Rebirth
Genere: klasikal fantasy romantika action
Covering stret by: Arif Pramudya wardhana
Hole stret by: Gaplek Tralala
St 108766
Di buat: 11 febuary 2016
Style: north gen, klasikal gen
_________________________________________
sebuah lampu
Dimana penulis sedang duduk di sebuah kursi santai dengan angkuh ,,
Tentu saja kau tak akan mengenali wajah penulis seperti biasa ,,
Penulis sedang duduk dengan memegang sebuah gelas berisi cairan aneh ,,
"Mungkin kau bertanya ,, benda apakah ini?"
Penulis mengangkat gelas tersebut
"Kau tak bertanya ,, aku tak perlu membuang kata"
Penulis memandang lampu ,,
"Sebuah suasana ,, penuh dengan aroma ,,"
Penulis memandang ke arah sebuah meja ketuk ,,
Di sana ada mesin ketik peliharaan penulis ,, pusaka yang bahkan penulis anggap lebih berharga dari beberapa hal lain ,,,
"Bau darah ,, jeritan tangis ,, keluhan ,, dendam ,,"
Penulis menghela nafas
"Kau tau? ,, Hal hal itu ,, adalah hal menyedihkan ,," kata penulis
Ya ,, penulis mengatakanya, tapi ,,
"Tau kah kau? Ada beberapa hal yang jauh lebih menyedihkan"
"Krakkkk cyarr" gelas tersebut pecah ,, gelas yang ada di tangan penulis ,, entah kenapa ,, penulis ingin menghancurkan ,, penulis tak tau ,, dan tak peduli
"Pertama ,, hal yang paling menyedihkan adalah ,, tidak ada perubahan ,," penulis tak mengatakanya ,,
Tapi memberi tanda untukmu bahwa itu adalah kalimat penting.
Penulis akan menjelaskanya ,,
Tidak ada perubahan ,, adalah kalimat yang menyedihkan sekali ,, penulis sangat membencinya, manusia sangat membencinya ,, mahluk apapun sangat membencinya ,, tak semua ,,, tapi hanya satu saja yang tak membencinya ,, kebahagiaan ,, mahluk ini ( "kebahagiaan") tak akan membenci apapun ,, dan tak akan di benci ,,
Tidak ada perubahan ,, adalah sebuah sifat yang di benci oleh mahluk ,, tapi juga selalu di lakukan mahluk ,, mahluk apapun itu ,,
Mahluk tersebut mengeluh "kenapa ku lakukan hal ini" tapi dia tak berubah ,, ingin berubah ,, tapi tak memainkannya ,,
Perubahan bisa di raih dengan "tekat" ,, dan "melakukan" ,, bukan "keinginan" ,, kau bisa membacanya secara garis ,, kau juga bisa membaca apa yang di kurung oleh tanda petik itu ,, "tekat melakukan keinginan" ,, dan jangan kau balik ,, urutan ini sudah pas ,,,
(Nb: penulis membutuhkan waktu 2 jam untuk memikirkan kalimat ini)
Kedua adalah putus asa ,,,
Putus asa ,, adalah hal yang paling penulis benci ,, manusia membencinya ,, hewan membencinya ,, bahkan tuhan membencinya ,,
Putus asa adalah ,, kau tak mau "berusaha" lagi ,, putus asa bukanlah kau "tak" mampu ,, bukan pula tak "bisa melakukan" ,,
Putus asa bisa di hancurkan dengan harapan, ya ,, harapan juga mahluk menyedihkan ,,
Dan ke tiga dari sekian banyak hal menyedihkan yang belum penulis tulis adalah ,,
Berpura pura bahagia ,, hal ini menyedihkan ,, memalukan dan menjijikan ,, tapi tidak ada mahluk yang tak pernah memainkannya
Bahkan penulispun pernah memainkannya, bahkan sampai sekarang ,,, dan mungkin juga nanti ,,,
Berbicara soal hal ini ,, penulis memiliki sebuah hayalan ,,
Hayalan yang membingungkan ,,,
"Tok tok tok" ada seseorang yang mengetuk pintu ,,,
Masuk ,, yaa ,, penulis mengatakanya ,,
Masuklah seseorang ,,,
Seseorang berkerudung muka yang juga tak akan kau ketahui siapa orangnya ,, panggil saja dia sang tamu ,,
Dia duduk di depan penulis yang entah sejak kapan ada kursi dan mejanya ,,
"Apa kau siap?" penulis bertanya
"Baiklah ,,, akan ku ceritakan" jawab sang tamu ,,
Sebuah kisah ,,
Dimana sebuah kehidupan beberapa manusia ,,
Tergantung dengan harga diri ,, tergantung dengan nama ,, dan tergantung dengan keahlian ,,
Keahlian yang penulis maksud adalah ,, yaa ,, keahlian menggunakan kekerasan ,,
Entah itu berperang ,,, entah itu berduel ,, entah itu jarak dekat entah itu jarak jauh ,,,
Penulis berdehem ,,
"Mungkin kau bisa memberikan awalan yang pas untuk tema kita" penulis berbicara kepada sang tamu
Sang tamu mengerti maksud penulis ,, tapi dia tak mengerti memulai dari mana ,, penulis mengetahui ,, sang tamu gugup ingin memulai dari mana ,,
"Kau jelaskan saja apa yang ingin kau katakan ,," penulis memberinya petunjuk,
Sang tamu berdehem
Sebuah pemerintah ,, pemerintah besar ,, bernama pemerintah atlas ,,
Pemerintah atlas merupakan kerajaan besar di abad 17 masehi ,,
Pemerintah yang sangat kuat ,,
Mereka memuja para dewa ,, dan raja mereka adalah raja agrad, dia adalah putra ke empat dari dewa hades yang merupakan penjaga neraka ,, orang menyebutnya dunia bawah.
Raja agrad merupakan seorang yang sangat kejam ,,
Saaangat kejam ,, tapi memiliki ketegasan yang bagus dan kecakapan dalam memimpin ,,
Dia memuja ares dan membenci gaia ,,
Hal ini di sebabkan oleh karena gaia adalah pelindung pemerintah athena yang merupakan musuh besar pemerintah atlas
Agrad memiliki seorang istri dengan banyak sekali selir ,,
Dia sudah memiliki seorang pangeran mahkota ,,
Namanya simons ,, dia adalah seorang pemuda yang cakap ,, dia telah mewarisi banyak hal dari ayahnya ,, entah itu ilmu perang atau berduel ,,
Simons juga cerdas serta sangat hormat kepada ayahnya sampai sang ayah membidiknya menjadi pangeran mahkota ,,
Dan yang paling membuat penulis kagum adalah ,, simons tidak sekejam ayahnya ,, dia tegas bukan keras ,,
Tapi dia memiliki karakter sombong ,, karakter yang membuatnya merendahkan orang lain ,,
Dia memiliki sebatang pedang ,, pedang bergagang kuning dengan panjang se jagkauan tangan ,, pedang yang cukup pendek ,,,
Pedang yang sangat tajam dan sangat luar biasa sekali ,,
Dia memiliki kepandaian pedang yang sangat bagus ,, bahkan lebih hebat dari ayahnya ,,
Penulis mengangguk angguk ,, sang tamu cukup baik dalam membuat perkenalan ,,
"Siapa tokoh utama di sini?" tanya penulis
"Dia adalah seorang bocah" jawab sang tamu dengan tersenyum
Andai topeng yang menutupi wajah penulis tak ada ,, mungkin sang tamu bisa melihat alis penulis menjungkat ,,
"Menarik, menarik" kata penulis
seorang bocah
Bocah yang kurus ,, kulit agak kepucatan ,, sangat kelaparan sekali ,, dia sedang duduk di bawah hujan salju yang mengguyur rintik rintik
Dia tak beranjak pergi dari tempat itu ,, atau berteduh ,,
Penulis terfikir sesuatu
Penulis memandang kaki si bocah ini ,,, kaki tersebut tertutup salju sampai mata kaki ,, dan terlihat rantai yang tak kecil mengikatnya ,,
"Fuiiiiit" ada suara peluit dan ada beberapa orang bersenjata lengkap berjalan ke arahnya dan mekmbuka rantai pengikat
Si bocah tersenyum ,, ada beberapa helai pecahan dari bibirnya ,, itu adalah es ,, bocah ini membeku ,,
Tapi dia tersenyum ,,
Dia berdiri ,, dari pakaian butut dan beberapa sisi tubuhnya juga ada lembaran es yang membekukanya ,,,
"Kau sudah siap untuk selanjutnya?" Tanya seorang bermuka codet ,, mungkin dia adalah pimpinan di sana ,,
' "Tunggu dulu ,," penulis memotong ,, sang tamu memandang penulis ,,
"Sejak tadi kau tak memperkenalkan nama bocah ini" kata penulis
Sang tamu berdehem ,,
"Harusnya kau tak memotong" kata sang tamu ,, penulis mengangguk mengerti '
Si bocah ini ,, dia sekarang berada di sebuah sel ,, dia sedang berbaring ,, berbaring memandang ke atas dengan kosong
Sudah beberapa tahun dia mengalami "penyiksaan" yang sangat berat ,,
"Sstt ,, leo ,, sstt" dari balik tembok jeruji ada seseorang berbisik
Si bocah langsung bangun ,, rupanya dia bernama Leo ,,
Dia melihat seorang bocah juga ,, dia adalah teman leo ,,
"Evan ,," Leo juga bersuara ,,
Evan mengangguk ,, dia memiliki paras yang juga tampan ,,
Di lihat sekilas ,, dua orang ini seperti kembar ,, tapi rupanya hanya postur tubuh yang sama dan tulang yang sama ,,
"Seperti biasa" bisik evan dan dia tak terlihat sekarang
leo berpikir
"Ada waktu dua hari kemarin untuk liburan" batin leo ,, dia turun dari pembaringan dan menggesot ke bawah ranjang ,,
Dia membuka beberapa batu bata di sana dan ternyata adalah dunia luar ,,
Dia keluar dari penjara tersebut dan rupanya ,, ini memanglah tempat hukuman atau pembuangan manusia berbahaya
Di luar ,, evan sudah menunggunya ,,
"Kemana kita sekarang?" Tanya Leo tiba tiba ,,
"Bangsawan prosa ,, dia sering menugaskan orang untuk melakukan sesuatu ,, biasanya dia dermawan dan bisa memberi kita banyak makan dan gula gula" kata evan dengan tertawa ,,
"Ssstt ,, jangan keras keras" kata Leo ,,
Evan meringis ,, dia memberi tanda kepada Leo dan dia melesat ke arah utara dengan sangat cepat ,, ya ,, ini bukanlah langkah orang orang biasa ,, ini adalah langka manusia terlatih yang sangat luar biasa
Bangsawan prosa ,, adalah bangsawan dari keluarga kerajaan kecil dari utara ,, pemerintah kecil ini masih tunduk kepada pemerintah atlas ,,
Kepala keluarga dari bangsawan ini adalah prosa ,,,
Prosa adalah seorang janda yang memiliki wajah tak terbilang cantik ,, tapi memiliki kegagahan yang luar biasa dari sekian kaum wanita ,, dia adalah wanita berkepribadian baik ,,
Tapi sekarang dia sedang sedih ,,,
Dia duduk di sebuah bangku dari kayu ,, dia sedang memandang ke ranjang ,, di ranjang tersebut ada seorang nenek nenek yang mukanya pucat ,,
Nenek ini adalah ibu dari prosa ini sendiri ,,
Banyak tabib ternama telah mengobati ,, tapi kebanyakan gagal ,,
Ada beberapa penasehat kebangsawanan di sana ,,
"Bagaimana? ,,, Apa yang harus ku lakukan?" Tanya perempuan malang ini dengan sedih ,, semua penasehat menunduk ,,
Kecuali seorang saja
"Maaf dewi prosa ,, kami telah berusaha sebaik mungkin ,, tapi kehendak dewa yang akan memutuskan" kata seorang penasehat
Prosa menghela nafas
"Tabib terakhir akan datang sebentar lagi ,, semoga tabib ini bisa membantu" kata penasehat
"Tok tok tok" ada seorang mengetuk pintu ,,
"Masuk" prosa membuka suara
Pintu terbuka ,, masuklah seorang nenek tua yang memakai tusuk kundai ,, nenek ini sudah sangat tua ,, badanya bungkuk ,,
Dia menggunakan tongkat sebagai penyangganya ,,
"Selamat datang" prosa menyambut dengan duduk anggun
Si nenek ini memandang prosa dengan hambar dan memandang ibu dari prosa yang sakit itu
"Umurnya masih muda ,, masih jauh lebih muda dariku ,, apakah ibumu berusia enam puluh tahun?" Tanya si nenek tabib
Prosa mengangguk dan dia berdiri ,, mempersilahkan nenek tabib memeriksa ,,
"Umurku sudah duaratus sembilan tahun ,," kata nenek tabib sambil berjalan ke arah ibu dari prosa ,,
"Silahkan Anda memperkenalkan nama" kata salah seorang penasehat ,,
Si nenek menghela nafas
"Aku tak memiliki nama" kata si nenek tabib ,,
Prosa memandangnya ,,
"Apakah Anda tabib tanpa nama?" Tanya prosa ,,
Si nenek mengangguk ,,
Tiba tiba prosa berlutut padanya ,,
"Aku tau siapa Anda ,, tolonglah diriku, ibuku sakit parah" kata prosa dengan memohon ,, nama tabib tanpa nama memang sudah melegenda ,, nenek tabib tanpa nama ,, menurut legenda adalah murid dari dewi athena ,,
Namanya legendaris juga aneh aneh ,, penulis kadang tertawa menulisnya ,,
"Aku bisa menolongnya jika saja ada teratai kuning" kata nenek tabib ,, semua orang saling pandang
"Teratai kuning ,, aku pernah melihatnya di gunung Olympus di bawah kaki patung zeus" kata salah seorang penasehat
"Dan itu jauh sekali" kata penasehat yang lain
Suasana hening
Memang tak mungkin jika para penasehat ini mengatakan "jauh"
Prosa hampir putus asa
"Aku pernah menanam teratai kuning di perbatasan pemerintah athena paling ujung utara ,, jika kalian mau mengambil nya" kata nenek tabib
Prosa berpikir ,,
Memang tak mungkin ,, pemerintah athena adalah pemerintah musuh ,, dan pasti akan di bantai jika berani masuk ke daerah tersebut ,,
"Jika kalian berani membayar mahal ,, kami akan mengambilkan teratai kuning tersebut untuk kalian" tiba tiba dari balik jendela terdengar suara seseorang ,,
Semua orang agak kaget juga ,,
Mereka melihat ke balik jendela dimana ada taman ,,
Di sana ada seorang yang menggunakan jubah hitam ,, tak terlihat badanya ,, mukanya juga tak terlihat karena sebuah topeng
"Siapa kau?" Tanya prosa, yang lain berjaga jaga
"Aku adalah ,, ksatria pembayaran" kata si orang misterius ini
"Kesatria biaya?" Tanya prosa melengak ,,
"Benar" kata manusia misterius ini dengan udara
"Apa kau benar benar bisa? Seberapa hebat kau?" Tanya prosa yang menjadi tenang secara tiba tiba ,,
Si ksatria biaya yang misterius ini tertawa dingin
"Berapa jumlah pasukanmu di luar?" Tanya ksatria biaya
Prosa tak menjawab ,, penjaga di luar tidak sedikit ,, tapi ksatria biaya ini bisa masuk tanpa ketahuan
"Baiklah ,, berapa biaya yang kau minta?" tanya prosa
Ksatria biaya tertawa
"Aku ingin beberapa keping emas ,, dan untuk pembayaran awal ,, Kebetulan aku kelaparan dan kebetulan waktuku berlibur sangat terbatas ,, aku ingin kau siapkan roti kering dan ransum" kata ksatria biaya ,,
Prosa agak melengak juga ,,
Beberapa saat kemudian ,,
Ksatria pembayaran berlari ke arah hutan menjauhi istana bangsawan prosa ,, tapi tiba tiba si ksatria biaya tersandung sesuatu ,,
Dan jatuh terperosok ,, dan astaga
Tubuhnya menjadi dua ,, dua bocah yang mengaduh berbareng ,,
Dan dua bocah ini adalah evan dan leo ,,
Rupanya dua bocah ini menyamar ,,
Bagian bawah tubuhnya adalah evan ,,
Leo bangkit ,, evan juga
"Bukankah sudah ku bilang? Lebih baik ,, berilah sedikit lubang di sana agar kau bisa melihat" kata Leo
Evan tertawa pendek
"Kurang totalitas ,, kurang totalitas ,," kata evan
Leo tersenyum masam ,,,
Dia mengeluarkan karung ,, berisi roti kering dan ransum mewah ,,,
"Aku tak pernah menyangka kita bisa seperti ini" kata Leo ,,
Evan tertawa
"Belajarlah untuk tertawa" kata evan dengan menepuk pundan leo
"Aku tak pernah tertawa dengan ikhlas ,, dan tak akan pernah" kata Leo dengan hambar ,, evan hanya menepuk pundaknya
mereka makan
"Perbatasan pemerintah atlas sudah sangat dekat dari sini setelah melewati perbatasan ini ,, kita akan melihat peperangan dan setelah melewati area perang ,, kita akan sampai di perbatasan pemerintah athena" kata evan
Leo menghabiskan sisa rotinya ,,
Dia mengangguk ,,
"Ke arah mana?" tanya leo
"Jika kau ingin memotong jalan ,, kita akan melewati jurang sovarius ,, jurang yang sangat dalam" kata evan
"Kita akan memotong jalan" kata Leo serius ,,
Evan menepuk pundaknya ,,
"Kau memang mengerti maksudhku" kata evan ,,
Dia berlari ke arah barat leo mengikutinya
Kesenjangan sovarius ,, jurang yang sangat indah ,,
Jurang yang sangat dalam dan berbahaya ,,
Bibir jurangnya berair yang kadang membawa ari beku ,, hal ini menjadikanya cukup licin
Leo dan evan berlari ke sana ,, di kejauhan sudah terlihat beberapa tembok dan benteng padang salju dan terlihat di balik padang pasir sana ada sebuah tembok
Dan terlihat di sana banyak juga barusan yang bergerak bagai semut ,,
Tak perlu ku jelaskan ,, kau juga pasti sudah mengerti
Tembok dan benteng yang tadi terlihat kecil ,, sekarang terlihat tak kecil ,, leo melewatinya saja ,,
Mereka lewat jalur perdagangan ,,
Tentu saja berbarengan dengan pedagang pedagang sialan ,,
Karena mereka masih bocah dan tak membawa senjata ,,
Mereka bisa melewati perbatasan dengan tak sulit ,,
Setelah melewati perbatasan tersebut ,,
Leo bertanya pada evan
"Selanjutnya apa?" tanya leo
"Kita ke menemukan ujung utaranya" kata evan
Leo mengangguk angguk ,, dalam banyak hal dia sering lebih tolol dari evan yang suka tertawa
Mereka menuju ke utara ,, melewati beberapa tempat yang cukup menarik di tambah salju turun ,, membuat perjalanan mereka cukup menarik ,,
Malam datang ,, leo dan evan juga sudah menemukan tempatnya
Teratai kuning ,, teratai yang bisa hidup di iklim apapun ,,
Teratai ini benar benar berwarna kuning ,,
Tapi Leo dan evan tak bisa sembrono mengambilnya ,,
Yaa ,, hal ini di sebabkan oleh pernjagaan di sana ,,
Perawatan ketat ,,
Dan yaa ,,
Tentu saja leo dan evan tk bisa bergerak sembarangan
Tapi tiba tiba evan terfikir sesuatu ,,
"Kau ada rencana?" Tanya Leo ,,
Evan mengangguk
"Kita harus membunuh beberapa manusia untuk menjadi pancingandi beberapa tempat" kata evan
Leo terfikir sesuatu,
"Rencana pancingan ya?" Tanya Leo
"Ya, seperti itulah" kata evan menjawab
Leo ,,, dia berindap indap menuju sebuah pos penjagaan,
Walau dia masih tergolong bocah ,, tapi, dia adalah bocah terlatih
Dia menemukan ada tiga orang yang sedang memantau,
Leo berpikir ,,
Dia melihat seseorang di bawah sana ,, ada seorang yang membawa makanan
Dia mendapatkan sebuah rencana
Leo ,, dia masuk ke pos penjaga ,,
"Permisi" Leo membuka suara ,, dia membawa makanan ,,
"Makananya sudah datang ya?" Seorang penjaga bangkit berdiri
Leo memberikan nampan berisi makanan yang dia bawatersebut
Dia memberi salam lagi dan dia berlalu dari sana, tapi tidak jauh
Dia kembali lagi dan dia melihat para penjaga sudah bergelimpangan dengan mulut berbusa
Dia tersenyum mengejek ,,
Dia mendekati para penjaga itu ,,
Dia memastikan para penjaga itu sudah putus nafas
"Toloong" tiba tiba Leo berteriak sambil mencekik lehernya sendiri hingga suaranya terdengar seperti orang tercekik ,, karena teriakanya keras ,, banyak lonceng di bunyikan ,, banyak orang juga menuju ke sana ,,
Leo bersembunyi di balik pohon ,,
Dia melihat beberapa orang menuju ke arah pos penjaga ,,
Dia mengintip dan dia melengak ,,
Dia lupa membersihkan jejak salju yang dia injak ,, dan tentu saja ada orang teliti yang melihatnya ,, orang ini memandang ke pohon dimana tempat alfan bersembunyi
"Prajurit ,, tangkap siapapun yang berada di balik pohon" teriak orang ini yang mungkin adalah kepala prajuritnya
Leo memandang ke sana kemari dan tiba tiba ada sesuatu yang jatuh di kepalanya ,, itu leo dengan perlahan memandang ke atas tanpa lupa berjaga jaga dengan tanganya jika ada serangan mendadak
Tapi yang dia lihat adalah seorang bocah yang cengar cengir sambil menunjukan kantong dari kain ,, dia adalah evan
Rupanya dia telah mendapatkan teratainya
Evan menunjuk ke arah selatan ,,
leo mengangguk
Tiba tiba evan meloncat turun dan dia berlari ke arah selatan ,,
Leo dengan cepat mengikutinya ,,
Tentu saja para prajurit melihatnya dan mereka mengejar
"Tangkap penyusup dan pembunuh" terdengar suara orang berteriak, lonceng tanda bahaya di bunyikan berkali kali
leo berlari
"Jangan lewat medan tempur" kata evan ,,
"Kenapa?" Tanya Leo sambil berlari
"Terlalu jauh dan kemungkinan besar kita di tangkap" kata evan
Leo berlari sekarang mereka memasuki sebuah hutan
"Kita akan melewati ujung jurang devarius ,, ini akan sangat berhaya" kata evan sambil mendahului berlari cepat
Leo mengikuti ,,
Di belakang sana ada banyak pengejar yang ribut ribut juga
Kesenjangan devarius ,, sebuah jurang yang sangat berbahaya ,, jalanya licin ,, jalan setapaknya kecil ,,
Sangat tidak membantu ,, tapi evan dan Leo akan melewatinya
Selain mereka adalah kesenjangan ,, di samping lain dari mereka adalah hutan
"Sreet sreet" tiba tiba ada dua anak panah yang melesat mengejar
Karena tidak terfokus dan tidak menyangka akan serangan jarak jauh
Dengan telak kaki Leo terkena panah dan Leo terperosok ke dalam jurang
Evan melihatnya ,, dia kaget juga
Leo melihat ekspresinya ,, dalam hati dia tersenyum ,,
"Kau benar benar sahabatku" batin leo dengan memejamkan mata
\
Suasana gelap ,,
Ruang yang gelap ,,
Leo hanya melihat hal gelap ,,
"Dimana kah aku?" Batin leo
"Stk" suara air menetes yang terjatuh ke wadah yang penuh air
Leo memandang ke sebuah cahaya merah ,,
Entah itu apa dia tak tau ,,
Dia mendekatinya dan sebuah cahaya tiba tiba membuatnya silau
Cahaya itu tiba tiba tak menyilaukan ,,
Leo mengejap ejapkan mata dan dia melihat sesuatu
Dia melihat sebuah ruang yang cukup luas ,,
Di sana ada seorang bocah berusia tiga tahun ,,
Bocah ini bertelanjang dada ,, terlihat di dada bocah ini memiliki sebuah gambar ,, gambar seorang kesatria yang berdiri dengan pedang ada di tanganya menancap ke tanah ,, gambar ini tidak besar ,, juga tak terlalu terlihat berarti ,,
Tapi mata leo terbelalak ,, dia membuka bajuunya dan terlihat gambar yang sama
Kesimpulanya ,, leo melihat sebuah flash back ,, flash back tentang dirinya sendiri
Si bocah itu berlari lari kecil menuju ke sebuah kursi ,, dan Leo baru sadar bahwa di sana ada seorang perempuan yang cantik dan anggun ,,
Mata Leo kembali terbelalak ,,
"Ibu ,,," tanpa sadar Leo berucap ,,
Si bocah itu berlari lari kecil ke sang prempuan tpi tiba tiba
Ada seseorang mendobrak pintu
Si perempuan tiba tiba bangkit berdiri dan ada seseorang ,, seorang pria yang memiliki tato scorpion di dadanya yang menyeringai kejam dengan membawa sebuah pedang ,,
"Ada apa" tanya si perempuan dengan halus dan mendekati si pria
Si bocah tadi terjatuh ,, dan kebetulan matanya melihat sebuah boneka kecil di bawah ranjang
Boneka yang sangat membuat bocah ini tertarik
Bocah ini mendekati mainan tersebut
Dan tentu saja dia masuk ke kolong ranjang tersebut
Bocah ini memainkanya tapi tiba tiba dia mendengar suara pekikan
Si pria itu menengok kesana kemari mencari dan dia tidak menemukan siapapun ,,
Dia berlari keluar ,,
Si sisi sana ,, leo melihatnya dengan terbelalak ,, dia ingat itu semua ,,
Si perempuan jatuh telungkup
Wajahnya memandang ke tempat Leo bersembunyi
Leo yang asli ,, dia tanpa sadar melangkah menuju ke arah sang perempuan ,,
"Ibu ,,," mulutnya tanpa sadar bersuara lagi
"Leoo" Leo mendengar suara jawaban
"Leooo" makin lama makin keras
"Leooooo" kali ini teriakan membahana ,,
Mata Leo terbuka
Dia baru teringat bahwa tubuhnya jatuh ke jurang ,,
Matanya memandang ke atas ,,
Dia melihat sesuatu jatuh ,,
"Dasar tolol" batin leo
Karena tekanan yang sangat berat ,,,
Akhirnya Leo pingsan juga ,,
Yang di atas masih belum ,,
Evan masih punya waktu ,,
Dia meluruskan kepalanya ke bawah ,, hal ini menambah Kecepatanya
Dan dia bisa menjemput evan ,,
Ya ,, mengundang disini tak seperti kau menjemput gadis ,,
Penulis menulisnya di hari valentine ,,,
Dan ada beberapa jomblo yang membacanya
Dan tentu saja akan datang kritikan di sana ,,
Ah sudahlah ,,
,,
Di sisi sana
Seorang pria setengah baya ,, berjubah panjang berwarna merah darah sedang berjalan mondar mandir di sebuah ruang
Di ruang itu ada seorang lagi
Seorang pria setengah baya juga ,,
Dia bertelanjang dada ,, matanya sangat tajam dan memancarkan kekejaman ,, dan ,, di dadanya ada gambar scorpion
"Kita belum cukup pasukan untuk menyerang athena ,, kau ada rencana?" Tanya si jubah merah darah
Si scorpion ,, dia membungkuk duluan
"Kita bisa meluncurkan serangan mendadak dari dalam dan luar ,, dengan besar besaran" kata scorpion
Si jubah merah berpikir
"Jumlah pasukan athena ada tujuh puluh ribu pasukan terlatih ,, dan kita hanya tiga puluh ,, kita harus memiliki tim yang terlatih juga dengan nilai yang melebihinya" kata si jubah merah
Scorpion mengangguk
"Dan itu butuh waktu" kata scorpion
"Berapa lama?" Tanya si jubah merah
"Delapan tahun" kata scorpion
Si jubah merah memandang scorpion
"Itu bukanlah waktu yang singkat" kata si jubah merah
Scorpion mengangguk
"Dan bukanlah waktu singkat untuk sebuah kerajaan besar seperti athena ,, dan asal Anda tau, jika athena sudah kita kuasai ,, pemerintah lain akan mudah saja kita tahlukan" kata scorpion
Si jubah merah berpikir ,,
"Hahaha ,," dia tertawa kecil ,, makin lama makin terbahak ,, dan tawa jahatlah yang terdengar ,,
,,
Alfan membuka matanya ,, yang pertama dia lihat adalah obor ,, obor yang memancarkan warna biru,
Aneh bagi penulis ,, tapi leo memandangnya dengan terkejut
"Dewa menolongku?" Batin leo ,,
"Kau sudah bangun rupanya" tiba tiba terdengar suara perempuan yang halus ,, leo bangkit duduk dan dia melihat seorang gadis berwajah sangat cantik ,, hanya saja ,, menggunakan bahasa yang tak di kenalnya ,, bukan bahasa romawi ,,,
Tapi wajah yang berseri mengeluarkan cahaya agung yang indah ,, mata bagai pelangi yang indah ,,,
"Siapa kau?" tanya leo
Si perempuan juga tak mengerti bahasanya ,, dia memberi tanda kepada Leo untuk bangkit dan mengikutinya
Leo memandang dirinya ,, penuh perban sialan
Tapi dia mencoba bangkit ,, sama sekali tidak ada rasa sakit
Heran juga dia
"Aku benar benar di tolong oleh dewa ,," batin leo
Si perempuan berlalu dan Leo mengikutinya
Ternyata mereka berada di dalam gua ,,
Pintu gua ,, tidak besar ,, tapi membawa angin dingin
Leo sudah mendengar suara air terjun ,,
Sinar matahari dengan perlahan menyinari wajahnya ,,
Matanya yang dingin dan menyimpan kebencian itu ,, melihat sesuatu ,, pemandangan yang sangat indah ,,
Bunga bunga melati ,, membawa aroma yang wangi ,,
Di tambah air terjun yang membuat terasa dingin ,,
Sinar matahari yang cukup melengkapinya ,,
Kupu kupi berterbangan ,, bercanda ria ,,
Tupai tupai bercicit lucu ,,
Leo memandangnya ,, alisnya agak menurun, matanya agak menyipit walau tidak berubah ,,
Di di balik air terjun ada padang rumput yang lumayan luas ,,
Di sana ada seorang sedang meloncat loncat sambil menyabetkan sebuah ranting dengan gaya yang aneh ,, gaya yang tak di kenal leo ,, dan terlihat sialan ,, dan yang melakukannya adalah ,, evan
Evan baru melihatnya ,,
"Leoo ,, kemari kau" kata evan dengan tertawa ,,
leo mendatanginya
"Menurutmu ,, bagaimana gerakanku tadi?" tanya evan
"Buruk, dan lucu" jawab Leo terus terang
Evan tertawa terbahak ,, dia menunjuk ke sebuah pedang di dinding batu
"Aku akan melawanmu dengan ranting ini" kata evan
Leo mengangkat alisnya ,,
Dia mengambil pedang itu dan berdiri sejarak satu tombak (dua meter) ,,
Leo mengangkat pedangnya sejajar dada dengan ujung pedang menghadap ke atas ,, dia akan mengeluarkan ilmu pedangnya yang paling hebat ,,
Evan tidak ,, dia memegang pedangnya seolah tak siap saja
"Kuda kudamu" Leo mengingatkan
"Ya, nanti saja" kata evan dengan cengar cengir ,,
Alis leo terangkat ,, dia menerjang ke depan dan tanganya menyabet dari atas ke bawah ,, dia akan membelah kepala evan ,, tapi evan hanya tersenyum ,, dia tersenyum karena pedang Leo berhenti di atas kepalanya tepat ,,
"Aku akan menyerang dengan serius" kata Leo ,,
"Bagus" kata evan dengan masih tersenyum ,,
Tiba tiba pedang yang diam tadi barputar ,, leo berputar dari samping dan menyabetkan pedang dengan rotasi tersebut
Evan merendahkan tubuh dan dia melakukan gerakan yang aneh tadi ,,
"Ctrakk" dengan telak ,, lengan dan dagu Leo terkena hajar ranting ,, ranting tersebut patah dan pedang leo terlempar karena leo kesakitan dan peganganya kendur ,,,
Leo mengusap dagunya yang terasa sakit ,,
"Kalau tadi adalah pedang juga ,, pasti aku akan mati sia sia" batin leo ,,
"Bagaimana kau bisa memainkannya? ,," Tanya Leo pada evan
Evan nyengir ,, dia menunjukan memar yang sama ,, bahkan di banyak tempat ,,
"Kau masih untung bahwa aku belum menguasai jurus itu sepenuhnya" kata evan ,, leo tak bisa menghitungnya ,, sangat banyak ,, di satu lengan saja ada sekitar empat belas ,,
"Siapa yang memainkannya? ,, Apakah gadis cantik tadi?" tanya leo
Evan menggeleng
"Jauh lebih hebat ,, suaminya" jawab evan ,, leo angkat pundak
"Bersuami ya?" batin leo
"Jurusmu sangat hebat ,, mungkinkah aku mempelajarinya?" Tanya Leo ,, evan tertawa
"Kenapa kau tidak belajar langsung pada pemiliknya?" Tanya evan dengan tertawa ,, leo memandangnya
"Di sana" kata evan sambil menunjuk ke tempat redup
Leo menengok ke sana ,, dan yang pertama dia lihat adalah sebuah mata ,,
Mata yang begitu dingin ,, mengandung kekejaman yang luar biasa ,, kekejaman yang tidak lumrah ,,
Leo merinding ,, mata mencerminkan sifat ,,
Sifat di cerminkan oleh matanya ,, hal yang tak bisa di pungkiri
Matanya seperti tak bisa lepas dari mata itu ,,
Tapi tiba tiba mata itu berubah ,, berubah drastis ,, menjadi ramah dan sangat lembut ,, leo heran juga ,, merindingnya juga hilang
"Selamat datang ,," si mata satu itu menyapa dengan bahasa romawi yang lancar tapi bukan logat romawi ,,
Si mata satu itu berdiri dan Leo baru melihat ,, yang menyapanya adalah seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun ,, wajah yang sangat tampan ,,,
Leo tiba tiba teringat ,,
Dia memiliki dendam yang belum di balas akan kematian ibunya
"Siapa kau?" tanya leo
Si mata satu itu maju dan wajahnya tersinari sinar matahari ,,
Leo sekarang bisa melihat dengan jelas ,, mata kiri dari si mata satu ini memiliki bekas luka ,, dan terpejam ,,
"Aku? ,, Panggil saja aku manusia tanpa sifat" kata orang itu
leo berpikir
"Benarkah ada yang tanpa sifat? ,, Atau jangan jangan ,, dia adalah dewanya?" Batin leo ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum
"Aku mengerti apa yang kau pikir ,," kata manusia itu
Leo agak kikuk juga ,,
"Aku tak berpikir apa apa" kata Leo mengelak ,, dia tanpa sengaja bertingkah agak gugup ,, dia sendiri tak mengerti dirinya kenapa bisa sampai begitu ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum
",, Yang kau sebut 'gadis' tadi adalah istriku ,, ku harap kau menjaga diri ,, dan aku bukanlah dewa" kata manusia tanpa sifat
Leo mendapat serangan telak, dan dia bingung harus menjawab bagaimana
"Sial ,, orang ini cerdas sekali" batin leo ,,
"Sudahlah" manusia tanpa sifat memberikan jalan keluar untuk leo
Evan tertawa ,,
"Jangankan kau ,, aku juga kena hajar telak tadi" kata evan dengan tertawa, Leo tersenyum masam ,,
Tapi Leo berpikir ,, dia tiba tiba berlutut
"Terimalah aku menjadi muridmu" kata Leo kepada manusia tanpa sifat ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum
"Bangkitlah nak ,, bukanlah sifat ksatria untuk jatuh berlutut, kepada siapapun selain kepada orang yang pantas" kata manusia tanpa sifat dengan tertawa
Leo termangu mangu ,,
Dia bangkit ,,
Manusia tanpa sifat memanggil evan mendekat ,,
Manusia tanpa sifat memandang mereka dan berpikir
"Baiklah ,, kau evan ,, aku akan mengajarimu cara mengalahkan ,, dan kau ,, leo ,, aku akan mengajarimu kelemahan dari manusia" kata manusia tanpa sifat dengan tersenyum ,,
Leo berpikir ,,
"Bagaimana maksud Anda?" Tanya Leo,
"Serang aku" kata manusia tanpa sifat ,,
Leo tanpa banyak bicara langsung menyerang ,,
Dia menyerang dengan suatu pukulan yang hebat ,,
Menyerang ke arah leher manusia tanpa sifat yang tubuhnya lebih tinggi dari Leo, hal ini memudahkan leo ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum saja ,,
Leo merasakan tanganya terhenti ,, tak bisa bergerak
Dia melihat ke arah ketiaknya
Dua jari manusia tanpa sifat menutul ke sana ,, dan tangan Leo tak bisa di tarik sampai terasa lucu
"Itu adalah salah satu kelemahan manusia ,, dan kau akan belajar yang seperti itu ,, mungkin kau bisa bertukar dengan evan kapanpun kau mau" kata manusia tanpa sifat dengan tersenyum ,, maksud dari manusia tanpa sifat jelas ,, mengikat tali persahabatan dua bocah ini menjadi makin erat ,, mendidik dua bocah ini cukup bekerja sama dengan rapi, dan ,, membuat dua bocah ini sepasang penggunaan ,, yaa ,, kau tau maksudku ,,
Manusia tanpa sifat mendidik mereka setiap tujuh hari sekali ,,
Mendidik mereka secara terpisah ,, bahkan mendidik pengetahuan pun secara terpisah ,,
Meteka hanya memiliki waktu satu hari pertemua setiap minggu karena manusia tanpa sifat memerintah mereka agar membela pemerintah ,,
Dia mengajarkan sifat nasionalisme ,, kebatinan ,, dan sejenisnya
Mereka di buatkan gelang kecil yang terbuat dari besi aneh ,, gelang tersebut kecil, tapi bobotnya berat ,,
Dan setiap pertemuan, mereka pasti menambahkan satu gelang ,,
Dan lebih sial dari pada itu, mereka lebih sering di perintah untuk berenang ,, mulai dari air yang dangkal ,, dan meningkat sampai dalam ,,
Tapi hal ini tak membuat mereka menyerah
,,
Delapan tahun berlalu ,,
Selama itu ,, pemerintah atlas sering ribut ,,
Bangsawan demi bangsawan ,, petinggi demi petinggi, sering kali badai ,, masalahnya adalah ,, yaa ,, adu domba, saling membelakangi, dan sebagainya ,,
Dan ketika di ungkap ,, ternyata adalah hasil ulah penyusup ,,
Dalam kurung ,,
Pemerintah atlas ,, akhir akhir ini sering terkena teror dari dalam
Perang perang kecil juga sering terjadi ,,
Tapi ,, kebanyakan dapat di selesaikan walau dengan tim yang lebih sedikit ,, hal seperti ini di sebabkan oleh lima orang
Pertama adalah pangeran simons ,, yang sering muncul ke medan perang ,,
Kedua adalah jendral carlos ,, dengan stratgi cerdas dan pelatihanya yang membuat tim menjadi kuat
Ketiga adalah penyihir mon ,, seorang penyihir yang luar biasa, seorang peramal, juga seorang tabib yang sangat mengagumkan
Ke empat adalah singa merah ,, seorang yang dingin ,, dengan kehebatan unik yang bahkan sanggup berperang tanpa tim
Dan terakhir adalah singa biru ,, seorang yang terlihat tolol, acak acakan ,, dan terlihat ramah ,, padahal ,, dia memiliki kecepatan bergerak yang luar biasa ,, dan tidak ada yang meremehkan mereka ,, singa merah dan singa biru ,, dua singa bersaudara ,,,
Dan kali ini ,, pangeran simons ,, jendral carlos ,, dan penyihir mon sedang berada di ruang yang kedap suara ,, mereka akan berdiskusi ,,
"Dua singa bersaudara belum kunjung datang ,," kata pangeran simons ,,
"Mungkin mereka sedang ada hambatan di jalan" kata penyihir mon ,,
"Sejujurnya ,, aku belum pernah bertemu mereka ,, aku hanya mendapat kabar dari penjara pelatihan militer keras saja" kata pangeran simons dengan berpikir ,,
"Saya juga belum ,, tapi berita tentang kehebatan mereka sangat menonjol di satu tahun terakhir ini" kata jendral carlos
"Tok tok" terdengar suara pintu di ketuk
"Cklekk" pintu di bukadan masuklah dua orang
Dua orang yang masih muda ,,
Yang satu dingin ,, yang satu selalu tersenyum ,,
Mereka adalah dua singa bersaudara tadi ,,
Dan yang paling membuat penulis ingin nyengir adalah ,,
Itu adalah Leo dan evan ,,
Dan yang paling sialan lagi adalah ,,
Pakaian kedua orang ini di hiasi beberapa percikan darah
Mereka langsung duduk di kursi yang di siapkan
"Ehm ,, rupanya ada pangeran simons juga" evan nyelutuk buka suara ,,
Leo menyikutnya ,,
"Apa? aku baik baik saja "kata evan dengan meringis
Pangeran simons tertawa ,, dua orang ini rupanya bisa membuatnya tertawa
"Baiklah ,, mari kita mulai pembicaraanya" kata jendral carlos
semua mendengarkan
Pangeran simons berdehem duluan
"Baiklah ,, seperti yang kita tau ,, pemerintah kita sekarang sering terjadi keributan ,, dan yaa ,, perang mulai berkecamuk ,," pangeran simons langsung menuju ke topk pembicaraan
"Dan akhir akhir ini ,, tanpa kita sadari ,, ada beberapa hal penting yang sangat membutuhkan kerja sama kita untuk menyelesaikanya" kata pangeran simons lagi
"Dan aku dengan resmi ,, memohon pertolongan kalian para sahabat ,, untuk menyelesaikan beberapa masalah" kata pangeran simons sambil memandang semua yang ada di ruangan ini
"Pertama ,, perang utara ,, perang ini ,, aku akan meminta bantuan panglima carlos ,, dan tentu saja kalian mengerti ini berada di bidangnya ,," kata pangeran simons sambil memandang panglima carlos ,,
"Saya menerima" kata pangeran carlos ,,
"Baiklah ,, tentu saja perang ini memakan korban cukup banyak, dan kami mengharapkan bantuan penyihir mon untuk mengurus maslaah pertabib an" kata pangeran simons
"Saya menerima" penyihir mon menerimanya juga
"Dan ,, ada satu misi penting lagi yang sangat sulit di lakukan ,, dan kami pihak pemerintah meminta tolong kepada dua singa bersaudara ,, yaitu ,, misi penyelamatan" kata pangeran simons sambil memandang Leo dan evan ,,
leo berpikir
"Ya ,, kalian akan menyebrangi wilayah perang dan menyusup ke pemerintah musuh ,, dan ini kami lakukan tanpa meragukan kalian ,," kata pangeran simons ,,
"Baiklah ,, agaknya kami harus menerima" kata Leo sambil menyikut evan yang dari tadi melengong seolah tak mengerti ,,
"Apakah kau menerimanya juga?" Tanya pangeran simons pada evan
Evan angkat pundak
"Hakekatnya ,, kami adalah satu orang ,, hanya butuh satu penjawab ,, dan tak akan terpisah" kata evan ,, dia mendapatkan "tak akan terpisah" seperti bicara seadanya ,, padahal ,, otaknya yang cerdik menyinggung agar jangan sampai di pisahkan
Pangeran simons mengangguk angguk
"Baiklah ,, kalian memang bukan julukan kosong masalah persahabatan ,, hanya saja ,, tiba tiba aku meragukan kehebatan kalian ,, dan agar keraguanku hilang ,, kalian ambilah sapu tangan yang berada di bawah perlindungan panglima carlos dan penyihir mon ini" kata pangeran simons sambil mengangkat tanganya dan di sana ada sapu tangan berwarna hijau ,,
Leo dan evan tak bergerak ,,
Semua orang berjaga jaga ,,
Mata evan tiba tiba memandang ke mata panglima carlos dan mata Leo tiba tiba memandang ke penyihir mon
Dua orang ini juga memandang ke mata lawan masing masing
Dan tiba tiba ,,
Kedua orang ini merasakan seauatu yang aneh ,,
Udara membunuh ,, udara kekejaman yang luar biasa
Dua orang ini sama sama merinding ,,
Dan tiba tiba evan melesat "terbang" menuju ke arah sapu tangan itu ,,
Pangeran simons agak terkejut melihat gerakan evan yang luar biasa cepat
Tapi pangeran simons adalah orang yang sangat hebat ,, kepandaian dari pemerintah atlas bukanlah kepandaian yang biasa biasa saja ,, dan kepandaian yang di kekuasaan ppangeran simons bukanlah kepandaian yang umum ,,
Dia masih dengan duduk bersalto ke belakang ,, bahkan kursinya mengikutinya ,,
Pangeran simons lolos dari kejaran tapi dia merasakan kesiuran angin dari atas ,, dia mendongak dan di sana ada leo dengan satu kaki menghujam bagai meteor ,,
Pangeran simons yang masih belum menyentuh tanah itu melakukan rotasi ke samping dan menggunakan kursi yang dia duduki sebagai loncatan ,,
Akibatnya ,, serangan Leo tentang bangkunya ,,
Suara berderak yang sangat keras ,,
Pangeran simons mengangguk angguk ,,
Dia ingin menggerakan tanganya ,, tapi tak bisa ,, dia terkejut dan melihat tanganya
"Kami mendapatkan sapu tanganya" kata evan dengan tertawa, dia menunjukan sapu tangan berwarna hijau ,, pangeran simons tertawa karena tanganya sudah bisa bergerak lagi ,,
"Kalian memang luar biasa ,, dan apakah tadi itu sihir?" Tanya pangeran simons
leo menggeleng
"Itu tadi adalah salah satu kelemahan manusia ,, aku melemparkan pecahan kayu ini tentang kelemahan di tanganmu ,, dan tanganmu akan menjadi lemas" kata Leo
Pangeran simons memandangnya dengan kagum
"Aku ingin bertanya" tiba tiba penyihir mon bersuara
"Silahkan" kata evan
"Dari mana kalian mempelajari sihir itu? Apakah dari seorang pemuda bermata satu? "Tanya penyihir mon
Leo dan evan saling pandang
"Ya ,, ada apa memangnya?" Tanya Leo
Penyihir mon diam ,,
"Manusia tanpa sifat ,, jadi ,, kalian menenalnya?" Tanya penyihir mon
Evan memberi tanda Leo ,,
"Tidak ,, kami hanya sering mimpi bertemu denganya" kata evan
Jendral carlos dan pangeran simons ingin tertawa ,, tapi melihat penyihir mon ,, yang memiliki kebatinan tingkat tinggi itu mengangguk percaya ,, mereka urung ,,
penjara pelatihan
Leo berada di kamarnya ,,
"Ssttt" evan seperti biasanya berbisik dari ruang sebelah
Leo seperti biasa juga ,, langsung berdiri
"Kita hanya punya waktu sehari untuk bertemu guru" kata evan
"Ku tau itu ,, ayo berangkat" kata Leo
Skip add ,,
Sebuah gua di hutan ,,
Leo dan evan masuk ke sana seperti biasa ,,
Mereka berlari berlesatan seperti setan gentayangan ,,,
Dan lebih sial lagi ,, gua ini bercabang cabang ,,
Kadang leo dan evan berpisah karena guanya sempit sekali ,,
Dan mereka bertemu di cabang yang lain
Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah air terjun ,,
Leo dan evan saling pandang ,,
Mereka melangkah ke arah sana ,, ke arah balik air terjun ,,
Di sana ,, pemandangan seperti biasa ,, tetap menyegarkan ,,
Tapi ,, membawa perasaan aneh ,, perasaan yang tak seperti biasa
Sayup sayup terdenar suara suling, terdengar merdu ,, tapi membawa perasaan kesepian ,,
Seperti menangis ,, seperti marah ,, ah ,, entahlah ,, penulis tak pasti ,,
Perasaan leo sebearnya sudah hampir mati oleh rasa sedih ,, duka ,, senang ,, dan sejenisnya ,, tapi entah mengapa ,, perasaanya seperti ,, seperti ,, murung
Evan juga seperti itu ,, hanya saja ,, entah kenapa ,, dia bisa lebih tegar ,,
Suara suling berhenti ,,
"Masuk" dari balik air terjun terdengar seseorang berucap
Leo dan evan mengangguk
Mereka berjalan ,, menuju ke arah asal suara
Di sana ,, seperti biasa ,, sang guru menunggu
Manusia tanpa sifat ,, dia terlihat tetap berumur selikur tahun ,, lebih mudah dari muridnya yang berumur sekitar dua puluh dua tahunan ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum ,, agak aneh bahwa orang yang mulut danmatanya tersenyum tapi bisa melagukan musik begitu sedih ,,
"Asal kalian tau ,, ini adalah pertemuan terakhir kita" kata manusia tanpa sifat
Leo dan evan tersentak
"Dengarkan saja" manusia tanpa sifat memotong apa yang ingin di katakan Leo dan evan
Leo dan evan saling pandang dan mereka diam
"Pertama ,, aku akan mengabarkan bahwa kali ini adalah pertemuan terakhir kita ,," kata manusia tanpa sifat
"Dan yang kedua adalah ,, kalian sekarang lepaskanlah gelang gelang kalian" kata manusia tanpa sifat
Leo dan evan saling pandang dan mengangguk ,, mereka melepaskan baju mereka ,, dan terlihat banyak sekali gelang di tangan mereka ,, di dada ,, di leher bawah ,, di perut yang merupakan gelang lebar seperti sabuk ,,
Mereka juga melepaskan gelang gelang tersebut dari kaki mereka ,,
Dan asal kau tau saja ,, satu gelang yang terlihat kecil itu sebenarnya berbobot cukup berat
Dan sangat erat sampai tubuh evan dan Leo terlihat tercetak ,,
Manusia tanpa sifat tersenyum ,,
"Lakukan seperti apa yang ku lakukan" kata manusia tanpa sifat sambil mendoyongkan tubuhnya ke kanan ,, leo dan evan mengikutinya ,, dan dari tubuh mereka terdengar suara bergemerutukan ,, tulang tulang yang awalnya mendapat beban kini seperti terbebas ,, dan tentu saja Leo dan evan merasa seperti menjadi kapas ,, sangat ringan ,,
Pukulan mereka akan makin keras ,, gerakan mereka akan makin cepat ,, inilah yang akan terjadi
Manusia tanpa sifat sekarang mendoyongkan badanya ke kiri ,,
Dan hal serupa terjadi ,,
Manusia tanpa sifat sekarang berdiri ,,
"Banyak yang ku ajarkan kepada kalian ,, walau secara terpisah ,, tapi apa yang ku ajarkan ,, kemungkinan menjadi dua kali lipat bahkan kebih karena kerja sama kalian ,, dan yaa ,, pasti kalian pun saling menguasai ,, entah itu tangan kosong, , entah itu menggunakan segala jenis senjata "kata manusia tanpa sifat ,,
"Dan lagi" manusia tanpa sifat memandang ke langit
"Dalam waktu dekat ini ,, kalian yang mendengarkan suara suling tadi ,, akan kemari ,, dan ,," manusia tanpa sifat yang entah sejak kapan memegang sebuah pedang menancapkan ke tanah
"Dan kalian harus berebut demi pedang ini" kata manusia tanpa sifat ,, leo dan evan saling pandang ,,
Sejujurnya ,, mereka tak mengerti maksud manusia tanpa sifat yang penuh teka teki ini
"Atau" tiba tiba manusia tanpa sifat
"Hanya satu dari kalian yang mengambilnya" kata manusia tanpa sifat dengan menghela nafas
Leo dan evan saling pandang.
Mereka tak mengerti ,, tapi mengerti ,, kau sebut saja ini bingung
"Dan lagi" kata manusia tanpa sifat
Dia mendongak ke atas
"Kalian tak akan mengerti arti dari alunan suling tadi sebelum kalian mengalami sebuah peristiwa" kata manusia tanpa sifat
Perjalanan ke pemerintah athena ,, merupakan perjalanan yang dekat dari tempat leo dan evan berada
Leo dan evan sedang duduk mengatur rencana ,,
"Menurutmu ,, setelah kita berangkat ,,, apa yang harus kita lakukan?" tanya leo
Evan berpikir ,,
"Sekarang adalah puncak peperanganya" kata evan
leo berpikir
"Menurutku ,, seharusnya kita berangkat hari ini ,, bukan besok" kata Leo ,, evan memandangnya
"Kau tau? ,, Yang namanya mata mata itu tentu saja ada? ,, Dan mungkin mata mata itu sedang perjalanan menuju athena" kata Leo
Evan berpikir
"Lalu?" tanya evan
"Tentu saja ,,, mereka hanya tau kita berangkat besok ,, dan tentu saja, hari ini mereka akan menyiapkan tim ,, dan ketika besok mereka berjaga jaga akan yang masuk dari luar ,, kita sudah ada di dalam ,, dan lagi ,, kita akan semakin mudah keluar karena kemungkinan besar mereka akan berjaga kepada yang masuk sampai lengah kepada yang keluar "kata leo ,,
Evan menjitaknya
"Hahahaha, kau sekarang makin cerdas" kata evan dengan tertawa
Leo mengusap kepalanya yang terasa sangat sakit ,, evan juga baru sadar ,, dia telah melepaskan energi dari besi besi berat yang selama ini mencetaknya ,,
Mereka tak perlu melewati medan perang untuk mencapat athena
MEreka sekarang berlari menuju ke arah utara dimana tempat tersebut adalah pintu lain dari pemerintah athena ,,
Seperti rencana leo ,,
Ternyata benar ,,, hampir semua penjaga sedang melakukan persiapan ,,
Leo dan evan pernah beberapa kali menyusup ,, mereka mengetahui tempat ini ,,
Dan karena sebagian besar dari penjaga sedang sibuk ,, mudahlah leo dan evan menyusup ,,
Tempat penyandraanya tak terlalu ketat ,, dengan melumpuhkan beberapa penjaga ,, leo. dan evan bisa masuk
Mereka berindap indap menuju ke sebuah ruang yang pintunya tertutup rapat dan di jaga oleh beberaoa orang
"Bruakk bruakk ,, heeiii keluarkan akuuuu" terdengar dari dalam penjara tersebuat ada yang mendobrak dobrak dan berteriak teriak
Leo dan evan saling pandang
"Dari perintahnya sih mengatakan ,, seorang gadis cantik yang agak tolol dan galak" kata Leo
"Bisa di pastikan bahwa itu yang kita cari" kata evan dengan nyengir
Mereka berbisik ketika sang sandra menggedor gedor dan berisik sampai tidak ada yang mendengar suara Leo dan evan ,,,
Leo memandang ke arah seorang penjaga yang berada di dekat tali lonceng, jika tali itu sampai tertarik dan ada suara teriakan ,,
Musuh tentu saja akan semakin banyak ,,
Evan mengerti maksudnya ,, dan tentu saja dia yang harus mengurus masalah ini ,,
Leo tiba tiba menerjang ke arah seorang penjaga dan evan melesat ke arah lonceng ,, gerakanya cepat ,, tapi ternyata reflek si penjaga lonceng lebih cepat ,, dan
"Tung" lonceng berbunyi walau hanya sekali ,,
Leo mendapatkan kuncinya dan dia membuka kurungan tersebut
Dan dari dalam ada seorang gadis yang menerjangnya dan mencekik lehenya
"Siapa kau? ,, Apa kau penolong?" Bentak si gadis dengan galaknya ,, mata leo terbelalak memandang gadis ini ,,
Seorang gadis yang jelita ,, dengan hidung mancung ,, gigi yang rapih ,, perawakan yang pas ,, benar benar menggiurkan ,, dan mungkin ,, setahun di bawah umur leo ,, atau sekitar usia dua puluhan ,,
Dan dengan pandangan pertama ini ,, leo seperti memiliki rasa
Suara dengusan si gadis membuat Leo sadar,
leo menepiskan tangan itu dan si gadis merasa agak sakit juga ,,
"Aku penolong" kata Leo si gadis mencekiknya lagi
"Kenapa kau begitu lama? Aku hampir gila di sini" bentak si gadis dengan makin galak ,,
"Cepat" kata evan sambil melesat keluat
Leo tanpa banyak bicara langsung menarik si gadis ini dan menggendongnya ,,
Mereka berlari ke luar dari situ ,, yaa ,, mereka bisa keluar ,, tapi di luar ada banyak sekali tim yang menghadang ,,
Leo berdecak evan juga
"Menyerahlah untuk mati" terdengar suara seseorang
Evan memandang leo ,, leo mengangguk
"Hei kau nona ,, kau ingin mencekiku?" tanya leo
Si gadis galak ini tertawa
"Tidak ,, aku mulai suka di gendong" kata si gadis
"Baiklah ,, apa kau pernah naik banteng?" tanya leo
"Belum ,, pasti menyenangkan ,," kata si gadis
"Ya ,, sangat menyenangkan ,, dan usahakan kau tak melepaskan dakapanmu" kata Leo
"Baiklah jika kau memaksa" kata si gadis sambil berpegangan erat ,, karena dia di gendong di belakang ,, leo tak telalu kesusahan ,,
"Kita mencari tempat sempit" kata evan
Leo menggeleng ,, hanya mundur ke belakang jika ingin mendapatkan tempat sempit ,, tapi itu akan menghambat gerakan leo ,, dan Leo juga harus menurunkan gadis ini
"Membiarkan gadis ini turun agaknya bukan hal bagus" kata Leo
Evan berpikir ,, memang benar apa yang di katakan leo
"Lalu?" tanya evan
"Serang" kata Leo sambil menerjang ke depan ,,
Dia menerjang dengan pukulan lebih dulu ,, gerakanya cepat dan bertenaga sampai orang yang di incarnya tak sanggup menghindar ,, dia terkena pukulan telak di jantungnya dan masih tetambah lagi dia mencelat ke belakang menimpa tim lain sampai saling berjatuhan ,, memang mengagumkan sekali kekuatanya ,,
Dan lagi ,, dia mendapatkan sebatang tombak ,,
Sekarang gerakanya benar benar mengamuk luar biasa ,,
Sebentar saja tim ini di buat kocar kacir ,,
Tapi ,, tim musuh terus berdatangan ,,
Tiba tiba Leo merasakan kesiuran angin dari samping kanan ,,
dia menangkis
"Desss"
Tangan Leo lumayan terasa sakit ,,
Dia melihat siapa yang datang dan matanya terbelalak ,,
Seseorang bermuka keji ,, bermata tajam ,, bertelanjang dada ,, tato scorpion ,, menggunakan celana perang ,, lengkap dengan senjatanya ,,
"Siapa kau?" Bentak orang tersebut ,, leo tersadar ,, dan dia mengepalkan tinjunya
"Kau sudah lupa ternyata" kata Leo
Si tato scorpion memandang leo dari bawah sampai atas
"Aku tak mengenalmu" kata si orang ini
Leo mengertakan gigi ,, dia memandang si scorpion ini dengan penuh kemarahan
"Heeeaaaaa" Leo berteriak dan dia menerjang ke arah si scorpion ini dengan memukulkan tanganya si scorpion menghindar sambil melepaskan sebuah pedang ,,
Leo merebut pedang dari seseorang yang dekat denganya ,,
Dia menerjang lagi sambil menyabetkan pedangnya dengan sepenuh tenaga ,, scorpion menangkis dengan sepenuh tenaga juga ,,
"Trakkkk" pedang leo patah dan tentu saja leo terjengkang dan waktu seperti ini tak di sia siakan oleh si scorpion ,, dia menyabet sekali lagi, Leo tak kekurangan akal ,,
Dia mendepakan katanganya ke tanah dan dia terlontar ke atas ,, pedang lawan lewat di bawahnya dan Leo menendang kepala si scorpoin ,, dan si scorpion menyabetkan pedangnya ke arah kaki leo ,,
"Srett" tiba tiba dari samping scorpion ada penyerang ,, scorpion terpaksa menarik seranganya ,, dan karena jengkel ,, dia mengerutkan otot otonya dan dengan berteriak ,, dia memutar pedangnya dengan sekuat tenaga ,,
Energi yang sangat besar ,,
"Wusshhhh" angin yang besar melemparkan para pengeroyok terpental kemana mana ,, hampir leo terpental juga ,,
Dia masih mendengar suara "crakk" dan suara teriakan ,,
Dia membuka matanya dan dia melihat seseorang ,,
Tertusuk sebuah pedang ,, evan ,,
Pupil leo membesar ,, di dahinya keluar beberapa otot
"Haaaaaaatt" dia berteriak keras ,, dan dia menerjang ke depan walau angin keras menahanya ,,,
"Haaaaaaaaaattt" lagi lagi leo berteriak dan dia berhasil menerjang ke depan ,, ke arah si scorpion
Dengan pukulan yang di lakukan dengan sepenuh tenaga ,, leo memukul ke arah scorpion ,, tapi scorpion menangkis dengan satu tangan yang tak terpakai ,,,
"Desss"
Scorpion terlepar dan tentu saja dia mencekal pedangnya dengan erat ,,
Salju turun ,, angin berhembus ,,
Suara tiupan suling yang terdengar merdu ,, tapi membawa alunan tangis ,, membawa alunan kesedihan ,,,
Air terjun seperti terisak ,, melati tak mengeluarkan bau wangi ,,
Langit yang mendung ,,
Musim salju ,, merupakan musim yang sangat indah ,,
Tapi tidak di sana ,, di balik air terjun ,,
Tempat di latihnya sepasang singa ,,
"Guruuuu" teriak leo ,,, tidak ada jawaban ,,
"Guruuuuuu" teriak Leo makin keras ,, tidak ada jawaban ,,
"Sudahlah" suara yang terbata bata ,,
Berasal dari mulut evan yang sekarat ,,
Leo berlutut di sebelah evan yang terbaring ,,
"Leo ,," evan bersuara ,,
"Katakan apa yang ingin kau katakan" kata Leo dengan hati seperti di remas remas
"Heheh ,, kau tak perlu memandangku seperti itu ,," kAta evan dengan tertawa ,, leo tak berbicara
"Kau tetap harus membela pemerintah atlas" kata evan sambil menggenggam tangan Leo ,,
"Akan ku lakukan" kata Leo ,,
Evan memandang ke langit ,,
"Dan ,, uhk" dia muntah darah ,,
Dia menghirup nafas
"Setidaknya ,, bunuhlah dia untuk membalaskan dendamku" kata evan dan dia menghembuskan nafasnya ,, nafas terakhirnya ,,
Leo menunduk ,, giginya terkatup ,,
Air mata ,, yaaa ,, air mata ,,
Banyak orang beranggapan bahwa sebenarnya mengeluarkan air mata itu adalah hal memalukan ,,
Entah kenapa penulis tak mengerti ,,
Mungkin karena orang tersebut akan di anggap cengeng?
Atau mungkin orang tersebut di anggap pengecut?
Sebenarnya pendapat seperti ini sangat keliru ,,
Emosi bagaikan air ,, dan hati adalah kantung air
Dan kekuatan hati ibarat lantai elastisnya ,,
Seperti balon ,, balon tersebut kau isi air terus menerus ,, dan jika kau menambahnya tanpa henti ,, balon tersebuk akhirnya akan pecah juga ,, dan air yang keluar dari situ adalah ibarat air mata
"Semakin kuat hati seseorang ,, jika dia mengeluarkan air mata ,,, air mata tersebut akan mengalir bagai air bah yang mustahil di bendung lagi ,,"
Penulis menghela nafas ,, sang tamu juga memainkannya ,,
"Dan begitulah ,, bertemu di salju ,, berpisah di salju pula" kata sang samu, penulis menghela nafas ,, mungkin kau juga
"Dan ,, aku teringat akan kelanjutanya" kata sang tamu
Leo ,, dia bangkit berdiri ,,
Dia berjalan ke sebuah pedang yang menancap di tanah ,,
Pedang yang mengkilat bening seperti kaca ,, tidak ada cacat sedikitpun ,,
Leo mencabut pedang tersebut ,,
Jalur panas muncul ,,,
"Sreett" pedang tercabut ,, dan Leo menghadapkanya ke atas
"Dengan pedang ini akan ku bunuh dia" batin leo
Dia menyaberkan pedangnya ke bawah dan nampak api berlesat mengikuti pedang
' "Pedang yg sangat hebat tersebut akhirnya jatuh ke leo" kata sang tamu penulis mengangguk tau
"Apa yang selanjutnya terjadi?" tanya penulis
"Dia pulang dengan membawa si gadis" kata sang tamu
"Dan ,,,?" tanya penulis
Dan acara perkabungan di sana cukup banyak juga ,, bahkan para petinggi pemerintah turut berkabung ,,
Makan teresebut masih bertanah merah walau salju banyak menghalangi tanah ,,,
Leo bangkit dari sana ,, dia membalikan badan dan ingin berlalu
Tapi rupanya ada seseorang penghadang
Dia adalah pangeran simons ,,, pangeran simons sendiri yang datang ke pemakaman
Leo mau tak mau harus merasa tersanjung
"Bagaimana kabarmu?" Tanya pangeran simons
Leo menghela nafas
"Tak baik" kata Leo
Pangeran simons mendekatinya
Dia mengeluarkan sebiah cincin dari batu giok yang di ukir berbentuk cincin singa ,,
"Pakailah ini" kata pangeran simons
Leo memandang cincin tersebut
"Tanda setia ,, tak ku sangka aku akan mendapatkan tanda kebangsawanan" kata Leo ,, pangeran simons mengangguk
"Setelah kau memakai cincin ini ,, kau akan menjadi bangsawan ,, bahkan secara resmi" kata pangeran simons dengan tersenyum
Leo menepuk pundaknya ,, dia menggenggamkan tangan pangeran simons tanpa menyentuh cincin tersebut
"Terimakasih ,, tapi ,, aku lebih suka menjadi seperti ini ,, berjuang hidup mati demi negriku" kata Leo ,,
Pangeran simons memandangnya ,, dia tertawa pendek ,,
"Kau menolak mendapat imbalan dengan jasamu sebesar ini ,, entah apa yang kau pikirkan aku tak mengerti tapi ,,," pangeran simons menghela nafas
"Kesetianmu tak akan pernah ku ragukan" kata pengeran simons lagi ,,
Leo berdehem ,,
"Dan ,, jika kau menyetujui ,, aku akan menganggapmu orang yang paling ku percaya" kata pangeran simons dengan tertawa
Leo berdehem lagi ,,
"Kau menganggapku orang yang paling kau percaya ,, apa tak merusak citramu sebagai pangeran mahkota?" Tanya Leo dengan menghela nafas
Pangeran simons tertawa
"Percaya dengan orang sepertimu ,, agaknya bukanlah hal memalukan" kata pangeran simons
"Lagipula ,, setelah ku melihat perjuanganmu ,, aku merasa tak sepantasnya berbuat sombong ,, dan mengetahui arti sebuah perjuangan" kata pangeran simons ,,
Leo tertawa pendek
"Heh ,, ya dan tentu saja seharusnya begitu" kata Leo ,, pangeran simons tertawa pendek
"Dan ngomong ngomong ,, kita akan berperang tiga hari lagi" kata pangeran simons
leo memandangnya
"Ya ,, aku siap" kata Leo
Pangeran simons berdehem
"Kita akan melawan seratus ribu tim dengan tujuh puluh tim ,, kita kalah satu ,, tapi agaknya kita masih bisa memenangkan peperangan dengan strategi ,, untuk membahas lebih lanjut ,, awal sore kau harus sudah di istana" kata pangeran simons sambil membalikan badan dan berlalu ,,,
"Bersiaplah kawan" kata pangeran simons dan dia berlalu dari sana ,,
Leo, dia mencabut pedangnya ,, dia memandang pedangnya
"Kami selalu siap" kata Leo kepada pedangnya ,,
"Siapa di balik pohon" tiba tiba Leo bersuara dan memandang ke pohon ,,
Di balik pohon ada seorang gadis yang bersembunyi lagi ,,
Leo tau itu seorang gadis ,, dia menyarungkan pedangnya dan membalikan tubuh ,,
Tapi tiba tiba ada yang melempari kepalanya dengan salju ,,
Alis leo berkerut ,, dia membalikan tubuhnya dan wajahnya mendapat lemparan salju lagi,
"Cukup sudah" kata Leo sambil maju ke depan,
Dengan marah dia melangkah ,, tapi kemarahanya sirna seketika
Dia melihat sebuah wajah yang jahil ,,
Si gadis yang dia tolong ,,
Wajah yang membuat Leo jatuh hati ini juga membuat kemarahanya lenyap ,,
Dia memaksakan dirinya tersenyum
Si gadis keluar dari sana sambil membawa keranjang
Dia memberikan keranjang itu kepada Leo ,,
Dengan berlagak malu malu dia berkata
"Terimalah, sedikit rasa terimakasihku" kata si gadis ,,
Leo memandang keranjang ini ,,
"Ini benda apa?" Tanya Leo ,,
"Makanan dan beberapa pakaian" kata si gadis
Leo memandang tubuhnya ,, dia memang sering memakai pakaian agak lusuh dan tipis ,, di musim sedingin ini pun begitu ,,,
Dia memandang si gadis yang menggunakan pakaian agak kemewah mewahan dan tebal ,,
"Hehehe" tanpa sadar Leo tertawa ,, dia menerima makanan ini
Dan si gadis langsung kabur ,,
Leo angkat pundak ,,
Dia membuka tutup keranjang tersebut dan yang pertama dia lihat adalah syal gadis ,, beberapa makanan dan baju laki laki
"Syal gadis? ,, Mungkin dia lupa" batin leoo sambil mengejar si gadis tadi
"Heiii tunggu" teriak Leo sambil mengejar ,, dia bisa melangkah lebih cepat ,, tapi dia hemat energi, tapi si gadis malah berlari lebih cepat ,,
"Tunggu" teriak leo ,,
Si gadis berbelok ke arah sebuah gang dan gang itu ternyata buntu
Dia menengok kesana sini dengan ketakutan ,, tapi tidak ada jalan ,, dia membalikan tubuh dan dia menbrak dada seseorang, dada leo
Dia jatuh tersungkur
"Hei maafkan aku ,, aku hanya menggigit sedikit sajaa, jangan hukum akuu" kata si gadis sambil menutupi kepalanya seolah takut di jitak ,,
Leo mengejar untuk apa, dan gadis ini meminta maaf untuk apa ,,
Beda urusan beda tujuan ,,
Leo agak melengak juga ,,
Dia mengeluarkan syalnya tadi
"Anu, syalmu ketinggalan" kata Leo, si gadis langsung berdiri dan melotot ke arah Leo ,,,
"Kau mencuri syal ku ya?" Tanya si gadis ,,
Leo jadi nyengir ,, dia udara ,, tapi, kelemahan dari sifat udara adalah jika bertemu dengan hal lucu ,, penulis menyebut hal ini teori pasti juga ,,
Leo memandang makananya ,, si gadis cuma bilang menggigit sedikit ,, tapi yaa ,, tidak ada makanan yang tidak di gigitnya ,,
Leo nyengir lagi ,,
"Makanan ini terlalu banyak ,," kata Leo ,, si gadis masih melotot
"Akan ku habiskan juga" kata si gadis sambil menarik tangan Leo
Si gadis mengajak Leo menuju ke sebuah sungai yang airnya cukup jernih dan belum membeku ,,
Dia duduk di bangku kayu memandang ke sungai ,, leo juga
Leo membeberkan makananya ,,
Ya ,, seperti penulis bilang dari awal ,,
Tidak ada makanan yang tidak di gigitnya ,, di gigit si gadis
"Kau ,,, siapa namamu?" Tanya si gadis ,,
"Kau menanyaiku?" Tanya Leo ,,
Si gadis jengkel
"Aku ingat ketika mencekikmu" kata si gadis
Leo nyengir ,,
"Namaku leonardo ,, biasa di panggil Leo" kata Leo
Si gadis mengangguk angguk
"Nama yang bagus ,, namaku Mikaela" kata si gadis
leo mengangguk
"Mika ya ,," kata Leo ,,
Si gadis mendelik kepadanya
leo nyengir
"Iya iya ,, namamu cantik" kata Leo ,, si gadis tersenyum sekarang
Makanan habis ,, leo menelan makanan terakhirnya ,,
Dan mika ,, dia sudah terlalu kekenyangan ,,
Leo nyengir juga melihat pemandangan seperti ini ,,
Dia memandang ke sungai ,, mika juga memandang ke sungai
"Leo, dimana rumahmu?" tanya mika
"Aku tak memiliki rumah" kata Leo ,,
Mika menghela nafas
"Ya ,, orang sepertimu tak memiliki rumah ,, apakah kau tak pernah merasakan kasih sayang?" Tanya mika ,,
Leo memandang ke langit
"Kasih sayang? Mahluk macam apa itu?" tanya leo
mika memandangnya
"Kau tidak bisa seperti itu ,, semua manusia merasakan kasih sayang ,, rasa senang, dan bahagia" kata mika
Leo menghela nafas ,, dia memandang ke langit ,,
Dia teringat ibunya ,, dia tersenyum
"Kasih sayang ya? ,, Kau benar, aku pernah merasakanya" kata Leo dengan tersenyum ,,
mika mengangguk
"Rasa senang?" tanya mika
Leo tertawa ,,
"Bisa makan bersamamu, aku sudah senang" kata Leo ,,
mika mencibir
"Bahasamu seperti pemuda hidung belang" kata mika ,,
Leo nyengir ,,,
"Dan ,, bagaimana dengan bahagia?" Tanya mika ,,
Leo termangu mangu ,, dari rasa suka dan duka yang selama ini dia alami ,, apakah dia merasa bahagia ,,
"Entahlah ,, aku juga tak mengerti rasa bahagia" kata Leo termangu mangu ,, mika berdiri ,,
"Suatu hari nanti ,, kau harus kembali kesini jika kau sudah merasa bahagia ,, dan kau harus membawa bunga Angrek ,, bunga yang sangat indah itu" kata mika dengan berlalu
Leo memandang punggung gadis ini ,,
"Mambawa bahagia dan bunga Angrek?" Batin Leo termangu mangu ,,
Dia berdiri juga dan membawa keranjang berisi pakaian ,,
Dia berangkat ke istana sesuai undangan pangeran simons
Dia mandi dan berganti pakaian lebih dulu ,,
Pakaian pemberian mika ,, dia memakainya ,,
Dan dia berkaca pada air ,, dirinya terlihat jauh lebih cakap dari biasanya ,, apalagi ketika dia tersenyum ,,
Entah kenapa akhir akhir ini ,, dia sering tersenyum
Sebuah ruang di istana ,,
Ruangan yang di hadiri oleh banyak panglima dan para jagoan ,,
Di sana ada tiga orang jagoan utama ,, pangeran simons, panglima carlos dan penyihir mon ,,
Dan ,, beliau agrad datang memimpin pertemuan ,,
"Apakah sudah lengkap?" Tanya baginda agrad ,,
"Belum baginda ,, seorang lagi belum datang" kata pangeran simons ,, ya ,, seharusnya dia memanggil ayah ,, tapi dia dalam rapat ini datang sebagai tim ,, bukan datang sebagai pangkat
Baginda agrad yang sudah agak tua itu mengelus jenggotnya
"Agaknya orang penting sampai kau hafal" kata beliau agrad
Pangeran simons hanya mengangguk
"Tok tok tok" ada yang mengetuk pintu ,,
Dan masuklah ,, seorang yang membuat semua orang menengok
Leo ,, dai datang dengan penampilan mempesona ,,
Dia memberi hormat kepada semuanya dan tiga kali penghormatan untuk beliau aghrad ,, dia bertingkah seperti itu layaknya rakyat jelata ,, padahal di sana dia di pandang sebagai jagoan ,,
"Silahkan duduk" kata beliau aghrad yang melihat kesopanan leo ,,
Pangeran simons memberinya tanda agar duduk di sebelahnya
Baginda mengetahuinya ,, beliau hanya mengangguk angguk
Rapat di mulai ,, mendiskusikan strategi tempur yang jitu, di bawah pemimpinan beliau dan kecerdikan panglima carlos dan beberapa panglima lain ,,
Kadang leo hanya memandang ,, kadang dia usul ,,
Dan entah kenapa ,, semua orang mendengarkan usulnya ,,
Rapat selesai ,, di ruang ini tinggal lima orang ,,
Baginda aghrad ,, pangeran simons, panglima carlos, penyihir mon, dan Leo ,,
"Inikah yang kau ceritakan itu?" Tanya beliau kepada pangeran simons ,, pangeran simons mengangguk
"Dia datang terlambat" kata beliau aghrad sambil mengelus jenggotnya ,, dia ingin tau bagaimana cara leo beralasan
Leo membungkuk duluan
"Maaf ,, karena hamba harus mencuri bunga anggrek di istana terlebih dahulu" kata Leo yang membuat semua saling pandang
Pangeran simons menepuk jidat karena dia tak akan bisa membela hal seperti ini ,,
Tapi baginda aghrad malah tertawa
"Aku tau anak muda yang cerdik ,, kau memang tak mengecewakan" kata beliau aghrad yang membuat lain lain saling pandang ,,
Tiga hari berlalu ,,,
Cuaca tetap cerah yang agak meremang ,,
Salju berhenti turun ,, hujan salju yang sangat singkat ,,
Dan biasanya ,, ketika seperti ini ,, hal menyenangkan bisa ada ,, bocah bocah bermain lempar lemparan salju ,,
Pemuda pemudi berkasih ,, bercanda ria ,, menyenanhkan
Tapi tidak di sebelah sana, di perbatasan ,, di medan perang
Di sana terlihat ribuan orang berjajar rapi ,,
Tim atlas dan athena ,,
Mereka saling berhadapan ,,
Di sisi sana ,, si scorpion berada di sisi paling depan ,,
Si scorpion ini sudah di kenal oleh pemerintah atlas sebagai orang yang hebat dan sangat berbahaya di dalam perang ,, dia tak menggunakan baju besi seperti yang lainya ,,,
Tim tengahnya tidak ada yang bertameng ,,
Di sisi sana ,,
Di tim yang hanya sekitar sepuluh ribu orang ,,
Tim yang bertameng ,, seluruhnya ,,
Mereka memasang strategi yang aneh ,, stretegi yang penuh lubang ,, mereka membuat sepuluh baris ,, dan setiap baris memiliki rongga sekitar dua tombak ,, di belakangnya juga demikian ,, dan rata rata semua menggunakan tombak ,, yang lebih aneh adalah ,,
Mereka menghadapkan tamengnye ke depan ,, dan ke belakang ,,
Dan Leo ,, dia sendirian di sana ,,
Sendirian di paling depan dengan menggendong tangan ,,
Menghadap ke depan tanpa kenal takut ,,
"Dengar tim atlas ,," Leo berbicara dengan keras ,, suaranya bisa di dengar oleh pihaknya ,,
"Jangan biarkan siapapun melewati rongga kalian ,, siapapun yang melewatinya ,, bunuh" teriak leo
"Bunuh ,, bunuh ,, bunuh" teriak tim dengan kompak
Di sisi sana
"Tim athena" bentak scorpion ,,
"Tidak ada perintah lain selain menerobos ke strategi bodoh itu ,, dan hancurkan" teriak scorpion
"Hancurkan ,, hancurkan" teriak pasukan athena dengan kompak
"Dengan sekuat tenaga kita harus menyerang" kata scorpion sambil mencabut pedangnya ,,
"Seraaaaanggg" teriak scorpion
"Seraaaanggg" sahut para tim ,, dan di mulai dengan kavaleri yang menghadapkan tombaknya ke depan ,, mereka menyerang ,,
"Tim kuda ada tiga baris dan mereka mendobrak dengan tombak" batin leo ,,
"Pemanah jitu ,, serang bagian depan" teriak leo
Dari benteng pertahanan atlas ada sebaris tim yang membentang dengan panah besar ,, mereka menyerang pasukan kuda terdepan
"Sret sret sret ,,," suara anak panah yang melesai ,, dan dari sana di susul suara ringkikan kuda dan tabrakan kura dan kuda ,,
Leo mengangkat pedangnya karena tim bertameng dari musuh telah melewati kecelakaan kuda ,,
"Mereka berlari dengan jarak terlalu mendempet ,, ini adalah kesalahan pertama mereka" batin leo
Dia mengangkat pedangnya
Dan dia menjatuhkan tanganya ke arah kanan
Dan ribuan anak panah melesat ,, berbareng dengan itu ,, tim bertameng athena di sana menemui kesulitan ,, yaitu ,, tanah berlubang ,,
Walau lubangnya banyak yang kecil tapi dalam dan cukup untuk menghentikan pasukan bertameng sampai saling bertabrakan depan dan belakang ,,
Dan anak panah yang bagai hujan telah menghujani mereka sampai banyak sekali yang terluka ,,
Scorpion memandang pertempuran dengan terbelalak ,,
Pasukanya sudah banyak sekali yang berkurang ,,
Dan pasukanya berkurang sangat banyak ,,
Hampir seperempat ,, dengan marah ,, dia mencabut pedangnya dan menghadapkan ke depan
"Tim panah ,, seraaang" teriak scorpion
Dan ribuan anak panah menyerang ,, hanya saja ,,
Sama sekali tak mencapai satupun karena tim atlas belum menyerang dan berada dalam jarak aman dari serangan udara
Dengan marah scorpion berlari ke depan ,, gerakanya sangat cepat
Dia dengan cepat dapat menyusul pasukanya dan mendahuluinya,
Pedangnya mengeluarkan aura yang seperti angin puting beliung
Tangan Leo yang menjatuhkan pedang ke kanan sekarang mengangkat pedangnya ke atas ,, tim panah berhenti dan Leo menurunkan pedangnya ,,
Dia mengibaskan pedangnya dan sejalur api seperti cambuk menari nari ,,
Dia menerjang ke depan sana gerakanya lebih cepat dari scorpion
Di belakang barisan atlas yang aneh ,, datang sejumlah besar pasukan bertombak yang di pimpin oleh pangeran simons
"Hehh ,, bukankah sudah ku bilang? ,, Strategi darinya sangat berguna?" Begitu kata tim di belakang tim pangeran simons yang di pimpin oleh panglima carlos yang memimpin tim paling banyak ,,
"Tranggg" terdengar suara benturan dua senjata tajam ,,
Angin yang berhawa panas serta percikan api melesat kemana mana menyebabkan salju yang berada di bawah benturan ini leleh seketika ,,
Leo dan scorpion berhadapan ,, scorpion agak kaget karena pedang Leo sama sekali tak rusak terkena pedangnya
Beberapa pasukan musuh yang berada di dekat duel ini sama mencelat dengan tubuh berubah menjadi merah dan mati seketika
"Kau si bocah kecil ,, susulah ibumu" kata scorpion dengan tertawa terbahak ,, dia mendorong sekuat tenaga sampai leo mundur mundur beberapa langkah ,,
Scorpion menyerang lagi dan Leo menangkis ,, dia terjengkang karena kuda kudanya belum siap ,,
Dia tak bisa berlama lama terjengkangnya karena sebuah sabetan berkesiuran angin yang keras datang ,,
Leo melihat kelemahan pada tangan scorpion ini dan dia menggelinding kekanan sambil menyabetkan ,,
Dia scorpion menghindar ,,,
Di sisi sana ,, tim athena mendapat jebakan maut ,,
Mereka yang melewati rongga dari barisan pimpinan Leo langsung tertusuk tombak dan tersabet pedang ,, tapi yang belakang saling dorong sampai mereka tak bisa menarik kembali ,,
"Sreet sreett ,,,,,,," suara banyak anak panah melesat ,,,
Dan karena ini adalah jarak yang tak terlalu jauh ,, maka ,, korban jiwa dari tim athena berjatuhan dengan banyak sekali ,,
Di tambah lagi ,, dari sisi kanan dan kiri barisan bermunculan tim atlas seperti air bah yang ikut menyerang ke depan sana
Dan di sisi sana ,, tim atlas di bawah pimpinan pangeran simons berhasil menyerang ke depan ,, dan negri athena berada di dalam ancaman besar ,,
Scorpion melihatnya ,, dia melihat hal ini semua ,,
Dia ingin meloloskan diri dari leo tapi tak bisa ,,
Leo sudah mengunci pergerakanya ,,
Pertarungan di garis atlas mendapat kemenangan ,,
Bendera sangsaka atlas berkibar ,,
Athena mengalami kekalahan ,, bendera atlas berkibar di sana
Tim athena menyerah ,,
Dan tim atlas menuju ke garis athena ,,
Scorpion melihat itu semua ,, dia kalah ,,
Dia menggertakan geraham ,, dia sudah agak kesulitan tersendiri
"Cukup ,, aku adu jiwa denganmu" bentak scorpion sambil mengibaskan pedangnya ,,
Leo terpental ke belakang ,, dia juga sudah kepayahan ,,
Tapi dia menguatkan diri ,,,
Otot scorpion sama berkerut kerut ,, tulangnya bergemerutukan
Dia akan mengeluarkan segenap tenaga ,, di pedangnya seperti ada putaran angin yang makin kencang ,,
Leo ,, dia memejamkan mata ,, dia mengangkat pedang dengan tangan kananya ,, kaki kirinya berada di depan ,,
"Wusshhh" scorpion memutar pedangnya ,, dan angin puting beluing terasa ,,
Berbareng dengan itu ,, Leo yang berada di dalam putaran angin puting beliung itu membuka matanya ,, seperti ada cahaya dari matanya ,,
"Demi ibuku ,,, dan demi sahabatku evan ,, serta demi nyawa manusia yang terbunuh olehmu ,, akan ku balaskan dendam ini" kata Leo dan dia melesat ke depan dengan pedang terbakar
Di sisi sana ,, semua orang yang mendekat ke arah Leo tapi mereka terkejut ketika ada angin puting beliung ,, dan lebih terkejut lag ,, ketika tiba tiba angin puting beliung ini menjadi api tornado
Suasana menjadi panas secara tiba tiba ,,
Di sisi sana ,,
Seorang gadis ,, gadis yang sedang duduk di kursi di sebelah sebuah sungai yang hampir beku sambil merajut ,, merajut dengan jarum ,, dan tiba tiba ,, jari telunjuknya berdarah karena tergores jarum ,, dia memekik ,,
Dia adalah mika ,,
Setiap hari ini ,, dia menunggu leo di sana ,,
Dia menunggu ,, menunggu dan menunggu ,,
Tapi dia hanya menunggu ,,
Dia memandang ke langit ,, dan tiba tiba air matanya jatuh ,,
Dia berlutut dan menangis ,,
Menangis terseduh seduh dengan menyedihkan
Leo ,, dia bertelanjang dada ,, ada beberapa luka bakar di sana
Dia jatuh berlutut ,, dengan tertatih tatih dia mencoba bangkit
Dia menggunakan pedangnya sebagai penopang ,,
Rambutnya berkibar kibar tertiup angin semilir yang cukup dingin
"Leo" pangeran simons membuka suara ,, dia yang berada paling dekat dengan Leo sekarang ,,
Leo tertawa pendek ,, sifatnya yang dingin ,, entah menghilang kemana ,, tawanya tak terasa dingin sama sekali
"Sudah berakhir kah?" Tanya Leo ,,
Pangeran simons memandang ke sebuah mayat yang hangus terbakar
"Sudah berakhir" kata pangeran simons rencana
"Atlas?" tanya leo
"Menang" jawab pangeran simons dengan tersenyum pedih
Leo tertawa pendek ,,
"Bisakah aku meminta tolong kepadamu?" tanya leo
"Apapun itu" jawab pangeran simons memandang leo dengan pedih, Leo tertawa pendek ,,
"Di kamarku ,, di sana, di bawah ranjang ,, ada sebuah kotak kecil ,, aku mohon ,, kau berikan kotak tersebut kepada gadis bernama mika ,, kemenakanmu" kata Leo
Simons mengangguk
"Akan ku lakukan dengan tanganku sendiri" kata pangeran simons ,,
"Dan lagi ,, aku mohon, setelah ini ,, jangan akan ada perang lagi ,, perang adalah suatu hal yang buruk ,, dan aku sangat membencinya ,, kerugian ,, kematian ,, darah ,, semua bisa di dapat dari perang, dan aku mohon ,, jangan ada perang lagi "kata leo dengan tertawa
Pangeran simons memandang leo
"Akan ku lakukan" kata pangeran simons
Leo tertawa ,,
"Kini ,, aku bisa tidur dengan tenang" kata Leo dengan tertawa
Dan dia menunduk ,, suara tawanya hilang ,, dia menghembuskan nafas terakhirnya
Dengan tubuh masih berdiri ,,
Dia mati ,, dengan gagah ,,
Mati dengan terhormat ,, mati dengan perjuanganya yang mengagumkan ,, melewati pahit getir kehidupan ,,
Di sebelah sana ,,
Mika ,, dia sedang duduk sambil merajut ,,
Merajut dengan penuh ketekunan dan teliti ,,
Dia merajut untuk siapa? ,, Dan untuk apa? ,, Tidak ada yang tau
Mika menghela nafas ,, dia berhenti merajut,
Dia memandang lagit ,, dan menghela nafas lagi
Air matanya jatuh ,,
Tiba tina matanya melihat sesuatu terhanyut
Sebuah kotak yang berada di dalam keranjang ,,
Hanyut di sungai
Mika berdiri dan mengambilnya ,,
Dia melihat keranjang tersebut ,, seperti keranjang yang pernah dia berikan kepada leo
Mika mengambil kotak tersebut ,, kotak kecil ,,
Dia membuka kotak tersebut, dan di sana berisi serat kelapa dan sebuah bunga ,, bunga yang berwarna hitam ,, Angrek hitam
Dan di sana ada sebuah kertas
"Aku kembali ,, membawa bahagia dan Angrek ,, kau senang kan?" Begitu isi kertasnya ,,
Mika memejamkan mata ,, dia tersenyum ,, ttapi air matanya bagaikan air bah ,,
"Aku senang" kata mika dan dia menangis ,,
Di pemakaman pahlawan ,,
Sebuah kotak ,, kotak yang berdiri ,,
Dan tentu kau tau ,, siapa yang berada di dalamnya
Benar ,, leo ,,
Dia akan di makamkan dengan berdiri ,,
",,,, Bahkan dewa pun akan gugur ,, dengan semangat juangnya ,, sang daun akhirnya tumbuh ,, dan ,,,,,,,," tetuah makam ,, membacakan kutbahnya ,, semua orang ,, pelayat, yang bahkan ia aghrad sendiri datang ,, para tetua pemerintah ,, para bangsawan ,, dan sejenisnya ,, mendengarkan dengan setting
",, Dan dengan jasanya ,, atas izin persetujuan beliau aghrad ,, kami menyatakan ,, leonardo ,, di makamkan ,, di tanah pahlawan ,, dengan nama ,, the last angle" tetua makam menutup
Kotak di turunkan ,,
"Last angle ,, last angle ,, last angle" semua orang bersuara seperti itu ,, memberikan penghormatan kepada Leo ,, last angle ,,
Dan akan menjadi legenda di lain cerita ,,
TAMAT
_________________________________________
Novel Lainnya:
Comments
Post a Comment