Skip to main content

Devil Yang Menyenangkan 2

Pengarang: Gaplek Tralala
Episode: properti sekolahan Kategori: semua umur


__________________________________________

menyebalkan ,,
Kalimat menyebalkan ,, perasaan menyebalkan ,,
Kadang kadang menjadi kalimat guyonan yang asyik ,,
Tapi yang namanya menyebalkan tetap saja menyebalkan ,,

Penulis ambil contoh siswa yang menyebalkan ,,
Siswa menyebalkan ,, bangun di pagi yang menyebalkan ,, di hari senin yang menyebalkan ,, pasti hal ini akan terasa sangat sialan

Hal ini menyebabkan hal sialan dan menyebalkan ,,
Seperti meningkatnya grafitasi di tempat tidur ,,
Yaa, you know lah ,, terutama kalian yang masih mahasiswa ,,,

Entah penulis ngomong apa ,, penulis tak peduli ,,
Mungkin penulis sedang belajar menyebalkan ,,: D

-----------------------------------------------

"Teett teeeett teeettt" terdengar suara bell jam saat ,,
"Klekk" tombol pada kepala jam di tekan seseorang ,,
Seorang pemuda yang sudah menggunakan pakaian sekolah ,,

Pemuda sialan ini adalah fred ,,
Dia menggunakan seragam putih biru ,, seragam sltp ,,
dia tertawa
"Hai jam ,, kau harus bangun lebih dulu dariku jika ingin membangunkanku" kata fred dengan tertawa
Fred tertawa begitu asyik tapi tentu saja dia tak akan mendapat jawaban dari jam ,, lama lama tawanya berhenti juga,
Dia menghela nafas

"Kapan aku dapat teman" batin fred sambil memandang jam ,,
06.00 tepat ,, sekarang 06.01 ,,

"Semenit yang lama" batin fred dengan angkat pundak ,, dia mengaca ,, dia merapikan dasinya ,, dasi sialan ,,
Fred mengeluarkan isi tas nya ,,

"Buku ada ,, bolpoin ada ,, pensil ada, penghapus ada ,, rautan pensil ada ,," batin fred dengan tertawa ,, dia membuka tasnya ,, rupanya di bagian lain dari tas ini ada kantung ,, di sana ada pisau peraut pensil ,, tak akan tercurigai ,, tapi rautan pensil ini sebenarnya tajam sekali ,, di sana ada rokok dan korek api,
Yaa ,, tidak pantas juga siswa rokok ,, tapi ayolah ,, penulis hanya menuliskan kondisi zaman ini ,,

Fred menyiapkan apa yang akan dia bawa ke sekolah ,, lagi
Dia berharap waktu berjalan cepat ,, tapi ketika dia memandang jam, 06.03 ,, fred nyengir ,, hanya dua menit?

Dia berdiri dan menyulut rokok ,, dia rupanya membawa dua bungkus rokok ,, bungkus pertama sudah berisi sedikit rupanya
Fred membawa dompetnya ,, di sana berisi beberapa kartu atm ,, beberapa lembar uang kecil ,, fred nyengir ,,

Dia berangkat sekolah dengan santai ,, berharap akan terlambat sekolah ,, tapi dia terfikir ,, hari ini upacara bendera ,, dia tak bisa terlambat di hari upacara ,,

"Wlarrr" ada motor yang membleyer atau apa ya sebutanya? ,, Kau tau memainkan gas pada motor? ,, Membuat suara menjadi berisik untuk sekian detik? Yaa ,, seperti itulah yang di lakukan seorang pengendara pada fred ,,

Fred memandang siapa yang cari gara gara ,,
Rupanya seorang pemuda yang juga menggunakan seragam ,,
Dia adalah teman sekelas fred ,, namanya rudi ,, dia adalah orang yang terkenal paling congkak di sekolahan ,, ayahnya adalah seorang petugas negara yang kaya raya ,, sedang ibunya adalah dosen ,, tentu saja kekayaan keluarganya membuat rudi menjadi congkak ,, dia orang yang bisa di bilang berperilaku jahat ,,
Sudah ada banyak gadis mendapat perlakuan buruk ,, dan ada banyak teman yang mendapat perlakuan buruk juga ,,

Dia di kenal juga sebagai pemuda yang kurang ajar ,,
Fred juga tak suka orang seperti ini ,, tapi dia tersenyum saja melihat rudi mengangkat jari tengahnya dan mengarahkan padanya ,, fred sebenarnya ingin menghajar saja si rudi ,, tapi dia tak memainkannya ,,
Rudi dengan motor mahalnya sudah pergi jauh ,,

Dia kembali berjalan dengan santai ,, tapi senyum jahil ada pada wajahnya ,,

Hari ini tak terlalu cerah beruntung angkot sudah datang sebelum hujan ,, (angkot - sebutan kasar untuk angkutan umum)
Fred tidak menggunakan taksi untuk perjalananya karena dia tak terburu buru dan dia harus menghemat uang ,, yaaa ,, walau penghasilanya sebenarnya tinggi sekali ,, tapi dia lebih suka menghabiskan uangnya dengan memberikan kepada orang lain ,, dan dia suka berhemat ,, ehm ,, maksud penulis ,, mood nya sekarang sedang hemat ,, kalau dia sedang ingin boros tentu saja akan beda cerita

Penumpang agak sepi ,, jadi supir tersebut tak mengendara terlalu cepat, yaa, you know lah

Fred mengeluarkan bukunya ,,
Sebuah buku dan dia mulai menggambar pada awal halaman ,,

Batik ,, gambar yang menakjubkan ,, gambar setengah abstrak ,, gambar yang sangat membutuhkan emosi hati ,,
Yaa ,, batik akan menjadi jauh lebih menakjubkan jika kau menggambarnya dengan menuruti kata hatimu ,,

Penumpang terakhir telah turun ,,
Tinggal fred sendirian ,, dia asyik menggambar

Penumpang bertambah ,,
Dua orang laki laki ,, preman ,,
Yaa ,, dua orang menyebalkan ,, mereka mengeluarkan pisau ,, satu mengancam kepada supir ,, dan satu menodong fred ,,

Fred berhenti menggambar ,,
"Duit ,, mana duit" preman ini seperti biasa ,,
Memalak siapapun yang bisa di jadikan korban

Supir tentu saja gemetar ,, tapi dia di suruh mengendarai dan menutup kaca jendela ,,
Semua pintu di tutup pada angkot ini ,,

Fred ,, lehernya di ancam oleh pisau belati ,,
Rupanya ini perampokan yang bertujuan membegal mobil dan tukang palak,

"Eh bocah ,, diem aja ,, duit mana duit" si preman ini berkata dengan mendelik ,,

Fred dengan rencana mendongak dan pandangan mata si preman bertemu pandangan mata fred ,,
Si preman satunya bercuriga ketika tak mendengar suara di belakangnya ,,, dan dia memandang temanya yang pucat sambil memandang fred
Orang ini sekarang juga memandang mata fred
Dan dia melihat mata yang merah ,, bola mata berwarna hitam ,, dan retina berwarna merah dengan pupil hitam pekat seperti menyerap cahaya sedikit demi sedikit ,,,

"Klinting" pisau si preman yang mengancam fred terjatuh ,, si preman satunya juga ,,

Angkot berjalan kembali dengan normal ,,
Dua preman juga duduk manis tanpa berani terlalu banyak gerak ,,

Fred menyulut rokok
"Jadi ,, kalian tau tentang pembunuh bayaran ya?" Tanya fred sambil menggambar pula
Dua preman saling pandang
"Iya boss" kata keduanya kompak

"Biasa saja ,, kalian tak perlu terlalu gemetar ,, siapa nama kalian?" tanya fred
"Saya Ucup, dia udin" kata preman yang masih berumur likuran ,, sambil menunjuk kepada preman yang lebih muda darinya

"Namaku fred ,, terserah kalian mau main palak kepada siapapun ,, tapi usahakan pilih pilih korban ,, kau bisa memalak bocah ,, tapi jika bocah itu anak orang miskin, lebih baik kalian urungkan ,, belajarlah belas kasih" kata fred

Dua preman saling pandang ,, agak aneh juga bahwa ada yang mengizinkan kegiatan palak memalak mereka

"Kalian juga butuh makan ,, dan negri ini hanya menerima ijazah untuk pekerjaan bergaji rendah ,, bukan salah kalian" kata fred sambil mengisap rokoknya ,,

"Baik boss" dari tadi mereka begitu kompak
"Oh iya ,, area kalian ada di mana?" tanya fred
Dia melipat bukunya dan memasukanya ke dalam tas ,, matanya sudah kembali normal ,,
Dia tersenyum mendapat dua teman baru yang berprofesi menjadi preman ,,

"Area kami ada di terminal tiga ,, di area sekolahan kejora" kata Ucup ,,

Fred mengangguk angguk
"Aku siswa kejora ,, selama dua tahun aku belum pernah bertemu kalian" kata fred
"Kami jarang bikin ulah dengan siswa" kata udin ,, Ucup juga mengangguk angguk

Fred mengangguk juga ,,
"Yaa ,, setidaknya kita sekarang berteman ,, jika kalian ingin meminta pertolongan kalian bisa datang" kata fred sambil membayar angkot
"Dan lagi, ancap sopir ini jika dia berani bicara macam macam" kata fred sambil turun ,,

Tentu saja si sopir pucat ,, tapi mengetahui dua preman juga turun ,, si sopir langsung ngebut

sekolahan ,,
,,,
Sebuah tempat menjengkelkan dimata para orang tak tau diri
Sekolahan ,, yaa, sekolahan menjadi tempat menjengkelkan di mata orang tak tau diri

penulis jelaskan

Ada dua tipe orang ,, pertama adalah ,, orang yang menghargai jasa pahlawan, jasa para pahlawan ,, dan orang seperti inilah yang menjadi pengharum ruangan dunia ,,

Orang seperti ini memiliki fitur fitur khusus ,,
Jika mereka siswa ,, mereka giat ikut upacara bendera di hari senin walau upacara tersebut sangat membosankan dan terlihat tak berguna ,, mereka juga orang yang sering berpikir tentang kreatifitas ,, kreatif ,, blablabla ,, terserah kau menyebutnya

Masalah pelajaran itu lain ,, kadang ada waktunya ,, murid "harus" melawan jika dia mengetahui kebenaran yang asli ,,
Ayolah, barusan hanya sekedar kiasan ,, tapi mirip

Jika dia bukan pelajar ,, setidaknya ,, dia tak melakukan korup ,, tak menjadi babi yang korup ,, meskipun soekarno tak membahas tentang korup ,, (yaa ,, waktu itu semuanya benar benar berjiwa patriot ,, hanya 3% kantor korup), , jadi ,, anggap saja penulis melanjutkan soekarno ,,

Jika dia orang umum ,, setidaknya mereka mematuhi rambu hidup ,, seperti, anti narkoba, seperti menjadi pengendara yang baik, seperti berkeluarga dengan baik ,,

Itulah jenis jenis pertama
Dan selanjutnya ,,

Jika siswa ,, dia menganggap hari masuk sekolah menjadi hari paling sialan ,, apalagi di hari upacara ,, ( "biasanya senin")
Menjadi siswa yang sok tau dalam mapel ,, menjari ribut sana sini ,, seperti juga ,, ehm ,, yaa, tawuran pelajar ,,
Jujur saja ,, penulis masih pelajar ,, penulis juga kadang melakukan hal seperti itu ,, dan yaa ,, akhirnya penulis menyesal di akhir ,, dan sekarang penulis menjadi heran kepada para siswa yang seperti itu ,,

Ambil saja contoh tes ,,
Semua siswa akan sibuk belajar ,, sampai pusing menghafalkan ,, sampai ketiduran ,, dan nilai di kelas nihil
Nah sekarang penulis bertanya ,, "kemana saja di hari biasa? Kenapa tidak di pelajari di hari hari biasa? Apakah hanya menunggu tes hanya untuk belajar?" Dan kebanyakan penulis tak mendapat jawaban ketika bertanya "langsung" ,,
Kebanyakan tak mendapat jawaban ,, belom tentu ada yang tak menjawab ,, ada juga yang alasan bekerja ,, ada juga yang alasan selalu sibuk ,, ada juga beberapa alasan yang "sama" tak jelasnya ,,

Kalau dia kantor ,, apakah perlu penulis jelaskan? ,,
Kau tau sendiri lah ,, kebanyakan kantor kalau tak korup ya nggak genah ,, dan biasanya mereka yang benar benar tak genah akan merasa tersinggung ,, ini teori pasti

Jika dia orang umum ,, yaa ,, membuang sampah sembarangan ,, kalau ada bencana sialan ,, bilangnya "pemerintah kemana saja?" ,, Ayolah ,, penulis tak berpihak kepada siapapun ,, bahkan kadang tak berpihak kepada diri penulis sendiri ,, dan ,, ayolaah ,, menjadi warga negara yang baik itu simple ,, saaaangat simple ,,

Kau hanya tinggal membuang sampah pada "tempat sampah" ,, bukan membuang sampah pada "tempatnya" karena kalimat anjuran ini sangat keliru ,,
Kau hanya perlu menjadi pengendara transportasi yang baik
Kau hanya menjadi orang jujur ​​,,
Kau hanya perlu melestarikan hal positif yang negrimu punya
Kau hanya perlu tak rasis
kau tak perlu perang ,, karena jika hal di atas kau lakukan, negri ini akan hidup kembali menjadi karang matang

Fred datang terlalu awal ke sekolahanya ,, dia datang jam 06.20
Tapi dia melengak juga mengetahui sekolahanya sudah ramai oleh polisi ,,
Dia memasuki gerbang ,, rupanya ada beberapa murid yang sudah datang lebih dulu ,,
Fred mendekati salah satu

"Ada apa di sana?" tanya fred
"Kau baru datang rupanya ,, silahkan ke kantor ,, kau di tunggu pak hasan" kata salah seorang

Pak hasan adalah salah seorang guru yang akrap dengan fred
Fred termangu mangu juga ,, tapi dia datang juga ,,

Fred berjalan menerobos palang melewati parkiran ,,
Di sana dia melihat bercak darah ,, dan beberapa motor ,,
Juga motor si rudi ada di sana ,,

"Tumben mahluk ini datang lebih dulu ,," batin fred ,, tapi dia mencoba positif things
Dia melewati papan pengumuman ,, dan dia melihat ada pemberitahuan anak baru ,, seorang gadis ,, gadis yang cantik
Bernama billa ,, fred jadi teringat seorang yang meminta pertemanan kepadanya di media sosial ,,, bernama billa juga

Dia terus berjalan ,,
Berjalan dengan santai ,, dia menemukan bagian belakang gudang ,, dia mendengar keributan di dalam gudang ,, orang orang berbicara ,, dia berhenti ,, mengamati bagian belakang gudang ,, di sana juga ada beberapa orang ,, dan fred mengenalnya ,, dia adalah detektif farhan ,, seorang laki laki berumur sekitar empat puluhan ,,
Detektif ini kaget juga melihat fred ,, dia tau siapa fred ,, dia mengucek mata ,, dan dia masih melihat fred ,, dengan menggunakan seragam sekolah

"Fred kah itu?" Tanya pak farhan ,,
Fred mengangguk dan menyalami orang setengah baya itu ,,
"Sebenarnya ada urusan apa sih di sini?" Tanya fred ,, dia juga memandangi bagian belakang gudang ini
Dia melihat kaca pecah di bagian atas dan melihat bekas darah di tanah paping ,,
"Kasus lagi ,," kata pak farhan dengan menghela nafas

Fred melihat ada darah pada tanaman lidah buaya di bawah jendela pecah ,,

"Kasus yang sangat rumit" kata pak farhan dengan tertawa
Fred memandang ke segala arah ,,
Sekolahan ini sebenarnya di kurung oleh tembok tembok tinggi yang bagian atasnya di beri serpihan serpihan kaca yang tajam ,,

"Tok tok tok" fred mengetuk pintu kantor ,,
"Masuk" dari dalam terdengar suara ,, fred masuk
Dia melihat ada orang agak tua ,, dialah pak hasan ,,
Guru yang paling akrap dengan fred

Pak hasan mempersilahkan fred duduk ,,
Fred duduk ,,

"Kau baru datang" kata pak hasan dengan tertawa pendek,
Fred mengangguk ,,
"Sekolahan ini kehilangan sebuah brangkas berisi sertifikat dan uang" kata pak hasan dengan menghela nafas ,,
fred berpikir
"Lalu?" tanya fred

"Jika hanya kehilangan uang ,, tak akan sesusah ini juga ,, tapi sertifikat sekolah ,, yang membuat sekolahan ini tetap berdiri ,, dan itu hilang ,, tentu saja ancaman utamanya adalah ,, sekolahan ini dalam masalah" kata pak hasan
fred berpikir
"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya fred

Pak hasan memandangnya ,,
"Fred ,, aku tau siapa dirimu" kata pak hasan dengan memandang tajam ,, fred mengangguk
"Dan ,, sertifikat ini akan sangat di butuhkan besok ,, akan sangat celaka jika sertifikat itu tak ada ,," kata pak hasan dengan menghela nafas ,,

"Dan ,, hari ini ,, pelajaran tetap berjalan dengan seperti biasanya ,, hanya saja ,, kau ku beri hak untuk tak mengikuti jam pelajaran ,, dengan syarat ,, ehm" dari balik tirai ada seseorang berbicara ,, fred tetap tenang ,,

"Ibu kepala sekolah juga ada di sini ya?" tanya fred

Dari balik tirai keluar seseorang ,, dia adalah seorang wanita ,,
Berpandangan tegas yang di tutupi kaca mata ,, di panggil bu mai ,,

"Nak ,, maaf ibu mengancam mu ,, ibu juga tau siapa dirimu ,, dan sebenarnya kami berada dalam bahaya menyembunyikanmu di sekolahan ini" kata bu mai dengan gegetun, fred makin santai

"Ibu tau siapa saya ya ,, dan?" tanya fred
Bu mai memandang pak hasan dengan gegetun ,,,
"Ibu mungkin akan mengeluarkanmu dan pak hasan dari sekolahan ,, mungkin lebih" kata bu mai

Pak hasan menghela napas gegetun ,, fred nyengir melihat "sandiwara" sialan ini
"Hanya agar aku membantu ,, mereka mengancam ,, dunia mulai tak adil ,, menghalalkan segala cara" batin fred
Dia tersenyum ,,

"Tapi ibu berjanji tak akan mengeluarkan kalian ,, dan kuncinya ada pada dirimu" kata bu mai dengan berdehem ,,
"Maafkan ibu harus bermain licik ,, tapi ,, jika kau tak membantu ,, ibu akan mengeluarkanmu, mungkin kau tak akan keberatan keluar kapanpun, tapi, bukankah pak hasan adalah sahabatmu? ,, Dan bukankah akan merepotkan pak hasan?" Tanya bu mai dengan berdehem ,,

Apa yang kau lakukan jika ada dalam posisi ini? ,, Mungkin orang lain akan kebingungan, setidaknya ,, merasa tak enak dan terbebani ,,

Tapi Fred tertawa pendek ,, dia bersantai ,, bu mai dan pak hasan memandangnya dengan melengak juga
"Sebenarnya simple juga" kata fred dengan bersandar pada punggung kursi ,, dan menulis sesuatu di kertas ,,
"Simple bagaimana?" Tanya pak hasan ,,

"Kalau kepala sekolah mengeluarkan ku ,, secara otomatis kepala sekola juga akan di gantikan" kata fred yang membuat bu mai tercengang ,,

"Tentu saja tidak" kata bu mai yang tak habis pikir ,,
"Yaaa ,, kalau kepala sekolah mati ,, nanti juga akan di gantikan" kata fred sambil memberikan lembaranya ke pak hasan ,, dia bangkit dan keluar ,, kepsek yang terkenal cerdas itu menggunakan siasat licik dengan berbelit belit ,, tapi dia langsung mati kutu ketika fred mengeluarkan kelicikanya
Padahal fred hanya bicara beberapa kata ,,

Fred berhenti di pintu ,, dia melirik ke arah bu mai ,, mu mai memandang mata fred ,, dan dia pucat seketika ,,
"Berusahalah menggunakan cara jujur ​​untuk segala cara" kata fred dengan udara ,, sangat dingin ,, dan menyeramkan

Fred pergi dan bu mai jatuh terduduk dan gemetar ,, tapi pak hasan yang umurnya sekitar satu setengah kali bu mai menepuk pundak nya ,,

"Dia mengerikan ,, kau bilang dia bukan orang jahat" kata bu mai dengan gemetar ,, pak hasan tersenyum dan memberikan kertas yang di berikan fred tadi

Bu mai membacanya ,, dan dia langsung tak gemetar ,, dia bangkit dan mengebaskan debu di pakaiannya ,,

"Ya ,, sudah kuduga" kata pak hasan dengan tertawa pendek dan meninggalkan bu mai yang menghela nafas lega itu
Bu mai membaca isi kertasnya lagi ,,
"Aku akan membantu" hanya tiga kata ,, satu kalimat

Fred keluar dari kantor tersebut ,, tanpa sadar ,, ada seorang gadis yang memandangnya dengan tersenyum manis ,, yaa ,, gadis ini tersenyum manis ,, tak cocok dengan tempatnya berdiri sekarang ,, di atas genting ,,

Fred berjalan jalan ,, kadang dia melewati beberapa orang murid ,, entah adik kelasnya ,, entah kakak kelasnya ,, semua membicarakan kejadian ini ,,

Gudang ,, gudang ini sedang di palang oleh strapp kebijakan atau apa itu namanya ,,
Fred memasukinya ,, beberapa orang polisi mencegahnya ,, tapi beruntung ada pak farhan ,,
Pak farhan tau fred akan membantu ,,

"Biarkan dia masuk ,," kata pak farhan kepada para polisi ,,
Fred pun masuk dengan udara dingin saja ,,
Pak farhan tertawa ,,
Tentu saja dia tau harus sandiwara bagaimana ,,

"Ayo ,, kau membantuku" kata pak farhan sambil menanya nanya ini itu kepada fred ,, tentu saja semua mengira bahwa fred memang di utus sekolah karena yang paling hafal tempat ini

Fred berbicara cakap ini itu ,, tapi kadang fred memandang jendela atas dengan kaca pecah dan di kaca itu ada darah yang sudah agak mengering ,,

Fred melihat ada tangga jatuh ke kanan ,,
"Yaa ,, terakhir kali ke sini sih jum'at sore ,, ketika pramuka" kata fred ,,
Pak farhan mengangguk angguk ,, dia juga berpikir ,,
"Mungkinkah tempat ini angker?" Tanya pak farhan ,,

fred berpikir
"Tidak juga ,, selalu ketika persami tempat ini menjadi tempat nongkrong" kata fred ,, pak farhan berpikir
"Berapa banyak yang biasanya nongkrong di sini?" Tanya pak farhan dengan tertawa ,, fred tertawa
"Semua siswa di sekolahan ini sering nongkrong di sini ,,, ini adalah markas kedua setelah kantin" kata fred dengan tertawa

Pak farhan berpikir ,, dia membisiki fred
"Ceroboh sekali" katanya ,,
fred menggeleng
"Bahkan murid ibaratnya yang menjadi satpam harian di sini" bisik fred ,, pak farhan agak tak setuju juga
"Ngomong ngomong ,, kabarnya ,, satpam di sini telah berkelahi dengan malingnya" kata pak farhan,

"Yaa ,, satpam di sini sebenarnya juga guru silat" kata fred
Pak farhan mengangguk angguk ,,

Tapi fred dari tadi terfokus ke tempat jendela itu ,, dia melihat beberapa percik darah di bagian tembok di bawah jendela pecah ,, dia memandang ke lantainya ,, di sana tidak ada darah

Fred berpikir keras ,, ini rumit
saaangat rumit

Dia keluar dari gudang ,, pak farhan tak melarang ,,
Fred berjalan menuju ke luar gerbang ,, urusan ini terlalu rumit di pikir di pagi hari ,,

Fred ke warung jajan ,, tempat dimana dia nongkrong biasanya

Warung jajan ,, cukup besar dan bagian belakang warung inilah markas ketiga para murid murid nakal ,,,
Fred juga nakal ,, kau bisa menyebutnya demikian ,,

Dia berjalan ke bagian belakang warung yang agak lebar ini
Dan dia menemukan hal seperti biasanya ,, sudah ramai oleh murid murid dari kelas tujuh sampai sembilan ,, ada juga beberapa gadis sialan yang sedang pacaran ,,
Ada juga gadis yang sedang merokok beramai ramai ,,

Fred memandang barisan yang berbeda ,, barisan yang paling tersembunyi ,, dia melihat ada enam siswa sedang mengeluarkan obat obatan dan cairan yang di masukan di botol cukup besar ,,

Dia mengerutkan kening seperti biasa
"Heran ,,, narkotika narkotika itu mereka selalu dapat di mana sih?" Batin fred ,, dia menyulut rokok sambil membawa minuman ringan yang dia pesan di warung mendekati segerombolan yang mengonsumsi narkotika itu ,,

"Oy broo" fred menyapa
"Oh si cupu ,, kemari kau"
Fred melihat yang memanggilnya ,, rudi ,,
Fred mendatanginya seolah dia benar benar bocah cupu

"Sini, ikut minum" kata rudi dengan menyeringai ,,
Fred menujuk minumanya ,,
"Aku sedang minum" kata fred,

Rudi dan kawan kawan nya tertawa terbahak ,,
"Sini sini ,, kau harus mencoba minuman ini ,, menyegarkan dan sehat" kata Rudi sambil menunjuk ke arah minuman kerasnya ,,
Teman temannya tertawa ,,, fred memonyong kan bibir ,,
"Huh, tak sudi aku minta minta, katakan dimana tempatnya ,, biar aku sendiri yang datang membeli" kata fred sambil melirik jam ,, 06.35

"Biar aku saja yang mengantar" kata seorang pemuda yang matanya agak kemerahan ,, terlihat dadanya agak mendesak ke dalam ,, dia pecandu narkoba murni rupanya ,,
Fred mengangguk memandang seringai licik itu

Mereka berjalan melewati kebun ,, rupanya tak jauh dari sekolahan ,,
"Aku telah membantumu ,, setidaknya kau nanti harus membelikanku sesuatu" kata si sialan ini
Fred mengangguk ,,
"Kau kelas berapa?" tanya fred
"Tujuh" kata si sialan ini ,, fred memutar mata ,,
"Usia tiga belas ,, kecanduan narkotika separah ini" batin fred

Dia sampai ,, sebuah warung sialan ,, bagian belakang warung inilah tempat kota narkobanya ,,
Fred di temukan oleh beberapa orang yang mengisap sesuatu di tabung ,,
"Sabu ya?" Batin fred ,, agak tersulut juga emosinya melihat pecandu pecandu sialan ini ,, dan entah kenapa ,, pupilnya menjadi jauh lebih gelap dari biasanya ,,,

Ada orang setengah baya
"Ganja satu ,, dan arak" kata si sialan ini langsung memesan ,,
Fred meelihat ,, ada juga yang kecanduan menghirup bensin
Dia menyeringai sangat jahat dia tiba tiba mencekal nadi adik kelasnya yang sialan itu dan melemparkanya ke dalam ,,,

Si orang setengah baya terkejut ,, tapi tiba tiba dia merasakan lehernya tertekan ,,
"Klekk" si setengah baya langsung menggelosoh ,,

Para pecandu seperti tak peduli ,, fred menutup pintu dan menguncinya ,, dia mendongak ,, dan melihat di bawah genting banyak sekali persediaan bensin ,,

Fred melirik ke luar rumah, rumah ini memiliki tetangga dalam jarak yang cukup jauh ,,
Fred menggeledah rumah dan dia melihat ada banyak sekali pecandu pecandu sialan ,,
Fred melihat gentong minuman keras ,, dia mengeluarkan cuter nya ,, dia menusuk gentong tersebut dan otomatis isinya membanjir keluar ,, dan banjirlah rumah ini dengan miras ,, fred masih belum puas ,, dia meloncat ke atas dan menjatuhkan persediaan bensin sialan ini ,,

Dia tak kembali turun ke bawah ,, dia tentu saja tak mau badanya tercium bau seperti ini ,,

Dia menjatuhkan beberapa bensi lagi ,, yang menimbulkan keributan di dalam ,,
Fred meloncat menembus genting ,, dia menyulut rokoknya ,,
Dia menunggu cairan cairan ini agak menyerap ke benda benda ,,

Rokok tinggal setengah ,, fred menyeringai
"Bye ,, madafaka" kata fred sambil menjatuhkan putung rokoknya yang masih hidup ,,,

Fred melesat ,,
Putung rokok jatuh ke tanah

"Wusshhh wushhhh ,, blaarrrrr" kebakaran hebat dan ledakan menyala ,, rumah tadi terbakar ,,
Fred tak peduli dengan adik kelasnya tadi ,, dia menyeringai lebar ,, dia berlari agak jauh dan memandang asap yang membumbung tinggi itu dengan menyeringai ,,,

Dia berlari ke daerah persawahan dan dia menemukan asap masih menyala ,, karena dia berada di tempat yang sangat jauh dari manusia ,, fred tertawa bebas ,,

Tapi kemudian dia termangu mangu ,, dia menghela napas dan duduk di bawah pohon dia memandang jam 06.40

"Merasa menyesal ya?" Tiba tiba terdengar sebuah suara halus di atas fred ,, fred langsung memejamkan mata ,, agak kaget juga dia ,, tapi dia tenang ,, agaknya yang sedang bicara ini tak bermaksud buruk padanya ,, kalau tidak begitu ,, mungkin dia sudah di habisi karena musuh berada tepat di atasnya ,, dan sekarang di depan nya ,,

Fred membuka mata ,, dan yang pertama dia lihat adalah sebuah warna, violet ,, warna mata ,, berwarna violet

Fred memandang lebih jelas ,, dan yang dia lihat sekarang adalah ,, seorang gadis dengan gaya kelelawar tidur ,,
Fred melirik kaki si gadis berada di atas, jari jempol dan sebelahnya mencepit sebuah ranting kecil ,, betapa ringan tubuh gadis ini dan betapa kuat anggota tubuhnya ,,,

Fred memandang wajah itu
Rambut itu ,, berwarna violet ,, dan sekarang berubah menjadi merah ,, tapi mata itu tetap violet ,, rambut itu sekarang berubah menjadi hitam arang yang panjang
Si gadis ini turun ,, dan fred melihat matanya berubah menjadi hitam normal ,, fred memandang gadis ini
"Kau anak baru itu ya?" Tanya fred setelah teringat papan pengumuman dan melihat seragam sekolah yang di pakai si gadis ,, yaa ,, bila,
"Bahkan aku yang meminta pertemanan kepadamu di medsos" kata bila dengan tersenyum ,, wajah yang tersenyum itu ,, membuat hati fred berdegup ,, fred tersenyum

"Bukanya aku terlalu GR ,, tapi agaknya kau selalu mengawasiku di akhir akhir ini" kata fred dengan tertawa pendek
bila mengangguk
"Aku di tugaskan untuk membunuhmu" kata bila dengan senyumnya yang manis ,, semua orang tentu saja akan tak akan bisa mengukur seberapa sadis gadis ini ,,,

Tapi fred hanya tersenyum
"Yaa ,, mati agaknya bagus sekali" kata fred sambil memandang ke langit ,, dia tak pernah benar benar mendapat teman, hidupnya kesepian ,, dia lebih mirip bocah putus asa

"Kau terdengar seperti bocah cengeng" kata bila dengan tertawa manis ,, memperlihatkan giginya yang putih bagai mutiara itu ,, bibir merekah bagai gendewa yang indah ,,

Fred memandang langit pagi
"Aku memang cengeng" kata fred sambil bangkit dan kembali ke sekolahan ,,, dia berjalan santai ,, di belakangnya si gadis mengikutinya ,, fred tak takut di bokong atau sejenisnya ,, ehm, dia tak peduli ,,,

"Kau tak tanya kenapa aku ingin membunuhmu?" tanya bila
Fred menyulut rokoknya ,,
"Aku sudah tau semuanya ,, bahkan yang memerintahmu ,, kelompok kerudung hitam itu kan?" Tanya fred dengan menghembuskan asapnya ,, bila tertawa
"Kau sangat cerdas" kata bila
"Dan licik" kata fred ,,

"Cuek amat" kata bila sambil membarengi fred ,,
Fred meliriknya ,, dia memandang mata itu ,, mata yang sangat indah ,, matanya mulai mengerikan lagi ,, bola mata yang berwarna hitam dan retina berwarna merah serta pupil berwarna hitam menyerap cahaya ,, rambut fred dengan perlahan berubah memutih semua ,,

"Aku tak mau di ganggu" kata fred ,,
Lawan bicaranya malah sangar ,, bila ,, rambutnya menjadi ungu dengan mata juga violet dan pupil memutih ,,
"Aku juga punya ,, wee" kata bila sambil menjulurkan lidah ,, fred mau tak mau nyengir juga ,, udara akan kalah dengan konyol ,, ini teori pasti yang tak mungkin di rubah ,, seperti api dan air ,, masalahnya hanya sebanyak air yang menjadi ibarat dari "konyol" nya itu

"Aku ingin bertanya padamu" kata bila sambil memegang tangan fred ,, fred berhenti
"Apaan?" Tanya fred hambar
"Pelingdungmu itu berjenis apa? ,, Kenapa begitu aneh bentuknya?" Tanya bila ,, fred mengibaskan lenganya ,, tapi pegangan bila tak lepas

"Aku tak akan mengatakanya" kata fred dengan tertawa dingin
Bila cemberut dia melepaskan tangan fred dan dia menangis
Fred melengak juga ,, dia licik tapi dia mati kutu kalau sudah begini ,, bila menangis terseduh seduh
"Sudah sudah jangan nangis" kata fred serba salah ,, bila bangkit dan menunjuk hidung fred
"Kau jahat" kata bila sambil masih menangis ,,

Fred mengangkat pundak
"Salah lagi salah lagi" batin fred
"Aku minta di gendong ,, kau harus tau ,, empat hari aku tidak tidur untuk mengejarmu ,, dan kau jahat ketika aku sudah menemukan" kata bila merengek rengek ,,
Fred mengangkat pundak ,,
Dasar sialan ,, hari mendung ,, gadis manja sialan ,,

"Baiklah ayo ayo" kata fred bila langsung cekikikan sambil meloncat ke depan fred ,, fred terpaksa memapahnya di depan ,,

"Yaelah ,, nasib gue gini amat" kata fred dengan nyengir
Dia merasakan bila memiliki berat normal ,, tanda bahwa dia benar benar kelelahan ,,
Fred menggendongnya seolah si sialan ini adalah pengantin wanita ,,

Hujan tak jadi datang ,,
Fred sudah datang di sekolah ,,
Dan kebetulan bell di bunyikan ,, semua sudah berbaris di lapangan dengan rapi menunggu upacara bendera

Selama sejarah memandang ,, fred tak pernah absen upacara bendera ,, dia lebih suka meninggalkan sekolah dari meninggalkan upacara bendera ,, baginya, upacara bendera adalah hal yang paling bermutu ,, bahkan jauh lebih bermutu dari matematika ,,

Upacara bendera yang dia atau kaluan pernah jalani di sekolahan atau di umum ,, adalah milik indonesia asli ,,
Upacara yang sengaja di ciptakan untuk mengenang jasa pahlawan pahlawan yang membuat kepalamu sekarang tak di injak penjajah ,, pahlawan yang rela mampus demi kita yang belum tentu manusia bermutu ,,

Fred melihat beberapa orang yang tadi dia lihat di belakang warung ,, dan sebagian tidak ,, mungkin bolos ,,

Di sekolahan ini ada beberapa saja yang sepemikiran dengan fred tentang upacara bendera ,,
Fred tiba tiba teringat akan tugasnya hari ini ,,
Dia masih agak bingung juga dengan hal sialan ini ,,

"Kepada ,, Sangsaka Merah Putih ,, hoormaaaaat ,, grakk" fred terbebas dari lamunan dan dia langsung memasang posisi hormat yang sempurna ,,
Tapi tak urung dia melamun lagi

"Coba aku harus menjenguk pak satpam darmoko" batin fred
"Bendera jatuh" tiba tiba ada yang membentak dan terdengar suara keributan

Fred langsung mendongak ,, dia ingin langsung melesat menyelamatkan sang bendera ,, tapi dia di ada di posisi agak jauh dia langsung melesat dan menendang siapapun yang tak mau menyingkir ,,
Tapi bagaimanapun dia tak sampai ,,

Fred melihat bendera akan menyentuh tanah ,, dalam hati dia marah besar ,,
"Tak akan ku maafkan jika bendera itu menyentuh tanah tanpa manusia sebagai alasnya" batin fred dengan menggeram

Beruntung ada seorang pemuda yang langsung melosoh ke bawah bendera seorang pemuda ,, fred mengenalnya ,,
Si rudi rupanya ,, rudi bangkit sambil membopung bendera ,,

Rudi memandang benderanya ,,
Ada noda lumpur ,, kecil saja ,, tapi dia menggeram dia membalikan tubuh dan memandang tiga pengibar bendera ,,

Tapi fred mendahuluinya
Dia menerjang tanpa ampun ,, tiga pengibar bendera dia hajar habis ,, yaa, dia benar benar menghajar dengan murka tiga orang itu ,, tentu saja tiga pengibar bendera dua siswa dan satu siswi itu kena hajar ,, fred tak memandang mereka laki atau perempuan, , dia menghajar mereka tanpa ampun ,,

"Berhenti berhenti" tiba tiba seseorang membentak dan memegangi pundak fred ,, fred membalikan badan dan dia meludahi wajah orang itu ,, itu adalah salah seorang guru ,, bernama pak gito ,, mukanya secara mentah mentah fred ludahi

"Kurang ajar" pak gito menggeram ,, dia menampar fred tapi dari belakangnya rudi memukul belakang kepala pak gito ,, bukan kepala yang di pukul ,, tapi leher belakang ,, tentu saja pak gito pingsan ,, fred dan rudi memukuli dan menendangi pak gito ,,

Tentu saja aksi "anarki" ini menimbulkan kepanikan sialan
Merasa sudah selesai ,, fred dan rudi saling pandang dan mengangguk ,, mereka memandang tiang yang cukup tinggi itu telah kehilangan talinya ,,

Fred dan rudi saling pandang lagi dan mereka sama saling mengangguk ,, fred memegangi bagian merah bendera dan rudi memegangi bagian putihnya mereka memanjat bersama ,, fred ada di atas dan rudi di bawah ,, dua duanya sama sama memanjat ,,

Bendera di pasangkan tapi tentu saja bakal melorot ,, fred tentu saja tak hawatir karena bagian atas tiang ini ada lubang, tapi bagian bawah tentu tidak ,, dan rudi melepas bajunya untuk menjadi penyangga ikatan ,,

Angin bertiup kencang ,, bendrra seolah hidup ,, langsung berkibar ,,

"Kepada ,, Sangsaka Merah Putih ,, hormaaaat, grakkk" terdengar aba aba dari bawah sana
Dan mau tak mau para murid yang tadi ribut kini menjadi sunyi dan sama berhormat ,,

"Indoneesiaa ,, tanah aiirkuu ,,,,,,,,,,,," lagu Indonesia Raya di nyanyikan ,,
Seharusnya lagu di nyanyikan ketika bendera di naikan ,, tetapi karena urusan yang "sepele" tentu saja sialan ,, tapi ini "jauh lebih baik" dari bendera jatuh menyentuh tanah

Blablabla ,, upacara selesai ,,

Semua masuk kelas sambil membicarakan bendera tadi
Fred dan rudi di panggil ke kantor ,,
Yang memanggil adalah wakil kepala sekolah, pak gito yang galak itu ,, dia membawa enam orang polisi garang

"Kenapa kau memukuli siswa siswi itu?" Tanya pak gito yang mengintrogasi fred dan rudi yang sama menunduk itu ,,
Pak gito mendengus
"Meludahi muka guru ,,, kalian tak di keluarkan dari sekolah sudah merupakan hal yang sangat luar biasa" kata pak gito
Enam polisi tetap garang
"Dan sekarang ,, kalian di beri hukuman" kata pak gito
"Pasien berada dalam kondisi yang sehat ,, hanya babak belur ,, untuk apa aku di hukum" kata rudi dengan tersenyum mengejeknya yang khas ,, yaaa ,, sifat bajingnya keluar lagi ,,
Penulis juga heran ,, pemuda bajingan ini rupanya memiliki nasionalisme yang sangat tinggi pula ,, tapi penulis mendapat jawaban langsung ,, "jangan memandang cover saja"

Pak gito mendelik
"Kalian mau ku tampar ya?" Tanya pak gito dengan mendelik
Fred mendongak memandang pak gito dan enam polisi ini dengan sapuan pandang
"Bendera di jatuhkan ,, tiga murid tadi tidak ku bunuh sudah merupakan keringanan yang sangat tinggi ,, dan Anda tidak mati karena melindungi yang menjatuhkan bendera sudah merupakan nasib untung ,," kata fred sambil menyapu pandangan ,, para polisi garang ini melengak juga, mereka membawa penggebuk dan pistol ,, umumnya murid akan takut
Tapi rudi adalah anak petugas negara yang berpangkat ,, dan fred adalah pembunuh bayaran tingkat tinggi ,,

Kalau mereka takut dengan ini ,, penulis akan geli ,,
"Eh masih berani melawan" kata pak gito dengan mendelik
Rudi tertawa mengejek
"Mau main hukum seenaknya ya? ,, Ingatlah, kesalahan tadi bukanlah kesalahan kecil ,, bendera jatuh itu bukan kesalahan kecil ,," kata rudi ,,,
fred mendengus
"Mau main pidana? ,, Kau menyogok hakim atau pengacara dunia pun tak akan menang ,, walau negri ini penuh koruptor menjijikan tapi negri ini adalah negri dengan harga diri tinggi ,," kata fred ,, yang di bicarakan dua pemuda ini tidak sama, , terkesan jauh ,, tapi saling terkait ,, erat malah

Pak gito termangu mangu melihat dua pemuda tadi membalikan diri seenaknya dan berlalu dari sana
Di luar ,, fred dan rudi berhenti
Mereka saling pandang dengan mendelik
"Aku tak pernah kerja sama denganmu" kata rudi dengan ketus
Fred mendengus ,,
"Aku tak kenal denganmu" kata fred yang akhirnya jengkel juga

"Kebijakan kaum keroco" kata rudi
"Kebijakan kaum penjilat" kata fred dengan sinis

Dua duanya mendelik
"Awas kau" kata Rudi yang pergi duluan ,,
Fred meludah ,,
Dia juga membalikan diri dan dia hampir mencium muka seorang gadis ,, si bila sialan rupanya ,,
"Kau sialan" kata fred dengan mendelik ,,
Bila menusuk hidung fred tapi tak kena
"Kau galak amat" kata bila dengan cekikikan ,, dia menarik tangan fred dan mengajaknya ke kelas 8Z ,, itu ruang kelas fred ,, fred langsung di ajak masuk oleh billa ,, dan fred di ajak duduk di sebuah bangku ,,

Bangku sekolah ,,
Fred memandang bangku sialan itu ,, tempat dimana biasanya dia sendirian ,, bila duduk di sana tanpa mempedulikan orang sekelas yang memandang mereka, yang laki laki memandang fred dengan iri ,,

Yaa, bila adalah gadis tercantik di sekolahan ini sekarang
Gadis cantik yang menjadi primadona sekolah sebelum bila adalah seorang gadis juga, dia memang cantik dan seksi

Dia memandang bila dari kejauhan sana ,, dari sebuah lantai dengan teropong sialan ,, dia namanya adalah dewi ,,
Di sebelah dewi ada roni yang tak memakain baju sekolah ,, agaknya mereka berpacaran

"Siapa sih gadis itu ,, sok cantik amat jadi cewek" kata dewi
"Paling pacarnya si keroco" kata roni dengan mendengus
"Heh ,, mentang mentang anak baru ,, menjadi sok cantik" kata dewi ,, rudi memandang ke arah sana ,, dewi tiba tiba memiliki niat jahat, dia menyeringai ,,

Jam pertama ,, adalah ips ,,
Bab yang di bahas adalah bab kimia ,,
Dan murid di beri tugas terbuka untuk mengembangkan kimia
Tentu saja mereka harus berpencar mencari bahan bahan

Fred berjalan keluar juga ,, diam diam dia tersenyum mengetahui kepsek memberi pelajaran seperti ini ,, ini sangat membantunya

Dia adalah murid yang tak populer di sana sebelum kejadian sebelumnya ,, sekarang dia menjadi tak "terlalu" populer
Setidaknya dia naik pangkat ,, hahaha
Fred bukanlah murid yang terlalu populer sekarang, dia suka tak mengerjakan tugas aluas pura pura tolol

"Heeii" bila memanggil fred
Fred memutar mata
bila merangkulnya
"Bantuin guehh" kata bila dengan nyengir

Fred memutar mata
"Kau tok cerdas" kata fred sambil berlalu tapi bila mengejar
"Aku tak terlalu mengerti kimia," kata bila merengek ,,

Fred memutar mata
"Apa pula sekarang ,, apa pula selanjutnya" batin fred sambil angkat pundak ,, dia terfikir kimiawi simple ,,,
"Kau tau bahan bakar pesawat?" tanya fred
Billa mengangguk ,,
"Avtur?" Tanya bila fred mengangguk
"Kau bisa membuat avtur?" Tanya fred dengAn tersenyum
Bila menggeleng tolol ,, senyum fred hilang ,, dia jengkel
"Avtag kau bisa?" Tanya fred bila nyengir
"Apa pula avtag itu?" tanya billa

"Campuran bensin dan minyak tanah" kata fred dengan jengkel
"Untuk apa? ,, Untuk membakarmu?" tanya billa
Fred jengkel juga
"Avtag tak terlalu bagus untuk meledakan piston ,,, tapi cukup bagus untuk penerang ruang" kata fred dengan jengkel ,, tentu saja guna avtag tak begitu juga ,, tapi billa begitu saja percaya,

"Baiklah baiklaah ,, tapi" kata bila berhenti
"Apa?" Tanya fred jengkel
Terdengar suara perut berbunyi
Wajah bila memerah ,, fred memandangnya heran
"Aku menolak mencuri demi uang" kata billa dengan malu
Ini adalah kiasa bahwa dia sama sekali tak punya duit
Kebetulan fred peka
"Kau punya rumah?" Tanya fred sambil berjalan
"Aku tak punya apapun selain kau targetku" kata bila dengan semangat ,, fred termmangu mangu juga

"Gadis yang membuatku iba" batin fred sambil jalan ke kantin
Kantin sudah buka dan di sana ada beberapa murid
Fred membeli dua porsi makanan besar ,,

Bila tentu saja senang ,,
Dia makan dengan lahap porsinya ,, tapi satu porsi besar itu habis dalam beberapa detik saja ,, fred nyengir ,,
Billa tiba tiba berdehem
"Orang itu lagi" kata bila sambil memandang ke sebuah sisi
Fred melirik ke sisi yang di lihat bila

Dia tak melihat siapapun di sana ,, tapi dia melihat sesuatu
Daun daun merontok seperti agak tersibak ,,
Fred menggeleng ,,
"Agaknya ,, itu bukan termasuk check telitiku" batin fred sambil memandang makananya ,, yaaa, dia lebih tepat memandang mangkuknya ,, makananya hilang ,,

Dia nyengir juga
"Cewek sialan" batin fred
"Sudah kenyang ,, fuuu ,, aku semangat" kata billa dengan cekikkikan ,, fred bangkit dan membayar

Dia mendekati tempat yang dia lihat tadi ,,
Di sana semak belukar dan ada gang kecil ,, fred menyusuri jalan tersebut ,, bila entah dia sedang apa fred tak peduli

Fred menyusuri gang sialan yang agak sempit ini ,,
Kadang dia menemukan beberapa percikan darah ,,

Gang ini terhubung ke sebuah gudang tua yang tidak di pakai
Bila menyentuh pundaknya
Fred memandangnya ,, dia melihat mata billa menjadi warna violet ,,
"Tidak kah kau lihat?" tanya billa
Fred tak tau apa yang di maksud billa tapi dia mengangkat pundak ketika merasakan ada arus naik dan arus tersebut sampai ke matanya ,, fred memandang ke gudang tua itu dan dia mendelik ,, nafasnya terhenti ,, dia berdiri terpaku melihat dunia yang lain sekali ,, mata kananya tak melihat apapun ,, mata kirinya melihat sesuatu ,, banyak mahluk astral

Tapi akhirnya fred normal lagi ,, dia memandang semua itu dengan hambar, bahkan ada beberapa yang lewat di depannya dan memandangnya ,, tapi fred memandang dengan dingin

"Kau jauh lebih cepat menguasai perasaanmu dariku, aku merasa iri" kata bila dengan menghela nafas ,, fred tertawa pendek ,,
"Aku seumur hidup hanya menangis lima kali, dan takut sebanyak lima kali ,, hidupku hanya berisi kebencian dan darah" kata fred dengan hambar ,, dia berjalan mendekati pintu gudang tua ini ,, dan bayangan pada kedua matanya telah hilang ,,

Fred menemukan pintu ini terkunci ,, tapi gagang pembukanya bersih ,, fred tertawa pendek ,,
Bila fred tugasi mengambil kunci gudang tua dan memanggil pak farhan ,, bila melakukan apa yang fred perintah ,,

Sekarang tinggal fred sendirian di sini ,,
Dia sedang meneliti bagian luar tempat sialan ini
Dia tak menemukan apapun ,, dia jalan jalan dan memandang kesana kemari ,,

Fred menemukan gang yang kecil kecil sekali ,, tapi untuk ukuran bocah kurus, tentu saja fred bisa masuk ,,
Fred menemukan sebuah belokan ,, dia berjalan seenaknya saja dan dia berhenti ,,, matanya memandang ke depan ,,

Di sana ada sebuah tempat teduh ,, ini adalah bagian belakang gudang ,,, di sana fred menemukan pintu ,, pintu belakang
Fred meneliti di daerah tembok tembok luar ini ,,,

Ya ,, dia tak menemukan petunjuk di sana ,,
Fred mengangguk ,, dia mencoba membuka pintu belakang gudang ini ,, tapi tanganya tak jadi menyentuh gagang tersebut ,, gagang itu bersih saja ,, tak ada debu ,,, fred menurunkan pandangan ,, bersih

Bagian belakang bersih ,, fred berpikir
"Lantai di bagian depan tak bersih ,, lantai belakang bersih ,, kedua gagang pintu depan dan belakang sama bersih ,," batin fred dan dia tersenyum sambil membuka pintu ini ,, di sana di kunci ,, fred tersenyum
"Sudah kuduga" batin fred ,,

Dia berjalan keluar ke bagian depan gudang ,, dan kebetulan billa dan pak farhan tiba ,,
"Kunci gudang ini hilang" kata billa dengan gegetun
Fred tertawa ,, dia memandang pak farhan ,,

"Pintu ini di dobrak seenaknya juga bukan masalah" kata fred
Bila mendelik memandangnya
"Tau begitu tak perlu aku susah susah" kata billa

fred tertawa
"Kalian rada menjauhlah dari pintu ,, pastikan berlindung di balik tembok atau sesuatu yang keras" kata fred dan dia melihat ada batuan besar ,, sebesar kepala

Fred mengambilnya ,, dia melihat partnernya dan pak farhan sudah berlindung sesuai keinginan fred ,, fred mengangguk
Dia sekuat tenaga melemparkan batu keras yang tak ringan itu ke bagian gagang pembuka sekaligus tempat kuncinya

Dan fred langsung meloncat berlindung di balik pohon ,,
Seperti yang di duganya ,, banyak peluru melesat ke segala arah tanpa suara keras ,,
fred nyengir

Misalnya di situ ada dua puluh orang ,, bisa di pastikan semua mati karena peluru melesat menuju semua arah dengan rapat dan rapi ,,

Fred keluar dari tempat berlindung ,, dia memeriksa ,,
Aman saja selain banyak kabel kabel yang mengikat beberapa kotak kotak aneh ,,, mungkin ini adalah senjata api ,,,

Fred memandang kotak kotak sialan ini
"Senjata yang awet ,, tapi lemah" batin fred ,,
Dia melihat ,, gudang ini sangat kotor dan di bagi menjadi dua tempat ,,
Tempat pertama ya bagian depan ini ,,,

Tempat kedua tentu saja bagian belakang ,,,
"Kau yakin tempat ini membantu penyelidikan?" Tanya pak farhan sambil memandang jam tanganya

fred memandangnya
"Aku tak menyuruhmu membantu meneliti" kata fred
Pak farhan memandangnya
"Lalu?" tanya fred
"Aku hanya ingin membuatmu tau tempat ini dan aku ingin plastik khusus buatanmu" kata fred ,, pak farhan memberinya tiga plastik sekaligus

"Kau sudah menemukan apa saja ngomong ngomong?" Tanya fred pada pak farhan
Pak farhan tertawa hambar
"Aku sedang pusing ,, ini kejadian yang sangat aneh" kata pak farhan ,,
"Bagaimana sih cara kerja Anda?" Tanya bila ikut menyelutuk

Pak farhan berdehem
"Aku meneliti kepada apapun yang mencurigakan ,, juga siapapun yang mencurigakan" kata pak farhan ,,

bila tertawa
"Padahal ,, semua yang ada di dunia ini mencurigakan" kata billa
Pak farhan tertawa ,,
"Itu juga jawabanya" kata pak farhan yang membuat billa diam
Fred tertawa pendek

"Kau tak mencurigai tempat ini sama sekali kah?" tanya fred
"Tidak" kata pak farhan
fred tertawa
"Tidak? ,, Dengan kau ketahui ratusan bahkan mungkin ribuan peluru melesat dengan rapi?" tanya fred

Pak farhan memandang fred
"Bisa saja kau yang memasangnya" kata pak farhan
"Sreett" tiba tiba billa dengan kecepatan yang mengejutkan dan menyerang tanpa terduga mencakar mulut pak farhan
"Cekk" tapi tangan tersebut tak sampai di tempatnya,
Fred memegang tangan bila ,,

"Atau mungkin gadis ini" kata pak farhan dengan berdehem
Fred memandang pak farhan
"Aku tak bisa menyalahkanmu, karena kau detektif ,, kau bisa mencurigai semua orang" kata fred
"Memang ,, aku tak bisa di salahkan ,, Tuhanpun tak akan menyalahkanku" kata pak farhan
Fred tertawa pendek
"Tapi skill detektif ,, skill pengamatan ,, skil emosimu ,, masih jauh dari benar" kata fred sambil menarik bila

Pak farhan termangu ,, tapi dia menghela napas dan berlalu dari sana ,,

Bila mengebaskan lenganya
"Kau mengganggu saja" kata billa
"Sudahlah ,, kau tak perlu seperti anjing buta saja" kata fred
"Ngomong apa kau? ,," Kata bila mendelik

Fred menghela nafas
"Justru jika orang itu terluka ,, semua tuduhan ini akan mengarah padaku ,, kau malah akan mencelakaiku" kata fred
Bila termangu mangu juga ,, dia mengerti kemana arah tujuan bicaranya fred

Fred memandang pintu sebelah itu
Dia perlahan membukanya ,, ruang yang biasa saja ,,
Ruangan ini ,, di sana ada tikar yang di gelar rapi ,, dan ada tangga lipat ,, fred memandang kemana mana ,,
Di sana ,, ada sebuah meja ,, di meja itu ada sebuah foto dengan bingkai ,,

Fred memandang foto itu ,,
Di sana ada seseorang ,, seorang yang gondrong bermuka awut awutan dan seorang perempuan ,,
Di lihat dari pucatnya wajah perempuan ini, bisa di pastikan dia penyakitan

Fred tak mengenal kedua duanya ,, tapi dia bercuriga
"Dua orang ini ,, tentu tinggal seorang ,, di lihat dari peralatan tempat ini yang mencerminkan kesendirian ,, dan mungkin salah satu yang tersisa inilah biang keladinya" batin fred

Billa melihat lihat ,,
"Lantainya tak berdebu" kata billa ,, fred memandangnya
"Gadis ini cerdik ,, tapi masih kurang teliti" batin fred
Bila yang di pandang sebegitu rupa jadi kikuk

Fred berpikir lagi
"Ada tugas kimia ,, kita bisa keluar gerbang sekolahan ,," kata fred sambil mengeluarkan ponselnya untuk melihat jam
08.39 ,,

"Baiklah ,, kita kemana?" kata billa
Fred tertawa pendek
"Ke rumah sakit dengan membawa beberapa jajanan" kata fred

Seperti yang fred duga ,, orang yang dia cari ,, satpam ,, sekaligus guru silat sekolahan ,, pak darmoko
Berada di rumah sakit terdekat dari sekolahan ,,

Fred masuk ,, dia menemukan ruang pak darmoko ada beberapa orang berjas dan pak darmoko sendiri serta beberapa guru

Fred tersenyum sopan ,,
Bila mengangsurkan jajananya ,, kenanya sekarang adalah "menjenguk"

Fred duduk karena di persilahkan ,,
Beberapa guru ngobrol ,, juga orang orang berjas itu ,,
Fred tak tau siapa mereka ,, tapi agaknya tak jauh berbeda dengan petugas negara

Hanya saja ,, mata fred yang terlatin melihat seluk beluk tubuh berpakaian bisa menafsir ,, orang orang ini membawa senjata api dan pisau lipat

"Benar ,, untungnya saja pak darmoko menguasai pengobatan dari bela diri" kata salah seorang guru yang memuji
"Benar ,, setelah mengetahui kakinya patah ,, pak darmoko langsung membenahi di tempat ,,, bahkan dia bisa memasang perban sendiri di gudang" kata seorang guru menimpali
Pak darmoko tertawa
"Kalau bukan karena Anda menolong ,, mungkin saya akan terlambat di bawah di rumah sakit" kata pak darmoko merendah

Fred memandang luka pak darmoko ,, di dada kiri ,, di lihat dari banyaknya titik darah pada perban ,, bisa di pastikan luka yang cukup parah ,,

Dokter datang ,,
Pak darmoko di ganti perban bagian atas ,,
Yang bawah tidak
"Kaki saya sudah di tangani ,, saya ahli dalam pertulangan" kata pak darmoko meyakinkan dokter yang agak ragu ,,
"Benar ,, pak darmoko pernah menyembuhkan tulang patah di sekolahan kami" kata salah seorang guru

Fred kagum juga ,, dia juga mengerti tentang pertulangan ,, dia melihat posisi tulang kaki pak darmoko yang "benar" ,, bahkan sempurna untuk ukuran normal manusia

"Wah ,, waktu di gudang ,, pak darmoko langsung mengobati lukanya ya?" Tanya fred ,, pak darmolo mengangguk sambil tersenyum ,,
"Yaa ,, masalah tulang ,, aku mengerti banyak ,, tapi jika luka berdarah aku sangat tolol" kata pak darmoko merendah ,,
Fred tertawa, bila dari tadi diam saja

"Kapan Anda akan keluar rumah sakit?" Tanya fred dengan tertawa ,,
' "Istirahat pertama kalian mungkin" kata pak darmoko dengan tertawa ,,

Fred mengangguk sambil memandang jam
"Baiklah ,, semoga bapak lekas sembuh ,, pelajaran menunggu kami" kata fred berpamitan
Die keluar di ikuti billa ,,

Bila berjalan mengikuti fred yang termangu mangu
Fred terus berjalan sambil berpikir
"Mungkin maling tersebut jauh lebih hebat dari guru silat sekolahan besar ini" batin fred ,, yaa ,, sekolahan kejora adalah sekolahan yang ternama ,, bahkan beberapa penjuru negri ada yang rela datang jauh jauh untuk sekolah kesini ,,
Dan tentu saja ,, setiap guru adalah orang terpilih ,,
Tapi maling sialan ini lebih hebat dari si satpam ini

Di luar banyak oleh kendaraan ,,
Mungkin karena rumah sakit sialan ini dekat dengan jalan raya
Fred melihat banyak angkot berjejeran

Fred sebenarnya tak ingin memikirkan angkot sialan ini ,,
Tapi mau tak mau dia harus berterimakasih ,,,
Fred melihat pantulan kaca dari angkot angkot sialan ini

Dia melihat beberapa orang "biasa" meliriknya
Yaa ,, matanya cukup tajam untuk melihat hal ini ,,
Fred menggandeng billa dan mengajaknya berjalan jalan ke toko kerajinan timah ,,,
Kebetulan ,, toko kerajinan timah tersebut dekat dengan tempat fred berada ,,,

Toko ini lumayan besar juga ,, kerajinan timah mulai dari kelas rendah sampai kelas atas ada ,,
Ada beberapa orang yang bekerja di sana sebagai bagian waiters atau terserah apa itu sebutanya ,,
Fred mendapat perlakuan yang hambar oleh karyawan ,, bila jengkel saja orangnya ,, hampir dia gampar server ini ,,

Beruntung ada orang lain yang datang ,,
Fred mengenalnya ,, sepasang preman sialan ,, Ucup dan udin
Dua orang ini nyengir setelah mendelik ke beberapa server yang langsung kader

"Kerja?" Tanya fred mau tak mau nyengir juga
"Iya boss ,, pacarnya ya?" Tanya Ucup sambil memandang bila yang cukup seksi itu dari atas kebawah beberapa kali
bila mendelik
"Hus" udin menimpali ,, fred nyengir
"Iya ,, pacar penyimpanan nomor tujuratus delapan puluh sembilan" kata fred dengan nyengir ,, dua preman ini tertawa ,, bila mendelik ke fred ,,

"Heh ,, liat apa kau? ,,, Setoran mana setoran" kata Ucup ke server yang melengak ,,
Server langsung ngacir
Fred masuk ke dalam dan dia di ikuti billa dan dua preman
Fred menemui si pemilik tempat ini sedang menyiapkan "upeti"
Yayayaa ,, seratus ribu rupanya cukup untuk "perdamaian" tempat ini

Si juragan memberikan "upeti" itu dengan rada gemetar
Yaa ,, mungkin pernah mendapatkan perlakuan kasar oleh dua preman ini
Si preman bukan menerima tapi malah mendelik ,,
Dia menunjuk fred dengan jempolnya

"Layani dulu si boss kecil" kata Ucup dengan mendelik ,,, kalau begini ,, garangnya terasa
Fred tertawa hambar
"Lima sendok dari timah yang mengkilat" kata fred
Dia langsung mendapatkan apa yang dia mau ,,
Anehnya fred membayar ,, padahal dia di kawal preman preman sialan ini ,, kedua preman saling pandang ,, karena mereka cukup "cerdas" maka dari itu ,, mereka tak meributi fred

"Oyy ,, aku sudah agak terlambat kesekolah ,," kata fred sambil membisiki udin dan Ucup ,,, kedua preman ini saling pandang dan mengangguk ,,
Pemilik toko rada ketar ketir ,, dia mengira akan ada ancaman aneh aneh setelah ini ,, tapi kedua preman ini pergi setelah mencabut uang upeti di tangan si pemilik warung

Fred berpisah dengan dua preman ini ,, ponsel fred ada di dalam genggaman para preman ,, entah apa tujuan fred memberikan ponselnya pada dua preman

Fred kembali ke sekolah dengan berjalan ,,
Billa mengeluh karena terik matahari yang cukup menyengat ,,

Tapi fred tersenyum saja ,,,
"Wah kau rupanya manja sekali" kata fred ke billa ,,,
Yang di ajak bicara mendelik
"Kulit wanita sangat berarti" desis billa ,, fred nyengir
"Di lihat dari tubuhmu yang penuh dengan bacokan luka ,, agaknya kalimatmu barusan sama sekali tak berguna" kata fred
bila mendelik
"Darimana kau tau?" Tanya bila fred nyengir lagi
"Kau toh kapan saja bisa membukakan untuku" kata fred

Beberapa saat kemudian
Bila senyum senyum karena mendapat payung yang melindunginya dari terik matahari yang masih termasuk pagi itu ,, dan fred menggosok pipinya yang ada bekas telapak tangan itu ,,,

Fred tentu saja sambil nyengir ,,,
Cukup sialan juga rasanya di tampar gadis galak ,,
Kling kling ,, fred mengeluarkan sesuatu dari sakunya ,, ponsel ,, ponsel yang masih baru ,, tapi penuh aksesoris kewanitaan ,,
Fred memutar mata ,,
"Ponselmu dhasyat sekali" kata fred pada billa

Dia membuka pesan ,,
Dari dua preman yang menggunakan ponselnya ,,
Dua preman ini mengirimi sesuatu ,, beberapa foto ,,

Foto seseorang menggunakan kursi roda ,, pak darmoko ,, dan beberapa orang berjas masuk ke sebuah mobil fan berwarna hitam ,,
Fred melihat sopirnya ,, seseorang yang meliriknya tadi

"Masalah makin rumit" batin fred sambil berpikir ,,
Yaa ,, dia tentu saja tak bisa menunggu di sana ,, dia tau orang berjas dan si sopir fan ini mengawasinya
Fred berpikir lagi
"Pak darmoko mungkin dalam bahaya" batin fred
Setelah itu ,,, gambar kemudian menunjukan mobil sudah jauh
Rupanya ngebut ,,,

Fred termangu mangu dia mengembalikan ponselnya ke billa
Bila menerimanya dan masih tak mengerti jalan pikir fred

Sekolahan ,, sekolahan masih seperti tadi ,, di bagian sini ribut normal ,, di bagian lain ribut masalah pagi tadi ,,
Fred tak langsung menuju ke sekolah ,, dia ingin bersenang senang dulu ,, saran ,, dia masih pemuda ,, masalah "nakal" yang "tak bermutu" kadang kadang sering di lakukanya

Dia ke warung ,, markas siswa yang ingin bersenang senang
Seperti pagi tadi ,, ada yang merokok ,, ada yang cuman ngopi,
Ada yang pacaran ,, ada yang blablabla

Fred memilih tempat teduh dan bila melipat payungnya
Pesan minuman dingin di hari gini ,, agaknya merupakan suatu kesegaran yang nyata ,, di temani oleh gadis cantik yang kemana mana mengekor fred ,, hal ini merupakan sebuah kesegaran sendiri

"Oh iya ,, bagaimana pelajaran kimia nanti?" tanya billa
Fred mengeluarkan sendoknya tadi
"Ini hanya merupakan tipuan yang rada ingusan saja ,, tapi cukup untuk menipu guru guru sialan ini" kata fred
Billa tak mengerti ,, fred tau hal itu
"Begini ,, nanti kita akan memesan kopi panas ,, dan kita akan mencampur kopi itu dengan pasir ,, setelah itu aduk menggunakan sendok ini ,,, tapi lakukan saja itu nanti" kata fred

"Ini percobaan kimia yang menarik ,, kau bisa membuat sejenis racun rupanya" kata bila dengan bersemangat
Fred menggeleng ,, semangat bila berganti cemberut
"Bukan kimia ,, hanya menipu saja ,, sebut saja ini trik ,, tapi nanti guru guru juga akan menghitung kopi itu menjadi racun keras yang keji ,, mungkin kau juga" kata fred dengan tertawa
Bila penasaran juga
"Dan?" Tanya bila mencoba mengorek lebih banyak keterangan
Fred tertawa pendek
"Nanti akan tau sendiri" kata fred ,, bila dia tersenyum masam

"Ngomong ngomong ,, masalah ini kapan selesai" tanya bila
Fred berpikir ,, dia memandang jam ,, yaa dia pergi cukup memakan waktu
"Setelah pelajaran kimia ,, istirahat pertama ,, setelah empat jam pelajaran (1jam pelajaran = 40menit) ,, setelah itu istirahat kedua ,, setelah itu pulang ,," kata fred
Billa mengiyakan ,, walau fred tak menjelaskan jawaban dari pertanyaanya ,, tapi dia tau maksud fred ,,,, "secepatnya"

Fred bersantai sambil memikirkan hal sialan ini ,,
Dia seperti melihat flash back ,,

Sebuah waktu dimana fred masih kecil ,,
Dia berjalan di sebuah hutan yang sebelahnya ada jurang dan air terjun cukup tinggi ,,

Fred memfokuskan diri ke jalan cukup licin yang di laluinya ,, kalau dia sampai oleng ,,, kesenjangan menunggunya
Di depanya ada seorang kakek yang tentu saja tak penulis jelaskan identitasnya disini ,,

Kakek ini berjalan dengan tenang tenang saja ,, kemudian dia berhenti ,, fred ikut berhenti, dan jari jari kakinya seperti mencakar ke tanah licin tersebut

Si kakek membalikan badan sambil tersenyum
Fred membungkukan badan ,,
Si kakek mengambil sebuah batu ,,
"Kau lihat batu ini?" Tanya kakek tersebut ,, fred memandang batu tersebut dengan teliti ,, kemudian dia mengangguk
"Benar kek" kata fred ,, si kakek tertawa
"Apa yang kau dapatkan dari penglihatanmu tentang batu ini?" Tanya si kakek ,, fred Pikirkan jawaban secerdik mungkin
"Penglihatan mata atau batin?" Tanya fred sambil menyiapkan jawaban yang sebenarnya ,, si kakek tertawa melihat kecerdikan fred ,,
"Yang manapun" kata si kakek yang membuat fred melengak juga
Tapi dia berpikir ,,
"Tak ada" kata fred dengan tersenyum ,, si kakek tertawa
"Benar ,, memang tak ada ,, tapi lihatlah setelah batu ini ku lempar" kata si kakek sambil melemparkan batu tersebut ke arah jurang ,, dia melemparkan tinggi dan jauh ,,, batu itu membumbung tinggi

Fred memfokuskan mata ke arah batu ,,
Dan sampai batu itu menyentuh jurang ,, dia sama sekali tak menemukan keistimewaan ,,

Fred memandang kakek yang mengajarinya banyak keterampilan ini dengan bingung

Si kakek sudah memegang buku dan pensil ,,
Fred menerimanya dan dia di suruh membelakangi jurang ,,
Dia masih bingung ,, si kakek tertawa
"Apa yang kau dapat dari batu tadi?" Tanya si kakek

Fred bingung juga ,,, dia tak mendapatkan apa apa sama sekali dari batu tadi ,, tapi dia tiba tiba terfikir sebuah logika ,, dia mengingat ingat ,, dia mengingat ingat kakek ini melempar ke arah berapa derajad dari atas ,, berapa derajad dari arah depan, dengan seberapa kuat energi di pakai ,, berapa berat batu dan kekuatan angin ,, fred menulisnya ,, dia menggunakan memori penuh untuk hal ini

"Aku merasa, batu meluncur dengan kecepatan tiga puluh cembilan kilo meter perjam selama tiga puluh tujuh detik" kata fred kecil ,, si kakek tertawa
"Keteranganmu bagus ,, kau menggambarkan kejadian dengan baik ,, tapi" kata si kakek berhenti di sini ,, dia memandang fred
"Derajad horizontal?" tanya kakek
"Sudah kuhitung" kata fred dengan memonyongkan bibir
"Vertikal?"
"Sudah"
"Kekuatan angin?"
"Sudah" jawab fred dengan tersenyum
"Kekuatan yang kupakai?" Tanya si kakek lagi
"Sudah ,, semuanya sudah" kata fred sambil berpikir sejenak ,, dia menambahkan kalimat "semuanya sudah" karena dia sudah yakin

Si kakek tertawa
"Baiklah ,, sekarang kau gambar pemandangan di belakangmu secara rinci ,, tanpa bisa melihat lagi" kata si kakek dengan tertawa dan duduk di bawah pohon rada jauhan sambil melinting rokok meninggalkan fred yang melengak tak karuan pikir itu

Kau mungkin juga berpikir ini konyol ,, tapi bukan ,,
Ini adalah pelatihan ,, menggandakan ingatan kepada hal sekilas yang tak terfokuskan ,, yaaa ,, intinya seperti itu ,,

Fred bingung juga ,, dia tentu saja bisa menggambar ,, tapi apa saja yang di lihatnya tadi dia cuman terfokus ke batu ,,

Fred memandan bukunya ,,

5 menit kemudian ,,,,,,,,,,,,

Si kakek datang dan dia memeriksa fred yang tampak rada gila itu ,, yaa dari rambut yang acak acakan ,, tak mempedulikan ingus dan liur yang membasahi fred terus menggambar

"Selesai" kata fred dengan tertawa ,, si kakek memandang lukisan fred ,, gambaran fred memang tak bagus ,,
Kakek melihat gambar fred ,,, jurang dengan air terjun yang bagian bawahnya penuh dengan bebatuan ,, di dinding jurang ini banyak lumutnya ,, dengan beberapa batu serta tanaman menonjol
Bagian bawah ada sungai yang mengikuti batu batu
Si kakek tersenyum
Fred membalikan badan dan memandang pemandangan
Dia melihat jurang yang dindingnya berlumut dan memiliki batuan serta beberapa tanaman menonjol ,, sama
Bagian bawah jurang memang penuh batu dan beberapa tanaman ,, hampir sama ,, sekarang air terjun ,,
Fred melihat air terjunya ,, yaa hampir mirip ,, fred memandang air terjun dari bawah sampai atas dan skeptisnya berhenti di tengah ,, pelangi ,, fred memandang gambarnya ,, tidak ada pelangi

Fred menghela nafas ,, si kakek menepuk pundaknya dengan tertawa ,,
"Ini bukanya apa ,, hanya mengajarkanmu tiga hal sekaligus" kata kakek dengan tertawa ,,
"Oya?" fred bersuara
"Ya benar ,, mengajarkan mengingat kepada hal yang tak kau sangka ,, mengajarkan menggunakan hayalan kepada yang tak kau sangka ,, dan logika" kata si kakek dengan tertawa

"Logika?" Tanya fred kakek menunjuk terik yang sudah rada lengser ,,
"Tentu kau tau ,, logika munculnya pelangi ,, ada percikan air ,, dan sinar matahari tanpa gangguan" kata si kakek dengan tertawa
Fred mengangguk mengerti ,, air terjun itu tentu saja mengandung percikan ,, dan matahari tak di ganggu ,,

Flash back yang menyenangkan ,,
Lamunan fred buyar ketika bila menginjak kakinya ,,

"Kau mengajaku kemari hanya untuk melihatmu melamun?" Tanya bila dengan cemberut ,, fred kucek kucek hidung ,,
"Yaelah ,, kau minta apa kan tinggal bilang" kata fred dengan kucek kucek hidung
"Aku minta kau peka" kata bila dengan gegetun
Fred memutar mata ,,

Fred menyulut rokoknya dan ada dua orang yang datang ,,
Dua preman sialan ,, mereka datang ,, datang dengan cengar cengir ,, fred menerima ponselnya kembali ,, dan fred memberikan beberapa lembar merah kepada kedua preman itu

"Orang orang tadi kulihat tak mencurigakan boss" kata udin
Fred senyum saja ,,
"Kulihat lencana polisi tadi" kata Ucup menimpali ,,
Fred senyum tapi matanya memandang bila ,, bila tak mengerti apa tentang pandangan fred ,, tapi dia menangkap sinyal tercengang

"Yayaya ,, sekolah sudah masuk ,, kami pergi dulu" kata billa sambil menarik fred ,, fred nyengir
"Maaf kawan ,, pacarku galak" kata fred dengan nyengir ,, dua preman hanya tertawa saja ,,

Gerbang masih terbuka ,, dan fred melihat sebuah mobil disitu ,, mobil yang sangat membuatnya tercengang ,, mobil yang membawa pak darmoko ,, rupanya dugaanya salah ,,

"Hei, kau mengajaku ke warung tadi hanya untuk menunggu dua preman itu?" Tanya billa tiba tiba ,, fred mengangguk saja
Matanya tiba tiba melihat pos satpam, satpam di sekolahan ini ada beberapa, mereka memiliki pos masing masing ,, dan pos pak darmoko tiada orang mulai pagi ,,

Fred menarik bila ke pos tersebut ,, dia menemukan seseorang ,, pak farhan ,, sedang duduk disana sambil berpikir ,,

"Oh kau" kata pak farhan, fred tersenyum ,, dan bila memasang wajah dingin ,,
"Agaknya kau mulai mengeluh" kata fred dengan tertawa
Pak farhan tertawa pendek ,,
"Yang membuatku mengeluh adalah waktu di butuhkanya deskripsi jelas" kata pak farhan ,,
"Kapan di butuhkan?" Tanya fred dengan berpikir sejenak
Pak farhan menghela nafas ,,
"Siang ini ,, istirahat pertama" kata pak farhan ,, fred termangu mangu ,,

"Apa saja yang sudah kau temukan?" Tanya fred ,,
Pak farhan menghela nafas ,, dia mengeluarkan sebuah kantung plastik detektif yang berisi sapu tangan berdarah serta beberapa kaca menghiasi

Fred mengambilnya ,,
"Aku menemukanya di sini ,, mungkin waktu itu pak satpam membersihkan lukanya dengan sapu tangan ini ,, masalah kaca itu kulihat menempel di sana ,, mungkin waktu itu dia mengejar dan menemukan si maling meloncat ke kaca dan pak satpam terkena serpihan kaca ,, hanya ini yang ku temui sekarang "kata pak farhan

Fred termangu ,, dia duduk dan menutup pintu dan dia menyulut rokok terakhir dari kubus pertamanya ,,
"Tak heran kalau ini di sebut masalah setan ,, bahkan kau kebingungan" kata billa ,, entah kepada pak farhan atau fred ,, keduanya sama sedang bingung ,, tapi dua orang ini sama tak peduli ,,

"Kaca pecah ,, tanaman lidah buaya di belakang gudang yang mengandung percikan darah ,, gudang belakang yang mencurigakan ,, lantai dalam gudang yang bersih ,, foto itu ,,," batin fred, matanya melebar
"Foto itu" batinya lagi ,, dia mengingat ingatnya ,,

"Kreekk" pintu di buka dan rokok fred berpindah tangan di tangan pak farhan ,, gerakan fred cukup cepat untuk hal ini ,,
Fred memandang siapa yang datang pak gito ,, wakil kepala sekolah ,, dan mata fred secara tak sengaja memandang kelopak mata itu ,, dia teringat foto di gudang tua ,,

Pak farhan memandang tanganya yang terselip rokok di jarinya ,, dia mematikanya pada sebuah asbak yang kebetulan ada di sana ,, pak gito memandang fred dan bila secara bergantian ,, dan memandang pak farhan

"Bagaimana hasilnya?" Tanya pak gito
Fred mengangsurkan ponsel ke pak farhan ,, pak farhan menerimanya dan sekilasan pak farhan melihat tulisan di sana ,,

"Percayalah ,, Aku menemukan kunci masalah ,,, siang ini semuanya siap ,, pakailah earphone dan telvonlah nomor ini" begitu isi pesan dan tercantum nomor ponsel billa di sana
Pak farhan mengangguk ,, agar pak gito tak curiga ,, dia mengantungi ponsel itu ,,
"Semua lancar ,, kapanpun siap" kata pak farhan
Pak gito berdehem
"Baiklah ,, penjelasanmu di butuhkan di halaman ,, bukan karena apa tapi karena banyak yang menonton" kata pak gito yang membuat pak farhan cukup melengak dalam hati ,, dia memandang fred ,,
"Baiklah" kata pak farhan dengan tertawa pendek ,,

Fred masuk ke kelas ,, di sana sudah ada banyak murid membawa "alat berat" ,, dalam hati fred tertawa kecil ,, dia tak pedulikan nilainya ,, dia memberikan semua sendok ke billa ,,

Guru kimia juga sudah ada di kelas ,, sebagian murid telah melakukan pelajaran prakteknya ,, fred melihat ada dua murid yang belum melakukan praktek ,,

Murid pertama ,, dia menggunakan alat cukup simple juga ,,
Hanya sebuah tabung kaca dengan yang terisi cairan choper sulfat ,, murid ini mengeluarkan paku besi dan menjatuhkan kedalam sana dengan perlahan ,, terlihat ,, besi seperti melapuk dan hancur ,,

Tepuk tangan bersorai ,,
Murid terakhir ,, dia mengeluarkan gelas besar ,, mengeluarkan bubuk solidium polyacrylate ,, kemudian murid ini menyiramkan air mineral gelas tersebut ,, dan terlihatlah seperti soda ,, tapi busa ini berbentuk padat ,, bukan cair ,,
Murid ini menumpahkan gelasnya ke tong sampah ,, dan terlihat tidak ada air sama sekali ,, tidak ada yang basah sama sekali ,, bahkan gelas pun kering ,,

Tepuk tangan bersorai ,,,

Kebetulan masuk seorang membawa kopi panas ke arah billa ,,
Billa tak tau apa yang harus di lakukan ,,
Dia memandang fred dengan kebingungan sekali ,,, si pengantar teh panas ini memberikan garam juga dan dia pergi ,,

Semua memandang billa dan fred dengan tak habis pikir ,,
Fred dengan nyengir menyeruput isi gelas tersebut ,, dan dia merasakan panasnya yang bagus ,, semua melihatnya meminum teh tersebut ,,

Ada seseorang yang mendekati garam di depan billa dan dia mengendusnya ,,
"Ini garam" kata murid ini ,, semua tertawa terbahak ,,
Bila makin bingung apa yang harus dia lakukan ,, kebetulan dia melihat fred berkedip ke arahnya ,,
Bila menelan ludah ,, dia memasukan garam yang masih padat kedalam teh sampai setengah gelas ,, bila menggigit bibir ,, terlalu banyak dia memberi garam ,, tapi fred malang mengangguk ,,

"Kalau ada yang berani minum teh ini ,, akan ku beri uang sebesar lima ratus ribu" kata billa kemudian ,,
Semua diam ada seorang siswa yang mendekat ,,
"Mana uangnya ,, coba ku lihat" kata pemuda ini ,,
Billa agak kebingungan juga ,, tapi dari bawah kolong meja ,, tanpa sepengetahuan orang lain ,, fred mengangsurkan dompetnya ,, bila tersenyum dan mengambil lima lembar merah ,,

"Kau pegang dulu uang ini" kata billa ,,, sambil menggigit bibir ,,
"Baiklah ,, uang ini asli ,, akan ku minum teh asin ini" kata siswa ini yang membuat sekelas terbahak ,,
Fred memberikan sendok
"Lima ratus ribu brayy ,, di aduk dulu lah" kata fred

Siswa itu mengangguk ,, dia mengaduk beberapa saat dan mengangkat sendoknya sambil tersenyum ,, semua orang kaget ,, pemuda ini tak tau apa yang terjadi ,, tapi tiba tiba skeptisnya jatuh ke sendok ,, dia melengak ,, sendok itu ,, bagian penyendoknya hilang ,, tinggal gagang yang hampir meleleh

"Yaaa ,, aduk lagii" kata billa mulai mengerti ,, dia mengeluarkan empat sendok ,,
Siswa ini mengaduk lagi ,, dan hal sama terjadi ,,

Sekarang tepuk tangan bergelora ,,
Tehnik ini tidak beda dengan cairan choper sulfat tadi ,, tapi yang membuatnya hebat adalah ,, teh dan garam bisa membuat "besi" meleleh dengan saangat cepat ,, padahal sebelum di beri garam, teh tersebut jelas di minum ,,

"Kriiiingggg" bell istirahat berbunyi ,,,
Fred berdehem ,,
Fred meminjam ponsel billa ,, dia memasang sebuah ear phone pada ponsel milik bila ,,

Rupanya benar ,,
Istirahat sekolah adalah waktu dimana pak farhan akan menjelaskan ,, ada beberapa siswa yang menonton ,, ada beberapa yang merasa bodo amat ,,

Pak farhan duduk di sebuah sudut yang strategis ,,
Fred dan billa kesana dan kebetulan waktu itu pak farhan di pertanyai oleh bu kepala sekolah

"Bagaimana hasi dari semua ini pak?" Tanya kepsek dengan sopan ,, tapi jelas dia meminta jawaban ,,

Fred yang duduk itu memandang ke sebuah sudut terbuka ,, dia melihat pak gito di sana ,,
"Sudut strategis untuk kabur" batin fred dengan tersenyum licik

Pak satpam juga ada di tempat ,,
Dia berbicara apa yang harus kepada semua orang ,,
Dan sekarang tinggal pak farhan ,,

Fred menelima telfon ,, ya, dari nomor ponselnya
Fred tersenyum dan mengangguk

"Baiklah ,, akan ku jelaskan ,," kata pak farhan sambil memandang pak gito yang ada di sebuah sudut ,,
"Masalah ini adalah misteris setan ,, hahahaha ,, sebut saja begitu" kata pak farhan dengan tertawa hambar ,,
Banyolan yang tak lucu sama sekali ,,

Semua orang memandang dan mendengarkan dengan sabar

"Pak satpam yang juga menjadi guru silat ,, pak darmoko ,, kau lah pencurinya" kata pak farhan ,, semua orang terkejut ,, yaa ,, semuanya terkejut, bahkan pak farhan sebenarnya juga terkejut ,,

"Bagaimana mungkin aku, aku yang menjaga tempat ini ,, kakiku patah ,, dada dan tangan kiriku kena bacok ,, walau aku nekat ,, mustahil pula aku mencuri di sini dan melukai diriku sendiri untuk tidak di curigai ,," kata pak darmoko yang duduk di kursi roda di pandangi semua murid yang ada di halaman ,, fred duduk di belakang pak farhan ,, dia menggunakan ear phone seolah mendengarkan musik ,,

Pak farhan juga menggunakan ear phone ,,
Bila yang joinan ear phone dengan fred ,, tak akan ada yang fokus ke arah mereka ,,
Hanya bila yang tau bahwa fred mendekte pak farhan ,, pak farhan juga tau fred yang mencari gara gara dengan mendektenya ,,

"Pertama ,, kenapa bagian tanah di bagian luar gudang berdarah ,, dan lantai bagian dalam gudang hanya menyisahkan darah di tembok ,, tidak ada darah di lantai ,, hal ini sangat mencurigakan ,, tapi ,, hal ini bisa terjadi jika ,, seseorang ingin kabur melewati jendela pecah itu dengan tangga ,, tapi tangga terlalu licin dan terguling sampai orang itu jatuh tak imbang ,, karena si orang tentu saja menghadap ke depan ,, jelas bagian depan yang tergores kaca ,, dan karena tangga terjatuh ke kanan ,, tentu saja bagian kiri si orang yang terkena "kata pak farhan, jangankan semua orang ,, pak farhan pun juga belum mengerti kemana jalan bicaranya ,, dia hanya mengikuti pendektean farhan ,,

Bu siti ,, dia mendekati pak darmoko sambil memandang lukanya ,, yaa ,, berada di dada kiri dan lengan kiri ,,

"Tapi hanya itu saja tentu belum cukup" kata bu siti menengahi

"Hehhehee" pak farhan tertawa pendek ,, tapi rada seperti di paksa ,, memang dia di dekte ,, penulis juga tak bisa menyalahkanya ,,

"Nahh ,, di kaca pecah itu ada darahnya ,, otomatis ,, seharusnya ada darah di lantai ,, tapi tak ada darah di sana ,, sedangkan di luar ada darah ,, bukankah ini berarti ,, ada orang dalam yang sengaja membersihkan ,, dan waktu itu ,, di temukan pak darmoko sedang berdarah di sana sambil menyeka darah di dadanya dengan sapu tangan ,, "kata pak farhan dengan tertawa pendek

"Ya ,, itu benar, lalu apa hubunganya?" Tanya bu siti
"Hubunganya? ,, Yaa ,, aku harus bertanya duluan pada pak darmoko ,, kenapa dia begitu ceroboh meninggalkan sapu tanganya di meja ,, dan kenapa dia lupa membersihkan beberapa serpihan kaca? ,, Dan darimana serpihan kaca itu tentu jelas ,, di lantai ,, jadi ,, dia membersihkan darah di lantai dengan sapu tanganya ,, "kata pak farhan dengan tertawa
Pak farhan mengeluarkan sebuah bungkusan plastik berisi sapu tangan pak darmoko ,, terlihat di sana ada beberapa sepihan kaca ,,

"Itu tentu saja masih bisa merupakan ketidak sengajaan ,, dan siapa tau kalau sebenarnya kau yang menaruh serpihan kaca di sana?" Tanya pak darmoko ,,
Semua orang sangat setuju dengan ini ,, bahkan pak farhan sebenarnya juga setuju dengan alasan masuk akal ini

Tapi dia tertawa hambar

"Ya ,, baiklah ,, agaknya tidak ada jalan lain ,, selain membuka intrik terakhir" kata pak farhan ,, dia berdehem dehem
"Ini hanya merupakan pertanyaan simple ,, kenapa kau berada di dalam gudang itu ,," pak farhan berhenti sebentar ,, dia memandang pak darmoko dengan tajam ,,
"Dengan kaki sudah di perban?" Tanya pak farhan yang seperti membuat semua orang tersiram air dingin ketika tidur ,, langsung sadar ,, ini adalah senjata mematikan ,, pak darmoko pun tergagap ,,

"Di sana cukup jauh dengan uks ,, kau juga mengaku benci berada di uks ,, perban tentu saja tak selalu berada di uks ,, tapi itu yang terdekat ,," kata pak farhan dengan tertawa ,,

Semua orang mangut mangut ,, mereka mulai mengerti jalan ceritanya ,,

"Hanya saja ,, kau tak punya bukti jika aku telah keluar dari gudang tersebut" kata pak darmoko yang rupanya masih bisa membalas ,,
Semua memandang pak farhan ,, pak farhan di luarnya tenang ,, di dalamnya dia kebat kebit ,,

Tapi dia lipat tertawa ,,
"Bukti simplenya adalah ,, isi dari perban di kakimu ,, di sana ,, benda yang kau curi ,, dan benda yang membuktikan bahwa kau telah keluar dari ruangan ini" kata pak farhan ,,

Fred ,, sebenarnya dia tak yakin akan hal yang barusan, tapi dia mencoba ,, dia juga kebat kebit ,, dia telah meminjam nama orang, tentu saja di larang gagal di sini ,,

"Kau gila? Tentu saja aku tak bisa membuka perbanku ,, aku masih ingin kakiku sembuh" kata pak darmoko
"Tak apa ,, bu siti adalah lulusan kedokteran S2 ,, melepas perban seperti itu adalah hal terlalu mudah" billa ikut campur bicara ,, semua mengangguk ,,

Bu siti mengangguk
"Tak apa ,, aku akan melepaskanya" kata bu siti langsung meraih ke arah perban tersebut ,, tapi tiba tiba pak darmoko mencabut sesuatu dari pinggangnya ,,

Ternyata adalah golok ,, dan golok ini menodong ke leher bu siti dan menjadikanya sandra ,, dia tertawa sambil bangkit berdiri
Tentu saja bu siti tak berani bergerak ,, dia masih gemetar

"Tidak ada yang bisa bergerak di ruang ini di sini" kata pak darmoko dengan menodong bu siti ,,
Dia tertawa pendek ,,
"Aku memang mencuri uang itu" kata pak darmoko dengan tertawa terbahak ,,

"Letakan pisaumu sobat ,, kau akan di hukum ganda dengan menggunakan sandra" kata pak farhan
"Diam kau" kata pak darmoko dengan tertawa

Fred membisiki bila bila mengangguk ,, karena omongannya tersambung ke telinga pak farhan ,, otomatis pak farhan mendengarkan dan dia mengangguk angguk

Fred berada di sisi yang di tutupi oleh tubuh pak farhan dari jangkau pandan pak darmoko ,,

Fred mengambil sebuah pisau peraut pensil ,, dia juga bersiap dengan peluit yang dia dekatkan dengan mulutnya ,,

Semua benar benar tak ada yang berani bergerak ,,
Bahkan pak darmoko tak tau harus apa lagi ,,

"Priiiittttt" tiba tiba terdengar suara peluit yang mengagetkan semmua orang ,, bahkan, cekalan pak darmoko juga mengendor enam bagian karena kaget ,,

Dan di saat dia sadar ,,
Sebuah sepatu membuatnya mental meninggalkan sanderanya
Pak darmoko bangkit lagi dengan sigap dan bu siti telah di amankan ,, pak darmoko ,, dari takut menjadi nekat ,, dari tekat menghasilkan inisiatif membabi buta ,, dia mengobat abitkan bacokanya ke arah billa ,, tapi bila bisa menghindarinya ,, rupanya si anak baru ini sangat jago bela diri ,, begitu pikir semua orang ,,

"CPP arrrgg" tiba tiba pak darmoko merasakan ada sesuatu menancap di pahanya memotong ujung perban sampai perban tersebut terlolosi, dan akan terus terlolosi jika dia banyak bergerak ,, sayangnya pak darmoko sudah sangat nekat ,, dia menerjang dengan sabetan goloknya ke leher bila dengan sepenuh energi dan tidak ada yang tau asal sesuatu yang menancap di paha pak darmoko selain bila ,, tapi semua orang menganggap dialah yang berhasil melukai ,, semua bersorak

Dia di serang dengan bacokan ,, dan semua jadi sorakan kaget dan menjerit ,, apalagi melihat bila tak menghindar
"Srett" suara sabetan golok mengenai tempat kosong ,,

Bila ,, dengan gerakan yang sangat cepat merunduk dengan berputar dan dia mencabut yang menancap di paha pak darmoko yang rupanya pisau peraut pensil ,,

Dia masih tak berhenti ,,

"Srett sreett srett ,,,," dia masih berputar dan dengan gerakan yang sangat cepat ,, sebelas tebasan ,, ini sebenarnya adalah jurus pedang ,, tapi ,, karena yang dia gunakan hanya sebatas cuter atau pisau peraut pensil ,, luka lukanya hanya menggores dalam saja ,, dan yang lebih sialan lagi ,, bila membuat celana pak darmoko melorot ,,

"Srettt sreett srett ,,," beberapa tebasan cepat lagi ,, kali ini dengan cara yang aneh ,, dan mengincar beberapa urat pak darmoko ,, pak darmoko langsung kejang berdiri dan dia jatuh lemas ,,, lumpuh ,,,

Bila mengakhiri dengan bacokan yang sangat rapi melolosi perban itu secara keseluruhan ,,

Terlihat disana ada sebuah kertas selebar lantai kecil ,, sertifikat

,,

Masalah telah jelas, pak darmoko telah di kelola oleh orang orang berwajib ,, billa menjadi murid populer karena di anggap hebat dan cerdas ,, fred? ,, Dia tetap tak ada peningkatan ,, dari hal sialan tetap gluntang gluntung ,, tak ada yang menganggapinya serius ,, dia tetap di anggap orang sialan yang menyebalkan serta mending mati saja di mata para siswa ,,

Tapi tidak di mata beberapa orang ,,
Pak farhan termasuk salah satunya ,, mulai sekarang dia tak pernah menganggap remeh fred ,,

Kriingggg ,, bunyi bell masuk kelas ,,
Yayy ,, fred nyengir ,, dengan angkat pundak dia kembali ke kelas menjadi siswa yang biasa biasa saja ,, lagi

tamat

Comments

Popular posts from this blog

Novel 'Pengejar Masalalu'

Pengarang  : Gaplek Tralala Judul             : pengejar Masa Lalu Seperti yang pernah kau lihat dari sisi awal cerita ini ,, Seperti yang MUNGKIN pernah kau bayangkan ,, Anggap saja sebuah imajinasi ,, Berbicara soal imajinasi ,, penulis punya beberapa tehnik khusus Berimajinasi ,, itu adalah penggabungan dari "ber" yang merupakan kalimat kerja ,, dan imajinasi juga kalimat abstrak ,, Pengartianya juga sialan ,, "ber" adalah sebuah kalimat kerja yang "sedang di lakukan" atau "telah di lakukan" ,, sedangkan imajinasi adalah sebuah pemikiran yang bersangkutan besar dengan hayalan Hanya saja ,,, sembilan dari sembilan setengah orang di dunia ini salah mengartikan imajinasi ,, Mereka pikir ,, imajinasi dan hayalan itu sama padahal ini salah sekali ,, saangat salah ,, Penulis menghayal bahwa penulis bisa terbang ,, tidak ada yang akan bisa menyalahkan penulis karena hayalan itu melebihi wanita yang "selalu benar" ,, bahka...

Novel 'Puti Sialan 3'

Judul          : Puti Sialan 3 Pengarang: Gaplek tralala Eps. : Berburu situs menyebalkan Sebuah kota ,, kota ,, dimana banyak sekali polusi ,, Dan kebijakan ,,, Berbicara soal kebijakan ,,, Sekarang di sebuah perempatan jalan besar ,, sedang ada seorang polisi ,, kebijakan ini sedang bermuka masam ,, mukanya masam ,, hal ini di sebabkan oleh debu debu dan kemacetan lalu lintas sialan ini ,, Pak polisi ini seperti di panggang sinar matahari yang berada di atas kepala itu ,, Pak polisi ini sendirian ,, tetapi juga bisa di sebut tidak sendiri ,, Dia mengatur lalu lintas bersama seorang gadis cantik berbody molek: v ,, Gadis ini cantik ,, walau pakaiannya sederhana dan menutupi tubuhnya dengan rapi ,, Kalau muka pak polisi itu masam ,, maka wajah gadis ini makin asam ,, Dia di paksa ikut mengatur lalu lintas ,, Tiga jam sudah selesai ,, jalanan sudah tidak terlalu banyak lagi ,, "Paakk sudah dong" si gadis itu berteriak teriak Pak polis...

Tips bermain Piano Tahap 2 Tutorial

Belajar chord dasar (tangan kiri) - Halo semua? Berjumpa lagi dengan saya yang pastinya mau berbagi tips bermain piano tingkat berikutnya. Kalau sebelumnya kita Belajar chord dasar untuk tangan kanan, kali ini saya mau kasih tips belajar chord untuk tangan kiri. Kalau kalian sudah lancar menguasai chord dasar dengan tangan kanan, kita belajar ke tingkat selanjutnya yaitu belajar chord dasar untuk tangan kiri. Chord pada tangan kiri ini lebih mudah karena tidak ada mayor atau minor melainkan Universal .jadi chord tersebut bisa dimasukkan untuk chord mayor maupun minor. Berikut ini Chord dasar yang harus kalian kuasai: Yang membedakan cuma posisi jari kita dimana jari kelingking digunakan untuk fokus. Sedangkan untuk not nya juga berbeda. Misalnya not Chord C pada tangan kanan yaitu 'Do''Mi''Sol' ', kalau untuk tangan kiri menjda' Do''Sol''Do ''. Sampai sini sudah paham? Kalau belum paham bisa cek lag...