Skip to main content

Novel 'Inilah Gue'

Pengarang : Gaplek Tralala
Judul           : Inilah gue


Seperti biasa ,, penulis yang cerewet selalu ingin cari gara gara ,,
Kebetulan penulis punya sebuah hayalan yang berharga ,,
Sebut saja realita ,, 
Ya, selama penulis malang melintang ,,, penulis hampir belum menemukan penulis sastra silat yang menggunakan realita sebagai suguhan sebuah cerita ,,
Alasanya ,, realita itu buruk ,,, realita itu menyebalkan ,, realita itu tidak seru ,, realita itu menyedihkan ,,

Sejujurnya saja ,, penulis paling setuju dengan alasan terakhir
Ya ,, dunia ini menyedihkan ,,
Menyedihkan sekali malah ,, entah kenapa tuhan begini sabar ,, kenapa tuhan tidak tendang saja manusia penyebab "suatu" yang buruk itu? Kenapa bumi ini pendiam? Kenapa tidak telan saja si penyebab onar itu ,, kenapa sih? Ah sudahlah ,,

Ah sudahlah ,, ini merupakan suatu yang tepat sekali untuk mengakhiri sesuatu ,, tapi realitanya ,, kata ah sudahlah ini malah membuatmu memulai sesuatu ,, yang tidak nyaman ,,

Cerita ini penulis khususkan bagi siapapun yang "merasa" "apapun" yang "dirasa" ,, 

"Tek tek tek tek" terdengar suara mesin ketik ,,
Kadang di selingi suara "ting" dan "kreeekk" ,,
Ayolah, kau pasti tau maksudku ,,,

Penulis menengok sebentar ,, oh dasar sial ,, makanya mesin ketik penulis hilang ,, rupanya di curi si sialan ini ,,
Ah bukan bukan ,, replay

Penulis menengok sebentar ,, terlihat seorang pemuda ,, pemuda berumur sembilan belas tahun saja ,, sekarang pemuda ini sudah menengok ke arah penulis ,, dia memandang dari atas sampai bawah ,, tentu saja dia menemukan tanda tanda spesial yang biasa penulis pakai ,, yaa ,, hal ini di sebabkan penulis sekarang menggunakan pakaian yang mirip jubah berwarna hitam dengan topeng hacker yang telah pecah di bagian hidung ke bawah ,,
Penulispun memberi tanda dengan anggukan kepala
Si pemuda berdiri dan memandang mu sekarang

"Nama gue alfan" kata si pemuda sambil memandang tajam
"Umur gue sembilan belas tahun ,," katanya lagi ,,
Ruangan ini tiba tiba berubah ,, ruang ini sekarang menjadi sebuah taman gersang ,, di atas langit cerah ,,, bahkan panas

Gue punya cerita "katanya sambil memandang langit ,, tapi satu tanganya menunjuk ke arah kuburan yang berada di sampingnya

Kuburan ini sendirian di sana ,,

"Entah kau mau membaca atau tidak aku tidak peduli ,, tapi ah sudahlah" kata alfan dengan menghela nafas ,,

"Gue tidak bisa silat ,, tapi gue punya dendam mendalam ,, menurutmu apa yang harus ku lakukan?" tanya alfan

Jangankan alfan ,, penulispun tidak mendengar suaramu ,,

"Gue gak bisa mendengar jawaban elu ,, tapi ada tiga macam jawaban yang di tangkap perasaan gue ,," katanya

"Pertama adalah tetap semangat ,, kedua adalah masa bodoh ,, ya ,, tentu saja ,, walau tidak sebegitunya juga, tapi jawabannya tidak berbeda dengan yang ini" kata alfan sambil menghela nafas

"Jawaban ketiga adalah kau tidak menjawab ,, kau hanya mengira ini sebuah cerita dan membacanya di dalam hati saja ,," kata alfan

Tugasnya sebagai pembicara awal sudah selesai ,, penulis yang akan melanjutkanya sekarang ,,

Cerita ini di mulai dari ketika alfan tiga belas ,, dia sekolah di SMP ,,, di sekolahan dia terkenal paling menjengkelkan ,,

Pertama di sebabkan oleh gurunya yang selalu mengejeknya

Ke dua adalah dia anak jalanan yang tidak punya apa apa selain gitar dan seorang cewek ,,

Ketiga adalah ,, alfan tidak pernah mau percaya dengan sejarah negri indonesia ,,,

"Nah anak anak ,, jadi ,, nusantara, atau yang sekarang di sebut indonesia itu memulai perdagangan dengan cara barter, ada pertanyaan?" Kata pak hasan ,, seorang guru ips ,, guru ini adalah guru killer lantai sialan ,,,

Alfan berdehem ,, dia duduk di tempat paling kiri dari depan ,, dia duduk sendirian karena tidak ada yang mau dengan dia ,,

"Ada pertanyaan?" Tanya pak hasan sambil mendelik ke arah alfan ,, alfan tidak kader sedikitpun ,, tampilanya santai ,, walau pak hasan sudah mencekal penggaris kayu sepanjang satu meter

"Pertanyaan saya adalah ,, apakah bapak percaya dengan sejarah ini?" Tanya alfan ,, pak hasan mendelik ,,

"Tentu saja percaya ,, ini adalah sejara tertulis" kata pak hasan

Alfan berpikir sejenak ,, dia sih tidak tergolong pintar ,,

Tapi dia cukup cerdas untuk bertahan hidup

"Nusantara merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di zaman dulu ,, sebelum jawa dan sumatera berpisah ,, pulau ini di lewati oleh negri petualang dan pengembara individu ,, di temukanya pula koin koin emas perak dan perungu berumur puluhan ribu tahun lebih ,, bukankah ini bukti bahwa sejarah telah menulis kebohongan? " Tanya alfan ,,

Pak alfan mendelik ,,

"Kau bicara apa?" tanyanya ,, 
Alfan menghela nafas
Negri kita dari dulu tidak pernah memakai istilah barter ,, di sebabkan oleh negri jawa yang dijadikan pusat perdagangan oleh negri lain dan di lewati oleh para pengembara individu atau kelompok ,, jika negri lain sudah menggunakan uang ,, maka negri kita sudah jauh jauh lebih dulu menggunakan uang dengan cara masing masing ,, di perkuat oleh seringnya di temukan harta karun berumur puluhan abad berupa koin koin emas perak perungu atau batu mulia yang lain sebagai alat pembayaran yang sah ,,, bukankah ini merupakan kebohongan tertulis di sejarah? "Tanya alfan, ,

Singkatnya ,, waktu istirahat dia duduk di bawah pohon sambil mengusap pipinya yang gosong ,, ya ,,, memang sialan sekali hidup ini ,, 
"Sayang?" Terdengar panggilan dari samping ,, alfan memengok
Yang datang ini adalah seorang gadis bernama silfi ,,,
Dia sedang membawa es yang berada di dalam plastik ,,

Kedua pipi alfan di kompres sekarang ,,
"Sudahlah" kata silfi dengan menghela nafas ,,
"Kalau kau ada pendapat lebih baik kau diam dari nanti akan celaka sendiri" kata silfi dengan gegetun ,,
Alfan tertawa getir ,,
"Inilah dunia ,, dimana kepalsuan jauh lebih di terima dari kejadian sesungguhnya" kata alfan 
Silfi menghela nafas
"Tidak semuanya manusia begitu" kata silfi sabar
"Tidak semuanya ,, tapi hanya tiga dari satu milyar orang saja" kata alfan dengan getir ,,
"Sudahlah ,, tak perlu kau bicarakan ini" kata silfi ,,
Alfan juga tidak bicara ,, 

Silfi memandangnya ,,
"Kau seperti sedang banyak pikiran?" Silfi bersuara
"Aku hanya ingin sendiri" kata alfan dengan menghela nafas
Silfi memandangnya sebentar ,, kemudian dia berjalan pergi dari sana ,, jika ada yang melihat ,, orang pasti akan kaget ,,
Silfi terlihat berjalan, tapi Kecepatanya macam atlet lari ,,
Kau pikir peringan tubuh itu hanya mitos? Tidak kawan ,,
Peringan tubuh itu lebih sering di kuasai orang persilatan ,, orang persilatan juga bukan mitos ,, mereka hanya bersembunyi ,, hampir tidak ada yang tau ,, seperti silfi, bahkan alfan yang merupakan pacarnya saja tidak tau ,,

"Kriiing" bel pulang telah di bunyikan ,,
Semua murid juga bubaran ,, yaa ,, seperti biasa, anak muda ,, kalau pulang sekolah ya kebanyakan tidak langsung pulang
Ada yang ke warnet entah itu ngapain ,, ada yang main playstation di rental ,, ada yang ke rumah teman atau pacarnya ,, dan sebagainya ,, inilah teori pasti ,, belum lagi nanti di masa mendatang kalau sudah ada sesuatu yang canggih atau menarik lagi ,, 

Tapi dasar sialan dangkalan ,, alfan tidak langsung pulang juga ,,
Yang ini berbeda dengan yang lain dan penulispun bisa menggolongkanya ke kategori "langka" 

Dia di panggil ke ruang TU ,,
Di sana dia sedang berhadapan dengan bu nining ,, bu guru yang tegas tapi sialan ini ,,
"Saya di panggil bu?" Tanya alfan ,,,
Bu nining mengangguk ,,
"Sudah tiga bulan belum bayar spp sama yang lain" katanya singkat ,, alfan menghela nafas ,,
"Umpan bu ,, saya kerjanya ngamen ,, uang hasil ngamen juga cuma cukup buat makan ,," kata alfan ,, 
Dahi bu nining berkerut ,,
"Dan?" Tanyanya lagi ,, alfan cuma menghela nafas saja
"Ibu kasih waktu seminggu untuk melunasi ,, kira kira sanggup tidak?" Tanya bu nining ,, 
Alfan memandangnya ,,
"Kalau tidak bisa bagaimana bu?" Tanya alfan ,,
Bu nining langsung mengeluarkan ijasah SD, akta kelahiran, raport dan kartu keluarga yang hampir hangus terbakar ,, 
"Maka ini akan ibu kembalikan dan alfan dapat keluar dari sekolah" kata bu nining ,,

Alfan masih memandang bu nining ,,
"Alfan mau bertanya ,," kata alfan
"Tanya apa?" Tanya bu nining melunak ,, ya ,, asal kau tau saja ,, semua guru ,, kalau ada muridnya bertanya ,, maka sifatnya akan jadi lunak walau sedikit ,,
"Sekolah itu tempatnya manusia belajar ,, atau tempatnya manusia membayar?" Tanya alfan ,,

Skip saja ,, 
Silfi yang menunggu di luar itu melihat alfan kembali dengan membawa dokumennya ,, jelas sekali bahwa dia di keluarkan dari sekolah ,,, silfi hanya bisa tepuk jidat saja ,,

Hari ini mereka mengamen seperti biasa ,, hanya saja mereka mengamen di jalan jalan dan perempatan ,,
Mengamen di jalanan atau perempatan jika ada mobil lewat itu tidak sesulit ngamen di kampung kampung atau perumahan ,,
Tapi hasilnya sedikit sekali ,, 
Kalau ngamen di jalan atau perempatan bisa dapat tiga puluh ribu saja ,, maka nasibnya sudah termasuk mujur sekali ,,
Sayangnya alfan dan silfi hanya bisa nyengir karena mereka cuma dapet lima belas ribu rupiah ,,
Mungkin kau bertanya ,, 
"Masa cuma dapet sesedikit itu?" Penulispun bakal mengangguk pasti ,, maka dari itu ,, jika kau kebetulan di perempatan atau apalah itu ,, janganlah pelit pelit ,, berilah setidaknya lima ratus perak saja ,, jangan kau beranggapan "ah nanti di belakang sana juga bakal dapet" jangan bro, , berpikirlah yang Loman kepada mereka mereka yang membutuhkan ini ,,

Alfan dan silfi nyengir saja ,, mereka pergi ke pasar, kalau alfan kerjanya nyari bekas rokok yang masih ada tembakaunya walau bekas saja ,, ya, biasanya dia mengambil tembakau bekasnya dan melintingnya lagi dengan kertas rokok yang baru ,, biasanya kertas rokoknya memiliki harga lima ratus perak saja ,,
silfi menengok ke warung warung ,, kalau ada bekas makanan yang masih bisa di makan ,,

Dua orang ini dapet lumayan banyak juga ,, alfan dapet tembakau bekas yang kira kira cukup untuk tiga puluh linting ,, silfi juga dapet makanan cukup layak dan banyak ,,
Dua orang ini tidak langsung mengganyang makananya ,, mereka mandi duluan ,, ya ,, kalau ada mahluk jalanan yang membaca cerita ini ,, maka penulis akan kasih cara jika ingin mandi ,,
Cara pertama adalah cara paling ideal ,, pom bensin ,, alah ,, pertamina ituloh ,, kebanyakan pertamina memiliki fasilitas kamar mandi gratis ,, dan kau tau apa selanjutnya yang harus kau lakukan
Cara kedua adalah cara mainstrem agak kuno sih, tapi cukup berguna ,,
Kalau kau berada di kota yang sulit air ,, carilah ruma orang yang sedang ramai ,, lalu kau cari pipa air di samping rumahnya dan kau sudah tau apa yang harus kau lakukan ,,
Ketiga ini lumayan menantang ,, 
Kau cari kamar mandi umum dan tak perlu bayar ,, tentu saja kabur ,, penulis dulu sering melakukan hal ini di berbagai kota dan kau tau apa yang terjadi? Penulis tidak di kejar sama sekali,
Cara ke empat ini x-treem sekali bro ,,
Carilah rumah orang dan bilang terus terang ,, walau mental penulis tergolong rendahan ,, tapi penulis masih pernah melakukan hal ini jika sangat mendesak ,, sering kali penulis di terima ,, bahkan keluar dari rumah pun penulis jadi kenyang ,, kau coba aja ,,

Alfan dan silfi menggunakan cara penulis yang pertama ,,
Setelah mandi mereka pergi ke tempat yang agak sepian ,,
Yaa ,, makan di tempat ramai itu tidak nyaman ,, 
Sesekali mereka bercanda ,, yaa ,, makan dengan terlalu serius itu akan menyebabkan keselek dan cepat mampus ,,
Ini adalah logika di jalanan ,, 
Setelah makan dan minum mereka menyulut rokok ,,
Rokoknya sih tidak seenak rokok yang sudah jadi, tapi lebih nikmat di hati karena sebuah kebersamaan ,,

"Sayang, bagaimana kalau kita mencari kerja?" tanya silfi
Alfan menghembuskan asapnya ,,
"Selamat datang di indonesia ,, dimana ijasah jauh lebih di butuhkan dari sebuah skill" kata alfan ,,
Silfi cemberut ,,
"Setidaknya kita harus mencoba" kata silfi uring uringan ,,
Alfan menghela nafas
"Ingin kerja apa?" tanya alfan 
Silfi memutar mata
"Kita toh punya banyak keahlian ,, ya kerajinan ya yang menggunakan ketelitian ,, mungkin lain lain lagi ,," kata silfi dengan semangat ,,
Alfan memandangnya ,,

---- Beberapa hari kemudian ---
Sebuah sungai yang cukup jernih ,, sungai ini mungkin cukup untuk di jadikan lambang ketenangan ,, tapi silfi yang sedang mencelupkan kakinya malah cemberut ,,
"Bukankah sudah ku bilang?" Tanya alfan yang duduk di sampingnya ,, silfi makin cemberut ,,
"Orang orang sama menanyakan identitas dan ijasah ,, padahal mereka sudah melihat skill kita yang lebih baik dari karyawan mereka ,, sekarang aku hampir gila dan aku mengutuk ij ,,,,," belum sampai ucapanya keluar ,, alfan sudah mencium bibirnya ,,
Silfi yang sudah hampr muntah darah karena dongkol itu langsung lemas ,, 

Dia menikmati saja permainan ini ,,
Alfan melepaskan ciumanya duluan ,,
"Orang benar ,, itu bukanlah orang yang cita citanya tercapai ,, tapi orang yamg memperhatikan orang lain ,, kalau kutukanmu tadi terucap kau kan malah akan menyusahkan orang lain" kata alfan
Penulispun sangat setuju dengan kata kata ini ,,
Lalu ,, apakah kau merasa dirimu benar?

Malam ini bulan terlihat terang benderang ,, sayang tidak lama karena selanjutnya tertutup hujan ,, 
Udarapun jadi dingin ,, dan hujan ,,
Alfan serta silfi pindah ke balakang sana ,, disana adalah kamar mandi dengan sumur tua yang dalam sekali ,,
Disana teduh juga sih tapi tiada lain selain sumur dan sebuah kursi panjang ,,
Alfan dan silfi duduk di bangku itu ,,
Malam ini dingin sekali ,, bahkan terasa dingin untuk yang sudah terbiasa kedinginan seperti para mahluk jalanan ,,
Termasuk alfan dan silfi ,,

Tapi alfan dan silfi menikmati suasana dengan berpacaran ,, beruntung mereka menemukan lampu damar ,, lampu api ituloh ,,
Susana di sana sekarang remang remang ,, suasana jadi terasa romantis ,,

Yaa ,, pacaran pada usia segini bukanlah contoh yang baik ,, bahkan sangat tidak layak ,, tapi siapapun ,, dari generasi setelah kita malah melakukan yang keterlaluan ,, kaupun tau kan?
Ya ,, bahkan, mungkin kau juga sudah berpacaran dari sekolah dasar, dan di smp kau mulai panas panasnya ,, jujur ​​sajalah! 
Penulis bilang mungkin ,, jadi ,, kaupun tak bisa menyalahkanya,

",,,, Dan mungkin hidup kita akan terasa lebih baik jika kita bekerja saja" kata silfi yang tidur berbantalan bagian paha alfan dengan manja itu ,, 
Wajah silfi sih tidak terlalu cantik, tapi jika ada orang yang bilang dia buruk, maka kau bisa cukil matanya ,, dan periksa ,, apakah mata itu ada jarumnya ,, 

Alfan berpikir dan akhirnya dia mengangguk ,,
"Memang ,, kalau kita cari uang ,, hidup kita akan meningkat walau sedikit" kata alfan ,,
"Hanya saja ,, kerja apa yang menurutmu baik?" tanya silfi
Alfan tertawa pendek,
Aku bilang cari uang ,, bukan cari pekerjaan "kata alfan 
Silfi memandangnya
"Kata katamu seperti gula di dalam garam, terasa jelas tapi terdengar samar" kata silfi ,, alfan mengangguk santai
"Ya ,, aku sekarang sudah mulai putus asa" kata alfan ,,
Silfi bangun duduk dan merangkulnya ,,,
"Memangnya kau ingin bekerja di jalan hitam?" tanya silfi
Alfan mengangguk ,, silfi menghela nafas ,,

Suasana jadi hening ,,, yang terdengar hanya hujan deras

"Aku mungkin akan jadi pencuri ,, mungkin akan jadi perampok ,, dan tentu saja namaku akan jadi makin buruk ,, yang ku hawatirkan hanya dirimu saja ,, bahkan dosakupun tidak" kata alfan memecah keheningan ,,
Silfi masih memeluk alfan ,, jelas tubuhnya kedinginan ,, padahal dia memakai jaket juga ,,

"Aku tak peduli ,, asalkan kau masih mau menerimaku ,, maka aku akan selalu menempel di punggungmu" kata silfi dengan mesrah ,, ya ,, sejujurnya ,, penulis lebih suka pacaran sama cewek jalanan ,, mereka hampir semuanya setia ,, mereka benar benar menghargai yang namanya cinta ,, 

Alfan melepas jaketnya ,, dia hanya memakai celana jeans yang robek di lutut ke bawah dan baju tipis saja ,, silfi sebenarnya menolak ,, tapi alfan memaksanya ,,
"Rasa hangat itu berasal dari punggung ,, jika punggungku merasa kedinginan ,, akupun tersiksa" katanya ,, maksudnya jelas sekali ,, silfipun apa boleh buat ,,

"Oh iya" tiba tiba silfi teringat ,,
Alfan memandangnya ,, silfi mengeluarkan sebuah kartu nama
Alfan mendekat ke api 
"Mr.valent? Siapa sih sialan ini" tanya alfan ,,
"Waktu mengamen beberapa hari lalu di perempatan ada yang memberiku kartu ini," kata silfi
Mata alfan langsung bersinar ,,
"Kenapa kau tidak bilang dari dulu dulu saja?" tanya alfan
Silfi menggigit bibir ,,
"Tentu saja ,, aku tak tau guna kartu itu ,," kata silfi
Alfan tertawa
"The gaplek studio band ,,, sudah jelas ini studio band ,, biasanya mereka mencari bakat untuk di jadikan artis" kata alfan ,,

Silfi tercengang ,,
"Masa begitu?" Tanya silfi, alfan mengangguk ,,
Setelah berbicara cakap sejenak mereka tidur ,,
Silfi kembali ke posisi tidurnya yang tadi ,, alfan yang tidur duduk
Pagi hari ,, pagi ini lumayan cerah juga ,, alfan bangin duluan
Tapi, mengetahui ceweknya belum bangun, dia tetap duduk sambil membersihkan matanya dengan tisu dan menyeka wajahnya agar tidak terlihat "rembes" 
Wajahnya terlihat agak pucat ,, dia kedinginan sekali malam ini
Silfi yang baru bangun dan melihat wajahnya hampir menjerit ,,
Tapi alfan keburu menutup mulutnya ,, dia mendengar ada wiuwiuwiu ,, alah ,, mobil patroli yang sedang razia ituloh ,,
Biasa ,, mereka menggusur mahluk jalanan yang yaaa ,, yang katanya jorok kek ,, yang katanya anarki kek ,, yang katanya merusak pemandangan kek ,, dan kau tau? Mereka berkata seperti ini tanpa mengaca ,,

Alfan berdiri dan mengintip ,, ada lumayan banyak juga yang kena gusur ,,, mobil patrolinya mengangkut banyak orang
Ada juga yang sedang jalan berbaris ,,

Alfan menghela nafas lega ,, tapi tiba tiba ada yang membentak
Dia adalah seorang polisi juga ,, rupanya dia sedang kebelet kencing ,, 
Reaksi alfanpun cekatan sekali ,, dia langsung memukul si orang sialan ini dan entah kebetulan entah sialan ,, pukulanya yang sepenuh tenaga itu mengenai leher si orang ,, 
Terdengar suara Klek dan orang itu langsung jatuh ke sumur ,,
Alfan termangu mangu ,, kali ini giliran silfi yang cekatan ,, dia langsung memeluk alfan dan menciumnya ,, berbareng dengan itu muncul seorang polisi lain ,, 

Kebijakan ini tercengang ketika melihat ada dua anak muda sedang pacaran ,, 
"Hei bocah pacaran ,, tadi ada polisi kesini, sekarang mana dia?" Bentak si polisi ini dengan garang ,,
Silfi melepaskan ciumanya ,, dia sekarang membalikan badan ,,
Alfan menunjuk ke sumur ,, pikiranya masih seolah kosong

Si polisi satu ini tercengang sekali ,,
"Masuk ke sumur?" Tanya dia ,,
"Tentu saja tidak ,, dia tadi mau kencing di sini ,, kebetulan dia melihat kami ,, dia tidak jadi kencing di sini dan dia pergi ke sana" kata si silfi sambil menunjuk tempat lurusan sumur ,, 
Pak polisi ini memandang alfan dan silfi dengan tajam ,, yang di pandang terlihat hanya bocah dan tidak mencurigakan ,, selain alfan yang terlihat tolol ,, 
"Kalian berasal dari mana? Aku akan memeriksa kalian dulu" kata pak pol ini ,, alfan duluan yang di periksa ,, tidak terdeteksi apapun yang menyebabkan curiga ,, silfi sekarang ,, tapi ketika sudah hampir ke dada ,, reaksi silfi sangat mengejutkan, , dengan cepat dia memukul kuduk si polisi sialan ini ,, kuduk adalah tempat berbahaya ,, kebijakan ini malah kena dengan telak sekali ,, tentu saja dia pingsan ,, kebetulan pada pinggang kebijakan ini ada pisau ,, silfipun mencabut pisau tersebut dan menusuknya dengan pisau ,, kebijakan ini tidak sempat bersuara ,, 
Hal ini tentu saja dapat di lakukan ,, pertama kebijakan ini sama sekali tidak menyangka ,, kedua ,, kebijakan ini terkena dengan kuduk telak waktu membungkuk ,, hal ini menyebabkan efek lebih berbahaya ,, ketiga silfi memainkannya dengan sepenuh tenaga dan sudah terencana dengan diam diam ,,

Kebijakan ini berakhir dengan masuk ke dalam sumur ,,
Alfan jatuh terduduk ,, dia memandang semua ini dengan terbelalak ,, hatinya terguncang sekali karena seumur hidup dia belum pernah menemukan hal ini ,, membunuh demi membunuh ,,
Silfi memeluknya ,,
"Tak apa sayang, semua akan baik baik saja" katanya menghibul alfan ,, beberapa saat kemudian alfanpun jadi tenang ,, 
Dia menemukan tali dan kebetulan dia mendapatkanya ,,, tali yang biasanya di gunakan untuk menimba air di sumur ,,
Dia ingin turun tapi dia teringat sesuatu ,, dia kemudian kembali dengan membawa lempung kering yang sudah jadi bundar dan sebotol bensin ,, dia rendam lempung tersebut dengan bensin ,, ada setengah jam ,, sekarang dia mengambil lempung tersebut dan membakarnya ,, 
Walau tanganya hampir kena bakar tapi dia bertahan dan melemparkan bola apinya ke sumur ,,
Bola api itu turun lumayan jauh ,, dan tidak mati ketika menyentuh tanah bawah sana ,,

Di bawah sana ,, di sana ada dua mayat dan banyak sekali uang uang receh dan uang kertas ,, rupanya orang yang menggunakan sarana tahayul dengan kepercayaan "lemparkan uang ke sumur dan buat satu aplikasi" ,, alfan pun panen sekarang

Alfan menggeledah tubuh kedua polisi itu dan dia menemukan beberapa barang ,, dia menemukan sebuah senjata api dengan silent terpasang pada bagian depan ,, juga lima amunisi ,, sebuah pisau militer ,, senter dan dompet ,, karena mayatnya ada dua ,, maka kau tinggal menghitungnya saja ,, di kali dua: v

Alfan menggali dengan tanganya ,, di sana rupanya adalah pasir belaka ,, pasir kering ,, jadi alfanpun bisa dengan mudah menggali
Kemudian tanganya menyentuh batu pada pasir yang sudah dia gali cukup dalam ,, alfan mengira ngira ,, belum cukup dalam untuk mengubur dua orang ,, dia mengambil batu itu dan dia terkejut juga karena batu tersebut rupanya adalah sebuah kotak kecil ,, 
Alfan menyoroti lemari kecil tersebut dengan senter dan dia menemukan dua buku ,, alfan membuka buku terdsebut ,, di dalamnya penuh dengan aksara jawa ,,
Dia tidak bisa membacanya ,, maka dari itu dia hanya menyimpanya saja kemudian dia melanjutkan menggali ,,
Setelah menggali dan menaikan tas berisi uang uang "lemparan" tadi dia naik ,,
Silfi di sana menunggu ,, ketika sudah melihat alfan dia menghembuskan nafas lega ,,

"Kukira kau menjual dirimu sampai yang naik hanya uang" kata silfi berseloroh, alfan nyengir ,,
"Aku jual diriku? Aku toh sudah laku?" tanya alfan
Silfi memutar matanya ,,
"Laku? Kata kata ini seperti gempa bumi di telingaku ,, ngomong ngomong ,, laku ke siapa?" tanya silfi
"Kan kau yang membeliku dengan cintamu" kata alfan mulai gombal ,,
"Cyaaaelah ,, pakek keset lagi ,," kata silfi tertawa ,,

Kontrakan ,, kontrakan ini baru saja di booking sama alfan ,,
Murah juga sih ,, setahun sejuta aja ,, 

Alfan agak capek juga karena dia yang membawa karung yang di kira orang orang cuma pakaian belaka itu ,, 
Hitung punya hitung ,, uang yang banyaknya sekarung penuh itu ada sekitar selikur juta ,, alfan tidak bilang apa apa tentang mayat tadi ,, tapi kebetulan silfi menyinggungnya ,,
"Bagaimana dengan dua beruang tadi?" tanya silfi 
Alfan menghela nafas ,,
"Mereka sudah layak sekarang" kata alfan dengan menghela nafas

Silfi mengangguk angguk,
"Itu bagus" katanya ,, alfan melihat kamarnya ,, kamarnya ada dua ,, tapi mereka setuju untuk sekamar ,,
Mereka belanja ,, karena rumah mereka dekat jalan raya ,, maka cukup mudah juga untuk belanja barang besar ,, seperti bambu,
Ya ,, mereka beli bambu satu truk, mambu jawa yang rosnya agak berjauhan ,,
Mereka juga beli alat tukang seperti bor tembak dan bor pena ,, bor bor mini ituloh ,, dengan gergaji dan lain lain ,,

Silfi bisa juga kerajinan kayu seperti ini ,, ya membuat ranjang ,, ya membuat kursi meja ,, ya membuat bingkai ,, kadang membuat alat olah raga dari bambu seperti panah, seperti tombak dan lain lain ,, biasanya ,, kalau tombak sih silfi butuh bambu ori dan petung ,, kalau panah ,, silfi malah cari yang tipis ,, di sambung sambung dengan rapi dan teliti ,, sedikit tali untuk memperkuat bagian dalam bambu dan tali lain untuk senar panahnya ,, 
Panah sih dia membuat dari bambu yang di potong sesuai pesanan, kalau untuk panahan biasa sih panjangnya sampai enampuluh senti kurang lebih ,, kalau untuk Crossbow minimal tiga puluh senti ,, 

Alfan bisa mengolah besi ,, walau dia masih anak muda, tapi kepandaian mengolah besinya tergolong bagus ,, dia membuat apa yang kiranya orang pesan ,, ya palu, ya clurit, ya mata tombak atau mata panah sesuai keinginan silfi ,, ya golok ya gergaji ,, banyaklah ,, kadang kadang ,, ada pesanan iseng iseng yang minta di buatkan senjata aneh aneh seperti dalam playstation atau film film ,, seperti pedangnya god of war, seperti ruyungnya dante devil may cry 3 ,, seperti cakramnya sasuke Sarutobi di Basara ,, walau dengan susah payah tapi alfan bisa juga ,, rata rata hasil kerjanya memuaskan ,,

Lama lama dua orang ini terkenal ,, mereka sih mengakunya kakak adik ,, alasan mereka sih tidak ingin cari hal ,,
Makin lama kerajinan dua orang ini makin meningkat ,, skill juga meningkat sampai mekerjakan sesuatu bisa cepat sekali ,, apalagi silfi yang punya tenaga dalam ,,

Tenaga dalam itu tentu saja hal yang nyata walau sudah jelas metafisika ,, tapi tentu saja tidak sedhasyat yang kau baca di novel novel itu ,, apalagi silfi masih berumur sekian saja ,,

Silfi kadang diam diam melatih ilmunya di tempat sepi yang agak jauhan dari kontrakan yang sudah di beli sampai jadi rumah sah mereka itu ,, sebenarnya sih tidak begitu sah juga ,, tapi pak RT kebetulan adalah orang baik hati yang mau mengelola permintaan alfan dan silfi, ,

Kalau silfi pergi ,, alfan diam diam juga membuka bukunya ,, buku yang dia dapat dari sumur ,, 
Buku ini adalah buku peninggalan si dogol murid manusia tanpa sifat ,, dalam buku tersebut alfan di sahkan secara tertulis sebagai murid si dogol dan tentu saja manusia tanpa sifat yang masuk jadi dongeng itu mau tak mau juga jadi gurunya ,,
Ini toh fiksi yang di jadikan kenyataan ,, jadi anggap saja masuk akal

Isi buku pertama adalah cara cara menggunakan senjata jarak jauh ,, tidak di jelaskan itu harus pistol atau panah atau sangkur atau piringan bintang atau pisau atau apalah ,, yang di jelaskan adalah cara agar tepat sasaran ,, seperti memegang senjatanya ,, seperti penggunaan jarinya, , seperti titik temu pandangan mata ,, semua di bahas secara simpel dan ringan ,, anak umur lima tahun pun bakal mengerti ,,
Buku kedua adalah cara mengolah besi, kayu, batu, tanah dan kimia ,, jadii ,, masalah pandai besi itu jangan kau tanya lagi aslinya ,, seperti yang sudah kau tau juga bahwa si tanpa sifat menguasai "cara" bahkan mengolah besi jadi sebuah sesuatu yang di dapatkan dari empu pedang tanpa rasa ,, jadi kepandaianya mengolah besi pasti bukan olah olah ,, dan ini telah turun ke alfan

Jadi alfan pun agak santai juga ,, dia bisa mengolah besi yang sangat buruk menjadi sesuatu yang berkelas ,, walau toh itu kelas tiga saja tapi sudah sangat fantastik untuk besi yang buruk ,, 
Juga ada sedikit pelajaran menyamar yang istimewa ,,

Sebulan dua bulan, setengah tahun ,,
Setengah tahun berlalu ,, alfan dan silfipun sudah bisa memperkejakan orang ,, usaha yang mereka kelola termasuk maju pesat sekali ,, bahkan sudah terkenal sampai ke luar profinsi ,, sedikit lagi mereka mungkin bisa ekspor ke luar negri ,, 

Alfan memandang tanggal 
"Lima belas desember ,, hem tiga hari lagi" batin alfan dengan tersenyum ,,, ya, hari itu adalah hari jadian mereka ,,
Alfan mengetuk pintu kamar dan rupanya kamar tidak di kunci ,,
Alfan menengok kesana sini, silfi tidak ada ,, 
"Aneh, beberapa bulan ini dia lebih sering keluar dari berada di rumah?" Batin alfan ,, tapi dia lantas angkat pundak saja ,,
"Mungkin dia sudah mulai pms ,, jadi sering ngambek kepadaku" batin alfan dengan cengar cengir ,, dia ke ruang kerja dan bekerja seperti biasanya ,,

Hanya saja tunggu punya tunggu kok gak ada kabar sama sekali
Kadang alfan menelfonya ,, ponselnya tidak aktif ,, 
Alfan menunggu saja sebentar lagi ,,,
Maghrib ,, masih tidak ada kabar ,,
Kali ini alfan tidak sabaran ,, dia tau ceweknya termasuk suka jalan jalan bershoping ke mall mall ,, maklum lah ,, omset bersih mereka sudah mencapai tiga puluh juta per minggu ,, jadi silfi sudah merasa kaya ,, dan biasa ,, cewek sering kali akan menjadi agak sombong jika mengalami penaikan ekonomi dengan tajam 
Tentu saja tidak semua ,, tapi hampir seluruhnya

Alfan mandi ,, ganti pakaian dan menyisir rambut ,, dia memandang ke kaca ,, tubuh tegap, dengan kulit kuning langsap dan tinggi lumayan serta sifat dewasa ,, di tambah wajah yang terbilang cakap ,,, tampilanya sekarang benar membuat kaum hawa ingin memilikinya, , walau umurnya baru empat belas saja,

Alfan naik angkot ke mall ,, dia punya motor atas nama pak RT yang sebenarnya miliknya sendiri ,, tapi dia adalah negarawan yang baik ,, dia belum punya sim, motor itu dia hanya untuk kebutuhan kerja ,, yaa ,, kalau orang orang nya ada kebutuhan gitu ,,

Gaplek mall ,, mall ini merupakan mall besar juga ,, cabangnya sampai ke luar benua ,, di sana merupakan tempat rekreasi bagi orang yang suka shoping ,, tentu saja tempatnya luas ,,
Saking luasnya, alfanpun bingung mau mencari ke mana dulu ,,
Ya, dia jarang sekali belanja ,, dia lebih suka bekerja ,, tapi sekarang dia kepingin belanja juga ,, 
Dia melihat lihat ke arah alat pertukangan dan alat berat ,, di sana cukup banyak juga ,, biasa ,, orang yang sedang obral diskon ,,

Alfan melihat ada bensaw ukuran empat puluh dua "bensaw = gergaji besar yang biasanya di gunakan memotong kayu besar yang keras keras" 
Mungkin ini keluaran baru karena terlihat serba kuat dan canggih
Tapi alfan menggeleng ,, dia tidak terlalu butuh yang beginian
Kebetulan dia melihat sesuatu ,,, batu gerinda ,, 
Batu gerinda ini terbuat dari batu sungai yang tua dan keras sekali 
Alfan tau ini barang bagus ,, jadi dia tertarik juga ,,,
"Diskon tiga puluh persen ,, heh, lumayan" batin alfan ,,
Dia beli itu batu gerinda ,, kemudian dia tertarik dengan piringan pemotong yang biasanya bisa di pasang di dinamo gerinda ,,
Dia langsung ambil sepuluh ,,,

Dengan haha ​​hihi dia membawa belanjanya ,,
Karena ini barang ringan ,, jadi dia tidak menitipkanya, dia membawanya sambil memeriksa dari kelompok demi kelompok
Dia tidak menemukan silfi ,, ya sudahlah dia pulang
Kebetulan dia ingin ke warung angkringan ,,, kucingan atau terserah kau menyebutnya ,, tapi kemudian dia terbelalak ,, dia melihat seseorang ,, seorang pemuda ber jas ,, yang duduk sambil suap feed dengan silfi yang terkejut ketika melihat alfan tiba tiba nongol ,,

Silfi langsung bangkit tapi dia tidak jadi ketika tiba tiba alfan mengangguk dan duduk di sana seolah tidak kenal ,,,
Wajah alfan sekarang santai tenang ,,, wajah silfi yang nampak gelisah ,, 
Alfan mengeluarkan ponselnya dan memutar Angri bird ,,
Walau wajahnya terlihat tenang santai ,, tapi kan sudah jelas bagaimana perasaan hatinya ,, 
"Heh ,, jas hitam yang mewah ,, entah bagaimana bisa nyasar ke angkringan seperti ini" batin alfan diam diam tertawa ,, yaa ,, hanya ini satu satunya yang bisa menghiburnya ,,

Dia tidak lama karena selanjutnya dia membayar dan pulang ,,
Dia pulang jalan kaki ,, walau agak jauhan tapi tak lebih dari satu km saja ,, arah jalan sejauh ini di malam hari yang merupakan malem minggu ,, hal ini seperti memiliki kesenangan tersendiri
Apalagi kalau ada cewek k * mc * lk * mc * l yang cekikikan menggodanya atau bertemu dengan beberapa teman jalanan 

Alfan mulai akrab lagi dengan beberapa teman jalanan ,,, ya ,, mahluk jalanan akan selalu menerima mahluk jalanan lainya ,, ini adalah teori pasti ,, kebanyakan mereka lebih menerima sesama tanpa pandang bulu ,, dan inilah yang kata orang orang serba anarki itu, , pfff ,, penulispun tertawa geli mendengar ada orang menghina jalanan ,,

Seorang yang paling akrap dengan alfan baru saja ini, dia pemuda sialan bernama rangga ,, rangga ini cukup bisa di bilang cerewet dan muka tebal juga ,, tapi orangnya supel dan setia kawan ,, terbukti dari kawan kawan jalanan lainya yang sama suka denganya ,,
Kebetulan rangga dan alfan sama merasa cocok ,,
",,, Dan sialan bro ,, ketika gue mau nembak tuh cewek mmalah di tikung ama teman gue ,,, bukanya ini sialan?" Tanya rangga sambil tertawa terbahak bahak ,, alfan juga tertawa geli mendengarnya ,,
"Mampus luh ,, lagian ,, pdkt ama cewek kok lama bener" kata alfan memberi komentar ,,

"Kruuukk" perut rangga tiba tiba bunyi ,, 
"Ehm mampus nih bocah ,, napa kagak bisa kompromi juga" batin rangga ,, rata rata orang kalau sudah lapar itu pasti ingin pulang ,, dan kalau sudah pulang ,, waktu untuk ngobrol itu sudah jarang lagi ,, hal seperti ini sangat sialan bagi orang yang baru akrap

alfan seperti mengetahui isi hatinya,
"Bro ayo ke rumah gue" kata alfan terus aja ,,
Rangga memandang alfan
"Elu bukan gelandangan ya?" tanya rangga
Alfan tertawa
"Gue malah udah jadi gelandangan dari umur delapan ,, kalo elu sih bukan apa apanya bro ,, gue baru aja merubah idup gue dari beberapa bulan yang lalu dan alhamdulilah gue cukup sukses bro" kata alfan dengan tertawa renyah ,,
Rangga tertawa ,,

Rumah alfan ,, rangga agak kikuk juga masuk rumah orang ,,
"Udah tenang aja ,, gue idup sendirian aja" kata alfan dengan tertawa geli ,,
Rangga pun tidak sungkan sungkan lagi, dia makan apa yang di suguhkan macam orang kelaparan aja ,,

"Kerja ape lu bro?" Tanya rangga ,, alfan menunjuk ke samping rumahnya yang merupakan gudan luas ,,
"Nempa besi bisa ,, kerajinan bisa, perkayuan bisa ,, nikung anak orang juga cukup jago" kata alfan dengan terbahak
Rangga juga nyengir
"Mampus gueh" katanya ,,

Semenjak hari itu si silfi tidak pernah pulang dan kehadiranya di gantikan oleh rangga ini ,,
Usaha alfan makin lama juga makin maju, kepandaianya menggunakan senjata dan menempa besi makin terlihat nyata ,,
Dia punya tiga keahlian khusus dalam dunia persilatan ,, yang pertama adalah melempar kartu ,, ya melempar kartu kartu judi ituloh, sekarang dia mahir sekali dan membekali persenjataanya dengan besi gergaji tipis yang lentur lentur kaku ,, saking tipisnya duapuluh lima biji gergaji yang di modif jadi kotak ini jika di tumpuk hanya akan menghabiskan tempat setinggi satu senti saja,
Alfan pun membuat wadah khusus yang di gunakan untuk menyimpan "kartunya" ,, bentuknya mirip kerdus teh kotak itu ,, bagian bawah kerdus ini di pasangi pegas sampai alfan bisa ambil dengan praktis ,,
Kepandaianya kedua adalah menembak ,, dia bisa menembak dengan senjata apa saja pistol semi otomatis, senapan angin, bahkan senapan rancanganya yang menggunakan pegas sebagai pelontar
Kepandaian ketiga adalah dia pandai merakit kimiawi kimiawi berkat ajaran dari buku ,, seperti membuat bom ,, seperti membuat besi jelek agar tidak berkarat, seperti membuat racun kimia dll

Tahun demi tahun di lewati dengan biasa saja ,, selama ini alfan sering mendalami yang dia bisa ,, dia juga kadang mendalami bagian listrik jadi dia bisa membuat beberapa alat canggih untuk penopang kimianya ,,

Sekarang dia berumur tujuh belas tahun ,, dia tidak pernah dengar kabarnya silfi sama sekali ,, usahanya juga udah maju sekali ,, dia sudah memiliki banyak karyawan dan sudah ada cabang di mana mana ,, bahkan hasil olahanya di kirim ke luar negri juga ,,
Dia termasuk mantan jalanan yang sukses ,,

Rumahnya sekarang cukup besar juga ,, dia juga menampung banyak orang gelandangan ,, mereka juga yang diam diam mendukung alfan ,, alfan juga sering bantu kesana sini juga ,,

Sore ini dia sedang duduk di taman belakang sambil menikmati cahaya matahari sore yang indah itu ,, 
"Permisi" tiba tiba ada yang buka suara dari belakangnya
Alfan seperti mendengar seperti tidak ,, 
"Silahkan pak san" kata alfan masih terus memandangi mata hari
Pak san ,, dia adalah salah satu kepercayaan alfan yang sudah cukup lama bekerja di sana ,,
Orang ini jujur ​​juga setia pada perusahaan ,, dia sekeluarga aslinya adalah orang tidak punya yang bekerja sebagai pande besi yang di rekrut alfan ,, 

"Ada masalah pada buku catatany" kata pak san
"Bagaimana pak?" Tanya alfan mempersilahkan pak san duduk
"Seminggu lalu kita mengirim empat belas properti ke prancis dan itali ,, selikur ke hindia ,, hari selanjutnya kita mengirim yang sama ke daratan eropa dan slandia baru ,," kata pak san
Alfan mengangguk mengerti
"Masalahnya kita kehilangan setengah omset kita dari pengiriman ini" kata pak san ,,
Alfan mengangguk hambar saja
"Tak perlu di pikir susah ,, kalau uangnya hilang ya sudah ,, anggap saja yang setengah itu sudah merupakan nasip untung" kata alfan ,,
"Grodakkk" di bagian belakang sana terdengar suara ribut ribut
Alfan dan pak san langsung ke sana ,, alfan membawa tiga lembar besi tipisnya untuk berjaga jaga,
Di belakang ada ribut ribut ,, seorang sedang di hajar beberapa orang ,, orang yang di hajar ini sudah setengah baya, yang menghajar adalah orang yang alfan angkut ,,
"Sudah, berhenti berhenti" teriak alfan ,, 

Semua berhenti ,, si setengah baya merangkak bangun dengan tertatih tatih ,,
"Ada apa ini?" Tanya pak san,
"Ku lihat dia tadi membawa koper berisi uang ,,, ketika ku tanya dia malah tergagak gagak tak karuan ,," kata si penghajar ,,

Si setengah baya ini panggil saja pak Kamidin 
Pak Kamidin sekarang sedang Munduk Munduk di hadapan alfan
Alfan menghela nafas, pak Kamidin telah mengakui yang dia lakukan ,, dia memalsu data dan berkorupsi ,,
Alfan tidak seperti penulis yang benar benar ingin membunuh siapapun yang korup ,, lagipula alfan termasuk orang sabaran

"Umpan den ,, saya lagi membutuhkan ,, anak saya harus operasi" kata pak Kamidin ,,
"Ting tung" ada bel pintu di depan ,, alfan tidak menggubris
"Jika kau minta ituloh aku akan memberi" kata alfan gegetun
Ting tung "ada bel lagi
"Ya sudah, kau ambil saja uangnya" kata alfan 
Pak Kamidin pergi ,,
"Ting tung ting tung ting tung ting tung" belnya macam hujan saja
Alfan tersenyum masam ,,
Dia melemparkan kartu besinya dan dengan tepat menamncap di tengah tengah kabel ,, suara belnya langsung mampus ,,
Lumayan bagus juga cara melemparnya ,, jarak sepuluh meter masih bisa memotong ,, ini merupakan hal bagus
"Cklek" pintu di buka

"Mampus nih orang" umpat orang yang baru masuk ,, dia si rangga ,, alfan nyengir juga melihatnya ,,, dia memakai pakaian ala preman, rupanya dia masih menjaga martabatnya sebagai mahluk jalanan ,,
"He babi mampus ,, kenapa tidak ada yang membuka pintu?" Tanya rangga ,, alfan nyengir
"Aku sedang malas bergerak ,, pembantu juga sama libur semua" kata alfan dengan nyengir ,, rangga mendelik ,,,
"Baca ini, berita yang aneh sekali" kata rangga masih mendelik ,, dia melemparkan koran pagi ini ke alfan ,,
Alfan menangkapnya ,,
"Pembantaian sadis ,, korban di mutilasi menjadi sebelas potong dengan dua luka di kening" alfan membacanya terus
"Lalu ada apa?" Tanya alfan ,, rangga melemparkan empat koran lagi ,, ada pembunuhan lagi, malahan ini yang di bunuh adalah kantor negara ,,
"Lalu ada apa?" Tanya alfan ,,
Rangga mendelik ,, tanganya langsung merogo saku alfan dan mengambil ponsel gaplek ,, ponsel ini bahkan lebih canggih dari android yang menjagoi kalangan tehnologi ,,
Dia membuka situs berita dan menemukan pembunuhan mutilasi yang sama ,, alfan juga membacanya tapi dia tetap tidak mengerti

Dia memandang rangga dengan bingung ,,
"Kau itu tolol ,, coba kau baca seksama ,, semua korban di potong sampai sebelas potong dan di wajahnya ada dua bekas luka ,, apakah ini tidak aneh?" Tanya rangga ,,
Alfan termangu sebentar ,,
"Angka sebelas angka sebelas" gumam alfan
"Lalu ehm, beberapa hari ini aku sering membaca sesuatu yang juga aneh ,," kata rangga ,, alfan memandangnya
"Seperti segi empat dengan angka sebelas menghiasi tengahnya di beberapa bagian tempat yang mengalami musibah" kata rangga

Alfan menghela nafas ,, rangga menengok kesana sini dulu
"Aku tau kau memperlajari kepandaian membunuh ,, aku juga pernah dengar mitos tentang dunia persilatan ,, aku rasa kau harus bergabung dengan golongan ini sekarang" kata rangga dengan suara lirih ,, alfan tidak menjawab
"Kau tenang saja ,, mati hidup seorang jagoan itu berada di tangan tuhan" kata rangga dengan serius ,, ya ,, kalau di dunia persilatan menggunakan istilah pendekar ,, maka di jalanan menggunakan istilah jagoan ,, dan kalau di umum menggunakan istilah ksatria

Istilah istilah ini terdengar sama saja ,, tapi beda sekali pengartianya, pendekar bekerja dengan sarana otak untuk keadilan bagi golongan manapun ,, kalau ksatria biasanya mementingkan golonganya sendiri ,, kalau jagoan ,, mereka yang pantas di sebut jagoan ini adalah orang yang istimewa ,, dalam kurung (tidak harus bisa bersilat atau sejenisnya) asalkan mereka itu mau melakukan hal baik ,, tidak pandang siapapun itu pasti akan di sebut jagoan ,, 

Alfan berpikir sejenak ,,
"Gue bakal mulai bergerak sebulan lagi" kata alfan 
Rangga tersenyum ,,
"Ya begitu dong ,," katanya ,,

Waktu sebulan ini alfan gunakan sebagai persiapan ,, dia membuat banyak sekali kartu kartu dari besi tipis yang kuat dan tajam ,, bagian jarinya dia beri besi khusus untuk memudahkan pekerjaanya melempar kartu ,, senjata senjata simpel juga dia persiapkan ,, serta beberapa listrik listrik sialan ,,
Beberapa alat yang dia buat sangat umum sekali di kalangan umum ,, maksudnya umum adalah tidak terlihat sebagai senjata
Seperti flashdisk ketapel, seperti ponsel setrum, seperti kalung kamera ,,

Alfan juga membuat bom bom kecil yang mirip kelereng ,, bom ini lumayan besar juga gunanya ,, seratus kelereng sanggup meledakan tiga belas rumah ,, 
Alfan tidak lupa membawa alat tukang yang simpel seperti bor mini dan pisau gergaji serba guna ,, alat lainya sih gampang di cari

Hari ini adalah hari terakhir alfan dalam janjinya ,,, besok dia harus berangkat ,, dia memanfaatkan waktunya untuk tidur
Tapi kebetulan dia teringat sesuatu ,,
Dia bangun dan menggeser ranjangnya, di bawah kaki ranjang ada mistar yang bisa di buka, alfan membukanya ,, di sana bisa di lihat dua senjata api khusus dengan amunisi dekorasi ,,
Hampir dia melupakan yang satu ini ,, dia menyimpan senjata itu di tasnya ,, yaa, dia membuat tempat khusus dengan beberapa medan mahnet yang samar sampai detektor logam pun tak akan bisa mendeteksinya ,, semua senjatanya dia simpan di sana ,,
Tas ini juga unik karena kedap air ,, 
"Tung" terdengar suara ,, alfan membuka ponselnya ,,
"Cowok ,, bisa kontak?" Begitu isi pesanya ,,

Alfan memang biasa di teror ileh gadis gadis, wajahnya yang sip itu benar benar mengundang para kupu kupu itu untuk mendekat
Dia tidak membalas pesan teror itu, tapi isi pesan selanjutnya yang membuatnya tertarik,
"Namaku mimi ,, kau pasti kenal kan?" Begitu isi pesanya lagi
Alfan membalas pesanya
"Yaelah, mimi temen sebelah itu kah? ,, Dapet nomer gue dari mana mi?" Tanya alfan dengan mengetik
"Dapet dari rangga ,, bisa gak aku main ke rumahmu?" Tanya mimi dengan mengetik juga ,,
Alfan membalasnya,

Mimi adalah cewek yang tidak terlalu cantik ,, tapi bodynya mengundang sekali ,,
Sekarang dia duduk di depan alfan ,, di sana tidak ada siapapun lagi
"Agaknya membawa urusan penting nih?" tanya alfan
Mimi mengangguk ,,
"Aku ingin ikut" kata mimi ,,
Alfan pura pura tolol
"Ikuti kemana?" tanya alfan
Mimi memandangnya tajam ,, dia tergolong tegas juga
"Tentu saja ikut Mengembaranya" kata mimi
"Perjalanan kemana?" Tanya alfan tidak mengalah

Mimi geregetan juga ,,
"Aku minta tolong dengan baik ,, janganlah kau mempersulit diriku ,, aku berjanji tak akan merepotkanmu" kata mimi
Memang dia adalah anaknya pak Samari yang merupakan "orang pinter" ,, jadi sedikit banyak dia pun juga ketularan bapaknya ,,

Alfan berpikir sejenak ,, masalah keuangan dia jelas tidak hawatir ,, uangnya cukup untuk makan seabad lebih ,,
Tapi si mimi ini terbiasa hidup enak, mana tahan hidup di jalan?
Tapi dianya terus ngengkel tak karuan ,, berbagai alasan telah di gunakan alfan tapi tetap saja ,,

"Baiklah ,, besok pagi hari kita bertemu di terminal" kata alfan
Mimi mengangguk setuju ,,

Malam ini dia dan rangga berdiskusi ,,
"Bagaimana?" Tanya alfan ,,
Rangga mengangguk, dia mengeluarkan enam lembar biasa dan sebuah lembaran besar ,, 
Alfan yang tidak terlalu pintar itu berdiskusi dengan rangga yang aslinya memang cerdas,
"Terakhir ku temukan petunjuk bahwa di sini terjadi pembunuhan pembunuhan mutilasi ini terjadi setengah jam lalu ,, dan terjadi pula di sini tiga jam sebelumnya ,, padahal dua tempat ini hanya bisa di capai satu jam dengan pesawat ,, tapi tempat tersebut dengan bandaranya sangat jauh ,, butuh waktu lima jam ,, kau tau artinya? " Tanya rangga ,,
Alfan mengangguk ,,
"Mereka tak hanya satu, tapi kenapa cara kerja mereka sama?" Tanya alfan ,, rangga mengangguk 
"Ini simpel ,, mereka hanya ingin menyesatkan jejak" kata rangga
Alfan berpikir sejenak
"Ada hal lain?" tanya alfan

Rangga menunjuk kertas kedua yang berisi beberapa foto ,, alfan memandangnya ,, foto foto orang yang tak di kenalnya sama sekali ,,
"Siapa mereka?" tanya alfan
"Orang orang ini adalah orang yang daftarnya tersembunyi sekali dari data negara" kata si rangga ,,
"Lalu?" tanya alfan
"Kita akan mencari dua orang di antara mereka" kata rangga

Alfan mengangguk walau tidak mengerti ,,
"Ada apa lagi?" Tanya alfan ,,
Rangga mendekatinya dan membisiki sesuatu ,,
"Kita akan mengejar hantu" kata rangga ,,
Alfan tercengang ,, 
"Hantu? Buat apa di kejar? Kau tinggal nyasar ke kuburan pun bisa bertemu setidaknya tiga" kata alfan ,,
Roni menggeleng dia kembali ke tempatnya dan menunjuk lembaran ketiga,
"Hantu ini ku lihat ada di beberapa tempat dimana adanya evakuasi korban mutilasi tersebut" katanya 
Alfan berpikir sejenak ,,, dia melihat ke kertas ketiga ,, disana terdapat foto foto korban mutilasi yang di sensor ,,, ada lingkaran merah, di sana terlihat seseorang ,, orang ini tergolong pemuda likuran ,, alfan memandang gambar itu ,, dia teringat dengan warung angkringan dimana dia memergoki kejadian terburuk seumur hidupnya ,,

"Kalau di pikir memang aneh karena dia selalu berada pada tempat dimana adanya bencana itu ,, dia pakai apa sampai bisa bergerak secepat itu?" Tanya alfan ,, 
"Jawaban ini sulit juga di jawabnya" kata rangga
Alfan berpikir
Mungkin kopter "kata alfan ,, rangga menggeleng
"Kecepatan kopter hanya tiga ratus kilo meter per jam ,, terlalu pelan" kata rangga
Alfan mengangguk ,,
"Aku tentu saja akan membongkar rahasia ini" kata alfan
Rangga mengangguk,
"Dan yang terakhir adalah pagoda kencana" kata rangga ,, 
"Apa lagi ini?" tanya alfan 

"Ku lihat gerakan demi gerakan mereka dan aku mengambil kesimpulan bahwa gerakan mereka menjauhi pagoda ini" kata rangga ,, alfan tentu saja tidak mengerti ,,
"Kalau kau berangkat sekolah ,, atau kemanapun juga ,, hal yang paling pasti itu apa?" Tanya rangga ,,
"Menjauhi rumah" kata alfan 
"Tepat sekali ,, hanya saja aku belum terlalu yakin kalau ini adalah sarang mereka" kata rangga ,,

Besok hari ,, 
Seperti yang di janjikan ,, alfan ke terminal ,, disana mimi sudah menunggu rupanya ,, 
"Haii" teriak mimi memanggil ,,
Alfan mengangguk ,,
"Kita hanya tinggal menunggu satu orang yang lain" kata alfan
Mimi menunjuk ke belakangnya ,, rupanya disana sudah ada rangga dan seorang cewek centil ,,
"Ehm ,, mampus gue" kata arya dengan tepuk jidat ,, rangga hanya nyengir ,,, 

Skipnya ,, mereka naik bis menuju bandara dan naik pesawat ke borneo yang merupakan salah satu paru paru dunia ,, 
Di perjalanan tidak ada suatu yang menarik selain pemandangan ,,

Hutan belantara itu tentu saja tidak senyaman di dalam kamar ,,
Hutan itu jauh lebih berbahaya karena ,, yaa ,, hewan buas ,, tanaman sialan yang beracun ,, untung punya untung ,, suku dayak itu tidak brutal ,, tidak, mereka ramah malah ,,
Mereka ramah kepada siapapun ,,, dan tidak ingin diganggu siapapun ,, 
Mereka sering di kenal karena keangkeran namanya ,, kesaktian mereka juga sangat xtrem ,,
Itu saja sepintas tentang dayak ,,

Alfan dan kawan kawan sekarang berada di dalam hutan ,, sudah seminggu mereka di sana ,, jangankan pagoda ,, manusiapun tidak ketemu ,, alfan mencari tempat duduk, kebetulan ada sebuah pohon besar di situ ,,, dia duduk di bawah pohon tersebut
"Aku lelah sekali" kata mimi
"Akupun demikian" kata rini ceweknya rangga
Alfan menyeka keringat ,, jangan di lihat ini hutan lebat luar biasa
Udara di sini panas sekali ,,, kalau saja tidak ada hutan ,, mungkin indonesia memiliki padang pasir terbesar ketiga ,, jadi bunuh saja itu penebang pohon yang ilegal ,, penulis bakal dukung seratus persen untuk mu yang mau membunuh penebang pohon ilegal tanpa mereboisasi itu, ,,

Rangga mengeluarkan kaleng bekas, spirtus dan kapas ,, tidak lupa panci dan air juga ,, dia memang jago masak ,,
Ssshh "tiba tiba terdengar suara sialan dari depan sana
Alfan mengeluarkan sesuatu yang mirip sekali dengan obat nyamuk pompa ,, inilah senapan pegasnya ,, pelurunya ya paku yang di lingkari kertas ,, ini sangat mematikan walau terlihat sepele ,, 

Di hutan ini ada sebuah ular yang paling terkenal di dunia, boa ,, alah ,, anakonda ituloh ,, seluruh dunia pasti kenal ular ini
Bahkan ular ular di amazonpun bukan apa apanya ular ini ,,
Sudah ukurannya tidak karuan ,, berbisa keji pula ,,

Alfan sempat melongo juga melihat ukuran si ular ,, ular ini besar sekali ,, mungkin bisa makan tiga sapi dewasa sekaligus ,,
"Jangan di bunuh ,, mereka hampir punah" kata mimi
"Hampir punah ndasmu ,, bahkan jumlahnya makin banyak" kata rangga ,, dia menengok kesana sini mencari tempat sembunyi
Alfan ada ide ,,
"Garam mana garam" alfan meminta ,, dia langsung di kasih satu wadah ,,, alfan memasukan garem tersebut ke sebuah plastik dan tidak lupa memasukan tiga butir "kelereng"

Ular itu makin dekat semua sudah sembunyi selain alfan yang punya nyali besar itu ,, 
"Whutt" alfan melemparkan plastik berisi garam tersebut dan dengan tepat meledak di atas kepala si ular ,, tentu saja garamnya Muncar kemana mana ,, ular ini juga terkena garam tersebut dengan telak ,, dia sekarang menggeliat geliat sambil berguling kesana sini dan ngacir ,,

"Semoga saja tidak terlalu dekat dengan air" kata alfan
"Memang kenapa?" tanya rangga
"Kalau ular itu sudah mandi ,, mungkin dia akan kembali ke sini dan kita akan habis jika tidak membunuhnya" kata alfan
"Bagaimana bisa?" tanya mimi
"Ular itu sebenarnya hewan yang suka kebersihan, dia mudah jijik juga dan merasa sangat tidak nyaman kalau sisiknya lengket lengket ,, dan garam itu memiliki sifat lengket juga" kata alfan
"Bagaimana kalau gula?" tanya rini
"Makin baik tapi juga makin buruk untuk hal lain" kata alfan 
"Aku tidak mengerti" kata rini
"Jika menggunakan gula ,, maka semut yang punya giliran" kata alfan ,, rini dan mimi tertawa ,,
"Hanya semut itu kau anggap berbahaya?" tanya mimi

Alfan dan rangga saling pandang ,,
"Kau kira semut di hutan itu seberapa kecil?" tanya alfan
"Tak beda dengan semut di rumah" kata rini
Sekarang giliran alfan dan rangga yang terbahak
Dua gadis sama tercengang ,,
"Memangnya bukan?" tanya rini
"Duapuluh semut hutan mampu menyembunyikan sepatu yang sekarang kau pakai ,," kata rangga
Tentu saja gadis gadis ini melengak ,,
"Kenapa tidak pakai api saja? Semua hewan toh takut api?" Tanya mimi kemudian ,, alfan mengangguk
"Benar sekali ,, yang berbahaya adalah kebakaran hutan ,, kau malah akan menyusahkan dunia" kata alfan
Benar sekali ,, apalagi kemarin kemarin telah terjadi kebakaran hutan yang membunuh banyak sekali spesies dan manusia ,,

Alfan dan kawan kawan bisa aman untuk sementara ,, tapi kemudian mereka terkejut ketika ada suara mengaum ,,
macan ,, 
Kebetulan gadis gadis ini sama bisa memanjat ,,, jadi mereka yang sampai duluan di pucuk pohon sana ,, alfan dan rangga baru setengah jalan ,,
"Mampus luh mampus luh mampus luh" teriak rangga hampir jerit jerit ,,
Alfan nyengir memandangnya ,,, yang dia pandang bukan si rangga ,,, melainkan sebuah pagoda yang terlihat sangat kecil di kejauhan sana ,,

Alfan mengeluarkan teropongnya ,,
"Sekitar sepuluh kilo meter jika kita langsung sampai ,, mungkin bisa empat kali lipat jika kita tersesat ,," kata alfan
Di bawah sana ada dua harimau yang dengan sabar menunggu
Dua hewan ini memang sabar ,, hei ,, asal kau tau saja ,, predator murni itu malah yang sabar ,, seperti gurumu itu ,, semakin dia sabar ,, pasti di baliknya tersembul sesuatu yang lain ,, dan itu sangat mengerikan ,,

Seperti sekarang ,, semua juga merasa gentar juga karena ada kucing besar di bawah sana ,,
"Kenapa tidak di bunuh saja?" Tanya rangga ceplos saja
Alfan menggeleng
"Harimau kita hampir punah ,, apa kau ingin mengurangi jumlah mereka itu?" Tanya alfan ,, tidak ada yang menjawab

Sekarang alfan menemukan ide ,, kalau di kartunkan ,, mungkin di atas kepalanya akan ada lampu menyala ,,
Dia mangambil ketapel pada tasnya dan sekarang dia mencul dahan demi dahan dan mencuilnya kecil kecil

Hanya saja kayu itu tidak sebagus batu ,,, mau bikin macan pergi malah gagal ,,
Terpaksa sore ini mereka bermalam di atas pohon ,, alfan dan rangga mengeluarkan tali dan mengikat kedua ketiak mereka di tempat yang cukup kuat ,, kedua gadis melakukan hal serupa ,,
Tempat yang mereka huni tidak terhitung sempit ,, untuk tidur pengganti juga cukup sekali ,,

Hanya saja ,, siapa yang bisa tidur di tempat seperti ini ,, apalagi di bawah masih ada yang menunggu ,,
"Perjalanan ini ,, terasa sangat menyedihkan ,, lagu ini agaknya harus merubah lirik" kata alfan
"Perjalanan ini, terasa sangat menyebalkan" kata rangga dengan tertawa ,, alfan mengangguk membenarkan ,,
Bagaimana tidak sebal? , Kalau ini terjadi padamu, lantas apa yang ingin kau lakukan?
Goaaarr "tiba tiba dari hutan terdengar suara mengerikan ,,
Yang mendengar pasti merinding ,, bahkan macam yang sabar itu sama lari terkencing kencing

"Sekarang apa lagi" keluh rangga ,,,
Alfan berpikir ,,
"Aku orangnya berpengetahuan dangkal ,, tapi di borneo tiada gorila" kata alfan ,,
"Apa tadi suara gorila?" tanya rangga
"Entahlah ,,, tapi apapun itu ,, pastilah mahluk besar" kata alfan sambil memandang matahari yang terbenam itu ,,,
Mereka sekarang bisa tidur walau bergantian ,, 
Suasana tidak terlalu gelap karena terang bulan

Perlu kau ketahui ,,, hewan siang tidak bekerja di malam hari,
Hewan malam juga tidak bekerja di siang hari, mereka punya sistim gilir yang rapi ,, 
Hanya saja ,, hewan malam itu sembilan kali lebih ganas dari hewan siang ,, mereka juga merepotkan sekali ,,
Seperti burung hantu ,,
Berbicara soal burung hantu ,, alfan dan rangga sibuk juga ,, mereka di serang beberapa burung hantu sialan ,,

"Mampus mampus" sela rangga sambil mengipat apitkan golok yang kebetulan dia bawa ,, tak perlu hawatir membunuh burung hantu ,, golongan seperti mereka ini susah punah ,,
Tpi, boro boro mau bunuh, selembar bulupun tidak terkena ,,
"Cieeet cieeet" burung burung hantu ini juga berteriak teriak seolah bilang "mampus luh mampus luh"

Tapi bagaimanapun juga manusia itu mahluk yang kuat dan tahan lama ,, burung burung itu sudah pergi ,,
Alfan dan rangga menggos menggos ,, nafasnya berburu
"Napa gak mampus aja tuh burung" kata rangga ,,
Alfan nyengir ,,
"Masih untung mereka pergi" kata alfan ,,
Memang untung ,,

Pagi ini mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah pagoda ,,
Tak lupa semua mencekal senjata masing masing ,,

Hutan yang mereka masuki ini makin lebat dan tentu saja makin gelap ,, hanya saja mereka sekarang masuk ke tempat sialan ,,
Tempat ini adalah rawa ,, agak berkabut padahal siang
Jarak dua puluh meter sudah tidak terlihat jelas

Alfan berhenti ,, yang lain juga berhenti ,,
"Ada apa?" Tanya mimi, rangga memberinya tanda agar diam
Terdengar suara ,, alfan menyiapkan senapan buatanya untuk berjaga ,, rangga bersiap dengan goloknya
"Kresek kresek" terdengar suara berkeresekan ,, rasa tegang mencengkeram alfan dan kawan kawan ,,
Asal suara itu merasa dekat sekali dengan mereka ,,
Alfan menarik pegasnya ,, tegang juga dia ,, 

Dalam hitungan ketiga ,, bentuk dari asal suara tadi akan terlihat
Satu, dua, daaann ,, hampir alpan membanting senjatanya ,, rupanya kelinci,
Yang lain mengambil nafas lega dan 
"Srett, clekk" tiba tiba ada sesuatu yang menelan kelinci itu ,, orangtua ,, maksut penulis adalah I'buaya'h ,, buaya buaya, masa gak ngerti -__- "
Alfan sampai meloncat karena hewan sialan ini rupanya berada sangat dekat denganya ,,
Yang sialan adalah buaya buaya ini tidak hanya satu ,,
Ada masalah serius lagi ,, tawon gung ,, lebah yang besar besar seperti kumbang gajah ini datang dengan berisik ,,
Semua terkejut setengah mampus ,, 

Tapi alfan termasuk tangkas ,, dia mengeluarkan obatnyamuk semprotan dan dengan menutup hidung dia menyemprot kesana sini ,, yang lain melakukan hal sama ,, rangga yang bertugas menjaga diri dari buaya ,,
Masalah tawon sih tak perlu hawatir ,, mereka adalah golongan mustahil punah macam tikus ,, apalagi hewan yang polos dari hutan itu malah sangat sensitif dan muudah keracunan jika kena kimia ,, mereka belum terkalahkan ,, jadi kebanyakan mereka langsung mampus ,,

Beberapa buaya pun luka luka dan di bawa ke rumah sakit oleh teman mereka ,, 
Hujan serangan sudah berhenti ,, alfan dan kawan kawan pun pergi dari sana sebelum serangan susulan di mulai ,, 
Makin lama mereka makin masuk ke dalam hutan ,, bahkan tempat dengan tumbuhan dan hewan unikpun telah mereka temui ,,

Hutan ini memang melarang orang masuk sangat jauh ,, tapi alfan dan yang lain memang butuh menembus hutan ini ,,
Alfan memandang kompas yang dia bawa ,,, memang ,, kalau kau tidak mau mampus di hutan ,, maka bawalah kompas ,,
"Kita agak miring ke barat" kata alfan
Mereka pun merubah arah sedikit ,, berhari hari mereka berada di hutan ,, makanan mereka pun habis ,, rasanya hidup ini sangat tersiksa ,, alfanpun nyengir saja ,, dia sekarang termasuk orang punya ,, tapi di hutan mau kau apakan yang namanya uang itu ?

"Aku lapar sekali" kata mimi dengan lemas ,,
"Semua sedang lapar nak" kata rangga ,,
Mimi tak bicara lagi ,, kebetulan rini melihat ada sungai ,,,
Dia minta waktu luang untuk mandi ,, yang lain pun ikutan ,,
Mereka mandi bergantian ,,,
Rangga kebetulan juga melihat ada beberapa ikan di sana ,,
Dia menemukan kayu yang kira kira ada satu setengah meter ,, kayu ini kira kira segenggaman saja ,, dia mendekati tempat tempat ikan dan dia dengan tusuk demi tusuk ,,,
Alfan yang memandangnya itu geleng geleng kepala ,,
Dia mengeluarkan jaring yang dia gulung rapi ,, jaring ini lebih cocok di sebut pukat harimau kecil karena lubang lubang pada jaring ini kecil ,, 
Setengah jam kemudian ,,
Rangga cengar cengir dengan membawa tiga ikan sepanjang sejengkal yang lebarnya ada se telapak tangan ,, 
Ikan ikan ini tertusuk ,,,

Hanya saja dia lantas melongo ketika melihat alfan dan yang lain lain sudah makan ikan yang besar besar ,, 
"Dapet dari mane lu bro?" tanya rangga 
Alfan sudah membuat ikan bakar dengan bumbu garam dan kecap serta beberapa cabai yang di dapat dari hutan ,, cabai liar rasanya jauh lebih enak dari cabai cabai tanam ,,
"Makan saja ,, jangan terlalu kenyang agar tidak menghambat" kata alfan ,,
Rangga nyengir saja sekarang ,, dia kalah cara ,,
Memang ,, pukat harimau itu di larang untuk mencari ikan dalam skala besar ,, tapi untuk bertahan hidup di hutan sih agaknya tidak masalah ,,

,, 

Di sisi sana ,,,

Sebuah ruang yang gelap ,, hanya ada monitor saja ,,
Monitor ini pun mode redup ,, 
Seorang yang menggunakan topeng dari besi yang hanya menutupi bagiah kedua matanya memandang ke monitor
Di monitor ini tidak ada gambar gambar berarti ,, hanya sebuah kalimat saja ,, 

"Bunuh dan hilangkan" hanya tiga kata saja ,,
Si topeng ini masih duduk saja ,, satu jam ,, tiga jam ,, tak ada gerakan ,, lima jam ,,
"Tok tok" ada yang mengetuk pintu ,,
"Klek" ada yang membuka pintu ,,

Terlihatlah seorang yang memakai jaket kulit ,, badanya termasuk kekar juga ,, perawakanya tinggi kekar, dengan sebuah tato ular menghiasi lehernya ,, 

Si kekar ,, atau yang panggil saja si leher ular ,, sekarang dia sedang berjalan ke arah si topeng besi ,,
"Ada panggilan?" Tanya si leher ular ,,
"Benar" jawab si topeng singkat jelas ,,

Si leher ular membungkuk duluan dan si topeng sudah mengangsurkan beberapa lembar ,,
Satu lembar terisi sebuah foto ,, ada dua lembaran ,, lembaran pertama bertulisan seorang bernama alfan ,, ciri cirinya memiliki wajah cakap tubuh tegap dan selalu membawa kartu judi kemana mana ,, lembaran kedua adalah seorang gadis ,, gadis ini memiliki wajah yang benar benar cantik ,, matanya bening imut dengan hidung mancung ,, kulitnya kulit agak kekuningan ,, entah siapa dia ,, hanya tertulis nama marlin, nama yang cantik 
Si leher ular sudah pergi ,,

Alfan terbangun dari tidur ,, mimi juga ,, mereka mendengar suara sesuatu ,, ada suara langkah ,, alfan mengeluarkan kartunya dan bersembunyi ,, penulis pernah bilang bahwa alfan bukan orang pintar ,, tapi cukup cerdik untuk bertahan hidup ,,

Nyatanya sebentar saja dia sudah bisa menemukan ide ,,
Kasihan rangga ,, dia tak tau kalau telah di dekati beberapa orang sialan ,, orang orang yang biasa saja ,, hanya saja mereka membekal golok ,,
Alfan mengeluarkan kartu besinya yang khusus ,, kartu yang ini memiliki lubang di tengah agak mundur ,, alfan memakal besi pelapis jarinya dan merekatkan slotip yang saangat tipis ke bagian depan kartunya ,, slotip atau orang jawa mengebutnya solasi kertas ini berwarna hijau dengan bau macam alkohol ,,
Ini adalah racun kimia ,, alfan memainkannya dengan cepat dan terlatih sekali ,, kali ini dia menunggu pendatang ,, rupanya ada empat orang yang datang duluan ,, 

"Bunuh?" Tanya salah seorang dengan berbisik ,,
Seorang yang terlihat paling preman mengangguk ,,
Alfan tidak mendengar ,, tapi mimi mendengar ,, dia memberi aba aba pada alfan dan alfan langsung melemparkanya dengan setengah energi ,, jarak sekitar empat meter ,, jarak tempo cilik ini membuat bidikan alfan tentang beberapa bagian tubuh orang orang ini ,,
Alfan tidak menggunakan racun pada seorang pembunuh sialan ini ,, dia ingin mengintrogasi ,, dia ingin keluar tapi mimi memegangnya ,,
"Ada seorang yang bersembunyi ,,, kartumu tipis sekali sampai tidak terlihat oleh seorang yang sembunyi ini" kata mimi ,,
Alfan mengangguk ,, dia mengeluarkan senjata apinya dan dia mencari kemana mana ,, rangga pun bangun, rini juga dan mereka kaget mengetahui ini ,,

"Mungkin yang bersembunyi ini menggunakan senapan jarak jauh ,," batin alfan ,, ya ,, memang orang yang di balik pohon sana memang menggunakan senapan jarak jauh ,, tapi dia tidak berani menunjukan tempat sembunyinya sebelum menembak yang bersembunyi ,, lagipula yang dia cari adalah alfan ,, bukan rangga
"Jangan bergerak sedikit pun ,," kata alfan ,, mimi mengangguk

Alfan berpikir sekarang
"Mungkin akan makan waktu lama untuk menunggu ini ,, aku harus membuat pecahan" batin alfan sambil memasang silent atau yang biasanya di pasang pada senjata api hingga tidak terdengar ledakanya itu ,, kebetulan alfan melihat sebuah sinar sekresi dari sinar matahari yang tidak tersaring daun daun di atas ,,
Alfan ada ide ,, dia mengambil kartu yang juga khusus ,, kartu ini tipis sekali ,, juga tajam sekali ,, bobotnya cukup untuk melakukan lemparan sepuluh sampai lima belas meter ,, sekarang alfan melemparkan kartunya ke rembesan cahaya tadi dan dia fokus pada kuping dan mata ,,
"Dorrr" terdengar suara teriakan ,, rangga dan rini yang terkejut mendengar ledakan itu sama berjingkrak ,, 
Mereka juga kaget mengetahui ada orang jatuh dari atas pohon ,,
Rupanya tadi bukan di balik pohon ,,

Alfan keluar persembunyian dan dia mengambil senapan laras panjang milik si sialan yang baru jatuh dari atas pohon itu,
Alfan mangut mangut ,, senjata laras panjang identik dengan "berat" ,, tapi senapan ini antap antap ringan ,, tidak terlalu berat ,,
Si sialan ini membawa tiga kotak amunisi ,,, perkotak berisi dua puluh biji saja ,, 
Selain benda ini ,, si sialan ini sama sekali tidak membawa apa apa ,, mayat bergolok tadi ada tiga, satu sudah kabur dan alfan baru sadar tentang itu ,,
"Sial ,, ini sialan sekali" batin alfan 

Tapi tak apa ,, asal kawanya selamat ini masih baik baik saja ,,,
Apalagi alfan mendapat sniper ringan dengan daya bunuh bagus,

Sekarang alfan baru merasakan bahwa dunia ini berbahaya sekali 
Untung latihanya cukup bagus ,, tapi ya ,, dia main bokong untuk bertahan hidup ,, dan ini memalukan sekali ,,

Pagodanya sudah dekat ,,
Alfan yang naik pohon itu sudah melihat pagodanya ,,
"Pagoda inikah yang kau maksud?" Tanya alfan pada rangga ,,
Rangga mengangguk ,, dia berpikir
"Bukan tidak mungkin ada sejenis ranjau ranjau sialan ,,, kita harus berhati hati di jalan" kata rangga ,, alfan mengangguk ,,

Ya, nasib alfan dan kawan kawan cukup sialan ,, hal ini di sebabkan oleh ,, yaa ,, ranjau sih tak ada ,, yang ada hjanya lubang pada tanah ,, lubang sedalam beberapa kilo meter dengan diameter seratus dua ratus meter ,, orang menyebutnya kesenjangan ,,

Alfan tersenyum masam ,,, kesenjangan ini tak memiliki jembatan ,, 
Sudah beberapa puluh kali mereka memutar mutari pagoda yang memiliki dinding luar macam istana secara diam diam ,, dan adanya penjaga penjaga dengan senjata api adalah alasan alfan dan kawan kawan mengitari jurang dengan diam diam ,,

"Kita cari pohon" kata rangga dengan bisik bisik ,, alfan tak mengerti rencananya, tapi dia ikut saja ,, akhirnya mereka menemukan pohon besar dengan akar yang menonjol nonjol ,, akar akar ini melunjang lunjang sampai bagian bawah akar yang memang berlubang ini bisa di jadikan tempat sembunyi yang nyaman ,, 
Rangga ingin masuk ke sana tapi alfan memeganginya ,, rangga memang cerdik ,, tapi alfan lebih "ber ide" ,, alfan juga hati hati sekali orangnya ,, dia mengeluarkan semprotan obat nyamuk dan sebuah lilin yang menyala ,, alfan menyemprot api lilin tersebut dan api memancar ke dalam terowongan sialan itu ,, 
Sebenarnya ini berbahaya karena memicu kerusakan jika terhirup langsung oleh manusia ,, ini juga bisa menyebabkan kebakaran ,, tapi tempat ini tidak terlalu banyak daun kering dan alfan langsung menjauh setelah menyemprot ,,
Hasil dari perbuatan ini adalah munculnya beberapa kelabang dan ular ,, bayangkan saja jika rangga langsung masuk ,,
Tempat ini cukup luas juga sampai cukup untuk menyimpan barang
Semua membekal golok ringan dan senjata andalan ,,,
Alfan membawa senjata api semi autonya satu, satu lagi dia serahkan rangga ,, dia membawa kartu dan sebuah senjata api saja
Mereka memasang silent pada casing peluru agar tidak mengeluarkan suara ,, ini adalah gerakan rahasia,
Oh iya ,, mereka tak lupa sarung tangan untuk berjaga jaga akan sesuatu ,,

Selanjutnya ,, yaa ,, selanjutnya mereka menunggu ,, menunggu dengan sialan ,, menunggu bagaimana cara kerja dunia di sana itu
Hal paling merepotkan sekarang adalah makan dan minum

Jika terjadi hal seperti ini kepadamu ,,, maka penulis akan memberikan beberapa tips sialan ,, 
Ular ,,, ular adalah hewan yang di haramkan untuk di makan oleh orang muslim ,,, tapi kalau kau sedang benar benar sialan ,,, maka kau bisa cicipi mahluk malang ini ,, ini khusus kau yang tidak mudah jijik ,, cara mencarinya sih simpel saja ,, kau cari saja serangga serangga kecil ,,, kau kumpulkan mereka dan hancurkan agar mereka mengeluarkan bau memuakan ,, dan lagi ,, kau harus menyingkir agak jauhan dan menunggu paling lama setengah jam karena paling sedikit ,, ular yang datang ada lima ,, nah lalu kau siapkan kayu yang cukup kuat dan lancip ,, untuk melukai si ular dan tangkap lalu sembelih ,, selanjutnya kau tau apa kerjamu ,,

Kedua ,, jika kau jijik dengan yang di atas ,, maka jadilah vegetarian ,,, cari daun daun yang batangnya berwarna sama dengan daunya atau tanaman dengan daun tipis yang tak berbau ,,, kau harus teliti dan samakan dengan saran penulis di atas karena yang tidak penulis sebutkan bisa jadi memiliki racun ,, yaa ,, racun racun itu mungkin tak akan langsung membunuhmu ,, hanya membuatmu mual dan demam saja ,, tapi itu cukup untuk membuatmu tak berdaya jika ada hewan buas ,, 
Cara mengolahnya sih simpel ,, beberapa tanaman yang penulis sebutkan di atas tak perlu kau masak karena penulis memilihkan makanan yang bisa mentahan ,, kau hanya butuh sedikit garam agar tidak mual karena rasa hambar dan sedikit pahit ,, dan lagi ,, kau jangan lupa membawa korek dan plastik agar kau bisa hidup di hutan ,,

Cara ketiga ini agak sialan juga penulis menyebutnya ,,
Panggil saja cara kampret ,, lumayan x trim juga ,,
Kau cari pohon yang di datangi oleh hewab hewan vegetarian ,, 
Biasanya pohon tersebut memiliki buah yang masam tapi cukup aman untuk di konsumsi manusia seperti kau ,, yaa ,, ini belum sialan ,, yang sialan itu berada pada hewanya ,, mungkin semut ,, mungkin tawon ,, mungkin sejenisnya ,, dan tentu saja kau tau apa yaang bakal terjadi jika kau terlalu mendekat ,,, dulu sih waktu malang melintang ,, penulis masuk hutan selama dua minggu ,, tentu saja kesasar ,, dan penulis menemukan hal ini ,, kebetulan di hutan banyak tawon dan semut ,, mereka berada dalam ukuran besar ,, yaa ,, sepuluh semut dapat menyembunyikan jari kelingkingmu ,, nah ,, penulis melihat ada batu ,, penulis sambit itu buahnya ,, kalo kebetulan pas tentang tawon ,, maka penulis bersembunyi di tempat legukan sambil mengeluarkan semprotan obat nyamuk, , kau tak perlu hawatir tentang jumlah tawon ,, mereka juga seperti semut ,, susah punah

Cara selanjutnya ini adalah cara simpel ,, di hutan kadang ada bambu liar, dan bambu muda yang belum memiliki batang ,, atau sebut saja bayi bambu ,, (orang jawa menyebutnya -bung-)
Penulis ambil ini bung sekiranya cukup untuk makan, penulis mengupasnya dan memotongnya kecil kecil lalu memasukan dalam rendaman air garam ,, makin asin makin bagus ,, kau tak perlu memasaknya karena garam bisa menghilangkan efek gatal pada bung tersebut ,,, kau bisa memasaknya ,, atau kau juga bisa memakanya langsung ,, kalau di makan mentah ,, gal yang terjadi adalah kau akan merasakan sedikit pahit, kecut, getir ,,, tenang saja ,, penulis bilang hanya sedikit karena yang paling tebal kau rasakan adalah asin ,,,

Terakhir ,, penulis menyebutnya teori greget ,, tapi hal ini yang paling sering penulis lakukan waktu di hutan ,, lumut dan jamur,
Lumut memiliki konten bagus ,, biasanya juga mengandung air dan oksigen ,,, kau hanya perlu membersihkan sedikit tanah pada bokong lumut ini dan kau tinggal telah bersama air putih ,, kau akan merasa segas setelahnya ,, tak pakau air putih tak masalah ,, yang satu ini juga sangat tidak menjijikan ,, bahkan biasa sekali ,,, rasanya pun hambar saja ,, ingat ,, pastikan tidak ada hewan tersisip di lumut dan langsung telan ,,
Jamur sih kau tentu tau cara mengolahnya ,, hanya saja penulis ingin membagikan teori keparat saja ,, memilih jamur ,, patahkan batang jamur ,, jika ada serabutnya ,, maka lekas cuci tanganmu dan jangan kau makan karena itu beracun ,, cari yang bagian dalam batangnya normal atau lentur ,, jangan yang berongga karena itu kadang memabukan ,, cari jamur yang tidak totolnya karena yang ada totolnya itu menyehatkan ,, yaa ,,, penyakit hilang ,, nyawapun melayang ,, kau cari jamur yang warnanya polos dan mengarah ke warna cerah ,, kalau tidak ya jangan salahkan penulis jika tiba tiba kau pusing ,,
Dan carilah jamur yang tidak mengeluarkan bau sama sekali karena jamur yang berbau ,, kadang di gunakan untuk mengobati penyakit hidup ,, ya ,, penyakit hidup ini bakal hilang ,, hidupnya langsung hilang ,, alias ,,, mampus ,,

Kebetulan alfan menemukan cara yang penulis suka ,, lumut dan jamur ,, gadis gadis sama memasang wajah jijik ,, tapi melihat alfan tak merasakan apa apa mereka jadi kepingin ,, mereka mencoba sambil membersihkan sdikit tanah pada lumut ini dengan pisau kecil dan akhirnya yaa begitulah ,, alfan memandang rangga yang sama sekali tidak doyan beginian ,, alfan tersenyum senyum ,, dia menerjang ke arah rangga dan mengkiting tanganya lalu gadis gadis ini membuka mulut rangga dengan paksa dan melolohkan lumutnya ke sana ,, mau teriak juga tak bisa ,,, 
Hal ini aman aman saja ,, efek sampingnya hanya keselek saja 
Rangga mau tak mau menelanya juga ,,, 

Sekarang semua sudah kenyang ,, berbareng dengan itu dari atas terdengar suara kopter ,, alfan dan yang lain melihatnya ke arah istana ,, 
"Aku mengerti sekarang" kata rangga dengan berbisik ,,,
"Apa?" Tanya alfan ,,
"Mereka menggunakan wahana udara" kata rangga ,,,
Yaa ,, memangnya dengan cara apa lagi? ,, Yang namanya peringan tubuh paling logika dimiliki oleh orang yang sangat sakti juga hanya mampu loncat ke genting rumah tak bertingkat saja
(Penulis pernah melihatnya) dan tentu saja tak akan sampai pada jarak dua ratus meter ,, 

"Atau mungkin" rangga berhenti sebentar ,, dia memandang tembok besar itu ,, alfan juga memandang tembok besar ini ,,, bagian sudut dari tembok ini terpisah. ,, Mungkin kau mengerti yang penulis maksudkan ,,
"Ada banyak helikopter datang" kata mimi tiba tiba ,, alfan dan yang lain memang mendengarnya ,, dan mereka juga merasakan tanah sedikit bergetar ,, 
"Atau mungkin tembok itu adalah jembatanya" kata rangga kemudian ,, tak perlu di katakan lagi ,, memang begitulah hal yang terjadi ,,, alfan memandang tembok itu ,, kira kira tingginya juga seratus meter saja ,, rangga tau yang di pikir
"Bukan mustahil kalau pada dinding dalam ada besi lurus yang bisa di jadikan jembatan susulan" kata rangga ,,
Alfan mengangguk paham ,, 
Tembok akan terbuka ,, tentu saja banyak sekali yang bakal keluar ,, 
"Mungkin banyak sekali yang bakal keluar ,, bukan mustahil kita di temukan ,, dan kau tau selanjutnya kau pasti tau yang terjadi" kata alfan ,, rangga tau akan hal ini ,,
"Kita memanjat pohon yang paling lebat" kata rangga kemudian
"Kita akan terkena kopternya" kata alfan ,,
"Tidak jika kita menemukan yang lebat" kata rangga ,,
Alfan berpikir ,, dia menengok ke sana sini ,, tidak ada pohon yang benar benar lebat di sini ,, rangga juga baru sadar akan hal ini ,,
Alfan memandang tembok yang terbelah menjadi banyak itu ,, ya, tembok ini di gantikan oleh beberapa ekor jembatan sambung yang kuat ,, jembatan jembatan ini terbuat besi besi sialan ,,,

Keluarlah banyak tim yang terdiri dari beberapa jenis orang ,, tua muda ,, laki perempuan ,, mukanya ada yang cakep ada yang sialan ,, mungkin mereka adalah tim yang benar benar telah terlatih ,, terbukti dari sikap sikap mereka yang diam tidak bicara ,, mereka berpencar kemana mana ,, tak jarang pula ada mobil mobil dan motor yang keluar dari situ ,, ada banyak pula kopter kopter sialan ,, sialnya lagi adalah jembatan ini tiba tiba anjlok dan jatuh ke bawah 

Tempat itupun sepi ,, yang terlihat hanya sebuah pagoda dan banyak generator generator penggerak yang cukup besar ,,, dan taukah kau? Alfan dan kawan kawan sudah di sana ,,,
Caranya sih cukup menarik ,, besi yang menjadi jembatan tadi memiliki sisi bawah yang berlubang bekas fondasi ,,, dan alfan serta kawan kawan tadi mengeluarkan tali untuk panjat tebing di sisi jurang bagian luar ,,, lalu mereka.menggelantung di jembatan besi ini secara cepat ,, akhirnya mereka sampai di sini ,,

Alfan dan kawan kawan berindap indap kesana sini dan mereka menemukan tempat ini penuh dengan barang antik ,, hanya tidak ada manusia satu pun juga ,, alfan jadi curiga ,, 

"Kenapa tidak ada sesuatu pun yang hidup di sini?" tanya mimi
Tidak ada yang menjawab ,, semua sedang sibuk ,,
Rangga yang tidak bergerak sama sekali ,,
"Bahkan data data yang mungkin penting juga tidak di bawa" gumam rangga berpikir ,,, dia melikir ke arah jam besar ,, jam dinding yang juga memiliki digital yang cukup besar ,, dia melihat jarum paling pendek menuju ke angka lima
Sekaran jam tujuh belas ,, 
Semua duduk di sana tapi rangga tidak ,, dia mondar mandir ,,
"Kau macam setrika saja" seloroh rini si cewek centil ,,
Rangga mengangguk saja ,, biasanya cewek akan langsung diam kalau begini ,, 

"Tik tok tik tok tik tok" suara jarum jam seolah menggema di malam yang sangat sepi ini ,, rangga masih mondar mandir sambil kadang melirik jam besar ,,, anehnya ,, digital jam sialan ini tidak menyala ,,, 

Beberapa jam kemudian ,, alfan dan kawan kawan sudah pada ngorok ,,, tiba tiba rangga menendang kaki alfan sampai si empunya kaki melonjak kaget sekali ,,, sengan mendongkol dia memandang rangga rapi ketika melihat ekspresi rangga yang sangat kaget itu dia tidak jadi marah, , yang lain juga kebagian kaget ,,
"Di sini pasti di pasangi bom" kata rangga ,, 
"Kamera itu adalah layar dari bomnya ,,, sekarang kita harus cepat menyelidiki sebelum mampus gratis hidup kita" kata rangga
"Menurutmu dimana bomnya?" tanya alfan
Rangga menunjuk ke kabel yang cekup besar yang menempel pada digital besar itu ,,
Alfan berpikir sejenak ,, dia mengikuti arah kabel kabel tersebut dengan pandangan matanya ,,
"Benar ,, disana" kata rangga yang tau jalan otak alfan ,,
Ya ,, sekarang mereka mengikuti arah kabelnya dan kabel yang tidak kecil ini menuju ke sebuah tempat ,,, ruang bawah tanah yang sangat ke bawah ,, bahkan nafas alfan dan kawan kawan sudah sangat sesak ,,

Kebetulan ada tabung oksigen di atas sampai rini yang mau bersusah payah itu berhasil membuat alfan dan kawan kawan bisa napas normal lagi ,, udara di sana makin dingin ,,, 
Tapi akhirnya tempat ini memiliki ujung ,, entah kedalaman berapa ini ,, alfan melihat banyak sekali tong tong kayu bertulisan "TNT"
Kau sudah tau kan kalau ini dinamit? ,, Ya pokoknya itulah ,,
Alfan tidak hanya melihat sedikit saja ,, ada banyak sekali TNT sialan itu ,,

Rangga melihat sebuah sesuatu yang listrik listrik sialan itu ,,
"Benda ini akan meledak jika setelan pada jam di atas telah habis ,,, cara kerjanya ,, benda ini akan menerima sengatan listrik voltase umum dan akan meledak ,, lalu pada saat itulah ledakan yang tidak besar dari benda ini akan sampai ke kotak kotak berisi dinamit wortel ini "kata alfan yang memang mengerti elektrikan

Rangga mengerenyitkan dahi ,,
"Kalau dugaanku tidak salah ,,, ini akan menghancurkan tempat ini sampai rata oleh jurang ,,," kata rangga ,,
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya rini tak tenang ,,
Alfan memutar bola matanya dengan asam ,,
"Entahlah ,,, mungkin menunggu mampus" jawab mimi gegetun

Rangga membuka tutup TNT sialan ini dan terlihat batangan batangan merah mirip wortel itu ,, ada beberapa granat nanas juga

"Ada tiga jalan agar kita tak mampus ,,," kata rangga serius
"Pertama kita pindai benda ini ,,, kedua kita ambil penyulut bomnya itu menggulung ke tempat jauh ,, ketiga kita matikan dulu jam di atas" kata rangga serius ,,
Dia memandang semua orang dan dia mendelik melihat alfan biasa saja ,, 
"Menurut kalian mana yang lebih enak?" Tanya rangga ,, dia bilang "kalian" tapi mendelik ke alfan ,,
"Kalau kita memindai dinamit dinamit ini kan enak? Juga lebih aman" kata rini ,,, rangga berpikir sejenak
"Untuk barang sebanyak ini kan butuh banyak waktu" kata rangga
"Kita matikan jam nya?" tanya rini
"Terlalu jauh" jawab mimi
"Kalau begitu tentu menggulung benda ini" kata rini dengan tertawa ,, tapi rangga terfikir lain ,,
"Yang ku hawatirkan adalah ,,, kita tak tau waktu meledaknya ,, bukan mustahil kita nantik akan terkena ledakanya jika waktunya sudah habis" kata rangga ,,
"Ledakan apa? ,, Toh kita menggulung benda ini?" tanya mimi

"Kau gagal memahami rupanya" kata alfan ,, mimi mendelik ,,
"Yang akan kau gulung itu juga mengandung ledakan ,, walau bukan ledakan besar itu sudah cukup membunuh kita semua" kata rangga menjelaskan ,, mimi merasa malu juga karena otaknya dogol ,,
"Jadi jalan buntu ya?" Tanya rini gelisah ,,,

Rangga memandang alfan yang mengeluarkan golok itu 
Alfan mendekati kabel yang lumayan besar itu dan memotongnya
Rangga sampai berteriak Saking kejutnya ,,,

Beberapa saat kemudian ,, 
Terlihat sebuah meja makan di sebuah ruang yang redup ,, di meja makan yang cukup untuk tidur satu orang di tekuk ke samping itu ada beberapa makanan enak ,, dan ada empat orang yang menghadap ke makanan itu ,, ya alfan dan kawan kawan
Mereka kebetulan menemukan makanan baik di sana ,,,
",,, Jadi ,,, ketika kau membacok tadi ,, aku benar benar kaget ,, kukira bom bom itu akan meledak ,, tapi sampai saat ini ya seperti itu ,, benar benar tak ku sangka ,, bagaimana caramu melakukany?" Tanya rangga sambil menyantap makananya
Alfan sudah selesai makan ,, dia merokok sekarang ,,
Semua rokok di sana ,,
"Simpel saja ,, benda tadi menerima listrik sebagai stimulus booming ,, kalau tak ada listrik kan tak meledak ,, gitu aja kok repot" kata alfan ,,
"Bukankah bom waktu biasanya punya peledak otomatis?" Tanya mimi ,,, alfan mengangguk ,,
"Di sebabkan pemilik tempat ini berpikir bahwa tempat ini akan hancur ,, mereka berpikir seperti itu sampai berpikir tak perlu memakai ledakan otomatis ,," kata alfan ,,

Dia memandang dompetnya ,,, di dompet ini hanya terisi beberapa lembar uang ,,, tiga lembar kartu khusus ,, dan sebuah foto ,, foro kecil alfan ,, dulu dia pernah potret potret dengan seoranggadis yang sekarang entah kemana ,, biasa, minjem minjem punya kawan kawanya, rangga sudah sering melihat hal ini ,,,

"Tempat ini penuh dengan arsip arsip yang banyak, mungkin akan sangat berharga jika kita selidiki secara rinci" kata mimi
"Ya ,,, tapi mungkin akan agak lamaan" kata alfan
"Besok saja ,,, aku mengantuk sekali" kata rangga sambil menguap ,,,,
Ya mereka sekarang menuju tempat tidurnya ,, sebuah ranjang yang berlebihan juga ukurannya ,,, 
Semua sudah di periksa keamananya

Seperti dirimu kalau mau tidur ,,, kau mungkin menghayal sesuatu ,, mungkin tentang gebetanmu ,,, mungkin tentang hal lucu ,, mungkin juga kau menghayal seperti alfan sekarang
Alfan menghayal. 
"Kalau dinamit tadi ku jual ,, mungkin akan banyak sekali datangnya duit" batin Alfan sengan senyum senyum ,,,
Dia senyum senyum bukan karena apa ,, tapi dia menertawakan dirinya sendiri yang sekarang seperti selalu ingin duit saja

Siapa yang tidak mata duitan di dunia ini? ,, Selain tuhan agaknya tidak ada lagi yang "tidak butuh" ,, mungkin sekarang kau terfikir malaikat? ,, Heh ,, penulis tertawa pendek saja ,,
Malaikat itu tidak se mulia yang pernah kau pikir atau kau dengar
Malaikat itu tak lebih hanya robot berotak yang menunggu perintah saja ,, bahkan tidak berlebihan jika kita ras manusia ini lebih mulia dari malaikat ,, dan ya ,,, kau tau? ,,
Mereka juga membutuhkan sesuatu ,, misalnya ,, perintah tadi ,, 

Berbicara soal mulia antara malaikat dan manusia ,, jelas manusia jauh lebih mulia dari mereka yang di ciptakan dari cahaya ,, 
Mereka hanya robot berotak yang tak tau apa apa selain di perintah ,, mau berbuat baik di perintah ,, mau berbuat apapun mengunggu perintah ,, bukankah ini hanya membuat tuhan sebal?
Ya tentu saja ,, maka dari itu di ciptakan manusia yang jauh lebih mulia dari mereka ,, dan yaa ,, kau tau ,, penulis berkata seperti ini pun sudah tercatat dosa besar ,, besar sekali malah ,, jika ukuran dosa punya undang undang, , maka penulis akan terkena dosa pelecehan ras ,, dan ini adalah dosa yang sangat besar ,,
Dan ya ,,, kau tau kenapa penulis bilang seperti ini? ,, Ya, penulis hanya ingin memberi tahu kau kau para pembaca ini maksud tujuan tuhan ,, yaitu membuat mahluk yang mulia ,, "melakukan sesuatu kebaikan tanpa di perintah" ,, ya ,, 
Maka dari itu ,, pandanglah wajah penulis yang rela berdosa demi kalian para pembaca agar mengerti dan melakukan maksud tuhan di atas itu ,, lakukanlah maksud tuhan itu dengan sungguh sungguh ,, 

Alfan membuka mata ,, dia menemukan rangga dan rini sudah tiada ,, tinggal dia yang sekarang sedang memeluk mimi yang masih tidur macam kucing kecil kekenyangan yang sangat manja pada tuanya itu ,,,

Mengentahui hal ini alfan langsung mencelat karena berjingkrak kaget ,, di pagut ular pun tak akan sekaget ini dia ,,
 Mimi pun kaget karena kasur bergoyang hebat ,,, 
Dia seperti belum tau apa yang terjadi
Alfan mengusap keringat dingin dan tidak bicara apa apa ,,
Dia mandi duluan ,, di kamar mandi pun dia agak lama ,, seperti yang dulu dulu ,, kalau anak laki laki agak lama di kamar mandi maka jangan kau tanya dia sedang apa ,,
Mimi pun juga mandi ,,, dia juga lama di kamar mandi ,, entah apa yang di gosok ,,,,: D ,, if you know what i saying? 
(Rip english mode)

Alfan keluar kamar mandi ,, berbareng kamar mandi sebelah mimi juga keluar ,, alfan tak peduli tapi mimi peduli
"Kau lapar?" tanya mimi 
Alfan berpikir sebentar ,, kemudian dia mengangguk dengan senyum senyum ,, mimi pun dengan tersenyum membalikan tubuh
Alfan memandang rambut yang hitam subur dan gemuk itu dengan perasaan aneh ,, entah perasaan apa ini dia tak tau

Alfan mengaca sekarang ,,, dia memandang matanya ,, mata yang hitam ,, dia ingat betul ,, seperti inilah mata ibunya ,, tapi siapa ibunya? Dia tak ingat ,, yang dia tau hanya rumahnya terbakar dengan barang barang banyak yang tidak utuh ,, tiada orang satupun di rumahnya ,, 

Alfan tersentak kaget ketika pundaknya di tepuk seseorang
Dia memandang kaca ,, rupanya rangga yang berada di pantulan kaca tersebut ,,
"Ada sesuatu untukmu" kata rangga serius ,, alfan membalikan tubuh, dia tak pernah melihat rangga seserius ini ,, dia tau kalau ada apa apa ,,

Sebuah ruang sialan ,,, di penuhi oleh lemari lemari berisi arsip arsip sialan yang terlalu banyak untuk di sebutkan ,,,
Di sana ada satu komputer saja yang menyala ,, di sana ada rini yang melihat sebuah video di komputer ,, tergambar sebuah sel penjara dengan alat siksa ,, terlihat pula beberapa orang yang menyeret seorang gadis yang mukanya sudah bengkak penuh darah ,,, 

Alfan yang baru melihat kontan tersentak kaget ,, rupanya itu adalah seorang gadis yang dia kenal ,, dia melihat gadis itu di gebuki ,, di hajar ,, di tendang macam bola ,, 

Alfan teringat sesuatu ,,
"Berhenti ,, mundurkan sedikit" kata alfan ,, rini melakukan yang dia mau ,,, yaa ,, jaman sekarang untuk bisa memainkan komputer juga tak harus sekolah ,, rini tak sekolah ,, tapi dia cukup cerdas dalam bidang ini,

Video di mundurkan hingga bagian cambuk merobek baju punggung si gadis ,,, tak terlihat darah ,, yang terlihat hanya warna merah menjalar ,,

"Zoom" kata alfan ,, rini memainkannya ,, punggung itu sekarang terlihat jelas sekali ,, alfan tersenyum ,,
"Kukira aku tolol dan mereka juga mengira demikian" kata alfan dengan tersenyum ,, rangga melengak ,,
"Bukankah dia ,,,,,"
"Ah sudahlah ,, dia palsu ,, bahkan aku sudah tau lekuk tubuh gadis itu secara detail" kata alfan ,, rangga melongo ,,
"Aku jadi tolol secara tiba tiba" kata rangga
"Bukan begitu ,, hanya saja mereka lupa membuat beberapa tahi lalat di sana" kata alfan dengan hambar saja ,,
Rangga baru mengerti ,, dia melanjutkan mengumpulkan yang harus dia ambil ,,

Hanya saja ,, data penting yang sangat penting sudah di hapus di sana ,, tinggal beberapa data sialan saja ,,

Alfan arah jalan menelusuri tempat ini ,, 
Dia berjalan ke arah sudut sudut yang tak di duga ,, seperti bawah kursi ,, mengecek belakang lemari ,, memutar guci dan sebagainya ,, 
Dia belum mendapat apapun sampai akhirnya dia tertarik oleh sebuah kamar mewah ,, 
Kamar ini memiliki ventilasi (atau bagaimana tulisanya itu) yang menarik ,, 
Bentuk fentilasinya cukup melurus ke atas ,, tapi tipis tipis ,, lebih mirip bui ,, tetapi fentilasi ini tak menghubungkan ke luar ,, entah kemana ,, alfan menyenteri fentilasi fentilasi itu dan dia menemukan sesuatu ,, sebuah tombol ,, dia memencetnya sekarang, , 
"Grrttt" ada sebuah lubang terbuka ,, di bawah kursi ,, kalau saja alfan tak mendengar asal suara mungkin tak akan terlihat lubang ini ,, alfan memeriksanya ,, sebua tangga, 

"Semakin menarik" batin alfan dengan tersenyum ,,
"Kau menemukan apa?" Tiba tiba alfan di kagetkan oleh suara sialan ,, mimi ,, alfan mengelus dada ,, kaget sekali dia tadi ,,

Mimi juga sudah melihat lubangnya ,, dia menyenteri lubang itu hanya tangga saja yang dia lihat ,, 
"Aku akan masuk ke sana ,, kau menunggu di sini dulu" kata alfan sambil masuk ,, mimi menghalanginya ,,
"Aku ikut" kata mimi ,, alfan tau kalau si gadis ini gampang ngeyel ,, jadi dia biarkan saja ,, mereka punn masuk lubang yang mereka tak tau itu ,,
Mereka tak tau kalau ada sepasang mata yang melihat mereka ,,
Seorang bertopeng yang menyeringai ,, 
Orang bertopeng ini menyuplai senjata api dan senjata tajam berupa pedang pendek ,, 

Rangga ,, dia dan rini sedang mencatat ,,
"Klikk" ujung pensil rangga tiba tiba patah ,, rangga berhenti menulis sekarang ,, dia memandang tulisanya, sudah ada beberapa lembar, dan rangga melipatnya serta meremasnya ,, lalu dia menarik pacarnya bertiarap ,, tepat pada waktu itu terdengar banyak sekali peluru yang terdengar meledak ,, 
Rangga merobohkan meja tebal yang kebetulan berada di belakangnya pas ,, dan dia menarik rini meloncat ke arah ruang yang menuju ke ruang bawah dimana banyak sekali dinamit
Dia tau kalau senjata api bisa membuat yang beginian meledak ,, tapi dia punya otak cerdik ,, kebetulan di daerah sana ada kamar mandi, rangga pun tiba tiba punya ide ,,

Ada dua orang ,, semuanya membawa senjata jenis sub mechine gun ,,, dengan mega zine yang sialan ,,, kira kira ada kalau dua ratus peluru saja ,, 

Mereka berindap indap di dinding dengan menyebar ,, sampai akhirnya mereka bertemu dengan kamar mandi yang hampir banjir oleh air mancur ,,
Di lihat dari beberapa lumpur di sana ,, bisa di pastikan bahwa ada orang baru sampai di sana ,,
Dua orang ini pun rupanya bukan orang tolol ,, mereka tau kalau ada orang baru masuk ke sana, dan mereka mengintip kamar mandi ini ,, terlalu banyak kamar ,, akan sangat bahaya ,,,
Dan mereka manghujani ruang itu dengan peluru peluru yang rupanya berdiameter tidak kecil ,,,

Sekarang ruang ini berantakan sekali ,, air pun makin mancur ,, 
Dua orang ini mengganti megazinenya ,, mereka dengan perlahan lahan masuk ke sana ,, masuk dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara di atas air ,, yaa ,, gerakan yang sangat pelan, di tambah oleh ramainya suara air menyebabkan tidak ada suara pada mereka ,,

Mereka berjalan menyusuri tempat itu ,, 
Tiba tiba mereka menendang salah satu kamar dan terlihatlah seorang gadis yang tanganya berlumuran darah ,, dua orang ini membidik ke arahnya
"Dimana yang satu?" bentaknya,
Si gadis hanya tersenyum ,,
"I'M here" terdengar suara dari balik orang orang ini 
Dua orang itu serentak membalikan tubuh dan DORR tapi hanya satu dan orang sebelah kiri yang kena tembak tepat di kepalanya ,, orang yang kedua selamat karena si DORR tadi hanya merupakan peluru tunggal dari sebuah revolver yang di pegang oleh si rangga

Si orang satunya di todong oleh rangga ,, 
"Masih ada tiga peluru dan aku adalah penembak jitu di jarak dua puluh meter ,, kau bersembunyi di manapun pasti aku masih bisa mengenaimu ,, berlari pun tak akan sebegitu jauh kau sampai ,, lagipula air yang merendam sampai lutut itu akan menghambat larimu sampai tiga kali lipat "kata rangga sambil memandang tajam walau tanganya agak gemetar tapi dia tetap menodong si sialan yang tidak ada waktu sedetikpun untuk mengangkat senjatanya
"Turunkan senjatamu" kata rangga dengan hambar ,,
Si sialan mengarahkan tangan ke senjatanya tapi rangga membentaknya ,,
"Berhenti ,, aku menyuruhmu memotong tali sall senjatamu saja" kata rangga ,, 

"Baik aku kalah" kata si orang ini dengan dingin ,, dia memotong tali senjatanya ,, senjatanya pun jatuh di depan kakinya ,,
Rangga masih berpikir cara yang tak ceroboh ,,
"Kalau aku menyuruhnya menendang senjata itu ,, maka dia akan menendang air mengenai mataku dan aku akan lengah beberapa detik ,, dan itu cukup untuknya ,," batin rangga ,,
"Bergeser kau ke sebelah" kata rangga sambil mengikuti arah si orang ini ,, 
"Yang, lu ambil tuh senjata api ,, berpindahlah ke kamar sebelah ,, jangan lupa senjata pada mayat itu" kata rangga ,, yang di suruhpun berangkat ,, 

Air yang sebenarnya hanya naik sampai se mata kaki itu menjadi merah karena darah si orang yang mati satu tadi ,, untung masih berada dalam kondisi hujan air mancur ,,

Rangga hanya melihat peluru di baju si orang ,, tapi dia yakin ada pisau ,, 
"Copot rompimu dan lemparkan ke balik kamar" kata rangga ,, si orang pun sudah merasa kalah dan tidak ada cara lain kecuali menurut itu mengikuti saja kata rangga ,,

Sekelebatan rangga melihat pisaunya berada di balik rompi tadi ,, sekarang musuhnya sudah aman ,, 
"Mari kita akhiri saja" kata rangga dengan menyeringai ,, dia melemparkan revolvernya ke air begitu saja ,, si orang melirik senjata itu dan tiba tiba dia menendang air yang agak kemerahan itu sampai menutupi pandangan rangga sekejap ,, dan revolver tersebut sudah berada di tangan si sialan, rangga hanya tersenyum mengejek saja ,,
"Mesiu telah basah, kalau tadi kau cerdas ,, mungkin kau masih memegang senjata sekarang" kata rangga ,, 

"Sial" desis si sialan itu yang baru teringat hal ini ,,
Dia membanting senjata dan mukanya sudah di jemput oleh kaki rangga ,, rangga menendang dengan jurus jurus jalanan ,, 
Ayolahh ,, ini hanya istilah ,,
Hidung si sialan itu berdarah karena tendangan rangga pas sekali mengenai pangkal hidungnya ,, rasanya tak terlalu sakit ,, hanya pusing ,, dan rangga meloncat sambil mengirimkan pukulan mengenai jidat si sialan itu ,,

Turunya rangga mengibas ngibaskan tanganya yang merah itu, ini pelajaran untukmu kawan ,, kalau kau berkelahi ,, jangan pukul bagian keras dari lawan karena tanganmu akan terasa sakit ,,
Dan jidat adalah bagian terkeras manusia ,,

Walau tangan rangga terasa sakit tapi si sialan itu merasa pusing sekali ,,, rangga tak menyianyakan kesempatan ,, sia meloncat lagi sambil memukul ,, ini adalah jurus paling mematikan di jalanan ,,
Paling umum dan paling sering di gunakan ,,

Tapi si sialan itu membungkuk sambil tanganya memukul ke perut rangga ,, 
"Blekk" rangga sampai jatuh berlutut saking kerasnya pukulan ,, 
Si sialan itu tak menyianyiakan kesempatan ,, dia menendang punggung rangga tapi rangga keburu jatuh sampai si sialan yang merasa pusing dan memakai kekuatan penuh itu tergelincir dan jatuh ,, ombakan pada air terjadi ,, rangga cepat bangun walau masih terasa sakit perut ,, dia menindihi punggung si sialan itu dan deengan bertubi tubi dia memukul kepala si sialan ,, 
Kepala belakan itu keras juga tapi efek bagi yang di pukul juga sialan ,, si pukul itu merasa hidungnya keluar darah, dia telah terluka dalam ,, yaa ,, hanya memukul belakang kepala manusia ,, si manusia yang di pukul itu akan terluka dalam ,,
Tapi si sialan itu menyentakan punggungnya yang kekar itu dan rangga terlempar ke belakan kepalanya membentur tembok ,, dia langsung bangkit karena kalau dia sampai terduduk lama ,, dia akan pingsan ,, 

Tapi dadanya di sambut oleh tendangan si sialan ini ,, rangga merendahkan tubuh dan kaki si sialan itu menghajar tembok sampai tembok tersebut hancur sebagian kecil ,, dia kuat sekali rupanya ,,

"Kakinya sangat berbahaya" batin tangga sambil menyempatkan memukul sebelah lutut si sialan itu ,, tak lupa paha si sialan ini juga terkena pukul mentah ,, tentu saja sialan ,, ini adalah tempat vital manusia juga ,, rangga juga tidak mau menghajar pangkal paha orang karena itu pengecut sekali ,,

Si sialan itu terjatuh ,, rangga meloncat kebelakang ,, kebetulan dia lihat pecahan kaca akubat tembakan dua orang ini ,, dia mengambilnya dan dia menerkam si sialan itu dengan beringas ,, si sialan yang masih kesakitan itu melihat ancaman ,, dia meluncurkan kaki dan rangga kena sandung oleh kaki besar kuat itu sampai jatuh berbaring ,,, rasa kakinya sakit sekali ,, si sialan itu kontan berdiri dan mengincakkan kakinya di dada rangga ,,
Rangga merasa sesak juga ,,

Si sialan yang sudah babak belur itu menyeringai ,, dia mengambil sangkur dari sakunya ,,
"Cukup kuat cukup kuat ,," kata si sialan ini dengan menyeringai ,, rangga merasakan sesak sekali ,,
"Aku pen akan memberi kehormatan kepadamu dengan cara membunuhmu" kata si sialan ini dengan menyeringai ,,
Rangga sempat mendengarnya ,, matanya memang masih melek ,, tapi sudah agak gelap ,, dia melihat pantulan cahaya sebuah sangkur yang mengincar lehernya ,, tubuh yang sudah babak belur tak karuan ini ,, di tambah dengan beban yang tak sedikit ,, membuatnya tak berdaya menanti si tajam tajam itu mengenai lehernya ,, tapi tiba tiba dia melihat si sialan ini merunduk dan terdengar suara "DORR" ,, rupanya rini si gadis itu menembak ,, yaa ,, dia sama sekali tak bisa menembak seperti ini ,, maka dari itu dia tak bisa mengenai si sialan yang sebenarnya berjarak dekat ini ,,

Tapi rini menembak terus dengan membabi buta ,, 
Hal ini menyebabkan si sialan ini meloncat keluar pintu walau tersaok Saok ,, tapi dia tak lupa melemparkan pisau sangkurnya ke arah rini, rini melihatnya ,, dia tak terbiasa dengan reflek dan sejenisnya ,, serangan ini datangnya cepat sekali ,, dan alatnya tajam serta tajam pula ,, 

Rangga melihat hal ini ,, dia juga masih mendengar adanya teriakan ,, berbareng dengan itu dia pingsan ,,

Alfan dan mimi terus berjalan ,,, jalan ini berlika liku sekali ,, kadang sempit kadang lebar ,, 

Alfan tiba tiba berhenti dan menodongkan senjata api dan senter ke belakangnya ,, tapi tak ada siapapun ,,
"Rupanya hanya perasaanku saja" batin alfan dengan tolol ,,
Mimi menariknya karena mimi menemukan sebuah ruang besar dengan banyak sekali pintu pintu ruang yang berjejer rapi ,,, 
Alfan mengangguk ,,, dia membuka pintu satu demi satu hanya kamar kamar sialan saja ,, dia membuka semua pintu hanya berisi kamar yang berdebu saja ,, di lihat dari tebalnya debu ,, tempat ini pasti tidak di huni puluhan tahun ,,
Entah apa sebabnya ,, entah pula kenapa si topeng di atas tadi menyeringai licik penulis tak mengerti ,, mungkinkah ini adalah jebakan sialan? ,, Atau mungkin ini adalah perangkap mematikan

Yang di pikir alfan sekarang adalah jebakan perangkap mematikan dia berpikir mungkin saja ular, mungkin saja peluru yang melesat lesat tak karuan ,, mungkin saja orang gila yang ganas ,,

Mimi berhenti dan alfan menabraknya ,, 
"Kau ini" kata alfan sambil masih ingin melanjutkan lamunanya dan arah ke depan ,,, tapi kepalanya kebentur batu ,, rupanya jalan buntu ,, alfan meringis mimi cekikikan ,,
"Kau itu melamun apa?" Tanya mimi ,,

Alfan nyengir ,, belum lagi dia mau menjawab tiba tiba dari belakang ada suara ledakan dan tembok jebol ,, dari sini keluarlah seekor manusia macam gorila setinggi dua kali tinggi dari besarnya alfan ,,, dan yang sial ,, ruang ini sangat luas ,, dan mahluk besar ini menggunakan besi besi sialan sebagai armor ,,, 

"Heh mampus" kata alfan sambil mengeluarkan senjata api ,, satu tanganya tetap menggunakan senter ,, 
Mimi sudah jatuh duduk gemetar karena ini ,, 
"Di ruang sana ada tempat bersembunyi dengan dinding paling tebal ,, kau kesana" kata alfan tiba tiba ,,, dia tau ,, dari pandangan mahluk sialan ini dialah yang di incar ,, mimi sama sekali tak di gubris si sialan ini ,,
"Kau bagaimana?" tanya mimi
"Kalau aku mati ya tenang saja" kata alfan
"Aku bertanya serius" bentak mimi
Alfan memegang senjatanya erat erat ,, dia tersenyum
"Aku tak akan mati ,, paling banter aku hanya akan pingsan dua hari" kata alfan ,, mimi mengangguk
"Janji ya" kata mimi memohon ,, alfan merasakan sesuatu yang lain pada aplikasi ini ,, perasaan yang sangat aneh ,, dia mengangguk saja ,,

Mimi sudah sembunyi ,, si mahluk ini masih diam ,,
Tiba tiba alfan tersentak karena ruang ini tiba tiba terang ,,, ini kondisi yang tidak membantu sama sekali ,, apalagi mata alfan tuba tuba tertuju kepada segerombolan orang berkerudung muka yang menggotong sesuatu keluar dari sana ,, 

Alfan meskipun tolol juga tau mahluk apa yang di gotong itu ,, dia tanpa berisik langsung mengejar ke sana ,, tapi 
"Brakkk" si raksasa sialan ini mememukulkan tangan ke tanah ,, kalau alfan tadi tidak meloncat mundur pasti tangan si sialan ini tentang ,, 

Alfan melirik bekas tanahnya ,,, retak ,, bagaimana kalau tadi hal ini tentang ,, bukankah dia tak lebih keras dari tanah barusan? ,, 

Alfan mengatupkan giginya sampai berbunyi ,, tapi dia adalah golongan orang yang tenang ,, dia harus bisa menguasai dirinya ,, sekarang yang harus di lakukanya adalah cepat cepat mengalahkan si raksasa ini dan mengejar mimi ,,,

"Permisi" tiba tiba ada seseorang berbicara dari pintu tempat alfan masuk tadi ,, alfan memandang raksasa ini tapi dia menjawab juga
"Siapa kau?" Tanya alfan dengan marah ,, dia masih sempat melirik si sialan yang di sana dan dia makin marah ,, dia teringat si jas di warung dulu ,,, 
Si sialan ini tertawa
"Aku hanya ingin menyampaikan saja" kata si sialan ini 
tiba tiba si raksasa ini mundur dan keluar dari sana

Alfan mengerutkan kening tak habis pikir
"Maksudmu?" Tanya alfan ,,
Si sialan ini tertawa
"Namaku adalah anjasa ,, dan aku ingin memperkenalkan lawanmu" kata anjasa,
Alfan tak menjawab ,, dia hanya membalikan tubuh saja ,, dan di sana dia melihat seseorang yang memakai mantel dengan penutup muka yang sialan ,,
"Dia adalah lawanmu ,, selamat menikmati" kata anjasa dengan senyum ramah ,, 

Alfan mendengus ,,
"Menggunkan senjata atau tangan kosong?" Tanya si kerudung ini sambil membuka kerudungnya ,, dan alfan tetap tak mengenalnya ,, wajah asing dengan leher bertato ular ,,

Dia adalah si leher ular ,, seorang yang kemarin di utus oleh si topeng untuk membunuh alfan ,,

Alfan berpikir sebentar ,, 
"Memakai senjata selain senjata api" kata alfan ,,
"Baik" kata si sialan itu langsung saja menerjang ke arah alfan ,, alfan meloncat sambil memukul ,, biasa ,, jurus jalanan lagi ,,
Tapi si sialan ini rupanya adalah ahlinya bertarung ,, dia membungkuk dan memukulkan tanganya ,, 
"Bekkk" alfan mencelat karena pukulan yang mengena telak itu
Rasanya sesak sekali ,, alfan bukanya menarik nafas ,, dia malah mengeluarkan nafas yang masih di paru parunya ,, yaa, ini adalah cara terbaik untuk menghilangkan sesak ,,

Misalnya kau berkelahi, kau terjatuh atau terpukul di dada ,, dan kau merasa sangat sesak ,, cara yang paling salah adalah kau berusaha menarik nafas ,, cara yang benar adalah kau hembuskan sisa nafas di tubuhmu ,, dan harus pelan pelan karena kalau kau langsung saja menghembuskan secara keras (tanpa adanya pelatihan rutin) kau malah akan pingsan ,,
Dan lagi ,,, hal ini tak akan berhasil jika sesak padamu adalah penyakit dalam ,, ini hanya berhasil melawan sesak dari luar seperti berkelahi dan sejenisnya ,,

Alfan masih pura pura sesak dan si sialan itu menendang alfan ,,
Alfan kan hanya pura pura ,, jadi dia bebas bergerak ,, dia pun sekarang bergerak sambil mengambil lembaran besinya ,,

Si sialan itu tak menyangka kalau alfan bisa bergerak begini mendadak ,,, lagipula jarak sedekat ini alfan bisa meluncurkan lembaranya ke arah manapun ,, dan kebetulan yang alfan incar adalah ular di leher itu ,,

Si orang ini seperti takut kalau ular di lehernya hilang ,, dia menangkis padahal lembaran lembaran milik alfan seperti pisau tajam ,, tak heran kalau tanganya tertancapi lembaran itu sampai cukup dalam ,, alfan tak menyianyiakanya ,, dia meloncat sambil memukul ,, si sialan itu merasa hidungnya hancur karena pukulan alfan terasa juga ,,

Alfan masih belum turun ke tanah ,, dia mencabut senjata tajam ,, pisau ketika dia membunuh polisi di waktu lalu ,, dan dengan pisau ini dia membacok ke arah si sialan itu ,, 
Sialnya ,, si sialan itu mengelak dengan lincah ke belakang ,, karena alfan menggunakan sepenuh tenaga pada seranganya ,, dia hampir terperosok ,, tapi tetap saja dia telah seperempat langkah ,, kaki si sialan itu menendang tangan alfan yang membawa senjata dengan miring ,, 

Saking kerasnya tendangan ,, tangan alfan pun tak bisa menahan pisaunya lebih lama ,, pisau terbang lurus menancap tembok ,, alfan melihat tembok tersebut dan karena perhatianya terpecah dia kena hajar dua kali tonjokan sampai dia jatuh lagi ,, 

Si sialan itu mendengus ,,
"Lemah sekali" kata si sialan itu ,,, alfan sudah merasa babak belur dan pusing pusing sekali ,, hidungnya sudah berdarah ,,
Dia masih bisa bangkit walau dengan susah payah ,, si sialan itu masih berdiri di tempatnya ,,
Alfan dengan langkah tersaok Saok dan wajah dingin kaku mendekatinya ,, 

Si leher ular itu sudah pengalaman dalam bertarung ,, dan dia tau kalau musuh sudah seperti ini ,, maka dia sama saja dengan terancam ,, 
"Keras kepala juga kau rupanya" kata si sialan itu sambil menerjang ke arah alfan dan menendang alfan ,,
Alfan mencelat lagi ,, kali ini dia muntah darah

"Heh ,, tak ku sangka ,, gadis hebat itu punya pasangan begini lemah sepertimu" kata si leher ular sambil menyeringai dan berjalan mondar mandir seolah tak terjadi apa apa ,,

Alfan tak tau siapa yang di maksud dan dia tak peduli ,, dia sekarang bangkit lagi ,, si sialan itu menerjang dan mengirim dua pukulan ke arah alfan ,, alfan terhajar lagi ,, dia jatuh lagi ,, kali ini dia sudah babak belur sekali, , 
"Gadis itu cantik dengan tubuh yang elok ,, memiliki daya bunuh yang bagus juga ,, heran, dia tertarik apanya pada dirimu?" Tanya si sialan itu dengan menyeringai ,,

Alfan bangkit lagi ,, si sialan itu menerjang dan memukul mukul lagi ,, tapi alfan sekarang tak jatuh ,, mata si sialan itu terbelalak seolah tak percaya saja ,, dia memukul lagi ,,
"Bekkk bekk" dua kali pukulan ini hampir membuat alfan jatuh ,, si sialan kembali menyeringai ,,

"Yaa ,, seperti tadi ,, kau lemah sekali" kata si sialan itu sambil mengirim sebuah pukulan sepenuh tenaga ,,
"Bekk" kali ini suaranya keras sekali ,, tapi yang kena pukul adalah tangan alfan ,, dia menangkis satu tangan kanan si sialan dengan tangan kirinya ,, kelopak matanya yang bengkak itu memandang ke depan ,, matanya dengan langsung memandang mata si sialan yang sebenarnya lebih tinggi darinya ,,
"Perkelahian jalanan ,, jangan kau samakan dengan beladiri" kata alfan dan dengan tiba tiba dia memukulkan tangan kananya ke lempengan si sialan itu dengan keras sampai si sialan ini sesak 

Alfan menjegalnya sampai si sialan ini terjatuh dan satu pukulan dia kirim ke leher si sialan itu ,, agaknya si sialan ini kuat sekali sampai satu pukulan alfan hanya membuatnya tak bisa bernapas selama beberapa detik dan dia masih kuat melemparkan alfan ,, alfan terlempar ke tembok dan si sialan itu sudah bisa bernapas walau susah payah ,, 

Dia mendekati alfan dengan tatapan amarah dengan pisau tajam di tanganya ,,
Alfan tertawa pendek dalam hati ,,
"Kau habis nak" katanya ,, 

Alfan tertawa pendek ,, si sialan itu mengerutkan kening
"Ada pesan terakhir?" Tanya si sialan ini ,,
Alfan tertawa terbahak sekarang ,, 
"Wellcome to the hell" kata alfan sambil tiba tiba melemparkan sesuatu ke si sialan itu ,, itu adalah pisau yang menancap di dinding tadi ,, yaa ,, barusan ,, alfan bersandar di dinding itu ,,

Reflek si sialan itu sudah terkuras beberapa bagian akibat berkelahi ,, tapi dia masih bisa menangkis ,,
"Tingg" pisau alfan tertangkis tapi si sialan ini terbelalak karena di depan matanya sudah ada sebuah lembaran besi tipis yang tajam sekali ,,

Alfan masih sempat melihat lembaranya menancap di leher dan kening sialan itu ,, rupanya dia bisa menggunakan tangan kiri juga untuk melempar ,, 

"Hehehe ,, meremehkan itu mengurangi setengah nyawamu nak" kata alfan dengan tertawa pendek ,, dia memandang pintu di kejauhan itu ,, sebenarnya pintu keluar tersebut tak terlalu jauh darinya ,, tapi dengan kondisi yang bahkan sulit berdiri seperti ini ,, jarak seperti itu seperti sangat jauh saja ,,

Sekarang tampilanya berbeda ,,
Ruang yang luas tadi menjadi sebuah ruang gelap yang tak terlihat batasnya ,, 
Penulis memandangmu di bawah lampu yang hanya satu saja di ruang itu ,, 
"Entah apa yang kau pikir ,, aku tak mengerti" kata penulis santai
Penulis masih memakai pakaian seperti di awal tadi ,,

"Hanya saja ,," penulis berhenti sebentar ,,
"Coba kau lihat apa yang terjadi dengan realita tadi? Pertarungan demi pertarungan, kebaikan dan keburukan, akal cerdik, dan lain lain ,, apakah kau mengerti maksudnya?" Tanya penulis padamu

Penulis tak mendengar suaramu dan penulis tak peduli karena kau belum tentu tau ,,
Penulis berdehem sebentar, penulis memandangmu sekarang ,,
"Intinya adalah fiksi serta realita itu sama ,, sama sama menjengkelkan ,, sama sama menyedihkan ,, dan penulis sarankan agar berhentilah kau menghayalkan dirimu adalah tokoh fiksi yang bagaimana ,,, kau tak perlu meniru fiksi untuk menjadi tokohmu ,, kau hanya perlu berpikir dunia ini tak terllalu menyedihkan untuk di jalani ,,,,, "kata penulis yang ingin kau mengingat ingatnya ,,
"Dan untuk sebuah cerita" sambung penulis dengan tersenyum

Lampu pun mati dan kau bisa membacanya ,,

To be continue

Novel lainnya:

INCIDENTPuti Sialan 3Pengejar masalaluPerjalanan Band

Rebirth 

Comments

Popular posts from this blog

Novel 'Pengejar Masalalu'

Pengarang  : Gaplek Tralala Judul             : pengejar Masa Lalu Seperti yang pernah kau lihat dari sisi awal cerita ini ,, Seperti yang MUNGKIN pernah kau bayangkan ,, Anggap saja sebuah imajinasi ,, Berbicara soal imajinasi ,, penulis punya beberapa tehnik khusus Berimajinasi ,, itu adalah penggabungan dari "ber" yang merupakan kalimat kerja ,, dan imajinasi juga kalimat abstrak ,, Pengartianya juga sialan ,, "ber" adalah sebuah kalimat kerja yang "sedang di lakukan" atau "telah di lakukan" ,, sedangkan imajinasi adalah sebuah pemikiran yang bersangkutan besar dengan hayalan Hanya saja ,,, sembilan dari sembilan setengah orang di dunia ini salah mengartikan imajinasi ,, Mereka pikir ,, imajinasi dan hayalan itu sama padahal ini salah sekali ,, saangat salah ,, Penulis menghayal bahwa penulis bisa terbang ,, tidak ada yang akan bisa menyalahkan penulis karena hayalan itu melebihi wanita yang "selalu benar" ,, bahka...

Novel 'Puti Sialan 3'

Judul          : Puti Sialan 3 Pengarang: Gaplek tralala Eps. : Berburu situs menyebalkan Sebuah kota ,, kota ,, dimana banyak sekali polusi ,, Dan kebijakan ,,, Berbicara soal kebijakan ,,, Sekarang di sebuah perempatan jalan besar ,, sedang ada seorang polisi ,, kebijakan ini sedang bermuka masam ,, mukanya masam ,, hal ini di sebabkan oleh debu debu dan kemacetan lalu lintas sialan ini ,, Pak polisi ini seperti di panggang sinar matahari yang berada di atas kepala itu ,, Pak polisi ini sendirian ,, tetapi juga bisa di sebut tidak sendiri ,, Dia mengatur lalu lintas bersama seorang gadis cantik berbody molek: v ,, Gadis ini cantik ,, walau pakaiannya sederhana dan menutupi tubuhnya dengan rapi ,, Kalau muka pak polisi itu masam ,, maka wajah gadis ini makin asam ,, Dia di paksa ikut mengatur lalu lintas ,, Tiga jam sudah selesai ,, jalanan sudah tidak terlalu banyak lagi ,, "Paakk sudah dong" si gadis itu berteriak teriak Pak polis...

Tips bermain Piano Tahap 2 Tutorial

Belajar chord dasar (tangan kiri) - Halo semua? Berjumpa lagi dengan saya yang pastinya mau berbagi tips bermain piano tingkat berikutnya. Kalau sebelumnya kita Belajar chord dasar untuk tangan kanan, kali ini saya mau kasih tips belajar chord untuk tangan kiri. Kalau kalian sudah lancar menguasai chord dasar dengan tangan kanan, kita belajar ke tingkat selanjutnya yaitu belajar chord dasar untuk tangan kiri. Chord pada tangan kiri ini lebih mudah karena tidak ada mayor atau minor melainkan Universal .jadi chord tersebut bisa dimasukkan untuk chord mayor maupun minor. Berikut ini Chord dasar yang harus kalian kuasai: Yang membedakan cuma posisi jari kita dimana jari kelingking digunakan untuk fokus. Sedangkan untuk not nya juga berbeda. Misalnya not Chord C pada tangan kanan yaitu 'Do''Mi''Sol' ', kalau untuk tangan kiri menjda' Do''Sol''Do ''. Sampai sini sudah paham? Kalau belum paham bisa cek lag...