipas angin ini biasa saja tetapi ada sesuatu yang membuat puti merasa tidak biasa ,, puti memandang terus dan dia baru tau kalau pinggiran kipas angin ini tajam sekali ,,
Puti mendengar ada orang masuk dan puti bersembunyi ,,
"Klekk" tiba tiba terdengar sesuatu dan orang tadi tidak terdengar kembali ,,
Puti memutar mata ,, dia keluar dengan perlahan dan berindap indap ke kamar pojok sana yang terlihat paling kotor ,,,
Puti menutup hidung karena baunya sialan ,, dia mengawasi kesana sini ,, sudah lama tidak di pakai ,, tapi puti melihat kran yang di situ mengkilat ,, bukti bahwa sering di gunakan ,,
Puti memutar kran tersebut perlahan dan munculah sebuah lubang di dinding ,, puti masuk kesana dan pintu tersebut lantas tertutp
Puti berjalan dengan berindap indap ,, tidak jarang dia menemui orang orang sialan dan kalau begini puti langsung sembunyi
",,, Setengah jam lagi paketnya akan segera datang" terdengar sebuah suara ,, awalnya puti tidak tertarik ,,
"Berapa kepala?" Tanya sebuah suara yang lain ,,
"Tiga belas gadis dan sembilan pemuda" jawab suara pertama tadi
Puti lansung meloncat ke atas karena tiba tiba ada sebuah sinar berwarna abu abu menyerang dirinya
"Penguping keparat" bentak suara tadi sambil memukulkan tanganya lagi ,,
"Blarrr" terdengar suara ledakan ,,
Puti meloncat sambil memukulkan tanganya ke depan dan beberapa sinar kecil berwarna ungu melesat ke depan
Si orang yang rupanya cukup hebat ini memutar tanganya dan sinar sinar ungu tadi telah kena dia tangkap ,, rupanya itu adalah beberapa bola bola ungu ,,
Sekarang dia tersenyum mengejek ke puti ,, dengan mengejek pula dia menunjukan sepak bola milik puti yang berada di sela sela jarinya itu ,,
"Ilmu seperti ini sudah di gunakan lancang ,, cepat menyerah dan layani aku orang" kata si sialan ini ,,
Puti menjungkitkan alis kirinya dan terdengar suara tit tit tit dan terlihat sebuah ledakan ,,
Rupanya bola bola ungu tadi adalah granat kecil ,, itu adalah buatan hadi ,, akan aktif sendiri setelah sepuluh detik di lempar
Puti sudah ketahuan kedatanganya dan sekarang dia di keroyok oleh orang orang berjubah sialan itu ,,
Puti tidak gratis di panggil walet dua satu dua ,, dengan lincahnya dia bisa mengelak kesana kemari ,, apalagi dia sekarang menggunakan langkah bintang ,, dia bisa loncat dari tembok ke tembok dengan ini ,,
Kadang dia memukulkan tangan untuk menghajar beberapa orang
"Berhenti" tiba tiba terdengar suara ,, suara ini tenang ,, tetapi mengandung wibawa yang kuat ,,
Semua diam dan memberi jalan ,,
Puti sekarang bertemu dengan seseorang setengah baya yang mukanya klimis cakep ,,
"Kalau kau sayang kawan kawanmu maka ikut aku" kata si sialan ini yang membuat puti mengerutkan kening
Tanpa banyak bicara dia mengikuti si sialan ini ,, agak jauh juga sih tempat tujuanya ,,
Sekarang puti berada di sebuah tempat yang mirip kandang ,, ehm ,, lebih mirip bui maksud penulis ,,
Puti menengok kesana kemari dan dia melihat beberapa manusia yang di kurung di sana ,,
Si sialan itu berhenti, puti juga ,,
"Silahkan duduk" kata si sialan ini dengan tersenyum
Puti menengok kesana sini dan dia tidak menemukan kursi
"Apa maksudmu?" tanya puti
Si orang ini tertawa
"Tentu saja maksudku adalah kau harus santai" kata si sialan ini
Puti mengangguk
Si orang ini tertawa dan dia menjauh beberapa langkah dari puti
Kemudian dia menunjuk ke sebuah sel tahanan yang unik ,,
Sel ini di gantung ,, di bawah sana ada besi besi yang meruncing ke atas ,, siapapun yang sampai jatuh ya jangan harap bisa hidup
Puti melihatnya ,, dia melihat seseorang dan sebuah mahluk kecil
Itu adalah hadi dan si hamster
"Bagaiana kabarmu?" tanya puti
Hadi tertawa getir
"Seperti yang kau lihat" kata hadi
Puti memandang si sialan
"Perkenalkan ,,, aku hadson pemilik tempat ini" kata si sialan
Puti tertawa
"Nama yang bagus ,, biar ku panggil kau bison saja" kata puti
Si bison tertawa saja ,, rupanya dia cukup sabar ,,,
Dia bertepuk tangan dan munculah dua orang gadis cantik
"Sebenarnya apa niatmu?" Tanya puti dengan tenang
Si bison itu menarik nafas duluan
"Sebetulnya ,, kami sedang butuh karyawan entah itu karena kami paksa atau bagaimana ,, kebetulan kami tertarik denganmu" kata si sialan ini ,, maksudnya sudah jelas ,,
"Jadi aku akan di paksa ya" puti berkata dengan hambar
Si bison sialan ini mengangguk ,,
"Kau bisa sebut seperti itu ,, begini saja ,, bagaimana kalau kita gunakan barter" kata si bison ,,
Puti memikir sebentar
"Bagaimana idemu?" tanya puti
"Tidak sulit ,, kau terima masuk ke kelompok kami dan melakukan apapun perintahku dan temanmu selamat" kata si bison
Puti mengangkat pundak
"Bagaimana kalau aku menolak?" tanya puti
Si bison nampak tertegun
"Entahlah ,, kenapa tidak kau coba?" tanyanya ,,
Alis puti berjingkat mirip orang makan kecut
"Tidak" kata puti langsung
Tiba tiba si sialan itu tertawa dan memencet sebuah tombol ,, sekarang tali pada penjara gantung iniangsung putus ,,
Puti tidak terlihat kejut ,, hal ini di sebabkan oleh hadi yang sudah tidak di sana ,,
Kemanakah si sialan ini? Jawabanya adalah "chacha yang bikin ulah" chacha menerobos lewat lubang udara dan dia secara diam diam mengevakuasi hadi dan hamster tadi dan kembali lewat lubang udara tanpa di ketahui orang orang ini
Sekarang yang terkejut adalah si bison
"Bunuh dia" bentaknya sambil meloncat pergi
Berbareng dengan itu dua gadis yang cantik itu menyerang puti dengan ganas ,,, tampak cahaya kilatan senjata tajam yang membentuk mirip jaring ,,
Puti kaget juga dengan jurus yang hebat ini ,,
Semakin dapat lawan ,, semakin sulitlah lawan itu di kalahkan ,, ini adalah ujar ujar paling penting pada dunia cerita ,,,
Penulis manapun juga pasti akan menggunakan ujar ujar ini
Hanya sial puti adalah adik dari si tanpa sifat ,,
Jadi dia masih bisa saja untuk menyelesaikan ini ,,
Dia mundur selangkah dan senjata tajam milik gadis gadis ini terjepit oleh jari puti ,, ini adalah ajaran seseorang yang juga tergolong hebat ,,
Puti memutar tanganya dan senjata lawan ini sudah patah sebagian
Ya hanya sebagian saja karena dua gadis ini rupanya kuat juga dan mereka mundur ke belakang sambil memukulkan tanganya ke depan ,, sinar biru biru meluncur ke arah puti
Puti mendorong tanganya ke depan dan sebuah ombak berwarna biru berbau harum menuncur ke depan ,,,
Tidak terdengar suara ledakan seperti biasanya ,,, yang ada hanya ombak biru dari udara yang menerjang dengan ganas ,,
Dua gadis itu tentu saja terkejut sekali ,, dengan telak mereka terkena serangan dan mereka pingsan karena sempat mencium bau harumnya ini ,,
Puti memandang dua gadis itu ,,,
"Drrrrrrrr" terdengar suara senjata api dan dengan terkejut puti meloncat mendekat suara ,, reflek yang bagus ,,,
"Hehehe ,,, gadis cantik ,,, menyerahlah" terdengar suara orang
Puti menengok dan dia menemukan seorang yang kekar sekali.
Si kekar ini menggunakan senapan mesin ,,
Dan sekarang dia menembak ,, tentu saja puti harus sembunyi
"Drrrrrttt" suara tembakan berhenti ,,
Puti ingin keluar tapi dia lantas teringat sesuatu ,,
Kebetulan dia melihat kain ,, sekarang dia melemparkan kain tersebut dan benar saja ada sebuah peluru yang menyambuti ,,
Untung puti tidak tertipu oleh siasat peluru belakang ini ,,
"Menyerahlah gadis cilik" teriak si kekar ini dengan tertawa terbahak bahak ,, puti berpikir sebentar ,, dia mengambil benda bulat bulat berwarna ungu dan dia memasangnya di tengah tengah piringan bintang ,, kebetulan tempatnya cocok sekali
Puti memasang sepuluh sekaligus dan dia loncat sambil melemparkanya ke si kekar ,, si kekar ini memiliki ilmu kebal sampai dia menyambuti piringan bintang itu dengan santai ,,
"Clepp clepp" tapi dasar sialan ,, piringan bintang milik puti ini menembusnya ,, puti agak tertegun juga ,, baru tau dia akan kehebatan senjata rahasia milik kakaknya ,,
"Blekk" si sialan itu jatuh
Puti mendengar kesiuran angin dan dia harus menjatukan diri sejajar dengan tanah karena dari belakangnya ada seseorang yang membokong ,,
Orang ini adalah si bison tadi ,,
Tangan si bison ini memegang sebuah pisau yang tajam sekali.
Tidak lupa dia mengirim pukulan maut ke arah puti yang bangkit secara cepat itu ,,
"Sratt sraatt" si sialan ini menyerang dengan tiga kali serangan tusukan ,, puti memutar tubuh seperti bor ke depan dan waktu berada di udara ada sinar berkelebat ke arah si sialan itu, sinar berwarna putih perak ,, udara panas mencar kemana mana ,,
Inilah pukulan sinar matahari ,,
Si bison ini terkejut sekali melihat dhasyatnya serangan ,,
Dia meloncat tinggi dan pukulan sinar matahari masih sempat membuat sepatu beserta isinya meleleh ,,
Dia silamat dari pukulan sinar matahari, tetapi dia tidak selaamat dari yang satunya ,,
Puti dengan kecepatan yang mengagumkan menyambuti si bison ini dengan tendangan ,, dan si bison ini mencelat ke arah belakangnya si kekar tadi ,,
"Blanggg" dia menabrak tembok tapi dia masih bisa berdiri
"Heheeheeh ,, serangan yang mengagumkan ,, tapi masih lemah" kata si sialan ini dengan terbahak bahak ,,
Puti menjingkatkan alis kirinya ,,, dan yang terdengah hanya ,, mak demmm ,, piringan bintang yang di lemparkan puti tadi menembus si kekar dan menancap pada tembok di belakangnya
Pertarungan puti dan si sialan ini tadi juga begitu singkat dan pas sembilan detik si bison itu terlempar pas di tempat piringan bintang, walau tidak tentang si sialan toh tetapi puti telah memasang peledaknya di sana ,,
Dan si sialan ini mampus dengan sialan sekali ,,,
Puti berjalan bersama hadi ,,
Di pundak hadi ada seekor hamster ,,
Di heler puti ada chacha ,, si chacha dan si hamster ini berbicara cakap dengan gembira ,,
Puti dan hadi juga kadang ngobrol ,,
",, Dan setelah dia mati aku lalu menelfon polisi ,, tak jarang aku menghancurkan pintu keluar masuk di tempat rahasia itu" kata puti bercerita ,, hadis tertawa ,,,
"Kau sudah membuat orang orang itu jera dan kau telah naik skil jauh lebih tinggi dari apa yang pernah ku mimpikan" kata hadi
Puti tertawa
"Dulu toh aku juga hanya anak anak saja, jadi ,, kemampuan demi kemampuan harus di asah dulu" kata puti sambil berhenti berjalan ,, hadi mengangguk dan tersenyum
"Sampai jumpa" kata hadi sambil berjalan ke arah sebuah parkiran
Dan dia memasuki sebuah mobil dan pergi dari sana ,,
Puti menghela nafas ,, dia merasa agak kesepian juga setelah di tinggal kawanya ,,,
Puti membalikan tubuh dan dia melihat seseorang di sana ,,,
Seorang gadis ,, gadis yang manis sekali wajahnya ,,
Dia membawa sebuah pedang mirip katana di pinggang belakangnya ,, di lihat dari matanya sudah jelas bahwa dia orang persilatan ,, yang sial adalah jarang sekali ada orang yang terang terangan mengaku orang persilatan ,, entah itu secara langsung ,, atau secara tidak langsung ,, ,
Membekal pedang dan alat bertarung secara terang terangan ,, ini adalah mengakui secara tidak langsung bahwa dia orang persilatan
"Hei sobat ,, sembunyikan pedangmu ,, ini adalah zaman modern ,, kau akan di buru habis habisan oleh petugas negara" kata puti menegur ,,,
Si manis ini tersenyum ,,
"Apakah sudah ceramahnya?" Tanya si manis
Puti mengerutkan kening dia tidak menjawab ,, malas dia mau bicara dengan orang yang seperti ini ,,
"Apakah kau walet dua satu dua?" Tanya si manis ini
Puti diam saja ,,, kan sudah di bilang kalau dia malas jawab
"Perkenalkan ,, aku adalah si pedang embun pagi" kata si gadis ini dengan tersenyum ,, puti mendengus
"Apakah sudah selesai interviewnya?" Tanya puti ,,
Si manis tertawa masam ,,
"Aku tidak suka bicara dan tidak suka basa basi ,, cepat cabut senjatamu dan aku akan membunuhmu" kata si pedang embun pagi ,, puti memutar mata ,, dengan ogah ogahan dia menarik sebuah cambuk yang sudah pasti bukan cambuk ,, melainkan seekor ular, , ya chacha yang sekarang sudah memakai baju zirahnya ,,, kalau si ular sudah memakai baju zirah ,, senjata macam apapun jangan harap bisa melukainya ,,
Si ular ini sekarang mulur menjadi lebih panjang ,,,
Pedang embun mengerutkan kening
"Walet dua satu dua kan memakai senjata pedang naga suci? Tapi kenapa dia memakai cambuk yang aneh ini? Apa aku salah orang" batin si sialan ini ,,
Puti juga berpikir
"Orang ini cukup memiliki kegagahan yang bagus ,,, aku bisa membatasi pergerakanya" batin puti,
"Oh iya ,," puti buka suara ,,
Si manis itu memandangnya dengan tersenyum saja ,,
"Aku agak ragu dengan kepandaianku ,, bisa saja aku akan mati ,, jadi ,, bagaimana kalau kita bertaruh?" Tanya puti dengan santai
Pedang embun ini berpikir sebentar
"Bagaimana taruhanya?" tanya dia
"Kalau kau menang maka aku mati ,, kalau kau kalah maka kau harus menjawab semua pertanyaanku sampai aku lega" kata puti
Hingga lega ,, kalimat ini agak sialan ,, tetapi si pedang embun mengangguk ,, ini tanda bahwa dia setuju ,,
"Ku tau kau orangnya licik ,, jadi aku tak akan sungkan lagi" kata si pedang ini dengan tersenyum
Puti mengangguk ,, dia mengibaskan "cambuk" miliknya dan terdengar suara yang nyaring
Si pedang embun mencabut pedangnya dengan perlahan
Gayanya perlahan sekali ,, seolah dia orang yang tidak pernah pegang pedang ,,
Puti mengerutkan kening
"Setiap tindakan ada maksud ,, tapi yang ini unik sekali" batin puti ,, dia memegang leher chacha dan sekali lagi dia mengibaskan "cambuk" ini ,, tetapi ,, sebelum cambuknya berbunyi ,, puti tiba tiba merasa skeptisnya gelap ,,, dia terkejut sekali ,,
Ini adalah ilmu sihir ,, puti terkena sihir yang membuat skeptisnya buta sementara ,,
Pedang embun tersenyum ,, dia meluruskan pedangnya ke depan dan dia menunggu bunyi cambuk puti untuk meluncurkan serangan ,,
Dia cerdik sekali ,, dia tau kalau orang persilatan menggunakan telinga untuk mata kedua ,, dia sudah tau bahwa suara dari cambuk puti tadi sangatlah keras dan ini cukup untuk membantunya meraih keberhasilan
"Tarr" cambuk ini berbunyi nyaring dan si sialan ini sudah berada di depan puti dengan gerakan yang luar biasa cepatnya ,, pedangnya mengancam jantung puti dengan kevepatan yang mengagumkan ,,
Ini adalah saat paling bahaya untuk puti dan ,,
Tamat ^ _ ^ ,,
episode selanjutnya
dendam andromeda
Novel lainnya:
Comments
Post a Comment