Pengarang : Gaplek Tralala
Judul : pengejar Masa Lalu
Seperti yang MUNGKIN pernah kau bayangkan ,,
Anggap saja sebuah imajinasi ,,
Berbicara soal imajinasi ,, penulis punya beberapa tehnik khusus
Berimajinasi ,, itu adalah penggabungan dari "ber" yang merupakan kalimat kerja ,, dan imajinasi juga kalimat abstrak ,,
Pengartianya juga sialan ,, "ber" adalah sebuah kalimat kerja yang "sedang di lakukan" atau "telah di lakukan" ,, sedangkan imajinasi adalah sebuah pemikiran yang bersangkutan besar dengan hayalan
Hanya saja ,,, sembilan dari sembilan setengah orang di dunia ini salah mengartikan imajinasi ,,
Mereka pikir ,, imajinasi dan hayalan itu sama padahal ini salah sekali ,, saangat salah ,,
Penulis menghayal bahwa penulis bisa terbang ,, tidak ada yang akan bisa menyalahkan penulis karena hayalan itu melebihi wanita yang "selalu benar" ,, bahkan tak berlebihan jika penulis menghayal "aku bisa menghancurkan gunung dengan satu tiupan santai" ,, tak ada yang berlebihan dari hayalan karena hayalan itu hanya sebuah omong kosong belaka ,,,
sekarang coba
Penulis berimajinasi bisa terbang tanpa bantuan apapun ,,
Mungkin penulis bisa gila sebelum penulis menghayalkanya ,,
Kau tau kenapa? ,, Imajinasi adalah sebuah titik realita yang bisa di wujudkan ,, dan imajinasi juga sebuah titik hayalan yang bisa di wujudkan ,,
Hal ini jauh lebih sulit dari hayalan ,, yaa ,, kau tau? ,,
Kau harus mencari hayalan yang sangar dan kau harus menemukan sebuah jalan agar hayalanmu bisa terujud ,, dan lagi ,, kau harus mencoba sampai titik hayalanmu itu terujud ,,
Inilah imajinasi ,,
Hayalan itu sebenarnya ada beberapa jenis yang penulis malas menghitungnya ,,
Jenis pertama adalah menghayal masa sekarang ,,
Misalnya saja kau berada di kamarmu ,, dan kau menghayal yang begitu begitu ,, perlukah penulis memberi contoh? ,, Tak usah lah ,, mungkin ada bocah di bawah umur yang membaca tulisan penulis
Jenis kedua adalah menghayal masa depan ,,
Misalnya kau menghayal ,, jika nanti ketemu setan ,, ane bakal manggil goku biar di kamehameha atau memanggil naruto agar mengeluarkan rasengganya atau kalau bisa ,, ane bakal mengeluarkan pukulan kucrut menginjak kotoran misalnya ,,,
Kau mungkin pernah menghayal sejenis ini ,, dan realitanya kau lari terbirit birit sampai terkentut kentut ketika melihat setan ,,
Aaaastagaaa "keluh penulis sambil tepuk jidat
Jenis ketiga adalah menghayal masa lalu ,,
Kau pernah pacaran? ,, Ah tidak tidak ,,, ada satu persen di dunia yang belum pacaran sama sekali ,, eeee ,, sekarang penulis berpikir ,, okee ,, penulis dapat ide untuk bahan penjelasan ,,
Kau pernah kehilangan duit? ,, Du dunia ini tidak ada yang tidak pernah ketemu hal ini ,, dan mungkin waktu itu kau saaangann membutuhkan uang yang hilang tersebut ,, dan tiba tiba kau menghayal
"Andai aku tadi menjaga uangku dengan baik" mungkin begini ,,
Kau mungkin pernah ,,
Atau yang lebih sering ,,
Kau kehabisan uang ketika butuh ,,, dan kau menghayal
"Andai dulu aku menabung ,, pasti sekarang aku tak se susah ini" mungkin tepat seperti ini ,, mungkin agak nyrempet ,,,
Akui sajalah ,,
,,
Penulis selalu memulainya dengan hal yang tak menarik seperti penjelasan di atas ,, hal ini penulis sengaja untuk memilih pembaca ,,
Pertama adalah ,, penulis ingin memiliki pembaca yang sabar
Yaaa ,, orang sabar biasanya bisa menetralisir sebuah kesalahan dalam tulisan penulis ,, pembaca yang sabar biasanya mau menyumbang kritik yang enak di dengar ,, yaaa ,, hatters atau apalah itu ,, sangat menyakitkan hati: v ,, dan penulis kadang sebal kepada mereka yang mengkritik secara global bukan secara "salahnya di sini" ,, walau ini sudah resiko tapi toh lebih baik berjaga dari pencurian ,,
Kedua adalah ,, penulis ingin memiliki pembaca yang peduli ,,
Yaa ,,, penulis ingin menyempatkan berbincang tentang perbedaan ,, eeee ,, mungkin perbedaan pendapat ,, mungkin filsafat ,, atau filosofi ,, dan orang yang peduli biasanya membenarkan (memperbaiki) kesalahan penulis di beberapa tempat dan mungkin menyebarkan kalimat baiknya ,, penulis tak peduli berapa yang membaca buku ini ,, penulis hanya ingin beberapa kalimat bijak yang yaaa ,, kebanyakan hanya meniru itu bisa menyebar ,,
Ketiga adalah ,, penulis ingin memiliki pembaca yang cerdas ,,
Ini bukan karena apa ,, tapi karena adegan berikut ini cukup banyak yang melenceng dari hal benar ,, dan orang bijak punya pendirian masing masing ,, tak meniru adegan di bawah ini ,,
Mungkin terdengar GR ,, tapi ayolah ,, kau lihat saja sekelilingmu ,, penulis berani bertaruh bahwa sedikit banyak orang orang (tak semua tapi tak sedikit) yang meniru sinetron sinetron sialan ,,
fitur orang bijak adalah masih mau membaca tulisan paling atas dari penulis ,,
Dan sekarang ,, selamat membaca ^ _ ^ *
Alfan, dia pingsan setelah bertarung dengan si leher ular ,,
Rangga juga demikian ,, dia masih pingsan setelah berkelahi dengan si orang misterius ,,
Dua orang ini tak tau kalau mereka di temukan oleh beberapa orang pedalaman dayak ,,
Orang berpikir orang dayak pedalaman kalau bertemu dengan orang asing langsung ganas, heh ,, jika memang benar demikian, mungkin penulis sudah mati sekarang,
Orang orang ini tegas dan tak mau di ganggu saja ,, dan mereka punya welas ,, apalagi kepada orang yang terluka ,,
Penulis juga pernah seperti ini ,, dan syukur penulis di tolong oleh mereka ,, thanks to Dayak kalimantan - borneo - indonesia ,, semoga panjang umur dan lancar rizki ,, terimakasih ,, ^ _ ^
lanjut ,,
Alfan dan rangga di bawa ke desa mereka ,,
Perkampungan ini tak jauh dari istana rupanya ,, dan ini adalah titik yang tadi tak di lewati oleh orang orang istana ,,
Alfan dan rangga di rawat karena mereka demam parah ,,
Tapi akhirnya rangga bangun duluan setelah tiga hari pingsan ,,
Awal awal yang dia lakukan adalah menangis ,, yaa ,, kau ingin tau kenapa dia menangis? ,, Baca aja episode sebelumnya ,,
Rangga tiba tiba berhenti menangis ,, dia memandang alfan
"Kita berpisah di sini ,, dua tahun lagi akan ku cari kau kawan" kata rangga dengan menarik nafas ,, dia pergi dari sana seorang diri ,,
Dua hari selanjutnya alfan bangun ,, memar di tubuhnya masih belum hilang seluruhnya ,,, saran saja ,, luka dalamnya lebih parah dari rangga ,, dan luka dalam berbeda dengan luka luar
Dia di kabari semua tentang rangga yang pergi duluan ,,
Alfan menghela nafas ,, si sialan itu kalau mau pergi ya langsung pergi ,,
Alfan berdiam sehari lagi di sana dan dia minta izin pergi ,,
Karena pulangnya dia sopan ,, suatu hari jika dia datang lagi juga di sambut dengan seolah penduduk lokal ,,
Alfan mengambil bekal yang dia taruh di bawah pohon dulu
Semua utuh tinggal milik rangga yang tak ada ,,
Alfan menghela nafas ,, dia mengambil barangnya saja dan dia berlalu dari sana ,,
Rumah adalah tempat berlindung terbaik ,, kalimat ini agaknya benar ,, hanya saja alfan melengak ketika menemukan rumahnya hanya tinggal rumah kosong dengan banyak bercak darah di sana sini ,, alfan mengecek darah tersebut ,,, ada seminggu kira kira ,,
"Ah sudahlah" batin alfan menghela nafas ,,, dia pergi lagi dari sana ,, dalam hati dia tak tau harus menyalahkan siapan dan untuk apa menyalahkanya ,,
2
Alfan teringat seseorang ,,, seorang kenalan ,, entah kenalanya itu masih ingat atau tidak kepadanya ,,
"Roni" batin alfan dengan tersenyum ,,
Seorang pemuda sedang menatap pancingnya dengan murung ,,
Dia memakai pakaian yang sudah sangat tidak layak ,, bau pula ,,
Badanya kurus sekali ,, banyak panu pula ,, dasar orang sialan ,,
Tapi jika di lihat dari giginya yang putih ,, seharusnya dia merupakan orang yang rajin bebersih ,,,
Dia sedang memancing di sebuah sungai besar yang sialan ,,
Sungai ini lumayan dalam ,, hanya saja tak terlalu jernih ,, saran saja ,, akhir akhir ini musim hujan membuat pasir sungai harus di panen petani pasir ,,
Biasanya waktu begini ,, ikan itu banyak, tapi entahlah, penulis belum pernah memancing seperti ini ,,
Si pemuda ini sudah beberapa jam tak dapat ikanya ,,
Dia dari tadi menunggu dengan sabar, dan sekarang dia sudah tak sabar, dia mengangkat pancingnya dan dia mendelik melihat kail pancingnya tak ada pada senar
"Ooh jangkrik ,, pantesan gak dapet ikan" kata si pemuda ini dengan mengelus dada ,,
"Kau salah mengikat simpul" terdengar suara dari sebelahnya ,, si pemuda ini sebenarnya kaget dan secara reflek dia menggeser kaki dan menyabetkan pancingnya ,, tapi ada sebuah kain mengenai mukanya ,,
"Ciaaatttt" si pemuda sialan ini mengobat abitkan pancingnya ,, tapi tidak ada serangan lagi ,,
Dia mengambil kain yang menutupi wajahnya tadi tapi tak membuangnya ,, dia memandang ke depan ,, dia melihat seorang pemuda sedang bersandar santai di tembok sambil merokok ,, dia adalah alfan yang sedang senyum senyum
"He broo ,, kau baru datang tak salam tak permisi dan melempari mukaki dengan pakaian sialan ini ,, apa kau tak merasa keterlaluan?" Tanya si sialan ini ,,
Alfan tertawa pendek ,,
"Roni ,, dari jaman gak enak sampai jaman kiamat ,, elu juga begini begini saja ,, kagak ada yang berbeda" kata alfan dengan bahasa yang sama dengan si pemuda tadi yang rupanya orang yang alfan maksud ,, roni ,,
Roni memandang alfan dari bawah sampai atas ,, dia masih lupa siapa yang datang ini ,,
"Heh ,, lupa ya ,, kalau saja kau ingat bocah yang minta kau ajari memancing dan si bocah mengobat abitkan pancing sampai kailnya tentang pantatmu" kata alfan dengan tertawa pendek
Si roni langsung mendelik ,,,
"Kau kucrut sialan rupanya" kata roni dengan mendelik ,,
Alfan tertawa pendek sambil mengangkat alisnya ,,
Dia tau kalau temanya belum sepenuhnya ingat ,, kalimat kucrut memang julukanya dari si sialan ini ,, tapi sebelum si sialan ini menyebutkan nama orang yang asli itu tandanya si orang belum ingat benar ,,
Beberapa menit kemudian si roni baru tertawa
"Yayaya ,, mulai gue ingat ,, elu alfan kan" kata roni dengan tertawa ,, alfan baru tertawa sekarang ,,
Tikar di gelar ,, alfan tadi membawa makanan ,, dan mereka makan bareng sekarang ,,
"Kerja apa elu sekarang?" Tanya roni sambil masih makan ,,
Alfan berdehem ,,
"Gue mah kagak kerja ampe sekarang" kata alfan ,, yaa ,, sejujurnya dia memang tak bekerja lagi ,,
"Elu dapet duit dari mana?" Tanya roni ,,
Alfan tertawa ,,
"Ini hasil tabunganku dari dulu ,, elu kerja apaan?" tanya alfan
Roni menelan sisa nasinya yang terakhir ,, dia minum dulu ,,
"Kau bertanya atau menyelidiki?" Tanya roni ,,
Alfan berpikir
"Tak seperti biasa ,, dia adalah orang yang ceplas ceplos" batin alfan ,, di luarnya dia menjawab santai ,,
"Gue tanyak bukan nyelidikin ,, tapi terserah kau mau anggap yang mana ,, menurut gue ,, elu kerja ato kagak juga nggak penting" kata alfan dengan arti yang sulit di mengerti ,,,
Roni berdehem ,,
"Gue kerja jadi pembunuh bayaran" kata roni yang membuat alfan tercengang ,, dia memandang roni sampai kepalanya miring miring
"Kau itu gila atau sinting?" Tanya alfan ,,
"Gue mah gitu orangnya" kata roni dengan nyengir
"Pembunuh bayaran biasanya punya banyak duit ,, tapi kalau di lihat dari dirimu seharusnya aku tak percaya" kata alfan ,,
Roni tertawa saja ,, alfan tertawa juga ,,
"Pekerjaan seperti itu buruk kawan" kata alfan ,,
Roni menghela nafas
"Itu yang orang katakan ,,, sedangkan mereka tak tau" kata roni
Alfan menghela nafas ,, sejujurnya memang dia tak tau apa apa tentang hal ini ,,
"Kami adalah kelompok DDF ,, sebut saja begitu ,, gerakan kami sangat rahasia ,, dan kami di pilih, asalkan orang itu setia kawan dan bisa membunuh secara trampil ,, maka dia akan di terima ,, kau tertarik?" Tanya. Roni ,,
Alfan tercengang juga ,, dia tak menyangka kalau datang datang dia langsung di tawari pekerjaan beginian ,,
Kalimat menolak sudah keluar dari kerongkongan tapi lidahnya tiba tiba mementalkan kalimat menolak tadi ,,
"Aku butuh tim ,, dan orang setia kawan akan sangat membantuku ,," batin alfan dengan berpikir keras ,,
"Baiklah ,, bagaimana interviewnya?" Tanya alfan,
Roni tertawa pendek ,,
"Kau menanyakan interview? Kau akan mendapatkanya" kata roni
Istana DDF ,, istana ,, yaa, penulis merasa aneh juga menulis nya
Markas DDF berada di tenggara dari tengah kota ,,
Tempat ini lebih mirip kebun ,, yaa ,, penulis makin tercengang ,,
Kebun ini penuh dengan bunga ,, kau bisa menemukan bunga apapun di sini ,, alfan menengok ke kanan kiri memandang bunga ,, di sebelahnya ada roni yang memakai pakaian baru yang di belikan alfan tadi ,,
3
"Pertama adalah ,, kau harus berhati hati pada beberapa orang" kata roni dengan tersenyum ,,
"Ya ya ya" kata alfan ,,
"Dia ,, namanya supri ,, dia ahli dalam membuat perangkap ,, hati hati dengan capingnya karena benda itu tajam di beberapa sisi" kata roni sambil menunjuk seseorang ,, seorang berumur tiga puluhan ,, wajahnya terlihat ramah ,, dia memakai caping sambil merawat bunganya ,, bunga Angrek yang di tanam pada sepat kelapa yang basah ,,
"Yang dia adalah innterview keduamu ,," kata roni ,,
Alfan memandang yang di maksud ,, seorang gadis seumuran denganya ,, alfan melihat ,, dari garis garis kehidupan di wajah si gadis ,, alfan bisa menyimpulkan si sialan itu telah mengalami pahit getir kehidupan ,,
"Asalkan dia ada senjata ,, dia berhak meremehkan siapapun ,, dan harus kau ingat ,,, benda apapun bisa menjadi senjatanya" kata roni dengan serius ,, alfan mengangguk
"Dan lagi" sambung roni ,,
"Dia keras kepala sekali" sambungnya ,,, alfan berpikir sejenak ,, dia ada ide ,,
Mereka masuk ke dalam rumah kaca ,,
"Sekarang kita naik ke tingkat selanjutnya dalam menjelaskan" kata roni ,, alfan mendengarkan saja ,,
"Biasanya dia menjadi lawan pertama ,, tapi juga bisa jadi lawan terakhir ,, dia hebat dalam jarak dekat dan menengah ,, hati hati kau dengan caranya bertarung ,," kata roni ,, yang di tunjuk adalah orang yang terlihat penyakitan ,,, memang penyakitan ini orang ,, alfan juga sempat heran ,,
"Sekarang mari kita ke markasnya" kata roni ,,
Dia berjalan ke sebuah tangga ,, alfan mengikutinya ,, loteng ini memiliki kamar kamar yang cukup berantakan ,,
Roni berjalan ke jendela dan membukanya ,, dia menarik sisi jendela ,, dan ada suara "cklek" ,, lalu roni membuka lemari dan menyibak nyibakan pakaiannya ,, terlihat sebuah celah pintu ,, roni mendorongnya dan terlihat tangga ,,
"Setiap ruangan memiliki desainya sendiri" kata roni ,,
Ruang demi ruang di telusuri ,, kadang kalau bertemu orang ,, alfan juga bakal di kenalkan ,,
Sebuah ruang yang penuh dengan pintu di sana sini ,,
Mereka berhenti di depan pintu yang berbeda ,,
Roni membukanya dan terdengar suara berisik ,, rupanya ruang kedap suara ,,
Di sana ada sebuah arena luas yang di tonton oleh orang tak sedikit ,, banyak yang keluar dengan babak belur ,,
"Tunggu di sana" kata roni menunjuk meja ,, alfan mengangguk, dia menunggu di sana sambil menyulut rokok ,,
Dia juga menonton pertarungan ini ,,
Sekarang giliran seorang pria yang membawa pisau ,, entah dia siapa alfan tak tau, dan dia tak peduli ,,
Si sialan satu ini melawan seorang remaja bertangan kosong ,,
Alfan tertarik dengan tato petir di tangan si remaja putra ini ,,
"Menurutmu mana yang kalah?" Tiba tiba di sebelah alfan ada suara seorang gadis ,, alfan bukan orang yang gampang kaget ,, dia juga tak kaget ,, dengan rencana dia menggeser skeptisnya dan dia memandang sebuah wajah cantik ,, si sialan ini berumur sekitar dua puluhan ,, di lihat dari body ,, si gadis sialan ini pasti sudah matang,
Alfan berpikir sebentar ,,
"Aku memilih pemuda itu" kata alfan ,,
"Kita bertaruh" kata si gadis ,, dia mengeluarkan koper berisi uang
"Dua milyar agaknya cukup" kata si gadis itu lagi ,,
Alfan tak suka bertaruh ,, tapi untuk menolak secara tiba tiba juga dia tergolong sungkan ,,
Alfan mengeluarkan kartu atm ,,
"Dua milyar sih kecil" kata alfan ,, si gadis tertawa,
"Berapa isi kartumu?" Tanya si gadis
"Sekitar enam puluh" kata alfan
Si gadis berpikir sejenak ,, kemudian dengan tertawa dia mengambil cek dan menambahkan lima puluh delapan ,,
"Begini saja" kata si gadis ,, alfan memutar mata ,,
Dia masih ada satu atm lagi ,, tapi untuk seperti ini juga rasanya seperti di tampar enam belas kali tak membalas ,,
Tapi dia akhirnya mengangguk saja ,,
"Deal?" Tanya si gadis
"Setuju" jawab alfan ,,
Pertarungan antara si pisau dan si tato petir sudah berjalan sari tadi ,, si pemuda sudah menerima beberapa sobekan di tubuhnya dan si pisau belum sama sekali ,,
Sekarang si pisau menusuk ke depan ,, si tato petir mundur mundur ,,
Si pisau menyeringai dan menerjang sambil menyerang kalang kabut ,, si tato petir sudah terpojok ,, si pisau makin menyeringai, dengan sepenuh tenaga dia menusukan pisau tajamnya ,, si pemuda diam ,, kurang sejengkal lagi pisau tajam menembus dadanya ,, tiba tiba dia meloncat ke kiri ,,,
"Clakkk" pisau menancap di dinding dan tentu saja mencabutnya tak semudah apa yang di bayangkan ,,, dan di sini tiba tiba si tato petir memukul leher si pisau
"Klek" terdengar suara seperti ini yang cukup nyaring ,, dan si pisau mampus di tempat ,,
Si tato petir tertawa pendek ,,
Si gadis yang bertaruh dengan alfan tak bisa tertawa lagi ,,
Tapi ,, dari tadi alfan tak mengawasi arena ,, dia memandang ke sebrang sana ,, dimana ada seorang kostum ninja yang di punggungnya ada pedangnya ,, si sialan ini menyuplai senjata api yang pasti merakit sendiri karena alfan belum pernah melihat senjata seperti itu, , tapi di lihat dari bentuknya megazine, pasti ini sejenis sub mechine ,,
Si ninja sialan ini memiliki wajah dingin dengan mata yang memandang orang seperti tak memandang saja ,,,
"Kau kalah" kata alfan tiba tiba ,,
Si gadis membanting bolpoin dia mengeluarkan senjata api dan langsung mengarahkan ke kepalanya ,, hanya sayang tanganya terasa sakit sekali ,, rupanya ada peluru yang bersarang di pundaknya
Alfan tak mendengar ada suara ,, orang orang juga tidak ada yang sadar ,, si gadis awalnya tak sadar ,, bahkan pelurunya pun mungkin tak sadar jika dia di lontarkan dari wadanya ,,
Tapi alfan bahkan melihat peluru lewat di depan hidungnya ,,, sedikit pipinya tergores seperti terkena senjata tajam
Dan lagi ,,, alfan tau siapa yang membidik ,, ya si ninja tadi ,,
Diam diam dia kagum dengan jitunya si sialan itu menembak ,,
Dia belum sampai ke tingkat sana ,,
Si ninjapun memandang alfan dengan udara ,, alfan malah menyempatkan tersenyum kepada si udara ,,
"Sial" desis si gadis sambil membalikan tubuh ,,
Alfan berdehem
"Begini saja" kata alfan, si gadis berhenti dan membalikan tubuh
"Ada apa?" Tanyanya hambar ,,
"Kau bisa ambil uangmu" kata alfan dengan angkat pundak ,,
Si sialan itu memandang alfan dari bawah ke atas
"Kau tak mirip orang cabul ,," katanya
"Lalu?" Tanya alfan agak tercengang juga ,,
"Biasanya aku bisa membaca pikiran seseorang ,, tapi untukmu aku menyerah saja" kata si gadis membalikan tubuh lagi ,,
"Kau salah sangka" kata alfan ,,
Si gadis berhenti lagi dan membalikan tubuh lagi
"Bicara yang jelas" katanya ,,
Alfan berdehem
"Di sini ,, hargamu yang paling mahal itu berapa?" Tanya alfan ,,
Kalau di tempat lain dan kepada orang lain ,, mungkin orang tersebut bakal tersinggung ,, tapi alfan walau tak pintar ,, dia cukup cerdik dalam suasana
"Harga tertinggiku ada sekitar satu saja ,," kata si gadis
"Kau pangkatnya sudah tinggi rupanya ,,, ya kalau begitu kau ambil uangmu lagi ,, dan kau lakukan lima hal yang ku minta" kata alfan ,, si gadis berpikir sebentar ,,
"Baiklah" kata si gadis dan dia pergi sambil membawa ceknya saja ,, alfan tak banyak bicara ,,
Mata alfan menangkap roni ,, si roni sedang memberinya tanda
Alfan berangkat ,,
Ruang lain ,,
Ruangan ini luas juga ,, banyak jenis jenis miras yang sialan
Di tengah ruang ini ada tungku api yang menyala ,,
Alfan masuk ke sana ,, tapi dia tak merasakan panas, entah trik apa yang di pakai dia tak peduli
Di ruang ini ada beberapa orang ,, orang yang pertama alfan lihat adalah si ninja tadi ,,
Orang kedua adalah orang yang mukanya umum sekali ,,
Orang ketiga adalah orang tua yang memegang buku dan bolpoin ,,
Lagak orang ketiga ini macam juragan garam saja ,,
"Inikah anak barunya? Kau kenal dia?" Tanya orang ketiga sambil mencoret bukunya ,,
"Ya ,, dari dulu dia terlihat sama saja ,, pertama aku mengenalnya sampai sekarang ,, yang beda hanya tubuhnya seperti kue masuk panggangan saja ,, empuk" kata roni dan dia dukuk ,, alfan juga ,, dia di sodori segelas ,, di lihat dari bau dan warnanya, pasti ini sejenis miras yang umurnya sudah tua sekali ,,
4
"Kau bisa apa?" Tanya si juragan ,,
"Kau ingin jawaban serius atau asal asalan?" Tanya alfan dengan nyeruput sedikit minumanya ,, si juragan berhenti mencoret ,, dia menutup bukunya malah, agaknya dia tertarik ,,
"Langsung jawab sajalah" kata si juragan ,,
"Baiklah baiklah ,, aku bisa memikat wanita, bisa menghabiskan uang dengan cepat ,, bisa tidur seharian ,, dan yaaa begitulah" kata alfan dengan angkat pundak ,,
Si juragan berdehem ,,
"Kau bilang bagaimana yang pertama tadi?" Tanya si ninja tiba tiba ,, alfan melengak dan hampir dia meloncat ,,,
Yaa ,, dia pertama bilang bisa memikat wanita ,, hal ini dia utarakan karena di sana tidak ada wanita ,, tapi ternyata ,, si ninja adalah ,, perempuan ,,
Dan lagi ,, si sialan ini sudah akan mencabut pedangnya ,,,
"Sudah sudah ,," tiba tiba si juragan mengatakan ,, si ninja dengan kesal memasukan pedangnya yang sudah keluar setengah ,,
Alfan berdehem
"Bagaimana interviewnya?" Tanya alfan ,,
"Kau mendapatkanya nak" kata si juragan dengan tersenyum
Arena ,, arena ini sekarang juga banyak ,, tapi tak seramai tadi ,,
Alfan berdiri di sudut arena ,,
"Lawan pertamamu adalah ,, widia" kata si juragan dari atas ,,
Di sebelahnya juragan ada ninja tadi ,,
Widia adalah seorang gadis sialan yang tadi di katakan oleh roni ,,,
Dia berhak meremehkan siapapun asalkan memegang senjata, dan semua benda adalah senjatanya ,,
Widia turun ke lapangan ,, dia membawa garpu besar yang biasanya di gunakan untuk mengeruk jerami kering ,,
Aturan dalam arena ini adalah ,, tidak bisa keluar arena dan lagi tak bisa memakai aksesoris ,,
Alfan tertawa sambil berjalan jalan mondar mandir
"Kau siap?" Tanya si juragan ,,
"Ting" ada belnya dan tiba tiba si gadis menerjang sembil menyodokan senjatanya ,, alfan meloncat ke samping dan dia menendang kaki si widia sampai si widia ke pleset ,, alfan memegang garpunya dan menariknya sepenuh tenaga sampai lepas dari tangan si widia ,,
Alfan melemparkan senjatanya ke luar lapangan ,, widia mendesis marah ,, dia tidak ada senjata lagi sekarang ,,
"Bukankah bajumu adalah senjata juga?" Tanya alfan ,,
Si gadis memang melepas bajunya ,, terlihat dia memakai baju dalam dan bra ,, yang sialan adalah dia melepas roknya juga ,,
Terlihat celana dalamnya yang berwarna gelap agak panjangan
"Heran ,, ini pertarungan atau perekam film porno sih?" Tanya alfan dengan tertawa, si gadis ini menyerang ,, alfan menepisnya tapi kain adalah benda lunak dan benda lunak anggota menjerat ,,
Tanpa ampun tangan alfan kena jerat ,,
Dan tanpa ampun hidungnya kena jotos mentah ,,
Tapi alfan dapat satu rok perawan ,,
"Wuuu ,, ukurannya seksi sekali" kata alfan sambil membuang rok tersebut ke luar ,,
Tinggal baju sialan itu, dan si gadis sedang berpikir rupanya ,,
Alfan tadi membawa senjata ketika di suruh memilih ,, dan dia kebetulan melihat sumpit ,, dan inilah senjatanya ,, dia hanya mengambil dua pasang sumpit saja ,,
Alfan melemparkan satu sumpit dan si gadis di sana memutar tubuh sampai lolos dari serangan ,,
"Begitu ya caranya dia menghindar ,, baiklah ,, tidak ada kesempatan kedua" batin alfan sambil melemparkan lagi dengan sepenuh tenaga ,,
Si gadis berputar sambil memutar bajunya ,, dia berencana mengambil senjata alfan ini ,,
"Sratt" sayangnya sumpit di lemparkan sepenuh tenaga sampai menembus kainya ,, dan ketika dia berhenti berputar ,, lehernya sudah di todong simpit ,, alfan sedang tersenyum di dekatnya ,,
Sayangnya alfan lupa kalau harus hati hati di depan si sialan ini
Si gadis dengan tiba tiba memutar bajunya dan dia menendang lutut alfan sampai alfan jatuh berlutut dan dengan sekali loncat salto dia sudah berada di belakangnya alfan ,, kainya mengait tangan alfan dan kedua ujung kain di pegang oleh widia ,,
Yang sial adalah ,, sumpit dengan tepat sekali menghadap leher alfan, kalau si gadis berhasil menariknya ,, mungkin leher alfan akan di tembusi oleh sumpitnya sendiri ,,
"Ciaaaat" si gadis berteriak sambil menarik sepenuh tenaga ,,
Alfan juga bertahan ,, energi perempuan yang sedang marah memang mengejutkan ,, dan ini memang terjadi kepada alfan ,,
Alfan terus berpikir ,, tiba tiba dia berbaring ke belakang dan dia menendang kaki si gadis sampai si gadis terjatuh, kain yang di pegang si gadis mencelat ke luar arena dan alfan melihat sumpitnya yang tadi dia lemparkan ke atas belum sudah hampiir menyentuh tanah dengan berputar, , dengan cepat alfan mengambil sumpitnya dan dengan sepat dia menusukan ke sebelah leher si gadis ,, tapi si gadis menendang tanganya sampai sumpit itu mencelat ke arah si ninja dengan lurus dan cepat ,,,
"Srett" sumpit terbelah menjadi dua dengan lurus ,, dia menyabet dengan pisau dapur saja
Alfan menggelinding ke belakang ,, dan berdiri lagi ,, si gadis pun berdiri juga,
Alfan tertawa sambil merapikan celananya ,,
"Wah wah ,, kau cantik sekali kalau begitu" kata alfan ,,
Widia mendengus ,,
"Kau sudah kalah kawan ,," kata alfan
"Aku belum kalah" kata widia ,, alfan tertawa pendek
"Memakai senjata apa lagi? ,, Aku yakin kau tak sudi untuk telanjang bulat" kata alfan santai saja ,, si gadis membanting banting kaki dan dia berlalu dari sana ,,,
"Kau berhasil nak" kata si juragan ,,
"Lawan selanjutnya adalah ,,," si juragan berpikir pikir sebentar ,,
"Aku" kata si ninja tiba tiba dan dia sudah meloncat ke arena ,, semua orang sampai berdiri dan memandang ke arena ,,
"Harap semua orang berada di balik kaca saja" kata si ninja
"Baiklah apa bisa buat" kata si juragan
"Lawanmu sekarang adalam ririn ,," kata si juragan ,,
Orang orang sama memasang sebuah kaca anti peluru untuk berjaga kalau ada peluru keluar ,,
"Agaknya kau sangat benci kepadaku" kata alfan sambil memainkan sebuah lembaran seperti memutar bola basket di atas jari ,, si ririn mendengus
"Ada apa? ,, Apakah kau sudah mulai terpikat?" Tanya alfan dengan tertawa ,,
"Bahkan kau sebenarnya tak becus memikat" kata ririn sambil tanganya berjaga di senjata apinya ,,
"Ini bahaya ,, tapi tak ku dengar suaranya ketika dia turun ke panggung padahal di lihat dari sepatunya yang tebal yang pasti mengeluarkan suara ,," batin alfan dia melihat si ririn mencabut pedangnya yang rupanya tak terlalu panjang dengan tangan kiri ,,
"Jangan jangan sepatu itu tak memiliki alas kaki?" batin alfan
"Apakah sudah siap?" tanya ririn
"Dia belum memilih senjatanya" kata si juragan ,,
"Kau memilih senjata apa? ,, Kau bisa minta apapun" kata si juragan lagi ,, alfan berpikir sejenak ,,
"Minta senjata listrik dua ratus limapuluh vold lebih ,, tak lebih dari limaratus vold" kata alfan ,,
"Empat ratus lima puluh vold ,, apakah hanya itu saja?" Tanya si juragan ,, alfan menangkap yang dia minta ,,
"Perisai kaca anti peluru" kata alfan dan dia mendapatkanya ,,
"Ting" terdengar bell nya ,, alfan merakit kimia yang dia bawa dan dia memanaskan dengan hantaran listrik saja ,,
"Sudah?" Tanya ririn dengan mengejek ,,
Alfan mewadahi kimianya di kertas di bungkus plastik ,,
"Sudah" kata alfan sambil tiba tiba dia melontarkan kartu kartunya ,,, sampai habis dia melontarkan lembaranya yang kira kira ada sekitar tiga ratus lembar lebih itu ,,
Tapi si ririn bisa menangkisnya dan arena ini penuh dengan lembaran besinya alfan ,,
"Hahahaa ,,, hanya Sebegitukah skill mu?" Tanya ririn dengan mengejek ,,, alfan menyeringai ,, dia melemparkan kertas berisi bubuk kimianya ke arah si ninja
"Jangan di tembak" teriak alfan ,, tapi semakin dia melarang ,, ririn semakin melanggar dan ririn menembaknya dengan sangat jitu ,, yang terjadi adalah
"Blukkk" ruang ini di penuhi oleh asap ,,
Rupanya tadi adalah bubuk bom asap ,, dan ini tentu saja bereaksi jika ada api ,, dan peluru mengandungnya walau sedikit ,,
Yang paling lengkap adalah arena ,, yang paling kena susah adalah ririn ,, dan sekarang dia dengan marah menembak ke segala arah ,,
Beberapa saat kemudian asap hilang ,, ririn mencari kesana kemari dan dia menemukan alfan sedang duduk santai dengan rokok ,,
Alfan berlindung dengan perisai kacanya ,,
"Yaa ,, sejujurnya senjataku sudah habis semua" kata alfan
Si ririn tertawa terbahak dan dia maju maju menginjak beberapa lembaran milik alfan yang seolah merata di sana ,,
"Stop stop stop" kata alfan tiba tiba ,, ririn pun tercengang,
"Kau menyerah kah?" Tanya ririn ,,
Alfan menggeleng
"Sayangi nyawamu kawan" kata alfan ,, si ninja belum tau apa yang di maksud alfan ,, alfan mengeluarkan senjata elektriknya yang bisa nyetrum ituloh ,,
"Di larang menggunakan racun di dalam arena saat bertempur ,, apakah kau menggunakan racun?" Tanya ririn tiba tiba ,,
Alfan menghela nafas
"Kau gagal memahami rupanya" kata alfan sambil menempelkan senjata listriknya ke lembaran lembaran yang merata di seluru arena ,,
Besi adalah konduktor terbaik setelah air ,, dan jika konduktor ini saling bersentuhan dengan konduktor yang lain ,, dan konduktor itu di sentuh oleh manusia yang juga konduktor ,, maka manusia itu juga pasti akan kesetrum ,, dan ririn sekarang kesetrum ,,
"Satu, dua, tiga" alfan menghentikan setrumanya di hitungan ketiga ,, si ririn belum pingsan tapi alfan dapat melucuti senjatanya dengan enteng ,,
"Bravo, bravo" di sisi sana si juragan sedang ngobrol dengan seseorang yang sama seperti ririn ,, tapi wajahnya jelas laki laki dan yang ini ramah sekali malah ,,
"Yaa ,, asalkan adiku tak mati ,, aku tak peduli dia kalah atau menang dan aku tak akan turut campur" kata si ninja ramah kepada si juragan ,,
"Tak ku sangka si bocah itu cukup cerdik" kata si juragan
"Ya ,, aku juga tak akan menyangka sampai sebegitu jauh ,," kata si ninja ramah lagi ,,
Sebenarnya alfan juga tak menyangka bisa menang ,, sebegitu cepat pula ,,
Ya ,, namanya otak kalau di pakai ya bakal bagus jadinya ,,
Lawan terakhir alfan rupanya si penyakitan ,,
"Wah wah ,, paman sedang sakit ya" kata alfan, seperti biasa ,, kalau dia bisa mempengaruhi emosi lawan, maka dia lebih mudah memegang pertarungan ,,
Tapi dia kecelik ketemu paman sialan ini ,, dia sama sekali tak marah atau sejenisnya ,, dia hanya tertawa hambar saja
"Ting" suara bell di bunyikan ,, sebelum alfan sempat bicara ,, mukanya sudah di lempengan oleh pukulan si paman sialan ini ,,
"Bukk" alfan menggesot ke bawah dan memukul perut si penyakitan ,, si penyakitan langsung jatuh berlutut karena perutnya kena dengan telak ,,
Alfan menunggu tapi si sialan ini tidak malah bangkit ,, dia malah pingsan dan nafasnya tersendat sendat ,, alfan kaget juga mengetahui hal ini, dia langsung meloncat kesitu dan memberi nafas buatan ,,
"Hweekk" ,, setelah beberapa kali alfan memberi nafas buatan si sialan itu bisa bernafas juga akhirnya ,, alfan lega juga rasanya ,,
Dia memapah si sialan ini keluar dari sana ,, dia di sambut regu pengobatan ,,
"Wah ciuman yang bagus sekali ya" tiba tiba di sebelah alfan ada yang mengatakan, alfan sampai kaget ,, rupanya ririn orangnya ,,,
Alfan mengusap dadanya
"Heran ,, kau itu tak pernah permisi ,, atau memang itu caramu?" Tanya alfan ,,
Si gadis mendelik ,,
"Kau ngomong apa?" Begitu yang di tanyanya ,, alfan memutar mata saja
"Kebetulan aku tak tertarik sama sekali denganmu ,, kau pergi saja" kata alfan sambil membalikan tubuh dan berlalu ,,
"Belum ada yang seperti itu kepadaku sebelum kau ,," kata si sialan ini tiba tiba ,, alfan berhenti dan meliriknya ,,
"Belajarlah untuk tidak sombong agar kau punya teman" kata alfan dengan udara ,, rupanya dia juga bisa berwajah dingin ,,
Dia membalikan tubuh dan berlalu
"Hei ,," tiba tiba si ririn mendesis
Alfan berhenti dan membalikan tubuh
"Kemenanganmu adalah secara licik ,, jangan sombong dulu dengan itu" kata ririn dengan marah yang di tahan ,,
Alfan mengangguk
"Mau mengulangi?" Tantang alfan ,,
"Siapa takut" kata ririn dengan mencabut pedangnya ,,
"Hei hei ,, slow slow" dari belakang ada suara orang ,,
Alfan memandang yang baru datang ini ,, si muka umum rupanya
"Kau di panggil juragan" kata si muka umum
Alfan tersenyum sambil menyempatkan melet melet ke arah ririn yang makin mendongkol ,,
_____________________
",,,, Kau tau apa artinya?" Tanya si juragan sambil memandang alfan ,, alfan memandang si juragan ini ,,
"Aku tak tau" kata alfan ,, si juragan memutar mata
"Dan?" Tanya si juragan lagi
"Dan maksudku adalah ,, aku sukses bergabung kan?" Tanya alfan dengan tertawa ,, yaa ,, dia sudah tau gagal tapi masih sempat bercanda ,, tapi jawaban si juragan membuatnya tak habis pikir ,,
"Ya ,, memang itu maksudku" kata si juragan ,,,
Sebelum alfan sempat bicara ,, si muka umum memotong
"Tes pertama adalah ketangkasan ,, kedua adalah otak ,, biasanya kami membaliknya ,, tapi kau menggunakan keduanya ,, dan tes ketiga adalah untuk mengetahui hatimu ,, dan kesimpulan yang kami dapat adalah ,, kau sportif dan cukup setia kawan" kata si muka muka umum ini ,,,
Muka alfan seperti orang habis makan kecut saja akhirnya
"Kemarikan tangan kananmu" kata si muka umum ,,, alfan menurut saja ,, dan si sialan itu mengeluarkan sesuatu ,, sebuah cairan cairan sialan dan jarum ,, pertama yang dia lakukan adalah memasukan jarum itu ke arah cairan tersebut dan mengoleskan ke kuku telunjuk alfan ,,
Alfan melihat kukunya ada hitam hitamnya dan itu menyebar ,, sekarang kuku telunjuk alfan berwarna hitam ,, dan hitam hitamnya murni sekali ,, bahkan pitek terbaik termahal terapapun tak akan se alami ini ,, seolah kuku alfan benar benar hitam ,,,
,,,
ruang lain
Roni tertawa ,,
"Yaelah ,, tuh cewe emang gitu ,, buat apa di susahin?" Tanya si sialan ini ,, alfan menghela nafas, dia baru saja curhat tentang si ririn yang agak tidak enakan kepadanya ,,
"Yaelah bro ,, kalo elu yang jadi gue ,, masa elu betah?" Tanya alfan dengan gegetun ,, roni tertawa
"Sebenarnya dia gadis yang baik hati ,, hanya saja dia sering kesepian" katanya dan dia berhenti bicara karena ada sebuah pisau dapur yang menancap di tengah tengah meja pas ,,
"Kau bicara apa" dari sana ada sebuah suara ,, alfan memutar mata
"Ninja sialan" kata alfan yang sudah tau siapa yang datang
"Kau bicara apa?" Bentak ririn sambil mencabut pisau dapurnya
Alfan nyengir
"Yayaya ,, ampun ampun" kata alfan ,,
"Baca" kata si gadis sambil meletakan sebuah buku ,,
Alfan membacanya ,, ini adalah aturan anggota
"Peraturanya inti hanya tiga ,, pertama adalah di larang menyebarkan identitas perusahaan kepada siapapun yang tak mau ikut ,,
Kedua adalah di larang keras membunuh sesama anggota
Ketiga adalah di di larang menggunakan nama perusahaan untuk melakukan sesuatu di luar ruangan "alfan membacanya ,, simpel tapi jelas ,,
"Kewajibanya inti ada tiga ,, melakukan tanggung jawab dengan rapi tanpa adanya jejak ,,, menolong anggota yang dalam bahaya ,, mematuhi perintah mendadak dari atasan tertinggi dalam kurung (lonceng putih)" alfan membacanya
"Hak inti anggota ada tiga ,, berhak bekerja dan tidak karena hanya akan di bayar jika mau bekerja ,, berhak keluar masuk sesuka hati asalkan tak membahayakan perusahaan ,, berhak memukul sesama anggota jika tak membahayakan nyawa ,," alfan membacanya juga
Dia membalik halaman ,,
"Setiap anggota akan di kelompokan ,, gunanya adalah jika ada masalah besar ,, setiap kepala berhak menghukup anggotanya dengan jalan tak menghina dan di larang menghapus atau memasukan anggota tanpa seizin perusahaan" alfan tersenyum masam ketika membaca ini ,,
"Kelompok sebelas di ketuai oleh ririn, memiliki perwakilan yaitu -bro- dan beranggotakan lima orang ,, anjali, rio, rudi, widia dan alfan" alfan membaca yang ini ,, mukanya dari asam menjadi kecut seperti orang makan asam mentah dan di voli sebelas kali tanpa balas ,,
"Kau secara resmi adalah anggotaku ,, aku bisa menghukumu dengan cara apapun yang ku suka" kata ririn dengan seringai jahat ,, entah darimana asalhnya suara musik ,, dan musik pun terdengar menakutkan ,,
"Yaa ,, dan kau ingat ,, hak inti perusahaan adalah, aku bisa memukul sesama anggota perusahaan dan kau adalah anggota perusahaan" kata alfan ,, musik tiba tiba berhenti dan dengan asam ririn duduk di sana ,, dia mengeluarkan beberapa botol wiski atau apalah itu
"Kau bilang seperti itu ,, padahal aku bisa membunuhmu" kata ririn ,, sebelum musik jahatnya terdengar lagi ,, alfan menyahut
"Jangan lupa laranganya di larang membunuh sesama anggota ,, dan ini adalah larangan keras" kata alfan ,,
Sekarang yang wajahnya terlihat lucu adalah ririn ,,
"Aku mulai menyukai kelicikanmu ,, tapi aku tetap membencimu" kata ririn sambil menyeruput wiskinya ,,
Alfan dan roni saling pandang saja ,,
"Kenapa bengong ,,, aku hari ini ingin mabuk dan mentraktir orang ,, dasar sial aku hanya bertemu tikus macammu saja" kata ririn ,, dia bilang "mu" bukan bilang "kalian" maka dari itu alfan dan roni berebut ,, berebut untuk kabur saja ,, sayangnya alfan kena cekal ririn ,,
"Mampus gue" teriak alfan dan untung dia tak di perkosa di tempat ,,
Duduk di satu tempat di ruang tertutup sambil minum minuman setan biasanya menimbulkan perasaan yang sialan ,, penulis belum pernah memainkannya ,, penulis hanya pernah duduk berduaan di ruang tertutup bersama lawan jenis penulis ,, dan rasanya sudah enak ,,
Alfan juga merasakanya juga ,, dia minumnya juga cepat, mabuknya yang tak datang datang ,,
"Kau tau?" Tiba tiba ririn memecah keheningan ,, dia rupanya sudah terkontaminasi atau apalah itu namanya,
"Kau tau rasanya tak punya teman?" Tanya ririn tiba tiba
Alfan tertawa pendek saja ,,
"Tentu saja tak enak bukan?" Tanya ririn dengan tertawa pendek
Alfan mengangguk saja ,,
"Kau tau kenapa?" tanya ririn
"Karena kau ninja?" Tanya alfan mencoba ,, ririn menggeleng
"Hanya hari ini saja aku menggunakan pakaian seperti ini, di sebabkan hari ini aku baru pulang" kata ririn ,,
"Lalu?" tanya alfan
Ririn menghembuskan nafas ,, dia meneguk lagi minumanya
"Hal ini di sebabkan oleh tak bakatnya diriku untuk berteman" kata ririn ,, alfan diam saja ,,
"Dan yaa ,, siapa yang menyangka ,, untuk berteman saja di butuhkan bakat" kata ririn ,,
"Sebenarnya kau salah" kata alfan sambil menyulut rokok ,,
"Heh ,, ya, kau bisa berpikir apapun selain berpikir bahwa aku sedang mabuk" kata ririn ,, alfan memandang ririn yang nampak mabuk itu ,,
"Kau percaya mitos tentang bakat ya?" Tanya alfan sambil menghembuskan asapnya ,,
"Tentu saja ,, bakat adalah logika pasti" kata ririn ,,
"Kau salah lagi" kata alfan ,, dia menunjuk ke jendela ,, di sana ada pot dan tanaman tanaman sialan ,, pot ini memiliki lubang di bagian bawahnya ,,
"Kau lihat pot itu?" Tanya alfan ,, ririn memang melihatnya
"Kau mau memulai pelajaran sekolah ya? ,, Asal kau tau saja ,, aku adalah orang cerdas yang tak pernah juara di bawah juara dua ,, bahkan tingkat nasional sekalipun" kata ririn lagi ,, memang sombong tapi alfan tak peduli ,,
"Apa bakat tanaman?" Tanya alfan, ririn berpikir
"Dia bakat menjadi paru paru saja" kata ririn
"Apa hanya itu?" Tanya alfan ,, ririn berpikir
"Banyak juga ,, terlalu banyak untuk di sebutkan" kata ririn
"Begini saja ,, apakah tumbuhan memiliki bakat menyaring?" Tanya alfan ,, ririn berpikir
"Tergantung ,, menyaring apa" kata ririn
"Air misalnya" kata alfan ,, ririn menggeleng
"Dia bahkan hanya menyerap air" kata ririn ,, alfan tersenyum
"Taukah kau ,, jika kau menyiram air keruh satu liter ke dalam pot tersebut, maka air akan keluar lagi dengan jernih, padahal air akan melewati tanah liat dan humus bahkan mungkin pupuk organik?" Tanya alfan ,, ririn berpikir
"Kau bicara apa?" Tanya ririn ,, alfan angkat pundak
"Secara logika, secara teori, secara kepercayaan dan gaplek teori ,, tumbuhan membuat air makin jernih" kata alfan ,,
ririn berpikir
"Apa hubungannya?" tanya ririn
"Ayolah ,, pandanglah tanaman tersebut ,, dia tak bakat menjernihkan air, tapi toh dia bisa menjernihkan air ,," kata alfan
"Aku tak mengerti dan tak peduli" kata ririn dengan meneguk minumanya ,,, alfan berdehem ,,
"Kesimpulanya adalah ,, bakat itu hanya omong kosong ,, dengan usaha dan trik, kau tetap saja bisa melampaui kemampuan bakat" kata alfan dengan bangkit dan berlalu dari sana ,,
Ririn termangu mangu melihat tingkah alfan yang berani sekali kepadanya ,, dan lagi ,, kata kata alfan terngiang di kupingnya
"Bakat itu hanya omong kosong"
Entah bagaimana pendapatmu tentang hal itu ,,
Penulis sebenarnya setuju ,, hanya sayang penjelasan alfan kurang begitu bisa di cerna ,, sekarang penulis akan menjelaskanya ,,
Kau pernah lihat anjing berdiri denga dua kaki? ,, Pertanyaanya adalah apakah anjing itu dilahirkan dengan bakat berdiri? ,, Jawabanya adalah tidak ,, mungkin masih ada yang membantah dengan "anjing adalah hewan pintar ,," baiklah baiklah ,, sekarang penulis akan menanjak ke kerbau ,, apakah kerbau memiliki bakat menemukan rumah majikanya? ,, Tidak ,, padahal kau tau sendiri ,, kerbau menjadi lambang kebodohan ,, dan cobalah kau lepaskan kerbaumu di sawah seharian tanpa makanan ,, apa yang akan di lakukan? ,, Mengamuk? Bunuh diri? Mencuri? ,, Tidak ,, dia akan pulang ke rumahmu ,, kau tau hal ini kenapa? ,, Pertama adalah sebab terbiasa kau ajak mondar mandir ke suatu tempat dan kau ajak pulang lagi ,, kedua adalah usaha nurani si hewan itu sendiri ,, dan coba kau gabung dua teori di atas ,, "kau berusaha untuk membiasakan dirimu agar blablabla" bukankah ini akan melampaui bakat? ,, Tentu saja ,, bahkan yang tak berbakat pun bisa memainkannya ,, ini adalah teori pasti ,,
Dan kau bisa menggunakan ini untuk banyak hal ,, misalnya berlatih seni, misalnya mencari teman, matematika, dan sejenisnya ,, bukankah ini teori pasti juga? Tentu saja ,,
Semua itu berasal dan kembali ke otakmu teman ,, ini adalah teori intinya ,,
Alfan jalan jalan mencari angin segar ,,
Dia berjalan kaki saja karena dia memang suka jalan kaki dan memang niatnya jalan jalan ,, dan berjalan itu menggunakan kaki ,, bukan menggunakan kendaraan ,,
"Hei" dari belakang ada yang memanggil
Alfan berhenti ,, dia sudah hafal suara setengah merdu ini ,,
Tapi dia melengak ketika yang di pandangnya adalah seorang gadis yang memakai pakaian lazimnya seorang gadis dengan rambut se punggung yang mulus lebat ,,
Jarak segini alfan sudah mencium bau wanginya ,,
"Kau ,,," alfan belum sempat melanjutkan kata katanya
"Iyaa ,, ini aku" kata ririn yang seperti ganti kulit ini ,,
Alfan mengucek ucek matanya ,,
Gaplek wisata ,, merupakan sebuah tempat wisata yang tak asing di mata dunia ,, dunia hayalan penulis maksudnya ,, ups ,,
Tempat ini memiliki banyak sekali wahana sialan ,,
Tempat wisata ini buka dua puluh empat jam non stop ,,
"Aaaaa" terdengar jeritan jeritan orang naik roling coster atau apa itu namanya ,, jeritan jeritan sialan juga terdengar di banyak wahana seru lainya ,,
"Mau taruhan?" Tanya ririn tiba tiba ,,
Alfan memandangnya
"Taruhan yang bagaimana?" tanya alfan
"Itu" kata ririn sambil menunjuk lapangan panah ,, wahana ini agak mahalan juga ,, tapi alfan tentu saja enggan menolak
"Bagaimana taruhanya?" tanya alfan
"Yang kalah bakal mentraktir" kata ririn dengan tertawa
Alfan sudah memegang panahnya ,, dia menggunakan panah yang terbuat dari kayu seperti biasa kau lihat di film film itu ,,
Ririn juga memegang panahnya ,, dia menggunakan panah ber katrol ,, panah panah yang baru baru ini muncul ituloh,
"Kau duluan" kata ririn, alfan mengangguk, dia membidikan dua panah sekaligus dan
"Serr" dua panah meluncur bareng dan menancap bareng di tengah target dengan jarak dua jari ,,
Ririn mendecak kagum dan dia langsung memainkan alatnya ,, dengan sangat pas dan tepat anak panahnya mengenai bagian tengah di antara dua panah alfan ,,
"Aku menang" kata ririn ,, alfan tersenyum masam ,, jika di logika dia tetap menang karena dua anak panah yang di luncurkan berbarengan mengenai satu target dengan pas dan bareng ,, tapi secara teori dia kalah karena yang paling tengah yang menang ,,
Wahana cumi cumi, wahana roling kaster atau daster atau apalah itu, wahana seluncur, wahana apapun sudah di coba satu per satu
Ririn terlihat senang sekali ,, alfan melihat kegembiraan itu dengan jelas
"Agaknya dia baru mendapatkan teman" di kejauhan ada si juragan dan si ninja ramah yang tak menggunakan pakaian ninjanya sedang meneropong ke arah ririn dan alfan
"Ya ,, dia sebenarnya anak baik ,, dan anak baik mendapatkan ganjaranya" kata si juragan dengan bijak ,,
Pemandian air hangat itu menyenangkan ,, apalagi satu bak dengan cewek cantik ,, alfan pun merasakan senangnya ,,
",,,, Nah lalu, waktu dia lewan sebelahku ,, aku mengangkat satu kakiku dan akhirnya dia terjerumus masuk ke kolam lele" ririn mengakhiri ceritanya dengan cekikikan ,, alfan juga tertawa ,, yaa ,, barusan mereka bercanda tentang orang yang di kerjai ririn
"Kling kling"
Alfan membuka ponselnya,
"Awas akan ada serangan" begitu isinya ,, alfan membalas ,, tapi tak dapat jawaban lagi ,,
"Wah wah wah ,, agaknya kita harus telanjang sebentar" kata alfan dengan tertawa ,, ririn salah pengartian ,, hampir muka alfan kena jotos mentah ,, untung alfan keburu mengangsurkan ponselnya ,, ririn membacanya dan dia tersenyum ,,
"Tenang saja ,, dengan jarak dan keramaian seperti ini ,, apakah mereka bisa apa apa?" Tanya ririn ,, alfan mengangguk dengan tersenyum ,, tapi kemudian dia teringat snipernya ,,
"Bagaimana jika menggunakan penembak jarak jauh?" Tanya alfan ,, ririn tak bisa tertawa lagi ,, dia termangu sekarang ,,
Alfan tersenyum sambil memegang dompetnya ,,
"Sepertinya benda itu berarti sekali?" Tanya ririn ,, alfan mengangguk sambil memberi si ririn satu lembaran besi yang sangat khusus ,,
Ririn memegang lembaran yang lebih tajam dari pedangnya itu ,, terbuatnya juga dari besi terbaik dengan cara terbaik ,,
"Wah wah ,, senjata yang canggih sekali" kata ririn sambil memutar di atas jarinya ,, tapi pisau tersebut jatuh ke air dan dia terbelalak ,, besinya mengambang ,,,
"Metal yang luar biasa" kata ririn
"Dan bakal hilang hanya karena satu lemparan saja" kata alfan
"Ada orang gila mengamuk" terdengar teriakan teriakan ,, alfan dan ririn melihat orang gila yang mencekal parang sambil mengobat abitkan parang tersebut ,,
"Wah waah, rupanya bukan penembak jitu" kata ririn
Sedangkan di sisi sana ,, si ninja ramah menepuk nepukan tanganya karena dia barusaja menghabisi beberapa penembak jarak jauh ,, dia memandang ke bawah sana ,, rupanya dia selalu mengikuti adiknya ,,
Si juragan masih mencorat coret buku catatanya ,, hakekatnya dia sama sekali tak peduli ,,
"Ku pikir ada penembak jarak jauhnya" kata ririn sambil mengusap usap lembaran besi di tanganya yang penuh darah ,, yaa ,, barusan dia menghabisi orang orang ini ,,, mereka tak hawatir ,, di tempat mandi di larang ada kamera cctv ,,
"Kalau di pikir memang seharusnya ada penembak jarak jauh ,, dan orang orang gila ini sebagai pancingan" kata alfan sambil memakai pakaiannya ,,
"Kemana kita selanjutnya?" Tanya ririn ,, alfan mengintari salah seorang penyerang yang telah di robohkan ,, dia menemukan benda yang sekiranya berarti ,,
Tapi dia tak menemukan apapun kecuali sebuah gambar sulaman lonceng yang jika tak di teliti tak terlihat itu
Di markas ,,
Alfan tidur sangat cepat sekali ,, saran saja ,, dia tadi lelah karena "duel" bersama kawan kawan ,, mulai duel dalam arti serius dan duel dalam arti persahabatan
Tiba tiba pintu kamar di buka seseorang yang menggunakan penutup kepala ,, dia adalah ninja ,,
Si ninja memandang meja yang ada di sana penuh dengan besi besi tipis dan mangkuk ,, dia langsung menendangnya dan jangan kau tanya bagaimana suaranya
"Grobrakkk"
Alfan langsung tersentak bangun ,, dan katika dia melihat ada "pengusup" ,, alfan langsung meloncat dengan melemparkan tiga buah lembaran besi ,,
Si ninja sialan itu dengan tanggap langsung mencabut pedangnya dan menyabet ,, hanya dua yang kena tangkis dan satu lagi hampir menyusup ke lehernya ,, untung dia "kayang" ke belakang ,, dan terlihat tubuhnya yang seksi ,,
Alfan baru tau siapa yang datang ,, dia nyengir sendiri ,,
Tapi memandang tubuh yang sedang kayang ,, yang begitu mempesona itu ,, dia menelan ludah ,,
"Kau hampir membunuhku" kata si ninja sialan yang sebenarnya adalah ririn ,, dia kembali menjadi laki di sekarang ini
Alfan melihat si sialan ini melepas topengnya dan dia sampai sekarang masih heran ,, kemana sih rambut yang tadi panjang itu? ,, Kenapa sekarang bisa menjadi pendek ,,
",,, Jangan jangan tadi rambut palsu" batin alfan,
"Atau jangan jangan ini adalah rambut palsunya" batin alfan
"Kau mikir apa?" Tanya ririn sambil menyipitkan mata ,, tak lupa dia menyalakan lampu ,,
Alfan nyengir ,, ririn batuk batuk sebentar
"Ngomong ngomong ,, kita ada tugas ,, tugas memata matai" kata ririn ,, alfan berpikir sebentar
"Memata matai apa?" Tanya alfan ,, ririn memandang alfan dengan dekat
"Agaknya kau tak tertarik" kata ririn ,,
"Maka dari itu, buat aku tertarik" kata alfan sambil duduk
"Memata matai lonceng kecil" kata ririn yang sebenarnya gegetun karena tak menemukan hal yang bisa membuat alfan tertarik
Tapi alfan justru tertarik ,,
"Baiklah" kata alfan sambil menyulut rokok
Sebuah gedung tinggi ,, dimana ada helikopter yang sedang mendarat ,,
"Dukudukudukuduk" suara helikoper kian menjadi rencana ,, dan pintu kopter pun terbuka ,, dari dalamnya keluar tiga orang ,, orang pertama adalah si anjasa ,, orang kedua adalah orang bertopeng ,, ketiga adalah orang yang di ikat dan di tutup matanya ,, yang di ikat ini adalah si mimi ,,
"Selamat datang di neraka" kata anjasa dengan ramah ,, mimi diam saja ,, dia di dorong dorong dan masuk ke dalam ,,
Ruang dalam ini termasuk mewah juga ,, perabotan mahal dengan nilai nilai klasikal yang indah ,, di sana ada seseorang yang berdiri dengan menghadap ke jendela lebar yang sialan itu
Dia berdiri tak bergerak ,,
"Permisi" anjasa bersuara ,,
"Lapor ,, kami mendapatkan satu sandera penting ,," kata anjasa lagi ,,
"Kau salah tangkap" si orang yang bediri tegak menghadap jendela bersuara sambil membalikan tubuh dengan rencana ,, terlihatlah wajahnya yang mengejutkan ,, sebagian mukanya terbakar ,,
Anjasa langsung membungkuk bungkuk meminta maaf ,,
"Kita apakan orang ini?" Tanya anjasa tiba tiba ,,
"Dia hakekatnya sudah mengetahui tempat ini ,, bunuh" kata si orang yang wajahnya setengah rusak itu ,,
Di sisi sana alfan yang sedang mengintai ,, dia menggunakan teropong malam untuk mengintai ,, tapi dia tak menemukan ada siapapun di dalam gudang ,,
Dia mengeluarkan buku catatan ,,
"Tak ada gerakan sedikitpun" alfan mencatatnya sambil menggunakan sedikit cahaya saja, tak perlu heran kalau tulisanya agak semburat ,,
Alfan pindah tempat dengan hati hati sekali ,, ini adalah markas militer ,, yaaa, sejujurnya untuk menyusup ke markas militer bukanlah hal sulit ,, selain masalah pada cctv, mental dan pada penjaga ,, tidak ada hal sulit untuk alfan ,,
"Klintingg" tiba tiba alfan mendengar besi kecil yang jatuh dan dia langsung bersembunyi ,,
"Sreett" ada sesuatu yang di tarik dan rupanya pintu ,, alfan mengintip ,, dia melihat sebuah tembok yang di lewati oleh beberapa orang yang berindap indap juga ,,
"Tak ku sangka ,, militer di sini bisa kecolongan dari mahluk mahluk itu" batin alfan sambil mencatat tanpa cahaya ,,
"Hal tak terduga ,,, blablablabla" begitulah alfan menulisnya,
Alfan melihat orang orang tak terlihat wajahnya ini menggotong sesuatu yang berada di dalam kotak kotak kecil ,,,
"Kotak kecil di angkat oleh dua orang ,,, apakah tak aneh?" Batin alfan ,,
"Akan di kirim kemana benda ini nanti?" Tanya salah seorang
"Sssst ,, jangan keras keras" jawab salah seorang
"Akan di bawa ke pulau angsa" kata salah seorang menengahi ,,
Alfan mendengarnya dan dia mencatatnya ,,
Orang orang itu menggotong satu benda demi satu benda ,, dan setelah bendanya habis ,, mereka kembali dan tembok pun tak berlubang lagi ,, entah ini jenis trik apa alfan tak peduli ,,
Yaa, dia tak peduli karena dia dapat satu kotaknya ,, dan ternyata memang berat sekali ,, untung alfan tergolong orang yang energik ,, saran saja ,, dulu dia adalah pandai besi ,, besi ringan atau besi berat ,, sebagian banyak juga dia kelola sendiri
Ririn ,, dia sedang berdiri di atas genting di tengah hujan dan kegelapan malam memandang ke sebuah rumah ,,
Di sana tidak ada siapapun yang berarti ,, tapi ririn terus memandang ke sana ,,
Dari jalan raya tiba tiba ada mobil box yang masuk ke gang tersebut dan berhenti di depan rumah yang ririn awasi ,, dan ririn bisa melihat ada beberapa orang bertutup muka menggotong kotak kotak kecil mereka memasukanya ke dalam mobil box tersebut ,,
Ririn melirik ke arah Skok mobil (Skok: pegas) ,, ririn melihat skoknya tertekan ,, ini pasti benda berat ,, tapi untuk ukuran benda sekecil itu ,,
Tangan kiri ririn menuju ke gagang senjata apinya ,, dia ingin menariknya tapi tak jadi ,,
"Bruum ,," mobil box pun berangkat lagi ,,
Alfan menggunakan lensa malamnya untuk menyatukan beberapa kabel ,, dia memasang bom waktu di dinding pertal para pencuri tadi ,, dia menemukan banyak benda berpotensi ledak di gudang tersebut ,, jadi dia tak perlu susah payah
"Wiuuwwiiiuu" tiba tiba alarm berbunyi ,, alfan tanpa banyak babibu langsung saja meloncat ke jendela luar ,,
Dan alfan tak sadar lagi apa yang terjadi ,, yaa ,, yang terlihat sekarang adalah seorang prajurid khusus berbadan kekar ,, si prajurid ini yang memukul alfan sampai pingsan ,,
Dari belakang punggung si prajurid ini ada banyak tim khusus bersenjata lengkap ,, dan ini adalah para prajuridnya si prajurid ,,,
Alfan membuka mata ,, hal yang pertama dia lihat adalah lampu terang yang sialan ,, terasa silau sekali ,,
"Sreeekkk" ada benda yang di geser ,, alfan hanya bisa mendengarkan saja ,, dia tak tau melihat kemana ,, yang dia tau hanya tiba tiba dia dan tempat tidurnya bergerak ,, entah ke arah mana dia juga tak tau ,,
Matanya di tutup oleh sesuatu ,,
Suara yang aneh aneh juga dia dengar ,,
Beberapa saat kemudian alfan merasa berhenti ,, penutup matanya di buka ,, yang pertama dia lihat adalah sebuah meja dengan rokok dan asbak ,, dalam hati dia tertawa getir ,,
"Cklekk" terdengar suara pintu di buka ,, alfan menoleh ke sana ,, dan dia melihat beberapa orang sialan ,, orang berseragam khusus dengan penutup muka ,, dari seragamnya saja ,, alfan bisa memastikan kalau yang datang ini adalah tim khusus dari sekian tim khusus yang sudah mengambil hal khusus ,,
Ada seorang yang tak memakai penutup muka ,, alfan memandang si sialan ini ,, orang belum tua benar ,, masih umur empat puluh lima ,, tapi alfan yakin ,, inilah pimpinan tim tim sialan ini ,,
"Selamat datang" kata si sialan ini dengan duduk di depan alfan
Alfan mengangguk saja ,,, orang orang yang lain sama berdiri di tempat masing masing
"Pertama tama aku ingin tau namamu" kata si sialan ini
Alfan memandangnya ,,
"Riki" kata alfan menggunakan nama samaran ,,
Si sialan itu melirik ke samping alfan dan dia memandang alfan lagi dengan tajam
"Kau berbohong anak muda ,," kata si sialan ini ,, alfan menghela nafas ,, ada tehnologi pendeteksi kebohongan dengan pengecek detak jantung dan urat mata ,, dan tak menyangka saja kalau ini di gunakan di saat ini
"Alfan" kata alfan mengaku saja ,, tak ada yang bisa di sembunyikan ,, si sialan melakukan hal tadi lagi ,, dia mengangguk ,,
"Anak baik ,, berapa umurmu?" Tanya si sialan ini
"Entahlah aku lupa ,, sekitar enam belas kalau bukan tujuh belas" kkata alfan mencoba santai ,, si sialan melakukan halnya lagi ,,
"Sekarang coba ku lihat dulu laporanya" kata si sialan ini
Alfan angkat pundak saja ,, dia baru merasa kalau tubuhnya bagai di jepit besi saja ,, yaa ,, sejujurnya bukan kalimat "bagai" yang sangat tepat ,, karena alfan "memang" di jepit oleh benda benda metal yang mengunci pergerakan badanya selain tangan, ,
"Membunuh enam belas orang dengan senjata tajam ,,, waw ,, skil membunuh yang bagus" kata si orang ini sambil geleng geleng kepala ,, dia memandang alfan
"Anggota yang tewas adalah tim keamanan khusus di pusat markas militer ,, mereka rata rata berkepandaian bertarung yang lumayan ,, dan mereka mati dengan senjata tajam saja? ,, Apakah ini ulahmu?" Tanya si sialan ini kepada alfan ,,
"Kalau kau percaya ,, aku bahkan tak bisa bela diri" kata alfan dengan gegetun ,, si sialan ini melirik ke tempatnya tadi dan dia mengangguk percaya ,,
"Sayangnya kau belum menjawab pertanyaanku" kata si sialan ini
"Bukan aku ,, bahkan aku tak membunuh siapapun di sana" kata alfan ,, si sialan ini melakukan hal tadi lagi dan dia menulis
"Pernah membunuh?" Tanya si sialan ini
Alfan mengangguk ,,
"Ya ,, dan aku hampir mati" kata alfan ,,
"Berapa kali?" Tanya si sialan ini
"Entahlah aku lupa ,, dua kali mungkin ,," jawab alfan sederhana
"Mungkin?" Tanya si sialan ini sambil memandang alfan dengan tajam ,, alfan mengangguk
"Aku sudah melupakan pimpi buruku kawan" kata alfan sambil menyulut rokok ,, si sialan itu juga menyulut rokok dan dia membaca catatanya lagi
"Dua puluh delapan kubus rahasia hilang ,,, waw lagi ,, aku bahkan tak kuat mengangkat kubus ini dengan satu tangan ,, apakah kau pelakunya?" Tanya si sialan ini
"Kalau kau mau mendengar panjang lebar ,, mungkin kau akan banyak tercengang" jawab alfan
"Menarik ,, tapi aku ingin jawabanya" kata si sialan ini dengan menghembuskan rokoknya ,,,
"Bukan" jawab alfan sambil bersandar ,, ya ,, gratis dia banyak bicara tak karuan ,, gratis ,,
"Kau tadi seperti bicara hal menarik" kata si sialan ini dengan santai ,,
"Lupakan saja" kata alfan singkat udara ,,
"Sayangnya aku memaksa" kata si sialan ini dengan mengeluarkan senjata api ,,
"Sialnya, aku tak bisa di paksa ,, silahkan kau coba saja" kata alfan dengan memejamkan mata ,,
Si sialan ini menimang nimang senjatanya
"Nak ,, kalau kau mati ,, mungkin keluargamu atau temanmu akan kehilangan ,, masa depanmu juga bakal sirna ,, hal senang yang menunggumu pasti akan hilang ,, bukankah lebih baik kau bicara apa yang ku ingin dan kau akan hidup?" Tanya si sialan ini mencoba merayu ,,, tapi alfan walau begini juga orangnya keras
"Sialnya aku tak tertarik dengan dunia ,," kata alfan sambil mematikan rokoknya ,,
"Baiklah ,,, kita skip saja ,, darimana asalmu?" Tanya si sialan ini
"Beruntung aku tak mau menjawab" kata alfan dan dia langsung berteriak karena bangku yang dia duduki menyetrum ,,
Listrik berhenti ,, muka alfan sudah merah karena di setrum begitu rupa ,, rasanya sialan sekali ,,
"Bagaimana? Oh iya ,, ini adalah alat baru kami dan kami baru mencobanya" kata si sialan ini dengan tertawa pendek
Alfan tertawa juga
"Ya ,,, sejujurnya ,, aku tak pernah terapi senyaman itu" kata alfan
Memang sekali ,, panas adalah terapi yang baik bagi tubuh ,, dan listrik adalah alat panas yang bagus dan bisa merata di dalam tubuh ,, walau alfan hanya mengarang saja ,, tapi karanganya pas menancap di hati si sialan ini ,,,
Tapi si sialan ini bisa menahan sabar ,,
Dia memandang alfan,
"Nak kau masih muda ,, jangan cari penyakit" kata si sialan ini
"Salahmu memotong kata kataku" kata alfan acuh saja dan mukanya menerima bogem mentah ,, pukulan ini keras sekali ,, muka alfan sampai membekas gosong ,,
Tapi alfan adalah bocah keras kepala, menerima yang beginian dia juga hanya tertawa ngakakn saja ,,
Tiga jam kemudian
Alfan sudah babak belur karena di hajar ,, mau bicara rasanya susah sekali ,,
"Sresss" ada sebuah uap yang di hasilkan oleh sebuah semprotan mengenai wajah alfan ,, dan alfan merasa baikan secara cepat
Dia membuka matanya walau sulit ,, dan dia melihat sebuah kaleng dari besi bergambar bunga Angrek ,, namanya serai ,,
Dua minggu kemudian ,,
Alfan memandang ke lautan ,,,
Ya, ke laut bebas yang sangat luar biasa sialan ,,
Ini samudra hindia yang sangat luas ,,
Dia berada di dalam sebuah pulau pengasingan ,, tahanan yang kira kira sudah di anggap berbahaya juga di taruh di sini ,,
Yaa alfan di anggap mencuri benda benda militer yang sangat berharga dan membunuh begitu banyak orang dengan senjata tajam
Pulau ini juga sialan ,, tidak hanya alfan yang ada di sini ,, dia tentu saja bersama tahanan tahanan lainya yang mungkin di asingkan di sana ,,
"Ikan segar" dari belakang ada oranng bersuara ,, serak menjengkelkan ,, di selingi tawa memuakan ,,
Jika di bilang kaget sih alfan juga kaget ,, dia juga langsung membalikan tubuh ,,
Terlihat orang gila sialan yang cengar cengir ,,
Alfan mendekatinya dan si sialan itu langsung berlari masuk ke dalam hutan di pulau yang sebenarnya tak kecil ini ,,
Alfan geleng geleng kepala ,,
"Lagi lagi hutan" batin alfan sambil apa boleh buat ,,,
Dia masuk ke hutan dengan perlahan ,, tak membawa senjata itu merepotkan sekali ,,, apalagi kondisi alfan setengah bonyok karena di hajar babak belur ,,
"Anggrek dengan ekstrak singkok yang di suling menjadi gas ,, tak ku sangka bisa menjadi obat" batin alfan sambil mengusap wajahnya ,, sakit ,, tapi tak sesakit sebelum kena semprotan sialan
,,
"Hei ,, apakah kau tahanan baru?" tanya seseorang
Alfan memandang ke sana sini ,, yang dia temukan adalah beberapa orang berpakaian compang camping ada tiga ,,
Alfan tau kalau di belakang orang orang ini pasti ada orang lagi,
"Ya ,, tahanan baru" kata alfan sambil memandang dirinya yang sialan ,,
"Ikutlah kelompok kami ,," kata salah seorang lagi dengan serius
Alfan tak ada alasan menolak ,, dia ikut saja walau hati hati ,,
Sebuah tempat khusus ,,, berada di tengah tengah hutan bambu yang suburnya jangan kau tanya lagi ,,,
Alfan memandang kesana kemari ,, di sini cukup subur ,,
Tumbuhan apapun seolah ada di sana ,,
Sebuah gua ,, gua ini berisi lima orang ,,
Di gua ini ada empat perempuan ,, mungkin orang orang di depan alfan ini adalah pasangan ,,
"Apakah kau tahanan baru?" Tanya seorang laki laki yang berada di gua bersama empat wanita yang sedang sibuk dengan urusan masing masing itu sambil melirik ke jari alfan ,,
Alfan mengangguk ,,
"Memangnya apa kasalahan yang kau buat?" Tanya si laki laki itu lagi ,, alfan memandang si laki laki ini dari bawah sampai atas ,, semua orang yang dia temui tak ada fitur fitur khusus selain kuku jari yang hitam ,,
"Kau anggota ya?" Tanya alfan tanpa memperdulikan lawan ,, dia memandang orang yang ada di sini ,, dan semua berkuku hitam
Si orang setengah baya memandang alfan
"Kau anggota ke berapa?" Tanya si laki laki sialan ini ,,
Alfan memandangnya tajam ,,
"Aku tak mengerti maksudmu ,,, dan aku tak peduli" kata alfan setelah berpikir beberapa hal ,,
"Sudahlah ,, kita mulai saja penjelasanya" kata seorang perempuan yang ada di sana ,,
Pulau ini ,, sebut saja pulau tahanan ,, pulau yang sangat sialan karena pulau ini hanya berisi orang yang jahat saja ,, setidaknya orang yang "dianggap" jahat sekali ,, dan orang yang ada di sini rata rata sangat berbahaya sekali ,,
Di sana ada tiga kelompok yang berasal dari para tahanan yang berbahaya berbahaya ,,
Kelompok pertama menggunakan nama death sea
Kelompok kedua bernama arow ,,,
Kelompok ketiga bernama fire ,,
Di sini bukan hanya kelompok tahanan dari nusantara atau yang sebut saja indonesia ,, di sini adalah kelompoknya para tahanan dari asia tenggara yang di buang karena di anggap sangat berbahaya
Semua kelompok memiliki keunggulan khusus
Kelompok death sea memiliki keunggulan khusus ,, mereka memilikia keunggulan dalam merancang strategi sampai rata rata kelompok lain sering terkena jebak dan kelompok ini merupakan kelompok yang terkuat di sana ,,,
Kelompok arow seperti namanya ,, panah ,, rata rata orang di sana cerdas dalam memanah ,, tak hanya memanah ,, bahkan senjata senjata jarak menengah ke jarak jauh bisa mereka kuasai ,,
Mereka termasuk kuat tapi tak terlalu cerdas ,, buktinya kebanyakan dari mereka sudah bergabung secara peksa dengan death sea ,,
Dan kelompok terakhir adalah kelompok api ,, ya ,, sejujurnya mereka adalah yang paling berbahaya ,,
Cara bertarung yang nekat ,, pembunuhan tanpa jejak ,,,
Dan alfan berada di depan kelompok tersebut
"Dan kurasa ,, kau adalah orang yang bisa di percaya" kata si orang yang berada di depan alfan ,, yang merupakan ketua kelompok ,, semua orang saling pandang dan mereka angkat pundak serta pergi dari sana ,,
Pintu gua pun di tutup ,,
Di sisi sana ,, ririn sedang berdiri di dalam sebuah ruang bersama beberapa orang ,, ya ,, mereka adalah kelompok dari kelompok sebelas ,, anjali, rio, rudi, widia ,,
Anjali adalah seorang pemuda yang selalu saja nampak ingin bicara ,, matanya jernih tanda sehat ,, dan dia sebenarnya punya otak cemerlang dan yaaa ,, cukup sialan
Rio orangnya tak terlalu menarik ,, tapi dia bisa mengendarai benda ,, mungkin juga benda apapun itu ,, tentu saja benda transportasi ,,
Rudi adalah seorang pemuda yang sialan ,, dia termasuk orang setengah gila yang sangat gemar membunuh ,,
Beberapa kasus membunuh yang dia lakukan ,, biasanya berakhir dengan hilangnya salah satu organ dalam si mayat ,,
Terakhir adalah widia, orang yang pernah berkelahi dengan alfan
Mereka telah berbicara cakap sebentar ,,
",,, Dan lagi ,, kita akan melakukan tiga misi" kata ririn
Yang lain mendengarkan dengan santai ,, tak perlu menjerus terlalu serius ,, terlalu serius menyebabkan tersedak dan mampus
"Tok tok tok" ada yang mengetuk pintu
"Ya ,, masuk" kata ririn ,,
"Cklekk" ada yang membuka pintu dan masuklah seorang perempuan yang pundaknya di perban ,, dia adalah nia ,, seorang perempuan yang pernah bertaruh gila gilaan dengan alfan ,,,
"Bagaimana keadaanmu?" tanya ririn
"Tak terlalu serius" kata nia ,, dia duduk di sana
"Baiklah ,, kita akan ada misi ,," kata ririn, semua mendengarkan
"Misi pertama adalah penyelamatan ,, misi ke dua adalah penghancuran" kata ririn ,, dia menjelaskan apa apa saja yang dia maksud ,,
"Ee ,, permisi" tiba tiba anjali memotong ,, ririn memandangnya dengan dingin ,, semua sudah biasa dengan sikap yang ini ,,
"Agaknya dia bukan kelompokmu?" Tanya anjali menunjuk ke arah nia, ririn mengangguk
"Atas ijin lonceng putih aku di persilahkan menjadikanya sebagai pengganti si anak baru itu" kata ririn
"Kemana si anak baru itu?" tanya anjali
"Dia berada dalam bidikan misi pertama kita" kata ririn ,, anjali termangu ,,
Di sisi sebelahnya sana ada seorang pemuda, dia adalah si ninja ramah ,, dia sedang memakai pakaiannya ,, dia menyuplai dua pedang pendek dan dua senjata api sub mechine ,, senjatanya sama dengan milik ririn ,, dia menyuplai beberapa amunisi dan ya masih menguping, di depanya ada roni teman alfan ,, alfan menggulung senar pancingnya dengan rapi ,, dia memakai pakaian seperti kemaren, pakaian rombeng seolah gembel ,, tapi di balik pakaian itu ,, ada beberapa pisau yang siap di gunakan menerkam
Dia juga menggunakan sepatu khusus ,,
"Bagaimana guru?" Tanya roni kepada si ninja ramah yang rupanya adalah gurunya
"Yaa, punya adik memang menjengkelkan ,, adik perempuan lagi ,,, mau tak mau sekarang aku harus jadi mengenaskan" jawab si ninja ramah ,,
"Jangan lupa bawa air minum" kata si ninja ramah kemudian ,,
Alfan ,,, dia sedang memandang sebuah pedang pendek yang di berikan si pimpinan regu api yang di angsurkan padanya
"Pedang ini memiliki banyak cerita ,, cerita keluarga ,, cerita kebersamaan dan sebagainya" kata si orang ini ,,, alfan menerimanya ,, dia membuka pedang tersebut ,, ada tujuh bintang berwarna hitam di sana ,,,
"Siapa sebenarnya kau?" Tanya alfan sambil mangut mangut ,, benda ini memang terbuat dari besi bagus yang di olah dengan cara baik ,, alfan menghargainya ,,
"Kau mengenar seorang pemuda bermata jeli yang memiliki wajah ramah?" Tanya si sialan ini ,,
"Banyak sekali yang ku kenal dan memiliki fitur fitur seperti itu" jawab alfan sederhana ,,
"Di DDF yang ku maksud" kata si sialan ini
Alfan menggeleng
"Siapa yang paling dekat denganmu di sana?" Tanya si sialan ini
Alfan berpikir ,,
"Aku memiliki teman yang sangat menyebalkan sekali di sana" kata alfan dengan tertawa ,, yaa ,, yang dia ingat adalah ririn ,, gadis yang sangat membuatnya kasihan dan sangat membuatnya geregetan ,, gadis yang ingin dia tabok ,, juga ingin dia lindungi
"Bagaimana ciri cirinya?" Tanya si sialan ini dengan tertawa juga
"Menyebalkan ,, sombong ,, menyedihkan ,, tapi juga bisa sebaliknya ,, dia centil sekali" kata alfan ,,
Si sialan tertawa ,,
"Dia adalah anaku" kata si sialan ini yang membuat alfan melengak
"Agaknya kau belum gila" kata alfan
"Aku meninggalkanya selama sepuluh tahun kurang lebih ,, dia adalah seorang gadis yang mungkin sekarang sudah remaja ,,, wajah dingin ,, galak ,, dan yaa ,, begitulah" kata si sialan ini sambil menerawang ke kejauhan ,, alfan ingin tak percaya, , tapi melihat mata yang berkaca kaca itu dia tak tega untuk memotong dan tak percaya ,,,
"Dia adalah gadis yang semangat ,, jadi bisa di pastikan bahwa dia sekarang sangat kesepian ,, meskipun dia sebenarnya punya seorang kakak" kata si sialan ini
"Siapa kakaknya?" tanya alfan
"Seorang yang sekarang mungkin juga sudah besar ,, dia adalah anak yang berbakat ,, dia punya hati yang bijak, tapi dia selalu berada di balik bayangan ,," kata si orang ini ,,
"Aku tiba tiba ingin tau banyak tentang si kakak ini" kata alfan
Si sialan ini memandang ke kejauhan sana ,,
"Dulu ku meninggalkanya di usia sembilan tahun ,, tapi dia sudah bisa melakukan hal yang jarang bisa di lakukan tanpa resiko tinggi ,, memanjat menara sinyal (tower) ,, bergelut dengan harimau ,, membacok putus besi dengan sekali bacok ,, melompat ke genting dengan bantuan perantara ,, yaa ,, dia bisa meloncat setinggi satu setengah meter dan yaa ,, dia sangat berbakat sekali "kata si sialan ini ,,
"Ngomong ngomong" alfan bicara ,, si sialan memandangnya
"Dari mana mereka belajar bela diri seperti itu?" tanya alfan
Si sialan ini tersenyum ,,
"Dariku" kata si sialan ini ,,,
Alfan memandang pedang berbintang bintang di tanganya ,, dia mengangguk ,,
"Darimana kau mempelajarinya?" tanya alfan
Si sialan ini memandang alfan dengan tajam ,, kebetulan alfan baru mendongak ,, dia melihat mata yang tajam itu ,,
Tapi dia orangnya tak gampang kader ,,
Si sialan menghela nafas dulu
"Namanya belajar ya bisa dari siapapun" kata si sialan ini
Alfan mengangguk ,, diam diam dia merenung
"Siapapun dan apapun" kata kata ini yang berada di dalam otaknya
"Ngomong ngomong" alfan berkata lagi
"Utarakan saja apa yang ingin kau bicarakan" kata si sialan ini
"Kau bisa melatih mereka sampai sedemikian hebat ,, pasti kau juga orang yang bukan sembarangan ,, tapi kenapa kau mau diam di sini?" tanya alfan
"Itulah nak sebabnya semua orang keluar dari ruangan ini" kata si sialan ini ,, alfan diam
Di sisi sana
Seorang perempuan ,, cantik ,, memakai pakaian berjass dengan beberapa lencana sedang duduk di bangku ,, dia mungkin militer berpangkat tinggi ,,, di dadanya ada nama ,, sri marlina ,,
"Ada banyak sekali kubus kita yang hilang" kata salah seorang ,, seorang pria yang juga duduk ,, dia adalah bawahan terpercaya dari si perempuan yang sebenarnya berumur 30 tahunan
"Dan Anda percaya? Hanya satu orang saja penyebabnya" kata si orang kepercayaan ,, penulis melihat di dadanya ada sebuah nama 'dian.m' inilah namanya ,, entah apa kepanjangan M ,,
"Tidak" jawab sri marlina ,,
Dian mengangguk ,, dia tau kalau sri marlina adalah perempuan cerdas ,, sangat cerdas malah ,,
"Aku ada tugas untukmu" kata sri marlina kemudian ,,
Dian mengangguk ,,
"Menyamar?" tanya dian
Sri marlina mengangguk sambil mengeluarkan sebuah koper ,, koper yang termasuk besar ,, canggih ,, dan berat ,, dia membukanya dan isinya hanya sebuah senjata api ringan saja ,, sejenis semi auto yang terlihat biasa biasa saja ,, juga beberapa kotak amunisi dan beberapa amunisi ,,
"Kau tau ini benda apa?" Tanya sri marlina
Dian menggeleng ,,
Tapi dia dari tadi memandang proyektil (ujung peluru) yang sangat tidak biasa itu ,,
"Satu amunisi bisa mengangkut tiga puluh lima peluru" kata marlina ,, tapi dia mengeluarkan amunisi yang berbentuk bulat ,,
"Dan masalahnya mungkin kauh membutuhkan tujuh ratus peluru lebih" kata marlina ,, peluru sih tak terlalu besar ,, labibernya malah terhitung kecil ,, proyektilnya hanya sebesar gotri (peluru senapan angin) ,, di lihat dari selongsongnya ,, sudah jelas itu adalah kuningan tebal ,,
"Kau mungkin bertanya tanya tentang senjata ini" kata sri marlina
Dian mengangguk juga menggeleng ,,, juga mengangguk lagi
"Seperti biasa ,, kau tak terlalu tegas" kata marlina menyesal ,,
"Maaf" kata dian menunduk
"Tak apa ,, walau aku adalah atasanmu ,,, tapi dalam kurung aku adalah sahabatmu" kata sri marlina ,, dian mengangguk saja
"Baiklah, mulai ku jelaskan" kata sri marlina ,,
"Senjata ini ku beli seharga tiga ratus juta ,, yaa, sekitar itu ,, dan satu butir peluru membuatku kehilangan satu juta rupiah ,, heh, menggelikan ,, tapi sebenarnya tidak" kata si sialan ini dengan tertawa pendek ,,
"Dan proyektil sengaja di buat seperti mata bor dengan bagian tengah berlubang ,, casing ini agak tebal karena pendorongnya bukanlah mesiu ,, tapi menggunakan semacam kimia kimia yang membuatku tak terlalu mengerti" kata sri marlina ,,
"Dan kau tau kenapa satu butir peluru membuatku kehilangan satu juta?, Di sebabkan peluru ini memiliki kendali ,," kata sri marlina sambil menunjuk ke sebuah tombol pada senjata api ,,
"Tombol ini bisa meledakan panel yang berada di dalam proyektil sekecil ini ,, ledakan yang cukup untuk memecahkan batok kepala manusia" kata sri marlina ,, dia menembakan ke sebuah kaca dan rupanya tidak ada suara ,, jarak 5 meter lebih tak akan mendengarnya ,, tapi sayang sekali kaca yang di tembak adalah kaca anti peluru ,,
"Kau bisa melihat proyektil ini tak sekecil yang di lihat ,, proyektil ini mengarah ke panjang ,, dan kau bisa melihat di sekelilingnya banyak sekali duri duri" kata sri marlina ,, dian memang mendekat dan melihat secara rinci ,, dia melihat seperti sisik salak yang sangat runcing dan kuat sekali ,, dan ada delapan buah runcing runcing yang rapi sekali ,, dia melihat proyektilnya ,,
"Seperti yang sudah kuduga ,, proyektil ini memiliki mata seperti mata bor runcing ,, pasti putaranya bisa membuatnya menancap dua kali lebih dalam di kaca anti peluru" batin dian ,,,
"Menjauhlah dua tiga meter lebih" kata sri marlina dengan tertawa
Dian menurut ,,
"DPPP" ada suara sialan dan kaca yang tadi masih berlubang setitik itu menjadi retak sampai tiga puluh senti kurang lebih ,,
"Menakjubkan bukan?" Tanya sri marlina dengan tertawa ,,
Dian mengangguk kagum ,,
"Dan aku akan meminjamkan benda ini padamu ,, dengan seribu empat ratus peluru yang seperti biasa dan empat megazine ,, empat puluh peluru seperti yang barusan dan dua amunisinya" kata sri marlina ,,
Yaa ,, mega zine umumnya besar ,, tapi ini tidak juga ,, ukurannya sih sialan ,, lebih kecil ,, agak memanjang ,, memang pelurunya agak panjangan ,, dan ini bisa menampung tiga ratus lima puluh peluru ,,, amunisi dengan proyektil tumpul ,,
Dan yang empat puluh peluru yang di maksud adalah peluru dengan kimia kimia sialan yang seperti mata bor dan bisa meledak dengan dua amunisi ,, yaa ,, amunisinya setinggi satu jari telunjuk saja ,, termasuk pendek ,,
"Apa misiku?" Tanya dian yang sudah menggunakan pakaian penyamaranya ,,
"Penjahat yang sangat berbahaya akan di kirim ke suatu pulau ,, dan kau tau kemana harus kau tuju" kata sri marlina
"Menggunakan pesawat atau bagaimana?" tanya dian
Sri marlina menggeleng ,,
"Jangan ,, gunakan saja perahu layar ,," kata sri marlina
"Tapi mungkin butuh waktu satu minggu dan belum termasuk resiko" kata dian ,,, sri marlina tersenyum dan dia mengutarakan rencananya ,,
Alfan ,, dia sedang meraut bambu ,,
Sudah semalam dia berada di pulau ini ,, mencari makan termasuk sulit dan dia belum makan serta lelah ,,
Tapi dia bisa bertahan ,,
Dia meraut bambu untuk membuat panah dan menggunakan daun tipis tapi kuat yang dia jadikan sebagai ganti bulu panah ,,
Dia sudah dapat empat puluh rautan ,,, tentu saja sudah siap jadi semua ,, ujungnya di runcingi menggunakan pedang yang dia dapat dari si sialan yang sudah berpisah denganya ,,
Bambu yang alfan gunakan adalah mambu yang dia dapat dari dasar sungai ,, mambu ini awalnya berbau saaaaangat busuk karena unsur kayu yang terendam air sangat lama ,, mungkin sudah 15 tahun ,, dan alfan sebenarnya akan merasa sangat kesulitan untuk mengolah bambu bambu ini kalau bukan saja dia sudah sangat berpengalaman di bidang perkayuan dan besi ,,
Memilih mambu yang tak lapuk di makan air selama lima belas tahun lebih bukanlah hal mudah ,, jadi alfan dari tadi seharusnya sudah dapat banyak ,, tapi karena faktor "harus milih" maka dia hanya dapat segitu saja ,, masalah tali dia tak susah ,, dia memanfaatkan kulit pohon pisang yang dia pelintir secara sangat rapi dan butuh waktu ,,
Busurnya dia menggunakan bambu ,, dan untuk wadah panah, dia menggunakan pohon pisang yang dia tamukan hanyut di sungai ,,
Dia menancapkan panah pada pohon pisang tersebut ,, hal ini sebenarnya akan membuat bambu raut tumpul ,, tapi teori ini tak terlalu berlaku untuk bambu yang sudah terendam sangat lama
Alfan lubangi sisi tengah pohon pisang untuk di masukan tali dan kau sudah tau bagaimana gambaranya ,,
Karena pedang yang dia gunakan adalah pedang pendek ,, pedang ninja ,, maka dia menyangklotkan di pinggang secara miring agar tak mengganggu gerakan di alam serba liar dan penuh dengan orang berbahaya ini ,,
Akhirnya empat puluh lima panah sudah jadi ,, dan alfan menimang nimang busurnya sekarang ,, busur yang dia buat secara agak aneh juga ,, bentunya seperti) (] ,, jadi ,, di depan panah ada panah yang di pasang secara terbalik ,, dan bagian ujung di ikat dengan ujung dengan tanpa kendor ,,
Alfan mencoba busurnya ,, dia mengambil anak panah yang cukup panjang ,, sekitar 70 senti meter itu dan menariknya pada tali busur ,, dia agak kaku sedikit karena dia sudah beberapa tahun tak bermain panah ,, dia menarik tali busurnya ,, berat juga ,, tapi seorang pemuda ,, pandai besi ,, yang masih bertenaga toh juga harus kuat menarik hingga hampir pucuk anak panah ,,
Dia membidik sebuah pohon kelapa yang terlihat basah karena pohon ini hidup ,, dan tiba tiba dia melepaskan ke arah sebuah pohon yang kulitnya tebal berukuran tiga pelukan kucing yang memiliki semak semak berduri agak lebat ,, dan bisa terlihat kalau panah ini tak hanya menancap tapi juga menembusnya dan masih melesat cukup jauh ,, dan tiba tiba dari sebelah alfan ada orang yang meloncat dengan menggunakan tombak ,,, alfan sudah tau kalau dari tadi ada sesedikitnya lima orang yang mengintip ,, dan satu berada di balik pohon yang ada semak berdurinya tadi, , dan sekarang pasti mampus karena telah tertembusi panah yang masih melesat dengan kuat sekali itu ,, mungkin kau tak setuju dan membatin "logikanya ,, panah akan patah ketika masuk sudah sampau seperempat kayu yang keras itu" ,, kau salah kawan ,, kayu , semakin lama di rendam, semakin kuat, dan punya sisi khusus dalam kekuatanya ,, yaitu "tak mudah patah"
Dan lagi ,, busur tadi, butuh tenaga delapan puluh lima kilo lebih untuk menarik tali busur sampai enam puluh senti meter ,,
Dan mungkin kau mengomel
"Kalau begitu ya pasti tak mungkin karena kekuatan jari tak akan sampai sebegitu kuat ,,," yaaa, yang kau pikir, tehnik memanah itu adalah "jari menjepit pantat panah dan menarikan ke tali busur" ,, ini sudah umum ,, bahkan kebanyakan atlet malah begitu ,, tapi penulis punya cara yang di dapat dari beberapa veteran ,, "pantat anak panah harus menjepit talinya ,, tak perlu terlalu kencang karena yang di butuhkan hanya agar" tidak kemana mana ",, dan menariknya adalah kau butuh empat jari , dua di sisi atas tali yang di jepit pantat anak panah, dan dua lagi di bawah ,, jadi kekuatan bisa maksimal ,, kau harus mencobanya agar penulis yang memberikan bocoran tentang trik memanah ini tak merasa gegetun ,,
Alfan melihat si penyerang sialan ini menusukan tombaknya ke arah paha alfan ,, alfan mengibaskan busurnya dan rupanya panah yang dia desain ini juga punya minat merajut ,, nyatanya dengan sekali kaitan saja ,, tombak lawan ini mencelat dan pahanya kena gebuk oleh bambu ini ,, walau ini mempercepat kerusakan pada busur bambu ,, tapi seperti tadi ,, tak terlalu berlaku untuk bambu besar ,,
"Hiaaat" tiba tiba ada yang meloncat dan melemparkan tombak bambu yang cukup runcing pecah pecah ke arah alfan ,,
Alfan meloncat ke kiri dan dia memanah seorang yang melempatkan tombak tadi ,, karena lesatan panah yang cepat ,, si orang yang di panah tak sempat menghindar ,, apalagi di jarak sedekat ini,
"Bukk" tiba tiba alfan merasakan nyeri pada punggung ,, dan dia melihat ada patahan kayu tipis tapi kuat ,, rupanya ada yang menyerang punggung alfan ,, sampai kayu itu patah ,, dan tentu saja tenaganya besar ,,
Alfan tak langsung membalikan tubuh karena kebetulan dia melihat seorang sedang membidikan cross bow ke arahnya ,, cross bow memiliki tenaga hingga 40 kilo ,, dan di lihat dari ujung panah yang runcing ,, bukan mustahil alfan bisa tertembusi jika kena ,, tapi alfan lebih cepat ,, dia memanah ke sana dan dengan tepat mengenai kepala si orang dan tentu saja tak tembus karena alfan tak menggunakan sepenuh tenaga ,, hal ini di sebabkan karena dia harus cepat ,,
Alfan sekarang membalikan tubuh, dan dia melihat seorang yang melengong karena senjatanya patah itu ,,
Alfan memandangnya dengan dingin ,, si orang sialan ini tiba tiba membalikan tubuh dan dia berlari ,, tapi ada delapan langkah ,, leher nya telah di tembusi oleh sebuah panah ,,
Alfan mengumpulkan lagi panah yang masih layak pakai ,, dan dia tak mendapatkanya ,, yaaa ,, yang daunya sobek sobek ,, yang sudah patah ,, yang macet karena terjepit tulang leher ,, ada yang tumpul karena menembus batok kepala ,, alfan angkat pundak saja ,,, empat puluh dua panah ,, dia harus hemat
Dia berjalan ,, kebetulan dia melihat saku salah satu sialan yang tebal ,, dia merogohnya dan terlihat sebuah wadah yang ketika di buka adalah berisi lintingan rokok ,, alfan hampir menyulutnya sampai dia mencium aroma khas ,, ganja ,,
"Di pulau ini ada ganja?" Batin alfan lagi ,,
Dia memandang ke arah barat, tentu saja dia tau mana barat mana selatan ,, matahari belum pernah menipu ,,
Sore ini alfan memancing ikan ,, ehm ,, maksud penulis adalah alfan menusuk nusuk ke dalam air air ,, kadang dia menemukan tengkorak ,, dia mendapatkan satu ikan yang lumayan besar dalam waktu yang relatif lama ,, saran ,, menggunakan tombak dan menggunakan jaring sangat beda ,,
Senja tiba ,, kebetulan alfan bisa melihat matahari di kejauhan sana ,,, tak lupa dia melahap ikanya ,,
"Ssss" alfan mendengar sebuah suara ,, derek ,,
"Ular derik" batin alfan ,,, dia cepat menghabiskan makananya dan dia berjaga jaga ,, yaa ,, sebenarnya sih namanya manusia ya tak perlu sebegitu khawatir dan terlalu berjaga jaga ,,
Tapi alfan merasa harus berjaga jaga ,,
Yaa ,, sendirian di alam liar ,, insting dan hati hati serta trik itu sangat di butuhkan ,, kalau rame rame sih tak perlu sampai seperti itu ,,
Alfan, dia mengeluarkan sebuah kain. ,, Berisi ganja kering ,,
"Ganja biasanya awet terbakar ,, dan yaaa ,, entah berapa harganya" batin alfan dengan memejamkan mata ,,, dan dia langsung melek ,,,
"Fak ,, tak mungkin di sini ada warung ganja ,, tak mungkin juga orang orang ini pergi ke luar pulau ,, dan pastinya di sini ada tanaman ganja ,," batin alfan ,,
Dia langsung berdiri ,, tak lupa busur dan panah serta pedangnya,
Dan dia berangkat ke dalam hutan ,, tapi namanya orang tak terlalu cerdas ya tentu saja dia tak pernah berpikir tentang
"Jangan ke hutan di malam hari ,, gelap"
Hutan yang lebat ,, di tambah dengan keliaran hutan ,, serta hewan hewan berbahaya sialan ,, di tambah dengan gelapnya malam ,,
Membuat alfan nyengir
"Lebih baik aku tidur dulu dan besok pagi melanjutkan pembasmian" batin alfan ,, dia merebahkan diri beruntung dia mendapat sebuah pohon besar ,,
"Kukuruyuk" atau bagaimanapun suara ayam hutan berkokok ,,
Alfan bangun ,, dia membuka mata dan dia hampir berteriak ,,
Di depan hidungnya ada beberapa ular yang hampir menciumnya
Tentu saja dia hanya bisa mendelik ,,,
Apalagi leher ular ini sekarang membuka ,, rupanya kobra ,,
Alfan mau berkedip saja susah ,, satu tanganya mengambil busur satu tanganya melakukan gerakan jari untuk menarik perhatian si ular ,,
Alhasil si ular mengalihkan skeptisnya terhadap jari alfan ,, si ular mendekat dan dengan cekatan alfan menggunakan panah untuk menggebuk leher si ular ,, yaa ,, sebenarnya bukan menggebuk ,, tapi menjepit ,,, niat alfan sih dia langsung meloncat dan pergi, , tapi dasar sial ,, si ular ini cerdas juga ,, dia menggeliat geliat sampai ekornya mengikat tangan alfan ,,,
Karena ular ini tak terlalu kecil ,, maka tangan alfan terasa susah bergerak juga ,,
Alfan mengendus bau amis amis sialan ,, dia jadi jengkel ,, pakaiannya di kencingi ular ,,, dia langsung mencekal leher ular ini sekalian ,,
"Ular sialan" desis alfan dengan jengkel ,, dia melemparkan ular itu ,, yaa ,, rencana sih dia ingin meninggalkan si ular begitu saja tanpa berbuat kasar ,, tapi karena situasi sialan seperti ini ,, dia jadi melemparkan ular itu ke arah semak semak belukar ,,
Mana dia tau kalau di atas pohon ada dua orang yang memegang ujung jaring ,, dan dua orang ini meloncat ke bawah dengan jaring terkembang ,,
Entah sialan entah memang beruntung ,, alfan merasa kasihan dan dia menjenguk ke semak memastikan si ular tak kenapa napa ,,
Dan beberapa saat kemudian alfan mendengar suara gedebuk dua kali ,, dia membalikan tubuh ,, dan dia menjumpai dua orang yang kakinya terkilir ,,
Alfan melengak ,,
"SRR SRR SRR" tiba tiba ada banyak panah mengincar alfan ,,, alfan masih sempat reflek ,,, dia berlari ke tempat sempit sempit tapi kecepatan lari tentu saja hanya begitu begitu saja ,,, apalagi alfan yang termasuk bukan orang silat atau sejenisnya ,, lengan kananya terkena panah telak ,, juga betisnya ,, walau tenaga panah sudah tak terlalu kuat ,, tapi tetap saja menancap ,,
Alfan merasakan perih juga ,, kebetulan dia melihat sebuah gua ,,
Dia langsung lari ke dalam gua yang sama sekali tak dia ketahui isinya itu ,, ada dua belas orang yang mengejar ,,
Alfan berlari tidak terlalu kedalam karena dia langsung menabrak tembok ,, anehnya tembok ini dari jerami ,, dan alfan tiba tiba merasa tubuhnya di tarik oleh seseorang ke samping ,, berbareng dengan itu ada banyak sekali anak panah melesat ke dalam sini
Alfan merasakan denyutan denyutan aneh pada lukanya ,,
"Racun" batin alfan dan dia pingsan ,,
Alfan membuka mata ,, dan dia berada di dalam gua yang tidak gelap lagi ,, ada beberapa lampu patah patah yang menyala ,,
Di sana ada seorang pria ,, dia adalah dian ,,
Alfan melihat luka lukanya di balut perban perban sialan ,,
Alfan mencoba bangkit ,, sudah tidak sakit ,,
"Terimakasih sobat" kata alfan sambil mencari pakaiannya ,,
"Agaknya kau baru sampai di sini ya?" Tanya dian ini
Alfan mengangguk ,, dia menemukan pakaiannya
"Pakaianmu penuh dengan racun ,, kelompok arow meletakanya pada ular yang sebenarnya telah menelusuri penjuru pakaianmu" kata dian ,, alfan berhenti ,, dia hanya memakai celana boxer yang sebenarnya alfan tak merasa pernah memakainya ,,
"Kau pakai pakaian itu saja" kata dian sambil menunjuk ke sebuah tumpukan pakaian ,, di sana alfan juga melihat peralatan panahnya ,, tapi dia tak melihat dimana pedangnya ,,
"Mana pedangku?" tanya alfan
"Pedang apa?" tanya dian
Alfan tak menjawab ,, dia mengepalkan tangan ,,
Dia bergegas mengenakan pakaiannya ,, dan dia kebetulan melihat banyak sekali anak panah yang bagian depanya ada besi tipis ,,
"Tunggu dulu nak" kata dian ,, alfan menggeleng
"Terimakasih atas bantuanmu ,," kata alfan
"Bukan begitu ,, mungkin akan lebih mudah bergerak jika kau bersiap siap dulu" kata dian dengan angkat pundak ,,
Alfan tiba tiba terfikir sesuatu
"Tunggu dulu ,, darimana kau dapat semua perlengkapan ini?" Tanya alfan ,, dian tertawa hambar
"Aku di tugaskan untuk mengambilmu kembali ,, dan tentu saja aku harus membawa beberapa alat" kata dian hambar saja ,,,
Alfan memandangnya ,,
"Siapa kau sebenarnya?" tanya alfan
"Perkenalan yang sialan tidak seharusnya seperti ini" kata dian dengan tertawa ,, alfan sadar ,,
Alfan mengguntin pakaiannya yang tadi ,, dia mendapat gunting dan jarum serta benang ,, dia membuat wadah anak panahnya ,,
Dia sedang duduk di depan api unggun yang sialan ,,
"Oh iya ,, siapa namamu?" Tanya alfan sambil mengerjakan yang harus dia siapkan ,,
"Namaku dian ,, tentang siapa aku selanjutnya mungkin kau akan mengetahuinya sendiri" kata dian ,,
Alfan mengangguk
"Dian ,, jadi ,, siapa yang menugaskanmu?" tanya alfan
"Seseorang yang kebetulan tertarik denganmu ,, dan bukan musuhmu" kata dian ,,
"Baiklah ,, aku bersedia mengikutimu ,, asalkan aku telah mendapatkan pedangku kembali" kata alfan ,, dian berpikir sejenak
"Sejujurnya ini di luar misiku ,, aku juga tak di tugaskan untuk membantumu ,, tapi jika kau mati di tengah jalan tentu saja tugasku gagal" kata dian dengan berpikir
Alfan juga merasa keterlaluan juga
"Baiklah ,, aku ak ,,,,,,,,"
"Aku setuju" potong dian dengan mengangkat pundak ,,
Kantung panah alfan telah selesai ,, alfan membuat tiga kantung ,, satu kantung berisi tiga puluh anak panah ,, dan alfan menjadikanya tas belakang ,, dia memasukan daun kering yang lebar ke dasar tas anak panahnya ,, di gunakan untuk tempat menancapkan panah ,, yaaa ,, tentu saja agar tidak jatuh ketika alfan terbalik ,, dan hal ini juga tidak akan merusak kain serta menjaga runcingnya mata panah ,,
Alfan juga menyiapkan sebuah kantong entah untuk apa dian tidak tau ,,
"Kau siap?" tanya alfan
"Seharusnya aku yang bertanya" kata dian dengan tertawa pendek
Alfan melihat si sialan ini membawa dua senjata api ,,
"Kalau saja aku bisa meminjamnya satu ,, mungkin aku akan senang sekali" kata alfan ,, dian menggeleng
"Belum saatnya ,, kau akan menggunakanya dikala kau butuh" kata si sialan ini ,, alfan mengangguk saja ,,
Kelompok arow ,, alfan pernah di beri petunjuk oleh si sialan yang memberinya pedang itu dimana tempat arow dan death sea
Kelompok arow berada di balik sebuah tebing tinggi
Tebing yang cukup berbahaya ,,
Alfan sedang bersembunyi di atas pohon tebal ,, dia mengawasi sebuah desa sialan ini ,, desa yang lumayan besar juga ,,
Alfan mencabut satu panah dan membidik ke sebuah jendela
Jendela yang penuh dengan sela sela kayu ,, serangan jarak jauh mungkin saja tak akan bisa mengenai ,,
"Srett" alfan melepaskan jarinya dan anak panah meluncur ,,
Meluncurnya cepat dan kuat sekali sampai menerbitkan suara mencuit ,,
Yaa ,, alfan telah memodif anak panahnya lagi ,,
Di sana sini tiba tiba gempar dan sama bersiap siap karena datangnya serangan ,,
Di dalam ruang sana ,, ada orang tua yang hampir terkena panah ,,
Orang ini keburu tiarap sampai panah mengenai dinding kayu kuat hingga menancap seperempatnya ,, diam diam orang ini bergidik juga ,, kalau panah ini tentang pasti tembus ,, apalagi katika dia mencabut, panah ini tak memiliki mata panah berupa besi ,, melainkan kayu yang di runcingi begitu saja ,,
Dia melihat pada panah ada gulungan kertas yang di linting secara tapi ,, dia mengambil kertas tersebut dan mengendusnya ,,
"Masih baru" batin si orang tua ini ,, dia membacanya
"Serahkan pedang bintang yang kalian curi atau aku akan menghabisi seluruh anak buah kalian ,, waktu kalian hanya sampai matahari tenggelam ,, ku tunggu di atap gedung kalian" begitu tulisanya
"Aneh ,, apakah ada urusan?" Batin orang tua yang bukan orang indonesia ini ,, entah keturunan mana penulis tak jelas ,, tapi masih orang asia ,,
Heranya dia juga bisa bahasa indonesia ,,
Dia melihat ke arah matahari ,, sudah sore ,, dua jam lagi matahari akan tenggelam ,,,
"Di lihat dari tenaga orang ini pasti dia orang yang sangat berbahaya" batin si orang tua ini ,, dia mengelus jenggotnya ,,
Matahari tenggelam ,,
Di sana sini perawatan makin ketat ,,
Tapi di beberapa sisi ada enam belas orang yang mati ,, mereka mati dengan anak panah menancap di jantung tepat ,,
Di atap ada banyak orang yang berjajar menghadap ke segala penjuru ,,
"Sreeettt" tiba tiba orang orang sama mendengar suara kesiuran angin yang memanjang ,, mereka sama memandang kesana kemari ,, tapi tak menemukan ada anak panah yang melesat ,, padahal di mana mana banyak obor ,,
"Clkakk" tiba tiba ada seseorang yang jatuh dengan batok kepala tertancap panah ,,
Si orang tua yang tadi mengelus jenggot berdiri dengan marah
Dia memandang panah yang rupanya ada kertasnya itu ,,
Dia memerintahkan orang orang mengambilnya ,,
"Waktumu habis" bagitu isinya ,, tidak ada kompromi lagi sekarang ini
"Krrrrttt" tiba tiba suara berderit keras membuat kuping sakit ,, juga membuat orang orang harus turun dari atap ,, ternyata ada kebakaran
"Jangan alihkan perhatian ,, biarkan yang terbakar" teriak si orang tua ini ,, orang orang yang tadi ribut sama tenang kembali ,,
Rumah terbakar membuat makin terang suasana ,,,
Semua orang desa yang jumlahnya tak sedikit ini sama menggendong anak panah dan di tangan mereka ada busur yang kuat sekali ,, beberapa orang yang kekar malah membawa busur besar yang sialan ,,
"Hei penyerang gelap ,, keluarlah" bantak si orang tua ini dengan marah
"Srrt srtt srtt" tiba tiba datang serangan panah yang datang secara bertubi tubi ,, panah panah ini mengincar orang orang ,, karena suasana tegang ,, orang orang jadi lamban dan alhasil ada sekitar lima orang tewas dengan tubuh tertancap panah
Si orang tua memandang ke tebing tinggi ,, ke ujungnya ,, dan di sana dia melihat asal panah tadi ,,
Dia langsung turun dari atap dan dia mengambil busur serta anak panahnya yang rupanya terbuat dari besi ,,
Besi yang lentur ,, berwarna keperakan perakan ,, panah dia mengambil sekantung besar ,,
Di sana alfan yang berada di atas membalikan tubuh ,, ada dian yang duduk di bawah pohon di bawah terangnya sinar bulan ,,
"Kau yakin mereka yang mengambil pedangmu?" tanya dian
"Yang menyerangku hanyalah panah" jawab alfan ,,
"Apakah hanya mereka yang membawa pedang?" Tanya dian ,,
Alfan seperti teringat sesuatu ,,
"Kelompok death sea menurut kabar hampir menguasai seluruh pulau? ,,, Apakah mereka ya?" Batin alfan ,,
Tapi dia akan menunggu kepastian dulu ,,
Dia memasang sebuah masker mata seolah dia zorro saja ,,,
"Ada air putih kawan?" Tanya alfan kepada dian ,, dia melemparinya dengan botol berisi air putih ,,,
Lima belas menit kemudian ,, dari sisi sana ada yang berlari dengan nafas ngos ngosan ,, siapa lagi kalau bukan si orang tua sialan? ,,
Dia melihat ada orang yang membawa busur aneh sedang berdiri tegak di ujung tebing ,, dan orang ini melemparinya sesuatu ,, orang yang suka bertarung jarak jauh itu biasanya memiliki mata yang sialan ,, dan orang tua ini bisa melihat yang di lemparkan sosok asing itu adalah air saja ,,
Si orang tua ini menangkapnya dan mengendus isinya ,, air jernih
Beberapa tegukan saja air itu habis ,,
Entah sialan ,, entah memang bulan bersinar lebih terang ,,
Yaa ,, bulan bersinar lebih terang sampai alfan terlihat sosoknya
"Siapa kau orang bertopeng?" Tanya si orang tua ini dengan bahasa melayu yang rupanya emosinya mereda ,,
"Si pecandu" jawab alfan dengan bahasa negrinya
"Orang indonesia ya? ,, Di lihat dari caramu menggerilya sudah tak asing lagi" kata si orang tua ,,
"Kau bukan orang indonesia ,, juga bukan malaysia ,," tiba tiba ada seseorang yang mengagetkan si orang tua ,, dia menengok ke samping dimana ada sebuah pohon ,, di sana ada orang yang duduk ,,
"Aku memang bukan" kata si orang tua ,,
"Tapi bahasa indonesiamu tak buruk" kata alfan ,,
Si orang tua memandang alfan dan yang di bawah pohon bergantian
"Apa maksud kalian meneror?" Tanya si orang tua
"Kalian? ,, Hanya aku yang meneror ,, dan mungkin akan terus meneror" jawab alfan
Si orang tua melirik ke arah si orang di bawah pohon sebentar dan dia memandang alfan
"Katakan apa maksudmu" si orang tua berbicara
Alfan masih berdiri tegak ,,
"Mengambil sebatang pedang yang kalian orang panahan ambil" jawab alfan udara
"Kami? ,, Kami tak pernah merebut milik orang" kata si orang tua
"Aku tak mudah percaya" kata alfan
"Kau lihat penduduk di bawah? ,, Mereka juga orang jahat ,, tapi mereka bukan orang tamak ,, lihat penduduk di sana, mereka makmur ,, sebelum akhirnya kau membunuh banyak orang dari kami" kata si orang tua ini dengan marah ,, yaa , mengingat banyak anak buahnya yang mampus ,, amarahnya langsung tersulut ,,
Alfan berpikir sejenak
"Mungkin kelompok death sea yang mencari gara gara" batin alfan, dia memandang si orang tua
"Baiklah ,, kami akan pergi" kata alfan ,,
"Tidak secepat itu ,, setidaknya kau harus meninggalkan sepasang tanganmu" kata si orang tua ini ,, alfan memandangnya ,, dia mengambil busur panah dari punggungnya ,,
Si orang tua melihat busur alfan ,,, terbuat dari bahan yang bagus tapi terlihat aneh sekali ,,
Si orang tua tak ketinggalan ,, dia mengambil busurnya
"Whuss" angin kencang tapi pendek baru saja lewat ,,
Ada sebuah daun lebar yang jatuh ke arah antara alfan dan si orang tua,
"Srek" daun menempel tanah ,, dan sudah ada dua panah saling melesat ,, alfan dan si orang tua dengan kemampuan paling cepat yang mereka miliki sama menggunakan senjatanya membidik ke arah lawan masing masing ,,
Alfan sempat meruntuk ,, si orang tua ini sempat meloncat ke samping dia membidikan dua panah ,, alfan juga membidikan dua panah
"Sret sret" empat anak panah melesat secara bareng dan
"Tringg" ada satu buah benturan panah ,, ini adalah tingkatan memanah yang sangat fantastis ,,
Dua anak panah masih melesat menjauhi tuanya masing masing ,, si orang tua berloncatan ,, alfan dengan cepat menloncat ke samping ,, tak urung pipinya terkena goresan panah ,,,
Dia mengusap darah di situ ,,
Dia memandang ke depan dimana si kakek membidiknya lagi
"Sret sret sret" tiga anak panah yang meluncur secara berturut turut ,, alfan berlari ke samping dan dia melakukan zigzag atau bagaimana itu tulisanya ,, dia mendekati si orang tua ini ,,
Si orang tua ini menembakan sekali lagi ,, padahal alfan berjarak setombak saja dari si orang tua ,,
Cara alfan juga mencengangkan ,, dia menekuk lutur dan menggesotkan tubuh dengan gaya sleding atau bagaimana itu tulisanya ,,
Si orang tua yang tentu saja pengalaman bertarung itu tau kalau alfan ingin menggunakan pertarungan jarak dekat ,,
Dia langsung meloncat ke kiri ,,
Tapi dia langsung merasakan sakit ,,
Rupanya ada sebuah anak panah yang menancap di pangkal lengan kirinya ,, padahal pangkal lengan ini sangat berguna untuk orang panahan ,, dan jika ini hilang ,, maka orang panahan pasti kesusahan ,, tapi si orang ini tertawa pendek ,, dia menggunakan cara kidal sekarang ,, tangan kiri yang memegang busur berganti menjadi memegang panah ,,
Alfan memandangnya ,, dia juga menggunakan cara yang sama
Dia memindahkan busurnya ke tangan kanan ,,
"Aku berani bertaruh kau tak akan bisa melepaskan anak panah lebih dari sekali" kata alfan ,,
"Ya memang begitu ,, tapi dia bisa memanggil bantuan" kata dian dari sisi sana ,,, rupanya dia adalah orang cerdik ,, dia bisa menebak isi otak si orang tua ini
Si sialan itu memegang sebuah panah yang berbeda ,, bulunya juga berbeda sampai memungkinkan anak panah melesat dengan berputar ,, ujung panah juga dari serabut serabut ,, si orang tua menyulutnya dengan sebuah kertas aneh yang mudah terbakar ,,
Orang tua ini membidikanya ke atas sana dan melepaskan jarinya ,,
Tapi anak panahnya berhenti di tengah jalan ,,
Alfan dengan jitu memotong jalan anak panahnya ,,
"Rupanya tenagamu memakai tangan kidal buruk sekali" kata alfan ,, si kakek sudah melepaskan busurnya ,,
"Kau menang anak muda" kata si orang tua ,,
Alfan memberi kode kepada dian ,, dan mereka pergi dari sana ,,
Walau si orang tua tercengang tapi dia tak menghalangi jalan alfan
Kelompok death sea ,, kelompok sialan yang menyebalkan ,, mereka tinggal di hutan lebat dan bukan desa ,,
Alfan berada di kejauhan hutan tersebut sedang meneropong
Dia melihat gerakan gerakan sialan yang menyebalkan ,, seperti gembala hutan ,, seperti membuat perahu ,,,
"Tunggu dulu" dian tiba tiba melengak ,,
Alfan memandangnya
"Membuat perahu?" Tanya dian ,,
Alfan memandang penulis dan penulis hanya angkat pundak saja
"Ya begitulah kelihatanya" jawab alfan apa bisa buat
"Kita harus menghancurkan kapal kapal mereka" kata dian ,,
Alfan memandangnya
"Untuk apa?" Tanya alfan tapi dia lantas teringat sesuatu
"Tentu saja mereka akan kabur jika kapal kapal itu tak di hancurkan" kata dian
Alfan berpikir
"Tadi ada anak panah yang matanya terbuat dari besi ,, bukan mustahil di sini bisa menghasilkan besi, dan dengan begitu ,, mereka pasti bisa mendapatkan banyak paku dan cukup untuk memperkuat membuat perahu" batin alfan ,,
"Kau ada ide?" Tanya alfan kepada dian
"Seharusnya meledakan adalah cara terbaik ,, tapi aku tak berbakat dalam masalah kimiawi" kata dian ,,,
"Kita menyusup ke sana ,, dan dalam waktu tiga hari kita sudah harus bisa menghancurkan mereka" kata alfan ,,,
"Kau ingat jalan ke gua?" Tanya dian ,, alfan mengangguk ,,
"Kita berpencar dan bertemu di sana kalau ketahuan" kata dian
Alfan tersenyum
"Aku lupa ,, untuk apa menyusup?" Tanya dian tiba tiba
"Mengambil kaleng ,, dan besi serta pemotong besi ,,, sebanyak banyaknya ,," kata alfan ,, dian mengangguk ,, dia langsung berangkat ,,
Alfan tersenyum ,, dia memandang ke "taman bunga" yang berada di sana ,, di sebelah hutan ,, yang terlihat jelas karena bulan yang remang terang ,,
Alfan berpikir ,,
"Dua hari untuk mengeringkan ,, agaknya sudah sangat cukup" batin alfan ,,
"Di bawah 'taman bunga' itu tentu hal yang bagus" batin alfan dengan tersenyum ,, dia berindap indap di bawah bayangan pohon
Alfan sekarang berada di tengah tengah "taman bunga" ,,
Dan alfan bisa mengambil banyak daun jari sekarang ,,, (ganja) ,, yaaa ,, ganja ganja ini berada di bawah bunga bunga sialan yang mulai mekar ,,
Tapi alfan tiba tiba melihat kilauan dari dalam hutan ,,,
Dia menggunakan teropong sekarang ,,, tak terlalu terlihat jelas ,, tapi bentuknya seperti pedang ,,
Dan alfan menyipitkan mata sekarang ,,
"Ting ting ting ,,,," suara besi di pukul ,,
Menimbulkan irama yang sialan di telinga alfan yang sekarang berada di atas genting ,,
Yaa ,, dia baru saja berindap indap dan sempat memanjat ,,
Dia membuka satu genting dan melihat ke bawah sana ,, sebuah pelebur besi ,, dan dia melihat sebuah pedang sialan yang membuat mata alfan menyipit tadi ,,
Rupanya pedang ini akan di lebur ,,, pedang bintang ,,
Alfan melihat ke sebuat besi cetakan pedang dan dia tiba tiba ada ide ,,
Tiga hari ,,
Alfan berada di dalam goa sedang mengasah sebuah gaman sialan yang sangat tajam ,, di sebelahnya ada beberapa bubuk sialan ,, yaa ,, ada belerang ,, ada bubuk besi ,, ada garam ,,,
"Kukira kau mampus" terdengar suara dari luar ,,, alfan melanjutkan mengasah dan masuklah beberapa orang ,,, alfan tercengang juga ,, dia memandang yang datang ,, rupanya beberapa orang yang mata di tutup ,,, mulut di ikat dengan tali ,, tangan juga ,, dan mereka sama membawa banyak benda ,,
"Kukira kau yang mampus" kata alfan ,, dian memandang hasil alfan yang "sedikit" ini
"Tiga hari ,, dan kau hanya mendapat itu?" Tanya dian ,, alfan mengangguk
"Kau bercanda?" Tanya dian dengan tertawa ,, alfan menebas sebuah kayu sepaha dan kayu tersebut terbelah ,, walau kayu tersebut tak terlalu keras ,, tapi tentu saja sangat sialan untuk ukuran tebasan pedang ,, dan nyatanya alfan memiliki energi besar untuk menebasnya ,,,
"Bercandakah untuk ukuran pedang sebagus ini?" tanya alfan
Dian mengangguk
"Dengar ,, ini jaman modern ,, dimana senjata api lebih menang" kata dian ,,
"Baiklah aku kalah ,, bagaimana dengan hasilmu?" tanya alfan
Dian menurunkan yang dia bawa dan yang oleh orang orang yang ada enam ini bawa ,, lalu dian mengikat mereka dengan kayu palang sialan
Dian juga menutup kuping mereka dengan sesuatu ,,
Alfan melihat salah satu orang mengendus endus ,,
"Orang ini bisa mencium kimiawi ,, berbahaya sekali" batin alfan sambil menanamkan sedikit bubuk di depan hidung si sialan ini
Alfan menutup hidungnya ,, dian tak tau apa yang di sulut ,, tapi dia berada di udara segar sampai tak terkontaminasi ,,
Si orang sialan tadi sudah "fly" atau apalah itu sebutanya ,,,
Alfan melihat lihat apa apa saya yang di bawa oleh dian ,, dan dian menonton saja karena dia sama sekali tak mengerti kemana tujuan alfan ,,
Alfan mencampur bubuk ini dan itu ,, tak lupa kadang dia menambahkan arang ,, dian memandang dengan heran
"Untuk apa benda benda ini?" tanya dian
"Melubangi dasar perahu" jawab alfan sambil mengantongi hasil olahanya pada batok kelapa
"Melubangi dasar perahu? ,, Dan kau butuh waktu tiga hari? ,, Aku bahkan memiliki senjata yang bisa melubangi dasar perahu" kata dian ,, alfan memandangnya dan tanganya masih bekerja
"Dan?" tanya alfan
"Dan? ,, Ayolah ,, kau tak setolol itu" kata dian ,, alfan mengangguk
"Kau cerdas ,, tapi dalam perkayuan dan besi ,, aku jauh lebih mengerti darimu" kata alfan, dian tertawa pendek ,, dia mengeluarkan peluru khususnya, TG,
"Kau bisa lihat proyektilnya? ,," Tanyea dia n
Alfan bahkan bisa memegangnya ,, dan dengan cepat dia melepaskan proyektil dengan bantuan japitan besi yang di dapat oleh si sialan ,,, dia melihat sebuah bubuk sialan yang membuatnya tertarik ,,
"Bukan mesiu" batin alfan ,, dia memasang lagi proyektil tersebut ,, dia sudah melihat dan dia tau bagaimana kerja proyektil tersebut ,,
"Senjata yang mengagumkan ,, tapi tak berguna melawan kayu besi" kata alfan ,, dian melengak ,,
"Bahkan kaca anti peluru bisa hancur ,, dan sekedar kayu masa tidak bisa?" tanya dian
"Bisa tapi kayu besi adalah kayu yang mati hidup" kata alfan melanjutkan kerjanya ,,
"Maksudmu?" tanya dian
"Semakin kayu tersebut tua dan sering terkena air ,, akan semakin kuat juga kayu tersebut ,,, bahkan terkena panas selain api dan tekanan tinggi ,, kayu tersebut tak akan rusak" kata alfan
Dian tercengang juga
"Padahal waktu itu malam hari ,, bagaimana kau bisa tau?" Tanya dian ,, alfan angkat pundak
"Pertama aku pengalaman di perkayuan ,, kedua aku telah memeriksa dari dekat ,, dan terakhir aku tidak hanya memeriksa" kata alfan ,, dian merasakan sesuatu pada "tidak hanya memeriksa"
"Lalu apa saja yang kau ketahui?" tanya dian
"Perahunya di balut besi" kata alfan ,, dian melengak ,,
Tiga hari kemudian
Alfan sedang meneropong ke sungai ,,
Dian juga sedang meneropong ,, dari tiga hari yang lalu ,, dia tak banyak bicara ,,
Dia mengeluarkan senjata apinya yang di rancang khusus ,,
Alfan menginstal beberapa cross bow besar ,, anak panahnya juga besaran ,, yang memiliki bulu panah lebar serta berputar ,,
Alfan punya sepuluh yang seperti ini ,, dan ini di bidikan ke beberapa tempat ,,,
Dian meneropong sekarang ,, dia melihat dalam jarak sekitar lima ratus meter perahu yang rupanya tidak kecil telah di hanyutkan oleh sungai yang lebar ,,
"Mereka sudah bergerak" kata dian ,,
Alfan mengangguk
"Panahku hanya akan menjangkau empat ratus meter kurang ,, apalagi ujung anak panahnya ku pasangi beberapa benda ,,," kata alfan ,,
"Ya ,, sungai ini juga menuju ke arah kita, tapi kapan kau akan menembak?" tanya dian
"Ketika mereka sudah berada di pantai ,,," kata alfan sambil membidik ,,
Perahu sudah hampir ke pantai dan alfan meninggikan arah bidikanya ,, rupanya dia ada rencana lain ,,
Dian melihatnya tapi tak mengerti maksud alfan ,,
Yaa ,, alfan yang sekarang lebih dingin dari yang dulu ,,
Entah karena apa penulis tak tau ,,
"Kau membidik kopter?" tanya dian
Alfan memang membidik kopter
"Ninja yang cantik" kata dian ,, alfan langsung tersentak ,, dia meneropong ke kopter dan dia melihat seseorang yang dia kenal ,,
Ririn dan kawan kawan ,,
"Tak ku sangka mereka mengundang" batin alfan dengan tersenyum
"Kau senyum senyum seperti orang kasmaran" kata dian dengan tertawa pendek ,, tak lupa dia menjitak alfan ,,
Perahu sudah ada di pantai ,,,
Alfan membidikan Crossbow besarnya ke arah perahu
"Srrtt srrtt srrt srrt" alfan melepaskan empat anak panah ,,
Para orang yang ada di perahu agaknya menyadari ada serangan ,, mereka hanya tertawa saja ,, tapi setelah panah menancap di tengah tengah geladak mereka melengak ,, ada batok kelapa yang utud berada di ujung anak panah yang menancap di sana ,,
"Blengg" tiba tiba empat anak panah tersebut meledak ,, dan geladak kapal tersebut berlubang tak kecil ,, terlihatlah banyak orang yang sedang sibuk sibuk dan gempar karena adanya serangan ,,
"SRT srrtt srtt srtt srtt" alfan melepaskan lima anak panah yang berbeda sekarang dan dengan tepat mengarah ke tengah tengah lubang pada geladak tadi sampai pada beberapa orang ,,
Semua orang sama Sibut Sibut ,, ada seseorang yang keluar dari dalam geladak dan meneropong ke arah alfan ,, dia adalah seorang setengah baya yang matanya tajam ,, dia adalah kepala perkumpulan death sea ,, kebetulan dia melihat jari tengah alfan ,,
Yaaa ,, Alfan mengangkat jari tengahnya dan "bussss" lima anak panah tadi meledak kecil ,, tapi mengeluarkan asap yang lebat ,,
Alfan membidikan panah terakhir ke udara dan langsung meledak ,, tak lupa dia melepas bajunya dan mengibar ibarkan ke udara ,, dia menarik perhatian kopternya ,, kopternya pun tertarik
Ririn, dia sedang meneropong ,, meneropong ke arah alfan yang mengibar ibarkan baju ,, dia langsung memerintah pilotnya terbang ke arah alfan ,,
Alfan melihat kopter menuju ke arahnya ,, dia mengangguk ,, dia sekarang membidikan panah ,, ke arah perahu dan dia membidik dengan sangat teliti ,,
"Sraaatt" panah yang di lontarkan dengan sangat bersemangat tentang tali layar dan layar berkibar ,, perahu pun makin cepat menjauh dari pantai ,,
"Dukudukudukudukuduk" atau bagaimanapun suara kopter ,,
Rupanya kopter sudah dekat
Alfan melihat sebuah kepala yang nongol dan tangga gantung ,,
Dia langsung meloncat ke sana dan dian mau tak mau harus mengikutinya ,,
Waktu berada di atas ,, alfan langsung di sambut oleh pelukan ,,
Saking eratnya pelukan ,, alfan sampai hampir tak bisa bernapas
"Sudah sudah ,, aku hampir tak bisa bernafas" kata alfan dengan tertawa paksa ,, yang memeluknya adalah seorang gadis berambut panjang ,, dia adalah ririn, pipinya terlihat kemerah merahan seperti gadis pingitan yang sedang jatuh cinta ,,,
"Udara ke arah atas kapal" kata alfan dengan berteriak ,, yaa ,, dia berada di dalam kopter yang cukup berisik ,,
kebetulan dia melihat sebuah senjata yang seperti roket, anti tank
Alfan langsung mengambilnya ,, yang lain hanya melihat tingkahnya saja ,,
Alfan membidik ke arah perahu dan "syussss" roket langsung meluncur ,, alfan hampir terlontar ke udara ,,
Tapi roket berhasil terbidik ke kapalnya dan dengan pas mengenai bagian yang berlubang ,,,
Tapi sebelum roket mengenai sasaran ,, alfan sempat terkejut karena tidak ada seorang pun berada di dalam perahu ,,
"Blerrr" terdengar ledakan yang hebat ,, dan perahu tersebut meledak ,,
"Aneh?" Batin alfan ,, dia memandang ke bawah sana ,, di air ada gerakan yang menuju ke pulau ,,
Rupanya sebagian besar mereka kembali ke pulau ,,
"Sial ,, telat satu langkah" batin alfan ,,
"Syussss" tiba tiba dari pulau ada sesuatu yang mengarah ke arah kopter ,,,
"Awas roket" teriak alfan yang mengetahui apa yang datang ,, dia langsung meloncat ke luar kopter sambil mencekat pantat roket tadi ,,
Semua juga kaget dan untung masih mendengarkan alfan tadi ,,
Tapi hanya ririn, nia, dan dian yang sempat meloncat keluar ,,
"Byurrr byurrr ,, byurrr byurrr" alfan dan kawan kawan jatuh ke dalam air ,, karena mereka meloncat dari ketinggian yang lumayan ,, maka mereka cukup dalam juga terendamnya ,,,
Waktu mereka keluar dari dalam air ,, sudah tiada kopter kopter an ,,
"Sialan" teriak nia ,, tanganya masih agak terasa sakit ,,
Dian memandang ke arah pulau ,, pantai telah di kurung ,,
Tiba tiba dia mendekati alfan dan membisikan sesuatu ,,
Alfan mengangguk angguk ,, dian menyelam dan entah dia pergi kemana penulis tak tau ,,
"Sekarang apa?" Tanya nia memandang ririn yang memandang ke depan sana ,,
Alfan mendekati ririn ,,
"Senjatamu anti air?" tanya alfan
"Ya ,, tapi tidak jika terendam" jawab ririn ,,
"Baiklah ,, agaknya tidak ada cara lain lagi" kata alfan dengan memandang ke sebuah tebing yang peres ke bawah ,,
"Kita harus berperang melawan mereka sebelum panah panah besarnya datang ,," kata alfan dia melihat matahari masih butuh tiga jam untuk tenggelam ,,,
"Teman ,, kalian tak ada yang berdarahkan" kata nia tiba tiba
Alfan terfikir sesuatu ,,
"Kita sangat terpojok sekali" kata ririn
Alfan berpikir ,, dia memeras otak ,,
Ikan hiu ,, tim ,, kedinginan ,, dan bermacam macam masalah sekarang secara serentak menjadi rintangan alfan ,,
Menurutmu bagaimana kelanjutanya? ,, Apakah alfan menggunakan ide idenya ,, atau ada bantuan datang? ,, Atau akan ada korban di pihak alfan? ,, Atau bagaimana? ,,
Apa pula yang di bisikan dian tadi? ,,,
Nantikan saja di episode selanjutnya ,,,
To be continue ,,,,,,,,,,,
Comments
Post a Comment